
"Selamat Malam" sapa Alya kepada jimin dan juga jhope yang bertugas menjaga Suga
"Malam dokter" jawab mereka sambil memberi hormat kepada Alya
"Bagaimana keadaan Anda Tuan" ujar Alya bertanya sambil memeriksa keadaan Suga
"Disini sangat sakit namun saat melihat dokter sakitnya berkurang" jawab Suga dipenuhi senyuman
"Sepertinya kita harus pulang Hyung" sangkas jimin ketika mendengar gombalan maut Suga
Jhope hanya tertawa " Lama tak bertemu Dokter" ujar nya
Alya tersenyum karna mereka telah mengenali nya "ternyata Oppa masih mengenal ku" jawab Alya
"Kau sangat cantik Al" kini jimin bersuara mengungkapkan apa yang ia lihat
"Ahahhaha terimakasih atas pujiannya Oppa"
Mendengar itu Suga hanya menatap jimin dengan sangat tajam " kondisi Oppa semakin membaik, namun Oppa baru bisa pulang seminggu lagi" ujar Alya memberi tau Alya
Suga mengangguk mengerti begitu juga dengan Jhope dan Jimin.
Mereka pun berbincang bincang setelah sekian lama tidak bertemu.
"Hallo,, baiklah aku akan segera kesana" ujar Alya setelah menerima telfon dari dokter residen nya.
"Sepertinya aku harus pamit Oppa" pamit Alya dan mereka pun mengangguk "istirahat lah,, jangan tidur kemalaman" ucap Alya sambil membenarkan selimut Suga dan berlalu pergi.
"Aku sangat merindukannya" gumam Suga sambil melihat Punggung Alya yang telah hilang ditutup pintu
" hyung.. kau baru saja melihatnya" Sanggah jimin
"Tapi aku ingin selalu melihat dan berada disisi nya" jawab Suga masih setia memandangi pintu
"Sudahlah ayo tidur,, kau harus banyak beristirahat agar lekas sembuh" kini jhope menengahi mereka.
"Hmm kalian pulang lah, beristirahat" ujar Suga
"Tapi bagaimana dengan mu?"
"Aku baik baik saja,, Apa kau lupa sekarang Kekasih ku adalah dokterku" jawab Suga dengan senyum menghiasi wajahnya
" Hyung,, tapi Dia bukan kekasih mu lagi" bantah Jimin
"Apa kau ingin mati" bentak Suga yang tak terima atas ucapan jimin walaupun jimin benar
"Hahahah aku hanya bercanda hyung" ujar Jimin Berusaha mengembalikan mood suga yang dirusak nya dengan perkataan tadi.
***
"Eonny" sapa Yoona menghampiri Alya
"Haii Yoona, bagaimana kabar mu?" Jawab Alya sambil meletakkan pena yang ada ditangannya ketika Gadis remaja yang ia menghampirinya.
"Ini untuk mu" ujar Yoona memberikan bingkisan kepada Alya
"Wooww ini untuk ku? Terimakasih" jawab Alya mengambil bingkisan itu
"Bagaimana dengan sekolah mu??" Kini mereka tengah duduk dirooftop rumah sakit sambil menikmati makanan yang diberikan Yoona
"Bagus berjalan dengan lancar,, terimakasih eonny karna kau aku bisa bangkit lagi" ujar Yoona
Alya tersenyum " sudah cukup terimakasih nya, kau harus mendapatkan nilai yang bagus agar bisa melanjutkan pendidikan mu ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa mengapai cita citamu" semangat dari Alya untuk Yoona.
Yoona,, gadis remaja yang Alya temukan ditaman tepi jalan dengan kondisi yang cukup serius. Kepala yang mengalir darah dan juga lebam lebam diarea tulang pipi dan tangan bekas cakaran.
Yoona mendapat kekerasan bullying oleh teman teman sekolahnya dan dibawa Alya kerumah sakit untuk diobati dan dicek kondisi nya.
Flashback On
"Tolong akuuu.. siapapun tolong akuu hikss hikss hikss" terdengar suara dibawah pohon taman ditepi jalan
"Tolang aku ini sangat sakit hikss hikss hikss" racau nya
Alya dengan kuat mengangkat gadis itu dan menggendong nya.. jarak rumah sakit dengan taman itu cukup dekat.
