My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Lamaran



Kini mereka semua sudah berkumpul untuk makan malam bersama secara private.


"Sayang.. Izin kan aku melamar mu didepan keluarga mu dan juga keluarga ku. Ini adalah hari special kita berdua.. will you marry me??" Ungkap suga Sambil memberikan cincin yang sangat indah


"Oppa...." gumam Alya memandangi semua orang disini. Semua orang yang berada disini memandang mereka sangat bahagia, begitu juga dengan Rania yang tak bisa menahan air matanya. Ia sangat bahagia melihat Adik sematawayangnya sedang dilamar oleh pujaan hati adiknya. Senyum merekah menghiasi wajah semua yang hadir disini.


Begitu pula dengan Alya, Ia tak bisa menahan perasaan bahagia nya karna waktu yang ia tunggu tunggu telah datang. Pengorbanan dan penantian nya tak sia sia.


Alya mengangguk sambil tersenyum menerima lamaran dari sang kekasih.


Suga memakaikan cincin ke jari manis milik Alya "Terimakasih sayang" ungkapnya sambil memeluk Alya.


Setelah semua nya terjawab, Alya berdiri dan melangkah ke Tempat Duduk Ibu min. Ia bersimpuh "Eomma,, Terimakasih sudah memberikan Restu kepada Kami hikss dan terimakasih sudah melahirkan Putra yang sangat Alya cintai" ungkap Tulus Alya.


Ibu min langsung menarik Alya kepelukannya " Terimakasih sudah bertahan dan menunggu Putra ku. Eomma merestui kalian dan Eomma sangat menyayangimu. Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk kalian" Ujar Ibu min dalam tangis nya.


Kini Alya melangkah ke arah Rania dan Lisa. Mereka bertiga pun berpelukan hangat " Terimakasih sudah merawat ku dan juga selalu ada untuk ku kak, Eonny. Restui lah kami agar Menjadi pasangan bahagia" ungkap Alya


"Kami merestui kalian sayang. Dan berhenti lah berterimakasih karna kami itu kakak mu" jawab Rania disertakan Anggukan Lisa.


Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan bagi Sepasang kekasih yang selangkah lagi menuju Pelaminan.


Mereka bersenda gurau bersama, sesekali Profesor Lee dan Lisa menjadi bahan candaannya. Dan malam itu adalah pertemuan kedua keluarga untuk pertama kalinya.


Ide dari semua nya adalah Suga, ia menghubungi Keluarga Alya dan meminta mereka untuk datang ke sini. Suga juga mengerti jika Pekerjaan mereka sangat sibuk bahkan belum bisa mengajukan cuti.


"Oppa.. Terimakasih sudah membuat kejutaan ini semua untuk ku" ungkap Alya, mereka sedang menuju Apartment Alya.


"Apa kau bahagia sayang? Hanya ini yang bisa ku berikan untuk mu" jawabnya sambil menggenggam tangan sang pujaan hatinya.


Alya mengangguk "Aku masih tak percaya semua nya bisa kita lewati sayang. Jika di ingat sangat mustahil untuk berada disini. Namun sampai saat ini Kita masih bersama"


Suga mengangguk tanda setuju " Banyak hal yang sudah kita lewat kan, Aku sangat bersyukur kita bisa bertahan hingga saat ini. Terimakasih sudah menjaga hati mu untuk ku" Ujar Suga. Alya mengangguk dengan Air mata yang membasahi pipi mulus nya.


"Terimakasih sudah membuat ku merasa sangat special Oppa"


"Kau memang sangat special untuk ku sayang" jawab Suga mencium kening Alya dengan lembut.


**


"Kak,, Alya berangkat kerja dulu ya. Assalamualaikum" Ujar Alya berpamitan dengan kakaknya Rania


"Waalaikumsalam dek. Kamu hati hati dijalan" jawab Rania


Begitu juga Alya berpamitan dengan Bima dan Lisa.


"Bintang Mau ikuttt" rengek Bintang menahan Alya


"Sayang.. Aunty akan bekerja, nanti Bintang bosan jika disana" ungkapnya


"Bintang mau ikutt.." rengeknya lagi menarik baju Alya


"Nanti Aunty janji deh bawa bintang ke tempat banyak makanan. Terus nantik kita naik biang lala. Mau?? Sekarang Aunty kerja dulu ya" Bujuk Alya


Ia pun mengangguk dengan cepat " janji yaa Aunty"


"Iya sayang.. assalamualaikum ganteng" pamit Alya


"Waalaikumsalam Aunty" jawabnya sambil melambaikan tangannya.


semenjak menjadi wakil Direktur Muda Alya turut membantu Profesor Lee mengikuti rapat ataupun menggantikan Profesor lee jika itu dibutuhkan.


