My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Amplop putih dan Rain



"Kondisi pasien sudah jauh lebih baik dok, ini laporan nya dok" ujar Alya kepada Dokter Lee sambil menyerahkan laporan nya.


"Terimakasih " jawab nya


Alya pun kembali ke pekerjaannya yaitu mengecek kondisi pasien berikutnya.


Saat ia melewati ruangan Administrasi, ia melihat sekilas berita yang ditampilkan ditelevisi yang bertengger didinding.


senyum terukir indah diwajah mulus dan cantiknya "selamat Oppa" gumam nya sangat pelan dengan mata yang berkaca kaca. Ia sangat merindukan pria yang ada ditelevisi itu. Sangat dan sangat.


Benar saja Bts mendapatkan penghargaan yang sangat bergengsi untuk kesekian kali nya pada acara yang sedang berlangsung.


"Aduhh" gumam Alya ketika merasakan sakit diarea belakangnya ketika seseorang anak kecil menabraknya


"Maafkan aku eonny" gumam anak kecil itu sambil menunduk


Alya tersenyum "apa kau baik baik saja?" Ujar Alya langsung mendekati gadis kecil itu.


Ia menggeleng "maaf kan aku" gumam nya lagi


"Tidak apa apa, lain kali berhati hati lah cantik, jika tidak kau akan terluka" jawab Alya lembut


Mendengar Itu ia hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban iya.


Lalu ia berpamitan kepada Alya dan Alya pun kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda


"Nona.. apa pasien itu sudah anda periksa?" Ujar perawat Kepada Alya


"Sudah Sus" jawabnya


Setelah menyelesaikan pekerjaannya kini Alya akan bersiap pulang "apa kau bisa menemaniku untuk mengikuti seminar besok?" Tanya Dokter Lee kepada Alya


"Baik Dok" jawab Alya. Ia memang sudah sering menemani dokter lee ketika mengadakan seminar. Karna jadwal Koas Alya tergantung jadwal dokter Lee.


"Baiklah hati hati dijalan" ujar nya lagi dan Alya pun mengangguk sebagai jawaban iya dan berpamitan.


"Rain" gumam Alya menatap pria yang ia kenal disebrang sana


"Al" jawab Rain dengan mata yang memerah


"Kenapaaa?" Tanya Alya yang panik


"Apa aku boleh memeluk mu?" Pinta nya dengan wajah yang menyedihkan


Alya mengangguk sebagai jawaban iya. Tanpa tunggu waktu lagi Rain pun bergegas memeluk Alya dengan sangat erat.


tak ia duga buliran kristal telah membasahi wajah tampan nya. Satu kata yang menggambarkan perasaan nya saat ini adalah kehilangan.


Alya yang merasakan Kesedihan dari pria yang sudah menjadi sahabatnya ini hanya diam dan berusaha menenangkan nya dengan cara mengelus punggungnya.


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, mereka sudah sampai dicafe langganan nya. Rain masih menunduk tak ingin memulai pembicaraan.


"Kenapa Rain?" Kini Alya memberanikan dirinya


Rain menatap Alya dengan tatapan yang sendu "Ayahku sakit keras" ujar Rain tak bisa menyembunyikan Air matanya lagi.


"Innalillahiwainnailaihirojiun. Kamu yang tabah Rain" tenang Alya sambil mengusap lembut tangan Rain


Rain mengangguk "seperti nya aku akan pulang ke indonesia dan meneruskan bisnis Ayahku"


Alya menatap Rain dengan penuh kesedihan Akhirnya hari yang benar benar ia tunggu datang juga. Mereka akan berpisah "apa kau ingin ikut bersama ku?" Tawar Rain


Alya menatap Rain dengan sangat dalam, Lalu ia mengeluarkan Amplop yang berisi surat tawaran dari rumah sakit yang telah diberikan oleh dokter Lee beberapa hari yang lalu.


"Apa ini dok?" Tanya Alya ketika mendapat sebuah Amplop bewarna putih dari dokter Lee


"Buka dan baca lah" jawabnya.


Tanpa menunggu lama Alya langsung membacanya dengan sangat teliti.