"Ada apa Dokter??" Tanya perawat kebingungan dan segera membawa tandu
"Gadis ini mengeluarkan banyak darah, segera bawa keruang Darurat dan juga aku akan memberi penanganan
"Sakittt hikks hikss sakittt" racau nya ketika perih yang ia rasa disaat Alya sedang dalam penanganan
"Tahan sebentar, ini tidak akan lama" tenang Alya.
Setelah membersihkan luka dan juga menjahit kepala yang robek, kini Gadis itu pun sudah merasa lebih tenang "terimakasih" ujarnya kepada Alya
"Kenapa kau bisa seperti ini? Apa aku bisa menghubungi orang Tua mu?" Tanya Alya
Gadis itu menunduk "orang Tua ku sedang diluar negri,, mereka hanya pulang sebulan sekali bahkan sampai berbulan bulan" ungkap nya dengan menahan tangis.
"Hmm apa ada yang bisa ku hubungi?"
Gadis itu mencari tas nya "dimana Tas ku?" Tanya nya ketika apa yang ia cari tak berjumpa
"Ini Nona" jawab Suster memberikan tas bewarna pink muda
" aku akan menelfon bibi" jawab nya sambil mengeluarkan ponselnya
Setelah dihubungi akhirnya bibi gadis itu pun datang.
Alya langsung memberi tahu tentang kondisi Gadis remaja itu.
Setelah membicarakan tentang kekerasan bully yang didapat oleh gadis itu, ia harus dirawat Selama 1 hari dirumah sakit ini.
"Dokter... Pasien tidak ada di ruangannya" Ujar Dokter residen yang bertugas mengecek gadis remaja itu panik
Alya pun berlari dan mencari gadis itu,, semua suster yang berjaga malam pun turut mencari gadis itu.
"Aku melihatnya" gumam Alya ketika melihat Seseorang berdiri tegap dirooftop dengan sigap Alya langsung berlari ke rooftop.
"Apa yang kau lakukan??" Teriak Alya
Gadis itu menoleh kesumber suara dan tersenyum Tipis "hidup ku tak berarti lagi! Aku selalu mendapat kekerasan dari orang orang disekelilingku!! Sudah dokter tak perlu mengkhawatirkan ku!!" Balasnya berteriak
"Apa kau Tidak memikirkan betapa tersiksanya Orang tua mu jika kau melakukan itu??"
"Mereka bahkan tidak peduli kepadaku! Kenapa aku harus memikirkan mereka!!" Ujarnya ingin terjun, namun berhasil ditangkap Alya
"Kau sangat beruntung bahkan aku iri kepadamu hikss hikss" ujar Alya dengan tangis yang sudah membasahi pipinya
"Ada apa dengan mu dokter?" Gadis itu sangat bingung melihat Alya
"Kau sangat beruntung masih memiliki orang Tua, kau bahkan jauh lebih beruntung dari ku"
" kenapa kau tega melakukan ini kepada diri mu dan orang tua mu hah?? Jangan pernah lakukan hal bodoh itu lagi! Semua orang mempunyai masalah tapi itu bukan jalan satu satu nya untuk menghadapinya. Aku sangat mengerti apa yang kau Alami namun kau harus tau jika semua masalah pasti ada solusinya. Aku sudah memberi tau bibi dan orang tua mu, mereka akan menjemputmu besok" sambung Alya lagi
Gadis itu pun menangis dengan sangat kencang nya "sudah lah kau aman bersama ku" tenang Alya memeluk Gadis itu
"Terimakasih dokter terimakasih" gumam nya sangat pelan disela sela tangisnya.
Dan semenjak hari itulah, Alya dan juga Yoona menjadi lebih dekat. Yoona pindah sekolah dan melanjutkan pendidikannya dan sesekali mengunjungi Alya dirumah sakit.
Flashback Off
"Aku akan mengadakan ujian minggu depan Eonny" ujar Yoona
"Baiklah kau harus rajin belajar dan juga bawakan nilai yang bagus untuk ku" jawab Alya menyemangati Yoona
Ia mengangguk dan segera berpamitan kepada Alya.
Note : terimakasih sudah membaca dan jangan lupa meninggalkan like dan vote nya💜