
Mentari sudah menampakkan sinarnya, Kini Waktunya orang orang akan bersiap untuk menghadapi hari ini. Begitu juga dengan Suga yang akan mulai bekerja hari ini setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua minggu Bersama Alya sebagai pengantin baru.
Suga yang masih menggunakan Sarung sehabis sholat pun meraba raba Alya disampingnya. Mencari Sang istri namun tak ia temukan. Ia pun mengangkat Kepala nya Untuk memastikan lagi.
"Sayang..." Panggil nya dengan suara bariton khas bangun tidur. Namun tak mendapatkan Jawaban.
Ia pun beranjak Bangun dari tidurnya dan melepaskan sarung yang masih melilit dipinggangnya.
Suga pun mencari Alya. Dari mulai kamar Mandi hingga dapur "Rupanya kau disini sayang" Ujar Suga langsung memeluk Alya dari belakang.
"Oppa.. kau mengagetkan ku" jawab Alya
"Kak.. Nanti Al telfon kembali ya" ucap Alya kepada Rania dan Lisa disambungan Telfon. Ya Alya sedang berbincang bincang Pagi bersama kedua kakak nya.
Rania sudah pulang keindonesia seminggu yang lalu begitu juga Dengan Lisa yang kembali ke busan.
"Ada Apa sayang??" Tanya Alya membalikkan badannya
"Kenapa kamu tak membangunkan ku"
"Setelah Sarapan mu dan juga bekal mu selesai Aku buatkan. Aku akan membangunkan mu Oppa" Jawab Alya mengangkat tangannya Yang kotor akibat balutan tepung Untuk membuat Ayam.
suga hanya mengangguk "Kalau begitu beri aku Morning Kiss" pintanya
Alya menghembuskan nafas nya pasrah "hmmmh hmmmhh" Racau mereka. hanya sebentar Alya langsung melepaskan ciuman itu.
"Kenapa hanya sebentar Sayang?" Protes Suga
"Oppa.. kau harus bersiap untuk bekerja. Ayolah Hari sudah siang" Jawab Alya
Suga melirik jam yang bertengger Di dapur minimalis Rumah mereka menunjukkan pukul enam tiga puluh.
"Masih sangat pagi. Bahkan kita bisa melakukannya sebentar" ucapnya
Mendengar itu Alya membelalakkan matanya sebagai respon terkejut atas ucapan frontal Suaminya. Ia baru saja keramas tadi subuh dan sekarang Suami nya menginginkannya lagi.
"Sayang.. Pagi ini tidak bisa karna Eomma akan datang sebentar lagi" jawab Alya mencari Alasan. Ya Ibu min akan berkunjung ke rumah karna Ibu Min tau jika Suga mulai bekerja hari ini. Oleh karna itu Ia ingin bersama Alya.
"Benarkah? Kenapa tidak memberitahuku?" Ujar Suga sedikit terkejut.
"Aku sudah memberitahumu tadi malam namun Kau tak mendengarkan ku" Jawab Alya mengingat tadi malam. Ia sudah beberapa kali memberitahu Suaminya tentang kedatangan ibu nya namun Suga tetap saja fokus melakukan yang ia Sukai.
"Hahahahah itu Efek lama pacaran tapi belum pernah mencoba sayang. Jadi Ini lah saatnya untuk menikmatinya"
"Auhh sakittt " Pekik Suga ketika Tangan Alya mencubit pinggangnya.
"Nih Rasain.. kamu nakal banget sih" geram Alya
"Segeralah mandi Dan bersiap siap untuk kekantor sayang" perintah Alya
"Aku sangat Malas untuk bekerja hari ini. Uang kita sangat banyak sayang, kita tak akan miskin Jika aku tak bekerja sehari" Ujar Suga memelas
"Oppa.." Kesabaran Alya mulai Habis menghadapi Suami nya yang sangat sangat Manja..
"Baiklah baiklah aku akan bersiap siap" Ujar Suga mengalah. Ia Takut jika Alya marah kepadanya. dan jika Alya marah sudah dipastikan ia akan puasa hari ini.
Mendengar itu Alya pun tersenyum terpaksa dan menggeleng kepala melihat sifat Suaminya yang sangat berbeda jauh jika didepan orang Lain.
"Ayo kita sarapan " Ajak Alya setelah selesai memasangkan Dasi Suaminya.
Suga pun mengangguk mengikuti Ajakan Istrinya.
"Nanti Aku akan pulang sore.. hati hati dirumah jika ada apa apa langsung telfon aku" ujar Suga
Alya pun mengangguk sebagai jawaban iya atas ucapan Suaminya.
"Ahh aku akan sangat merindukan mu" Ungkap Suga melepaskan pelukannya.