Ia sangat terkejut membaca surat yang ia dapat. Ia pikir ini surat peringatan untuk nya karna mungkin ia melakukan kesalahan tanpa ia sadari namun dugaannya salah besar. Surat itu adalah penawaran untuk bekerja dirumah sakit ini. Ia akan menjadi staff dokter Lee karna Dokter Lee akan menjadi direktur Muda rumah sakit ini. Bak mimpi di siang bolong, sebentar lagi cita citanya akan terwujudkan berkat doa usaha dan juga ketekunannya.


"Apa dokter sedang bercanda?" Tanya Alya merasa tak percaya


"Memangnya aku Terlihat seperti bercanda?"


Alya menggeleng pelan "sebenarnya aku sudah dipercaya menjadi direktur muda dari 3 tahun yang lalu, namun aku belum menerima nya karna pekerjaan ku yang sangat banyak dan juga kau tau jika dokter ahli bedah hanya aku dan dokter Ji. Dan kau tau jika ia akan segera pensiun Dini. Aku sudah berbincang dengan pak direktur mengenai masa Koas mu yang 1 bulan lagi akan berakhir" jelasnya.


Alya hanya diam dan terus menatap Dokter Lee tak percaya "jangan menatapku seperti itu, jika kau masih seperti ini aku akan membatalkannya" ujarnya salah tingkah


"Maaf dokter, terimakasih dok saya sangat bahagia, karna selangkah lagi saja akan mewujudkan impian saya" ungkap Alya dengan semangat.


Dokter lee tersenyum "baiklah kau bisa pertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini" ujar Dokter lee. Alya mengangguk dengan semangat.


Dokter lee dan Alya cukup dekat karna Dokter lee sangat suka berdiskusi dengan Alya.


Flashback Off


"apa ini Al?" Tanya Rain melihat Amplop putih yang diberikan Alya kepadanya


"Buka saja" jawab Alya


Rain membaca dengan sangat teliti sesekali senyum nya terukir diwajah nan tampan itu "selamat Al" ujarnya setelah membaca isi surat itu


Alya mengangguk dan tersenyum "sebentar lagi aku akan menggapai impian ku Rain" lanjutnya


"Benar Al, sepertinya kita akan berpisah disini Al"


Alya lagi lagi mengangguk "aku mengerti Rain, kau harus pulang dan bantu lah orang Tua mu. Kau hanya mempunyai Ayahmu saja, maka rawat lah dia" ujar Alya.


Sejenak Rain terdiam "bagaimana dengan dirimu? Kau tau aku tidak bisa berpisah darimu. Siapa yang akan menjaga mu disini?"


"Kamu tidak perlu khawatir, sesekali berkunjung lah atau aku yang pulang ke indonesia, dan juga apa kau lupa kalau Eonny Lisa bersama ku"


"Tapi kan Eonny dibusan Al, kamu hanya sendiri disini. Ayolah ikut saja bersamaku" bujuknya


"Aku bersama Allah rain, kamu ga perlu khawatir, Eonny kan sekali sebulan menemuiku" tenang Alya.


Mendengar itu Rain pun mengangguk "hati hati lah disini dan jaga diri baik baik. Aku akan sering berkunjung kesini" ucapnya diikuti Anggukan Alya.


"Kapan kamu akan berangkat?" Tanya Alya


"Lusa Al, aku harus mengurus surat surat dulu dan juga mengerjakan kerjaan secepat mungkin"


"Baiklah, aku akan minta izin kepada Dokter lee untuk 2 hari ini dan membantumu"


"Tidak perlu seperti itu Al" tolaknya merasa tak enak hati


"Rain.. aku itu sahabat kamu, masa kamu mau pindah aku ga bantuin apa apa. Pokoknya biar aku yang siapin baju baju kamu dan keperluan lainnya. Kamu hanya perlu menyelesaikan kerjaan saja" kukuh Alya. Rain pun hanya bisa mengangguk dan pasrah.


"Aku sangat mencintaimu Al" batin Rain sambil menatap wajah cantik Alya tengah melahap makanan yang telah mereka pesan.


"Rain.. pasti aku sangat merindukan mu" batin Alya yang masih fokus menatap makanannya. Ia ta berani menatap wajah Rain karna ia akan menangis nantinya.


Note : terimakasih sudah membaca dan jangan lupa like dan vote nya💜💜