Dan Semenjak Lamaran minggu Lalu, Suga pun makin fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya karna ia akan mengambil cuti yang cukup lama, begitupun Alya.


"Dokter.. Ini laporan kesehatan pasien pasca operasi dan ini jadwal operasi anda hari ini" ujar Perawat Bo memberikan catatan laporannya.


"Terimakasih Perawat Bo" jawab Alya


Alya pun menuju ruangannya, ia membaca semua laporan yang sudah dicek oleh Perawat Bo dan juga dokter Park.


Setelah membaca laporan dan agenda lainnya, ia pun akan mengecek dan mengunjungi pasien pasca operasi.


"Bagaimana kondisi Anda Nyonya?" Tanya Alya setelah mengecek kembali


"Dibagian bekas jaitan terasa nyeri Dokter" jawabnya memegang perut nya


Alya pun memberikan tambahan obat pereda sakit dan memberikan catatan kepada Perawat Bo.


Ia melirik jam dipergelangan tangannya waktu menunjukkan jam 10 pagi. Ia akan mengoperasi Pasiennya sekitar jam 2. Setidaknya ada waktu 3 jam lagi senggang. Alya pun berencana menghadiri Pentas seni Lea.


Ia terlebih dahulu meminta izin profesor Lee, dan segera berangkat menuju Sekolah Lea.


Semua tamu undangan sudah menempati Kursi yang sudah disediakan. Tepat sekali Alya datang dan acara inti nya pun segera dimulai. Ya Alya terlambat untuk datang Acara awal namun setidaknya saat Lea dan teman teman nya tampil Alya sudah berada dikursinya.


Lea dengan semangat memeran kan peran sebagai Putri Raja, paras Lea nan cantik dan otak nya yang pintar membuat nya mendapatkan peran utama dalam drama pentas seni kali ini.


"Terimakasih Dokter cantik sudah hadir dalam pentas seni ku. Aku sangat bahagia" ungkap Lea memeluk Alya.


"Dokter sudah berjanji padamu untuk datang" jawab Alya mengelus rambut Lea


"Sayang.. sebentar lagi Dokter akan bekerja, Mari dokter Antar pulang" ajak Alya


Lea pun mengangguk, Tak lupa Lea membelikan makanan untuk anak anak yayasan sebagai rasa syukur atas lamaran nya minggu lalu.


**


Operasi berjalan dengan lancar, Kini Alya sedang beristirahat ditaman. Sebelum melakukan operasi, Alya terlebih dahulu mengabari Suga. Alya dan suga berkomitmen bahwa sepadat apapun pekerjaan komunikasi tetap harus dijaga.


"Hai dokter Alya" sapa Dokter Do


Alya hanya tersenyum mengangguk "Apa saya boleh duduk disini juga?" Tawarnya


Alya menggeser Badannya untuk memberi jarak antara mereka.


"Bagaimana Pusat Emergency? Semua nya baik baik saja bukan?" Tanya Alya memulai obrolan


"Ya seperti begitulah, Setelah kecelakaan Bus minggu Lalu yang sedikit kacau, kini sudah membaik. Terimakasih atas bantuan Anda dokter"


"Anda terlalu sering mengucapkan terimakasih dokter Do. Yang saya lakukan hanya sebatas menolong pasien dan juga menolong rekan kerja" ungkap Alya terdengar tegas. Ia mengerti maksud dari Pembahasan Dokter Do. Alya tak ingin dokter Do salah paham atas bantuan kemarin. Ia sedikit Risih karna dokter Do selalu berusaha mendekatinya sebab kejadian minggu Lalu.


"Maafkan saya namun saya harus kembali bekerja" pamit Alya dan diikuti anggukan oleh Dokter do.


"Sangat susah mendekati mu lagi alya"batin dokter Do menatap punggung Alya yang menjauh darinya.


Note : terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanya lah hayalan Autor. Maaf Jika ada kesalahan kata๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