
"Bintang mau itu Aunty" teriak Bintang mendekat kearah jajanan yang sangat lezat dipandang mata.
Dengan senang hati Alya menuruti Keponakan yang sangat ia sayang. Banyak makanan yang mereka beli walaupun Alya yakin makanan ini tidak akan habis untuk mereka ber 5.
Rania, Bima dan juga Lisa hanya mengikuti Dua orang yang sedang berburu kuliner. Walaupun Alya sudah menjadi wanita dewasa namun tetap saja bagi Rania Alya adalah adik kecil nya.
"Liat Tuh mas anak kamu, semua nya mau ia beli" ungkap Rania
"Hahahah Kamu kan tau bintang sangat menyukai makanan Korea" jawab Bima
Lisa hanya tersenyum mendengar percakapan kakak dan abang ipar nya ini.
Ia tiba tiba memikirkan Profesor Lee. Untuk kelanjutan hubungan mereka sangat tipis dikarenakan iman yang berbeda namun belum menemukan keputusan nya. Ia menjadi pusing sendiri jika memikirkannya.
**
"Sayang.. aku sangat merindukan mu" ujar Suga diujung telfon sana
Alya hanya tersenyum menanggapi kekasihnya yang sangat ia rindukan ini.
"Bagaimana projeknya Oppa? Apa masih Lama?"
"Sabar ya sayang. Mungkin akan membutuhkan waktu 2 minggu lagi" jawab Suga
Alya menghela nafasnya dalam dan menghembuskannya kasar "hmm baiklah jaga dirimu Oppa. Aku sangat merindukan mu" ungkapnya.
"Aku lebih merindukan mu sayang" setelah selesai dengan perbincangan mereka, Telfon pun terputus. Alya kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Dokterr" panggil Perawat Bo menghampiri meja Alya
"Ada apa perawat Bo?" Tanya Alya memastikannya
Perawat Bo memberikan sebuah Amplop kepada Alya "Ada titipan dari seseorang" jelasnya
Alya membuka isi Amplop itu, Ia sangat terkejut melihat Surat yang ia terima. Surat dari Rain beserta undangan pernikahn Rain.
Alya menatap perawat Bo "Terimakasih perawat Bo"
Perawat Bo pun mengangguk dan segera pamit kembali bekerja.
Isi Surat Rain "Haii Al.. mungkin aku sudah lama tidak menghubungi mu namun kau tau bahwa aku sangat merindukan mu. Maafkan aku yang bersikap kekanak kanakan ini. Namun Aku sadar bahwa cinta mu hanya untuk pangeran Tampan mu itu. Dan kau perlu ingat bahwa aku sangat mencintaimu. Aku hanya bisa menulis sepucuk surat ini, bukan aku tak ingin membicarakannya secara langsung namun aku takut akan berubah pikiran dan membatalkan perjodohan ku jika mendengar suaramu.
Maaf kan aku yang harus mendahului mu untuk menikah dan meninggalkan mu maafkan aku maafkan aku.
undangan yang aku kirim hanyalah sebatas kertas, Walaupun aku mengirimnya namun aku berharap kau tidak hadir Al. Aku sangat takut jika melihat mu dipernikahan ku karna pasti Aku membatalkan pernikahan ini. Percayalah walaupun Kau gadis yang sangat aku cintai dan tidak bisa ku miliki, Namun aku selalu berdoa untuk kebahagiaan mu. Izin kan aku belajar mencintai calon istriku. Dan Aku berharap setelah kamu baca surat ini, Tolong jangan hubungi aku. Dan setelah aku benar benar mencintai calon istriku yang akan menjadi istriku kelak, Aku pasti akan menghubungi mu dahulu.
Salam hangat Rain Adi Wijaya"
Alya membaca nya dengan penuh tangis, Ia bahagia melihat sahabatnya akan menikah namun ia sangat sedih karna ia tidak diperbolehkan hadir. Alya mengerti maksud dari Rain, Rain ingin berusaha menghilangkan cinta nya kepada Alya. Setelah membaca surat ini ia cukup bingung. Jika ia membalasnya berarti ia tidak menghargai Rain namun jika ia tidak membalasnya, Alya akan tersiksa dengan pemikiran pemikiran bersalah yang timbul dibenak nya.
Ini adalah keputusan Rain, Alya akan berusaha menghargai nya. Ia berharap kelak sebelum menikah dengan Suga, Rain akan menghubunginya terlebih dahulu.
