My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Bertemu



"Byee Rain, hati hati" lambai an tangan Alya yang terus memandangi Punggung Pria yang sudah menganggu hari harinya selama lebih dari satu tahun ini.


Setelah mengantar Rain, kini Alya akan segera meninggalkan bandara, namun Alya sangat terkejut tiba tiba banyak sekali wartawan dan juga kumpulan orang orang memenuhi Bandara. Alya sadar pasti Para Idol yang membuat keramain seperti ini. Alya pun menghiraukan nya dan segera mungkin meninggalkan Bandara. Setelah dipertengahan kerumunan yang Ramai, tiba tiba tangan Alya ditarik oleh orang yang tak ia kenal dan ia segera dibawa menjauh dari kerumunan itu. Alya yang tak bisa berbuat apa pun pasrah karna ia sedari tadi sudah berusaha melepaskan genggaman itu.


"Ada apa ini? Siapa kau?" Tanya Alya setelah tangannya dilepaskan


"Maaf kan saya Nona sedikit berbuat kasar"ujar pria yang tak ia kenal


"Tadi Tuan saya melihat mu dan meminta saya untuk membawa nona kesini, sebentar lagi dia akan sampai" sambungnya lagi


Alya melirik kesana kemari, benar saja ia sudah sampai diparkiran didalam bandara ini, biasanya yang parkir disini adalah penjabat ataupun Idol yang akan memudahkan mereka menuju Mobil tanpa diikuti oleh banyaknya wartawan


Alya cukup heran siapa yang mencarinya dan menyuruhnya menunggu disini.


"Nona silahkan Masuk" ujar Pria tinggi itu


Alya menggeleng tak ingin masuk namun selang beberapa saat tangannya Ditarik lagi oleh seseorang dari Arah belakang. Pria yang memakai topi dan masker. Alya ingin memberontak namun sepertinya ia sangat kenal dengan pria ini. Alya pun mengikuti nya dan masuk kedalam mobil.


Pria itu membuka masker dan topi nya, Alya yang melihat itu sangat terkejut bahkan ia seperti mimpi "Oppa??" Gumamnya


"Maafkan aku membuatmu sedikit takut" ujarnya dengan senyuman. Alya yang tak mampu berkata kata hanya diam tak percaya atas apa yang ia lihat detik ini, mata nya sedikit panas dan mengeluarkan butiran bening yang keluar tanpa izin sang pemilik.


"Jangan menangis" ujar Suga menghapus air mata Alya


"Ayolah jangan menangis" ujarnya lagi


Alya hanya terpaku diam tak percaya bahwa orang yang sangat ia cintai dan biasa ia lihat dimedia sosial kini dihadapannya.


"Maafkan Aku maafkan aku tak mencari mu" ucapnya


"Hikss hikkss Oppa kau sudah berhasil" gumam Alya terisak. satu kalimat yang terlontar dibibir nya.


"Ya aku berhasil dan orang tua ku telah memberi izin dan mendukung ku" jelasnya sambil tersenyum bahagia.


"Hikkss hikkss selamatt Oppa selamat" ujar Alya lagi.


Mereka bercerita saling melepas rindu yang sangat besar itu, saling membagi perasaannya satu sama lain, dari hal yang dilalui sampai hal yang konyol.


Awalnya suga tidak yakin jika gadis yang ia lihat itu adalah gadis pemilik hatinya namun ia sangat penasaran dan ia langsung meminta bantuan staff penjaga nya untuk menemui Alya dan membawa Alya kedalam mobil. Suga juga meminta Alya segera menaiki mobil yang sudah disiapkan agar ia bisa berbicara dengan Alya. Dan ternyata dugaannya benar bahwa gadis yang ia maksud adalah Alya.


"Bagaimana kuliah mu apa sudah selesai?" Tanya Suga ditengah tengah perbincangan


Alya mengangguk "besok Alya akan mulai Koas dirumah sakit seoul" jawabnya


"Benarkah? Wah kau sangat hebat" puji suga yang sangat senang mendengar nya.


"Al,, ayo makan bersamaku" ajak Suga disela sela perbincangan mereka


"Apa Oppa lapar?"


Suga mengangguk dan memegang perutnya "sangat,, tapi aku ingin masakan darimu" ujarnya


Alya tersenyum dan mengangguk. Mereka segera menuju Apartement Alya. Alya sudah mengontrak Apartement karna Rania dan Lisa memaksanya, Mereka hanya ingin Alya mendapatkan tempat yang bagus untuknya dan juga mereka tidak ingin Alya diganggu lagi oleh preman preman disekitar sana.


