
"Apa kau sudah makan??" Tanya Suga ketika Alya baru saja masuk ruangan
Alya menggeleng dan melihat Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan makan siang.
"Mari makan bersamaku" ajak Suga
Alya melirik orang orang disekeliling ruangan tidak ada siapa pun hanya ada 2 pengawal yang berdiri didepan pintu masuk ruangan.
"Mereka sedang ada syutting,, mari makan" jelas Suga lagi seakan mengerti maksud Alya
Alya mendekat dan duduk dikursi Samping bangkar " Apa ini?" Tanya Alya
"Makanlah,, aku yang memesannya untuk mu" jawab nya sambil mengeluarkan Makanan itu
Alya tersenyum "tak perlu khawatir, ini Halal" lanjut nya
"Terimakaih Oppa" jawab Alya
Suga tersenyum dan mengelus rambut Alya "kau sangat cantik dan sudah tumbuh dewasa" puji Suga
Alya hanya mengangguk "makan lah" ujar Alya sambil menyuapkan Suga Dengan senang hati Suga menerima suapan itu.
Tak terasa sudah seminggu Suga dirawat, Ia sudah diperbolehkan pulang oleh profesor lee dan juga Alya " proses penyembuhannya cukup lama namun saya akan mengirim Perawat dari rumah sakit ini untuk berjaga jaga merawat Tuan" ujar Profesor Lee kepada Suga dan juga Bang PD-Nim
"Aku ingin dokter Alya yang merawatku" ucap Suga dengan cepat
Semuanya terkejut mendengar itu "hmm Tuan tenang saja kami sudah memilih perawat yang terbaik dari rumah sakit ini, jadi Tuan hanya fokus dirumah saja, jika saat kontrol dokter Alya akan kesana" bujuk Profesor Lee merasa keberatan jika Alya yang harus bertugas merawat pasien VIP ini
Suga menatap Tajam profesor Lee "kalau begitu aku tidak butuh perawat" bantah Suga
Bang PD-nim hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Anak nya ini "maafkan Kami profesor, apa tidak bisa dokter Alya saja yang berjaga jaga untuk pemulihan kondisi Suga" tawar Bang PD-nim
"Baiklah Tuan, saya akan mendiskusikan ini terlebih dahulu kepada Direktur" ujar Profesor Lee membari solusi
Profesor Lee dan juga bang Pd-nim pun menemui Direktur utama, sedangkan Alya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Ke kanak kanakan Suga.
"Semoga mendapat kabar bagus" ujar Suga dengan senyum pepsodent nya
Alya hanya tersenyum tak menanggapi Perkataan Suga. Ia hanya fokus mengecek kondisi Suga dan juga menyiapkan keperluan yang akan dibutuhkan nantinya disana.
Kabar yang ditunggu pun akhirnya sampai ketelinga dengan bahagia nya Suga bisa membawa pulang dokter Alya.
"Terimakasih Profesor" ungkap suga dengan senang
Alya hanya tersenyum melihat Tingkah Idol nya ini "hmm namanya juga orang terpandang ya kemau an nya pasti selalu didapatnya" batin Alya.
Alya akan merawat Suga selama kurang lebih 25 hari dan ia juga mendapatkan izin oleh direktur Utama.
Kini Alya sudah sampai di Droom "lengan ku sangat sakit" ujar Suga meringis
"Oppa... dimana? Disini ya?" Tanya Alya segera memeriksanya
"Terimakasih" ujarnya sambil memegang tangan Alya
Alya menghentikan aktifitasnya " untuk apa?" Tanya Alya tak mengerti maksud suga
Ia kembali tersenyum "terimakasih untuk semuanya" ucapnya tanpa menjelaskan maksud nya.
"Sayanggg ohhh anak kuuu.. apa kau baik baik saja" teriakan dari ibu nya Suga yang baru saja sampai dirumah
"Eomma,, kenapa tidak memberi tahu ku jika ingin kesini?" Tanya suga terkejut melihat ibu nya. Ia tak ingin memberi tau jika ia dioperasi karna tak ingin membuat khawatir
Ibu suga terus memeluk suga dengan tangis yang menjadi soundtrack nya. Ya semenjak di beritahu oleh agensi Suga akan dioperasi, Ibu min sangat sedih dan sangat khawatir namun ia diminta oleh pihak agensi untuk tetap tenang. Karna operasi nya dirahasia kan agar lebih tenang.