Alya meletakkan undangan dan surat itu di laci nya dan segera mengecek Kondisi Pasien untuk menghilangkan pemikiran pemikiran aneh yang timbul diKepalanya.
"Dokter Alya,, Saya dapat Laporan dari Pusat emergency memerlukan bantuan Anda, Karna telah terjadi kecelakaan dan Beberapa organ bagian korban tidak berfungsi yang harus ditangani sekarang" lapor Dokter Park
"siap kan semua nya saya akan segera kesana" perintah Alya. Dengan cepat Alya menuju pusat Emergency.
Alya sudah berdiskusi dengan Profesor Lee dan juga Dokter Do untuk bagian bagian yang akan dibedah. Operasi kali ini sangat lah beresiko tinggi dan kemungkinan hanya 15 persen akan berhasil dan akan memerlukan waktu yang cukup lama.
Setelah semua nya benar benar siap, Mereka pun memasuki Ruangan Operasi.
Mereka sangat fokus menjalani tugas nya masing masing.
"Pastikan tidak ada mengenai syaraf yang lain" ujar Profesor Lee kepada Alya. Alya mengangguk mengerti dan melakukan dengan sangat hati hati. Sangat menegangkan, Udara diruangan cukup dingin namun keringat membasahi mereka semua.
Dipertengahan Operasi berlangsung, detak jantung pasien melemah, Dengan sigap mereka menangani nya. Namun darah keluar dari mulut, hidung dan telinga pasien. Ya sudah dipastikan akibat pembuluh darah Bagian otak pasien pecah. Dan garis lurus di monitor pun menandakan jika pasien telah meninggal.
"Waktu meninggalnya jam 16.34 menit" ujar Alya dan segera dicatat oleh perawat.
"Segera selesaikan jahitannya dan memberikan penghormatan terakhir untuk Pasien" ungkap Profesor Lee
Alya ,Dokter Do dan yang lainnya mengangguk mengerti. Mereka juga tidak terlalu terkejut dengan kejadian ini karna tingkat keberhasilannya sangat kecil. beberapa bagian organ di dalam tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan pembuluh darah pecah bisa kapan saja terjadi.
Mereka memberikan penghormatan kepada pasien laki laki korban kecelakaan berusia kurang lebih 43 tahun. Dan jenazah pun akan dipindahkan dari ruangan operasi.
"Kita sudah melakukan yang terbaik" ungkap Profesor Lee kepada Alya
Alya hanya mengangguk Lemah, seperti itulah respon Alya jika pasien yang ia tangani tidak tertolong.
"Anda sudah melakukan yang terbaik dokter" Kini giliran dokter Do memberi semangat kepada Alya
Setelah menjelaskan kepada Keluarga pasien, kini Alya dan profesor Lee kembali keruangannya.
"Ayo makan dikantin" ajak Profesor Lee
Alya pun mengangguk dan mengikuti langkah Profesor Lee.
"Al.. Aku ingin berbicara hal yang serius kepadamu" ungkap Profesor Lee kepada Alya
"Apa Itu Prof?" Tanya Alya penasaran
"Hmm aku.. hmmm hmmm hemm aku ingin melamar Lisa" ungkapnya
Sontak membuat alya sangat terkejut " Serius prof?? Wahh itu kabar yang sangat bagus" jawab Alya
Profesor Lee tersenyum "Namun bagaimana cara nya?"
"Hmm kau ingin melamarnya dimana?" Tanya Alya
Profesor Lee menggeleng "tidak tau namun Apakah dia akan menerima ku?" Ungkapnya tak yakin
"Bagaimana kau tau jika kau belum mencoba nya"
"Kau benar juga ya.. kau sangat pintar" puji profesor Lee
"Hahah apa kau lupa profesor kalau Murid kesayangan mu ini sudah menjadi dokter di usia sangat muda yaitu 22 tahun dan apa kau Lupa jika aku adalah gadis jenius" goda Alya dengan kesombongannya
"Hahahha kau sombong sekali Nona, apa kau lupa jika gadis jenius didepan ku ini adalah murid ku hah berarti aku lebih jenius dari pada Kau " balas profesor Lee tidak ingin kalah.
Mereka pun tertawa Lepas, Ya Alya berharap hubungan eonny dan juga guru nya ini berjalan dengan lancar walaupun ia tau akan ada yang mengalah dari salah satu mereka. Namun ia akan selalu mendukung Apapun keputusan Eonny nya itu.
Note : Terimakasih sudah membaca cerita ini. Jangan lupa like coment dan juga votenya. Cerita ini hanyalah hayalan Author. maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata๐๐