
"Dokter Alya," sapa perawat Bo yang sedang memeriksa kondisi pasien yang akan Alya tangani
"Pagi Perawat Bo" jawab Alya. Biasanya Alya langsung menuju ruangannya namun hari ini ia langsung menghampiri Perawat Bo.
"Ini jadwal anda hari ini dokter, dan anda akan mengoperasi 2 pasien yang sudah ditangani di Ruang darurat"
Alya mengangguk dan mengambil laporan jadwal nya.
"Apa saya bisa menyicil Nona? Saya tidak punya uang sebanyak itu" ujar wanita tua di depan administrasi
"Maaf Ahjumma,, untuk biaya operasi tidak bisa di cicil ini sudah ketentuan pihak rumah sakit" jawab perawat bagian administrasi
Mendengar itu Alya pun melirik sekilas kepada Wanita yang menangis. Ia sangat terkejut melihat orang yang sedang memohon keringanan biaya itu.
"Ahjumma jang" panggil Alya menghampirinya. Namun ia bingung melihat Alya memanggil dan menghampirinya.
Alya mengerti jika Ahjumma Jang pasti tidak mengingatnya karna sudah hampir 10 tahun mereka tidak bertemu lagi.
"Ini Alya, Ahjumma. Karyawan Anda di toko dulu" Ujar Alya memperkenalkan dirinya kembali.
"Ya Alya apa Kamu sudah jadi dokter sekarang nak?" Tanya Nya. Alya yang masih memakai pakaian biasa pun mengangguk.
"Aigoo kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Lihatlah kamu sekarang sudah mewujudkan cita cita mu" sambungnya lagi.
"Ahjumma.. jika boleh tau kenapa Ahjumma menangis didepan perawat?" Tanya Alya
Ahjumma jang pun menunduk " Suami ku terkena Usus buntu jadi harus segera dioperasi. Namun saya tidak punya biaya sebanyak itu. Jika bisa saya meminta keringanan seperti mencicil nya. Namun Sepertinya tidak bisa " jelasnya
Alya hanya tersenyum miris, ia tak menyangka kehidupan Ahjumma Jang akan seperti ini.
"Perawat Bo.. tolong dicek kondisi Pasien suami Ahjumma ini dan jadwal kan kedalam operasi saya" ujar Alya memberi perintah kepada Perawat Bo.
"Baik Dokter" jawab perawat Bo segera keruangan bersama Ahjumma Jang.
Ahjumma jang terlihat bingung bagaimana ia akan membayarnya jika tidak boleh dicicil, namun ia akan memikirkannya nanti. Yang terpenting suami nya bisa mendapatkan perawatan.
"Gunakan Ini perawat Yoon" ujar Alya mengeluarkan Kartu kredit nya. Ia akan menanggung semua perawatan yang akan dibutuhkan oleh Ahjussi jang.
" Baik dokter" ujarnya menerima kartu itu. Perawat Yoon sedikit tercengang melihat Alya dengan besar hati membayarkan pengobatan pasien, namun Segera ia tepis rasa keterkejutannya. Dan memberikan bukti pembayarannya.
Setelah diperiksa dan jadwal operasi di tentukan, kini Alya dan Ahjumma jang berada dikantin untuk Makan siang.
"Terimakasih Nak sudah membantu membayarkan tagihan rumah sakit" ucap Ahjumma jang
"Sama sama Ahjumma. Anggap saja ini adalah bentuk Terimakasih saya kepada Kalian karna sudah baik dan membantu Alya dahulu" jawab Alya
"Bagaimana Ahjumma bisa seperti ini? Bagaimana dengan Toko?" Tanya Alya
"Toko kami bangkrut Dikarenakan membayar biaya pengobatan Suamiku. Sudah 2 tahun ini ia sakit sakitan" jelasnya.
Alya pun mengangguk mengerti "Ahjumma tenang lah, Alya akan berusaha membantu mu"
"Terimakasih Nak terimakasih" ungkap bahagia Ahjumma jang ketika Alya mengutarakan niat baiknya.
***
"Oppa.. kapan kau akan pulang??" Tanya Alya disambungan telfon.
"Tentu saja aku merindukan Calon suami ku"
"Hahahaha baiklah Lusa aku akan pulang dan kita akan menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk acara pernikahan kita" ujar Suga
Alya Mengangguk tanda setuju "baiklah jaga dirimu baik baik sayang" ujar Alya
"Ya sayang. Aku sangat mencintaimu" jawab Suga dan telfon pun terputus.