"Apa Oppa tidak ada acara lagi?" Tanya Alya karna tak enak membawa Suga keapartementnya "tidak.. kami mendapatkan libur Seminggu. Oleh karna itu Aku membawa mu kesini karna yang lain nya akan pulang kerumah masing masing" jelasnya


Alya mengangguk "apa Oppa tidak pulang untuk menemui orang Tua mu juga?"


"Syukurlah kita bisa bertemu dan berbicara seperti ini. Aku sangat merindukan mu" sambungnya lagi. Alya hanya tersenyum mendengar itu. Pujaan hatinya sudah sangat terkenal dan bahkan sangat banyak wanita yang lebih dari dia menyukai Suga. Tak ada harapan lagi jika ia terus berharap mendapatkan cintanya Suga lagi.


Setelah sampai apartement Alya, Suga pun duduk disofa bewarna hitam. Matanya terus memandangi sudut dinding yang terasa asing baginya "apa kamu sudah lama tinggal disini?" Tanya Suga penasaran


Alya yang langsung berjalan kedapur menghentikan langkahnya "hmm sudah hampir 1 tahun Oppa" jawab Alya


Suga mengangguk, ia terus memandangi Alya dari tempat duduk nya itu, sesekali tersenyum karna ini kali pertamanya mereka bertemu dan berbincang sepanjang ini setelah 3 tahun lamanya mereka terpisah.


Tak cukup lama kini makanan pun sudah tersaji dimeja yang biasa Alya gunakan untuk makan "silahkan makan" ujar Alya setelah mengambilkan semua makanan kepiring Suga. Suga tersenyum mendapat perlakuan sama seperti tiga tahun yang lalu tanpa berubah sedikitpun.


"Apa Alya ada salah Oppa?" Tanya Alya yang merasa aneh dan tidak enak hati atas tatapan suga padanya


Suga menggeleng "kau tidak pernah berubah" jawabnya sambil melahap makanan yang menurutnya sangat enak dimulutnya.


"Apa itu foto wisuda mu" tanya Suga melihat bingkaian foto yang ada didepan Sofa. Alya mengangguk.


"Dia siapa?" Tanya Suga menunjuk pria yang berada disamping Alya "ini Mas Bima kakak iparku" jawab Alya


"Bukan Mas Bima, tapi ini dia siapa?" Tunjuknya kearah Rain


"Ohh itu Rain temanku" jawab Alya sedikit canggung


Suga mengenal Rania,bima,Lisa dan juga Razka anak pertama Rania dan Bima.


"Apa dia kekasihmu?"


Alya menggeleng "bukan, dia hanya temanku Oppa" yakin Alya


"Oh ya kamu sedang apa di bandara tadi?"


"Aku mengantar Rain karna hari ini ia akan berangkat ke jepang untuk presentasi Robotnya" jelas Alya dan diikuti anggukan oleh suga.


Setelah cukup Lama berbincang bincang, kini Suga akan pulang kerumahnya "apa kau ingin ikut bersama ku?" Tawar Suga untuk kesekian kalinya.


"Lain kali saja Oppa, Alya akan Mulai koas besok" tolak halus Alya.


Mendengar itu suga Sedikit kecewa namun ia harus menghormati keputusan Alya.


"Baiklah aku pergi dulu. Jaga diri mu" pamit Suga


"Hati hati dijalan, jaga diri mu juga Oppa" lambainya. Namun suga berhenti melangkah dan berbalik Arah "apa aku boleh memeluk mu?" Ucapnya. Seperti awal berjumpa ia sangat ingin memeluk wanita yang ia cintai ini namun ia tak bisa mengatakannya dan sekarang ia memberanikan dirinya karna ia tak tau lagi kapan akan berjumpa dengan Alya lagi karna mengingat jadwalnya yang sangat padat.


Alya mengangguk memperbolehkan Suga memeluknya. Tanpa tunggu lama lagi Suga pun memeluk Alya dengan sangat erat "aku mencintaimu" bisiknya kepada Alya.


Alya membulatkan mata atas apa yang ia dengar dari Suga namun ia hanya diam tak bisa mengatakan apapun. Lidahnya sangat kelu rasanya.


"Baiklah aku pamit" ujar Suga melepaskan pelukannya diikuti anggukan dari Alya.


Alya terus menatap punggung Suga hingga suga memasuki mobil dan meninggalkan parkiran Apartement.


Alya melambaikan tangannya tanpa sadar air mata sudah membahasi pipinya "Aku juga merindukan mu, aku juga mencintaimu, namun itu hal yang sangat mustahil bagi kita, kita itu berbeda Oppa"gumamnya pelan sambil menghapus air mata yang mengalir dipipinya.


sangat sakit rasanya mencintai orang yang dicintai oleh banyak orang lain. Bahkan sangat mustahil bisa bersama orang itu.


Note : terimakasih sudah mampir💜