
"Apa kau sudah makan Oppa?" Batin Alya..
Begitu pun dengan Suga, ia baru saja selesai menghadiri Acara talk show dan malam nya menghadiri acara Awards
"Hyung,, Kenapa kau melamun" kini jimin bersuara
"Hmm tidak aku tidak apa apa" jawab Suga
"Apa lengan mu sakit lagi?" Tanya Jhope khawatir
Suga menggeleng bertanda ia baik baik saja.
"Aku sangat merindukan mu.. Apa kau sudah makan?" Batin Suga menatap ponsel yang sedang memandangi foto Alya disana.
"Hyung.. Apa kau merindukannya?" Tanya jimin sangat penasaran
Suga melirik jimin sekilas dan mengangguk " Sangat" jawab nya.
Jimin mengerti perasaan Suga, Suga tidak pernah mencintai siapapun sedalam ini.
**
"Hallo.. dengan siapa ini?" Ujar Alya disebrang telfon
Ia sedang beristirahat melepas penat seharian bekerja " hai apa kabar, aku sangat merindukan mu" Jawab seseorang disana
Seketika Alya sangat terkejut mendengar suara orang itu "Oppaaaa" teriak nya.
"Hahaha Kau mengenal suaraku" jawab Suga sambil tertawa
"Bagaimana bisa??? Ohh Apa itu kau?" Tanya Alya meyakinkan lagi
"Ya ini aku,, maaf aku baru bisa menghubungimu. Bagaimana kabar mu?"
"Aku baik baik saja, Oppa?"
"Hmm ya begitulah, apa kau ada waktu luang?" Tanya Suga memastikan
"Memangnya ada apa Oppa?"
"Apa kau lupa janji mu kepada ibuku? Ia selalu menelfon ku untuk mengingatkan ku agar membawa mu" jelas Suga
Alya pun tertawa dibuatnya, tentu saja ia mengingat itu, bahkan ia sudah mengambil cuti Akhir tahun ini.
"Apa kau bisa ikut bersama ku?" Tanya Suga memastikan
"Ya Tentu saja Oppa. Bagaimana dengan pekerjaan mu"
"Sudah aku selesaikan, baiklah Lusa aku akan menjemput mu. Kita akan kerumahku bersama" jawab nya.
Setelah semua nya dibicarakan, kini Waktunya Alya dan Suga menutup telfonnya.
Alya pun kembali melanjutkan tugasnya mengecek laporan dari dokter residen.
Flashback On
"Al.." panggil Rain setelah beberapa saat terdiam. Mereka tengah duduk melepas lelah nya ditaman setelah Alya bekerja dan juga Rain menyelesaikan pekerjaannya dengan rekan bisnisnya.
"Hmm" jawab Alya masih memandangi Langit Malam yang dipenuhi bintang bintang
"MENIKAHLAH DENGANKU" Ungkap Rain memberanikan diri.
Seketika Alya langsung menoleh ke sumber Suara.
Rain tampak serius atas ungkapannya itu, keringat nya terlihat jelas didahi.
Alya hanya diam, sungguh ia sangat terkejut atas apa yang ia dengar dari sahabatnya ini " Rain" ucap nya
Rain menunduk tak ingin memperlihatkan kekecewaannya, ia sudah bisa menebak apa jawaban Alya atas ungkapannya ini.
Sudah sekian lama ia menahan nya dan menjalin hubungan persahabatan, ia semakin tersiksa atas apa yang ia hadapi. Semakin lama semakin ia mencintai Alya.
Rain sadar ungkapannya ini akan merenggangkan persahabatan mereka, namun Ia harus mencoba nya walaupun ini untuk terakhir kalinya.
Ibu nya sudah mendesak Rain untuk menikah. Rain sudah memasuki Usia kepala Tiga dan sudah sepantasnya Ia menikah.
begitu juga Dengan Alya yang berusia dua puluh tujuh tahun.
"Rain.. Maafkan aku" ungkap Alya sambil menggenggam tangan Rain.
Rain mengangguk menyembunyikan kekecewaan yang semakin jelas dihadapannya ini " Aku mengerti Al, mungkin Ini yang terakhirnya" ungkap Rain
Alya hanya terdiam, Rasa tak enak hati menolak namun Alya tak tega harus membohongi perasaan nya dan juga Rain. Ia sangat mencintai suga walaupun ia tau cinta nya tidak ada akhir yang indah. Namun ia sangat berharap Jika jodohnya adalah Suga.