"Apa Kau dokter yang menangani anak ku?" Tanya Ibu min kepada Alya
Alya mengangguk " Hallo Ahjumma, saya dokter yang akan merawat Tuan" jawab Alya sopan
Ibu Min pun tersenyum dan langsung memeluk Alya "Terimakasih sudah menyelamatkan anak saya" ujarnya sambil mengelus Pucuk kepala alya
Seketika itu Air mata Alya pun tak bisa ia tahan, baru sekali ini ia dipeluk oleh seorang Ibu " sama sama Ahjumma, itu sudah menjadi kewajiban saya" jawab Alya sambil menyeka air matanya.
"Kau kenapa? Apa aku membuatmu sedih?" Tanya Nya tak enak hati melihat Air mata alya. Alya menggeleng memberi jawaban tidak.
Kini mereka sudah berkumpul dimeja makan "ayo makanlah,, ini Iga babi yang sangat enak dan saya membuatnya sendiri" tawar Ibu min kepada Alya,
Alya hanya tersenyum menatap iga babi yang sudah dipiring nya itu "eomma,, Alya tidak memakan babi karna dia muslim" potong Suga memberi tau ibu nya.
"Apa?? Apa kau muslim?? Maafkan aku maaf" ujarnya merasa bersalah dan langsung mengambil piring dihadapan Alya dan menggantinya dengan yang baru.
"Tidak apa apa Ahjumma, alya saja yang mengambil nya" jawab Alya tak enak hati. Ia sangat bersyukur karna Ia diperlakukan baik oleh ibu nya Suga.
Kini mereka pun makan bersama dengan Alya tenang,, ini adalah pertama kali nya ia makan bersama keluarga Suga.
"Sepertinya saya pernah melihat mu,, tapi dimana ya? Hmmm" ujar Ibu min mengingat ingat wajah Alya
"Yahh Kamu pengisi acara Program rumah sakit yaa" akhirnya ia mengingat Alya
Alya mengangguk " ya Ahjumma "jawab Alya sambil ia mengupas jeruk untuk Suga
"Wahhh kau sangat cantik dan pintar" puji nya.
"Terimakasih ahjumma" jawab Alya malu malu dengan pipi yang sudah terbakar seperti udang rebus
" jadi dokter itu tentu saja pintar" celoteh Suga
Hari sudah mulai Larut, Alya sudah memnberi tau kamar tamu untuk orang Tua nya suga beristirahat.
Sebelum ia tidur, Alya terlebih dahulu memastikan semua pintu, berhubung Belum ada siapa siapa dirumah karna Asisten rumah tangga nya baru besok datang jadi Alya harus mengecek dan juga membersihkan rumah terlebih dahulu.
Ia memulainya dari dapur, mencuci piring bekas makan malam tadi, dan juga mengepel Ruangan agar terhindar dari debu.
"Kau sangat rajin" batin Ibu min yang tak sengaja melihat Alya sedang mengepel ruangan Santai, ia ingin mengambil minum dikulkas dan tak sengaja melihat Alya.
Ibu min pun tersenyum "sepertinya aku mulai menyukai mu" gumamnya terus memperhatikan Alya tanpa Alya sadari.
"Ahhh sangat lelah" gumam Alya meregangkan pinggang nya. Ia akan beristirahat namun sebelum itu ia akan mengecek keadaan Suga terlebih dahulu.
Lagi lagi Ibu min pun mengikuti Alya dengan perlahan.
Ia memperhatikan Alya mengecek Anaknya dengan lembut dan juga mengelus pucuk kepala Suga
"Aku mencintaimu Alya" gumam Suga disela tidurnya
Alya tersenyum dan segera mematikan lampu kabar Suga agar Suga benar benar beristirahat,,
Alya melangkah menuju kamarnya sementara Ibu min menggelengkan kepalanya "apa kau sangat mencintainya nak? Disaat kau tertidur pun kau mengungkapkannya.. sebenarnya aku tidak masalah namun Yang menjadi masalah kalian itu berbeda" Gumam Ibu min mengelus pucuk kepala Suga setelah Alya benar benar masuk kekamarnya. Ia baru saja mengetahui jika putra nya ini mencintai dokter ini. Ia sangat ingin menanyakan hubungan mereka berdua,, namun ini bukan saat yang tepat untuk mereka.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like dan votenya 💜💜