"Aku juga.. Jangan lupa bekal nya dimakan. Jangan makan sembarangan ya sayang" ucap Alya memperingati Suga.
"Oh ya Sayang, Alya juga menyiapkan box Bekal untuk Jungkook dan juga jimin" ucap Alya..
Suga hanya mengangguk sebagai jawaban Iya. Memang benar jika hari ini ia akan bertemu dengan Kedua adik nya itu.
"Hati hati dijalan Oppa" ujar Alya sambil melambaikan tangannya.
Alya sedang membuat Kue untuk Mertua nya. Semenjak berhenti bekerja, Alya menyibukkan dirinya didapur membuat kue ataupun memasak untuk Suaminya. Ia bahkan tak ingin memiliki Asisten rumah tangga. Karna Alya bisa melakukannya sendiri. Walaupun suga sudah membujuk Alya. Namun Alya tetap menolak.
Bell pun berbunyi. alya bergegas membuka pintu karna ia tau jika Mertua nya akan datang.
"Eomma.." Panggil Alya langsung memeluk Mertuanya
"Ohh Anak ku. Eomma sangat merindukan mu" ujarnya.
Alya mempersilahkan ibu mertua nya masuk dan segera menghidangkan Kue yang ia masak "Sayang.. tak perlu sesibuk ini.. eomma bisa mengambilnya sendiri" Ujar Ibu min
"Eomma.. Ini adalah tugas Alya. Eomma hanya boleh duduk dan menikmatinya" Jawab Alya
"Ohh ya Alya sudah membuatkan Eomma makan siang. Ayo kita ke meja makan" Ajak Alya
Ibu min pun tersenyum melihat perlakuan Menantu nya yang sangat manis kepadanya. Ia sangat bersyukur Anak nya mendapatkan Istri baik dan setulus Alya yang mengurus dan merawat Anaknya.
"Ini sangat enak sayang" Puji Ibu min
"Ini adalah rendang Eomma.. Oppa sangat menyukai nya" jawab Alya
Ibu min pun terus menyuap nasi dan Rendang yang sudah dibuat Oleh Alya.
"Ya Oppa.. ada apa?" Tanya Alya disebrang telfon sana
"Aku sangat merindukan mu" jawab Nya..
"Aku juga merindukan mu.. Segera lah pulang. Eomma sudah datang"
"Baiklah sayang.. aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku"
"Apa bekal nya sudah dimakan?" tanya Alya memastikan
Suga mengangguk "Alya.. Terimakasih atas makanan yang sangat enak ini" Ujar Jungkook merebut Telfon Suga
"Hahahaha syukurlah jika Oppa suka.." jawab Alya
"Apa boleh aku meminta nya lagi" kini Jimin bersuara
"Tentu saja boleh, datang lah kerumah" Ucap Alya.
"Sayang... kenapa menyuruh mereka kerumah" protes Suga tak terima
"Oppa.." ujar Alya
"Baiklah baiklah... mereka akan pulang bersama ku" ucap Suga mengalah. Melihat itu jungkook dan jimin pun tertawa senang.
**
"Eomma.. hmm Alya ingin berbicara hal yang serius" Kini Alya membuka percakapan karna ia sempat ragu ingin mengatakannya
"Ya sayang. Bicaralah.. eomma akan mendengarkannya" Ucap Ibu min
"Hmm Alya malu" ujar Alya ragu ragu. Namun ia tak tau harus bercerita kepada siapa. Jika dengan Rania Alya pasti akan sangat canggung. apalagi dengan Lisa.
"Aku Ibu mu. Kenapa harus malu seperti itu" Ungkap Ibu min
Alya pun mengangguk "hmm Apa Eomma juga merasakan sakit jika sedang berhubungan dulu Eomma? Maafkan Alya menanyakan ini dengan lancang. Alya tak tau harus bercerita kepada siapa" Tanya Alya sambil menunduk menahan malu.
Ibu min tersenyum "Itu hal yang biasa Nak.. Namun seiring nya waktu, Sakit itu akan berkurang. Eomma juga sudah menyiapkan Beberapa minuman untuk mengurangi perih. Tidak apa apa dan jangan malu jika ingin bertanya soal rumah tangga dengan Eomma. Aku ini Ibu mu dan Kamu tak perlu sungkan" jawab Ibu min memeluk Alya..
Alya pun mengangguk mengerti. Walaupun sudah dua minggu berumah tangga namun tetap saja perih jika melakukan hubungan suami istri.
Alya pun bercerita banyak tentang Hubungannya dengan Suga. Begitu juga dengan Ibu min yang selalu mendengarkan dan juga memberikan saran kepada Alya. Lagi lagi Ia sangat takjub melihat Menantu nya ini.
Ia berharap jika Rumah tangga anak nya akan selamanya bahagia.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