Alya berencana kembali bekerja namun ia melihat sebuah surat dan undangan di laci yang sedikit terbuka.
Ia pun tersenyum dengan sedikit dipaksakan "Rain.. hari ini adalah hari pernikahanmu" gumam Alya memegang undangan itu.
Air mata pun tak bisa ia tahan lagi, ia tak menyangka hubungan persahabatannya dengan Rain menjadi sangat buruk Saat Rain berencana melamarnya.
Alya sangat menyayangi Rain sebagai sahabatnya namun ia tak bisa menerima Rain karna dihatinya hanya ada satu nama yaitu Suga.
Berbeda dengan Rain yang saat ini bersiap untuk acara Akad nikahnya.
Rain sudah duduk ditengah tengah para tamu undangan yang akan menyaksikan ikatan cinta yang sangat sakral itu.
"Apa semuanya sudah siap?" Tanya sang penghulu
Semua orang menjawab Iya "apakah Anda sudah siap Nak" tanya nya lagi kepada Rain. Rain menatap Ibu nya sekilas dan kembali menatap bangku kosong yang ia sediakan untuk Alya.
Ia melarang Alya untuk datang ke acara pernikahan ini namun Ia juga menyiapkan kursi kosong Untuk sang wanita yang sangat ia cintai.
Dengan berat hati ia pun mengangguk "Al.. aku sangat mencintaimu" batinnya.
Ia menghembuskan nafasnya dalam dan mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan pak penghulu.
"Saudara Rain Adi wijaya saya nikah kan dan kawin kan Ananda dengan Maharani putri Binti Sukatman dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang Tunai sebesar lima ratus juta dibayar tunai" ucap lantang pak penghulu
"Saya terima nikahnya Alya Dinda pratiwi binti..ahhh maaf maaf Pak" ujar Rain salah menyebutkan Nama sang pengantin wanita.
Rania yang hadir disana kembali meneteskan Air matanya. Ia tau jika Rain sangat mencintai Adik nya namun Rania tak bisa berbuat apa apa. Jika saja Alya belum bersama dengan sang pujaan hati Mungkin saja Rania akan membujuk Adiknya.
Rania kembali memegang Tangan Ibu Rain, untuk menenangkan Ibu Rain. Rania melihat Ibu Rain meneteskan Air matanya tak tega melihat Anaknya seperti itu. Pernikahan ini terjadi karna terpaksa.
Ibu Rain sangat menginginkan Anaknya melepas masa lajangnya Namun sepertinya keputusan Beliau memaksa Rain adalah kesalahan. Ibu Rain sadar Anaknya sangat tersiksa oleh dirinya.
Berbeda dengan Sang calon pengantin wanita yang hanya menunduk Malu dan menangis. Rain kembali melihat Ibu nya yang sedang ditenangkan oleh Rania kakak sang pujaan hatinya.
"Apa acara nya bisa kita lanjutkan? Tenangkanlah dirimu Nak. Itu biasa terjadi karna sang calon pengantin pria deg degkan" tenang sang penghulu.
Rain kembali menjawab Tangan Pak penghulu " Rain Adi wijaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Maharani putri binti Sukatman dengan maskawin seperangkat Alat sholat dan uang tunai sebesar lima ratus juta dibayar Tunai" ulangnya
Rain diam sejenak dan ingin menjawab namun Bibirnya sangat kelu untuk di ucapkan "Maafkan saya Pak.. maafkan saya tidak bisa melanjutkannya" Ujar Rain berdiri dan meninggalkan Tempat itu dengan kericuhan yang terjadi.
Tangis pun terdengar dipihak Wanita maupun Dari keluarga Rain. Apalagi Ibu Rain yang sangat merasa bersalah melihat Anaknya seperti itu.
Begitu dengan Rain, Ia menuju Balkon kamarnya "Ahhhggkkkkkkkkk Maafkan Akuuuu Al Maafkan Akuuuuuu" Teriaknya dengan mata yang sudah merah mengeluarkan Air.
Ia menghapus kasar air mata yang sudah membasahi pipi nya "Maa.. Maafkan Rain. Rain tidak bisaa melanjutkannya " ucap Rain langsung bersimpuh dihadapan Ibu nya.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanya Khayalan Author maaf jika terjadi keselahan penulisan atau apapun ituππ