"Mungkin Aku akan menerima perjodohan oleh ibu ku" ungkap Rain setelah beberapa saat terdiam
Alya mengangguk "maafkan Aku Rain, namun Aku doa kan semoga kamu bahagia dengan wanita yang akan menjadi pasangan mu" jawab Alya
Rain tersenyum dan menahan sakit disaat bersamaan, ia mengelus pucuk kepala Alya dengan lembut dan sayang " walaupun begitu kau tetap menjadi gadis yang sangat aku cintai Al dan juga sahabat terbaik ku" ucap Rain.
Alya mengangguk " sekali lagi maaf kan aku yang tak bisa membalas cinta mu Rain" ungkap Alya menyesal.
Rain mengangguk "mungkin jika kita tidak berjodoh aku berharap Anak kita kelak yang akan berjodoh" ucap Rain sambil tersenyum
"Insha allah " jawab Alya melempar senyuman kepada Rain.
Alya berharap keputusan yang ia ambil ini tepat dan tidak akan menjadi penyesalan didirinya suatu saat nanti.
Flashback Off
"Dokter kenapa anda sangat Bahagia" ujar Perawat Bo Ra yang selalu memperhatikan Alya sedari tadi tersenyum manis.
Mereka sudah berada di cafe untuk minum dan sebagai perayaan karna lusa adalah tahun baru. Juga mengapresiasi hasil kerja mereka satu tahun ini.
Mereka semua minum dan berpesta hura, kecuali dengan Alya yang hanya menonton dan sesekali meminum coffie untuk nya.
ia akan cuti untuk beberapa hari kedepan. Tentu nya sudah mendapat izin dari profesor Lee dan juga direktur utama.
Ia tidak hanya bersama rekan kerja nya melainkan juga Bersama Lisa. Namun ia sedikit curiga milihat Profesor Lee dan juga Lisa yang tampak aneh malam ini. mungkin ini hanya perasaannya. Jika memang benar mereka memiliki hubungan itu akan lebih bagus untuk mereka. Alya hanya bisa mensupport kakak nya Lisa.
"Eonny,, udah ya minum nya. Jangan kebanyakan. Janjinya hanya sedikit" bisik Alya kepada Lisa. Lisa mengangguk tanda mengerti.
Tak beberapa Lama, ponsel Alya berbunyi " hallo Oppa" jawab Alya menerima telfon
"Kau sedang Apa??" Tanya Suga disebrang sana
"Aku sedang bersama rekan kerjaku, kami sedikit merayakan akhir tahun yang penuh dengan kejutan ini" jawab Alya
"Apa kau ikut minum?" Tanya Suga memastikan
"Tentu saja tidak Oppa, aku tidak pernah meminum nya"
"Lalu Kau meminum apa?"
"Coffie, aku hanya meminum coffie Oppa"
"Hmm baiklah, aku sedang menuju seoul, berhati hatilah pulang. Jaga dirimu dan aku sangat merindukanmu" ucapnya
"Hati hati dijalan, aku juga merindukan mu Oppa" jawab Alya dan sambungan pun terputus.
Alya kembali ketempat duduk nya, namun ia sangat terkejut melihat Lisa yang sudah mabuk disamping Profesor Lee.
"Eonny,, apa kau baik baik saja. Aku sudah katakan jangan minum terlalu banyak" ujar Alya berusaha menyadarkan Lisa namun usahanya sepertinya gagal, Lisa sudah mabuk berat.
"Sebaiknya kita pulang, aku akan mengantar kalian" ungkap Profesor Lee. Alya pun mengangguk sebagai jawaban iya.
Mereka bertiga pamit kepada semua orang yang ada disana.
Tiba di Apartement, Lisa muntah dan tertidur kembali. Ini sudah kebeberapa kalinya ia meminum Soju dan lihat lah hasilnya ia selalu mabuk parah.
"Eonny,, jika Kak rania Tau, ia pasti akan memarahimu" ungkap Kesal Alya sambil membersihkan muntahan Lisa.
Ia hanya menggeleng kan kepala nya melihat Kakaknya yang satu ini. Namun ia sangat menyayanginya. Antara kesal dan juga kasihan.
"Apa kau mempunyai hubungan dengan profesor Lee?" Tanya Alya pelan, ia sangat jahil kepada Lisa.
Lisa yang tak sadar hanya mengangguk " aku menyukainya" ungkapnya sambil tersenyum malu.
Alya semakin penasaran dibuat nya "bagaimana bisa, kenapa kau tidak bercerita kepada ku Eonny!!" Ujarnya lagi. Namun ia tak mendapat jawaban karna Lisa sudah benar benar tertidur pulas.
"Kau sudah Tua namun tingkahmu kekanak kanakan" gumam Alya sambil merapikan selimut Lisa. Ia segera tidur menyusul Lisa kealam Mimpi.
Note : terimakasih sudah membaca dan jangan lupa meninggalkan like dan votenya💜