My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Rain Sakit



"Sayang.. bagaimana bisa dia membatalkan pernikahannya?" Tanya Suga yang sedang memakan Makanan yang Alya buat Dari dapur Studio


"Ya pernikahannya itu terpaksa ia lakukan, Namun Saat ijab kabul Rain salah menyebut nama calon Istrinya"


"Lalu Nama siapa yang ia sebut?" Tanya Suga meminta kejelasan


Alya menunjuk dirinya sendiri "Bagaimana bisa dia salah menyebutnya, jadi kamu harus bagaimana?" Tanya nya bingung. Alya yang mendengar itu pun tersenyum jahil karna sesuatu terlintas di kepalanya.


"Ya bagaimana lagi Oppa, Rain menyebut nama ku di saat ijab kabul jadi kami sudah menikah" ujar Alya memasang wajah sedihnya


"Hukss hukss" suga tersedak makanan yang ada dimulutnya


"Oppa kalau makan harus hati hatiii..." panik Alya langsung memberikan Air putih


Namun Suga tak menghiraukannya, Ia menatap Alya sangat dalam "sayang.. bagaimana ini?"


"Bagaimana apa nya sayang?" Tanya Alya bingung


"Kamu sudah menikah dengan Rain. Aku bagaimana???" Jelas nya


"Hahahahahhahaha sayang kamu sangat Lucuu" Gelak tawa Alya memenuhi ruangan studio. Bagaimana bisa kekasihnya ini percaya atas ucapan yang tak masuk Akalnya


"Apa nya yang lucu??" Protes Suga


"Kamu percaya apa yang aku katakan tadi?" tanya Alya


Suga mengangguk dengan cepat "hahahhaha Oppa.. Itu tidak akan mungkin terjadi karna menikah itu adalah persetujuan dua orang. Aku hanya bercandaa" jelas Alya


Suga pun menghembuskan nafasnya kasar merasa malu karna percaya dengan Ucapan Alya yang memang tak masuk Akal namun tak bisa ia pungkiri karna ia sangat takut kehilangan Kekasihnya ini.


"Kau sangat jahil, kau selalu menggodaku" ujar Suga mulai menggelitik pinggang Alya.


"Hahhahahaha Oppa hentikan.. itu sangat geli" protes Alya namun tak dihuraukan Suga.


**


"Rain..kenapa badan mu sangat panas nak?" Ujar Rinjani panik ketika mengecek keadaan Rain


Rain hanya mengeliat dan menarik selimutnya "Rain.. sebentar Mama akan menelfon dokter Andi" ujarnya


Setelah menunggu beberapa saat, Dokter Andi datang untuk mengecek kondisi Rain.


"Bagaimana Dok keadaan anak saya?" Tanya Rinjani khawatir


"Kondisinya cukup Buruk Nyonya, Dikarenakan Ginjal sebelah kiri yang semakin parah dan juga kesehatannya yang menurun. Saya sudah memberinya Obat, Jika panas nya tidak turun Juga maka sebaiknya Tuan Dibawa kerumah sakit untuk mendapat perawatan intensif dan secepatnya mencari pendonor Ginjal " Jelas Dokter Andi


"Baiklah Dokter, Jika sudah menemukan pendonor yang cocok langsung hubungi Saya" ujar Rinjani mencoba bersikap tenang, Karna Sudah beberapa Bulan ini Rain mengalami sakit perut dan setelah di periksa Ginjal kiri Rain bermasalah namun Rain selalu saja mengabaikan nya dan tak mau menjalani Operasi.


kali Ini Rain harus melakukan Operasi agar kesehatannya kembali Pulih, Ini adalah keputusan Rinjani.


"Sayang... Apa kamu begitu tersiksa Atas perjodohan itu Nak?" Gumam Rinjani menatap Anak sematawayangnya ini dengan menyedihkan.


"Apa kamu sangat mencintai Alya sayang hingga kamu rela melakukan apapun yang membuat Alya nyaman. Katakan mama harus apa untuk membuat mu seperti dulu lagi nak Hikss hikss hikss" sambungnya lagi.


Ia melirik ponsel nya dan berencana menghubungi Alya.


"Hallo Tante,, Apa kabar? " suara Alya terdengar disebrang telfon


"Hallo Alya, Tante baik baik saja. Bagaimana dengan kabarmu" Tanya Rinjani


"Alhamdulillah Alya baik baik saja Tante. Ada apa Tante Apa terjadi sesuatu dengan Rain?" Tanya Alya langsung To the point


"Hikss hikss Rain Al, Rain sakit.. kondisi Nya cukup Buruk. Ginjal Kiri nya sudah semakin memburuk hikss hikss. Tante tidak tau harus berbuat Apa" Jelas Rinjani tak bisa menahan Air matanya.


Seketika itu Alya meneteskan Air matanya menahan Sakit dihatinya mendengar Kabar kondisi kesehatan Rain yang memburuk. Alya menatap Suga sekilas


"Apa pendonor Ginjal sudah ditemukan tante? kita harus segera mengambil tindakan Operasi untuk Rain" ucap Alya


Rinjani mengangguk setuju "belum Nak, Dokter Andi akan segera menghubungi Tante jika pendonornya sudah ditemukan" jawab Rinjani


"Baiklah tante, Tante tenang jangan panik. Jika sesuatu terjadi Tante bisa langsung mengabari Alya. Mungkin Alya akan pulang ke tanah Air besok" ujar Alya melirik Kalender Di dinding.


"Terimakasih Al terimakasih. Tante akan menunggu mu pulang nak. Hati hati dijalan jaga kesehatan" ucap Rinjani menutup telfonnya.


Sudah beberapa bulan ia tak berkomunikasi dengan Alya karna ia sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Rain yang akhirnya dibatalkan.


"Ada apa sayang?" tanya suga penasaran


"Baiklah, Besok kita akan ke Indonesia dan melihat keadaannya" Ujar Suga


Alya pun mengangguk setuju kepada Kekasihnya itu.


***


"Rain.. Tante" panggil Alya di depan pintu Ruangan VVIP


"Alya.. " Teriak Rinjani menghampiri Alya.


Mereka pun berpelukan, Setelah beberapa tahun tak bertemu. Begitu juga dengan Rania yang bergantian memeluk Rinjani.


"Ini Tante Calon suami Alya" ujar Alya memperkenalkan Suga.


Suga Langsung menyalami Rinjani seperti yang sudah diajarkan Alya tentang tata cara jika bertemu orang yang lebih Tua.


Rinjani menerima tangan Suga dan hanya tersenyum sedikit dipaksakan karna ia sangat kasihan melihat Anaknya yang terbaring lemah di Bankar rumah sakit.


"Rain sudah menjalani Operasi pencangkokan ginjal, Dan sekarang ia sedang istirahat" Ujar Rinjani memberitahu Alya


Alya mengangguk mengerti, Ia pun duduk di sofa bersama Rania dan juga Suga.


"Alya.." Gumam Rain ditengah tidurnya.


Mendengar Itu semua orang langsung melirik sumber Suara. Alya melirik Suga untuk meminta izin duduk Disamping Rain. Suga mengangguk mengerti apa yang dimaksud oleh Alya.


"Rain..." Panggil Alya dengan mata yang berkaca kaca


Rain membuka matanya "Al.." Gumam nya dengan senyum menghiasi wajahnya


"Rain.." panggil Rinjani mendekati Rain


"Tunggu sebentar Ma, Rain melihat Alya disini, Biarkan Seperti ini Dulu" ujar Rain menjawab Mama nya tanpa melepaskan pandangannya dari Alya.


Melihat itu, Suga dan Rania pun juga mendekati Alya.


Alya dengan mata yang berkaca kaca melihat Rain terbaring lemah seperti Ini "Rain.. ini aku Alya" ujar Alya


Rain mengangguk "Ya aku tau, Ini mimpi yang paling indah buatku" Gumam nya tak berhenti tersenyum


"Rain, kamu ga mimpi. Ini Aku Alya sahabat mu"


Seketika Rain tersadar dan beralih memandang Rinjani "Ma.. Rain bukan mimpi?" Tanya Nya bingung


Rinjani menggeleng "Rain.. Alya pulang dan dia disamping kamu" jelas Rinjani


Seketika itu Rain langsung mengambil tangan Alya dan menggenggam nya. Alya cukup terkejut dan segera menatap Suga. Suga hanya tersenyum dipaksakan. Alya sangat paham akan sifat cemburu nya Suga namun kali ini Ia menahannya.


"Semoga Oppa tidak merajuk" batin Alya. Jika Suga merajuk, Alya sangat kesulitan membujuk nya. Dan ujung ujungnya Suga akan memeluk Alya seharian sebagai pembujuknya.


"Rain.. ini Aku Alya" ujar Sedikit gemeteran berbicara.


"Al.. aku sangat merindukan mu.. aku sangat mencintaimu" ungkap Rain dihadapan Suga dan semua orang.


Rania dan Rinjani sedikit khawatir dengan Alya dan Suga. Mereka takut pertengkaran terjadi akibat kecemburu disini.


Alya yang mendengar itu hanya tersenyum kecut karna Ia sangat yakin jika suga benar benar akan merajuk dan marah dengannya.


Tentu saja Suga mengerti bahasa yang diucapkan Rain karna Alya sering menggunakan bahasa seperti kepada nya.


Suga mendengar itu hanya bisa menahan Emosinya, Muka nya cukup Merah padam mendengar kata kata dari Rain untuk kekasihnya.


Suga melangkah mendekati Alya dan Rain "Hai Rain.. apa kondisi mu sudah membaik?" Tanta Suga berusaha mengalihkan pembicaraan.


Rain melepaskan genggaman nya dan mengangguk sebagai jawaban Iya.


Begitu juga dengan Alya yang bingung bagaimana membujuk kekasihnya ini. Jangan kan Rain berbicara seperti itu, RM saja yang mengutarakan perasaannya Suga sangat Emosi.


Mau tak mau Alya menggenggam tangan Suga untuk menenangkan Emosi Suga.


Rain hanya tersenyum kecut melihat pemandangan Itu. Ia pun sadar bahwa Alya sudah memilih Pria disampingnya dari pada dirinya.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanya lah khayalan Autor Maafkan saya jika ada kesalahan dalam penulisan 💜💜