
"Hikkss hikksss hikksss jangan pergiiii" ujar Rania menahan tangan Alya. Ini sudah keberapa kalinya Rania merengek seperti anak kecil kepada Alya. Rania tidak memikirkan lagi tentang rasa malunya karna ia tak ingin berpisah dari Alya.
"Kak...lepasin ya. Kan kita bisa telfonan" jawab Alya dengan lembut. Ia yang selalu bisa menenangkan Rania.
Bima yang melihat itu sudah paham betul sifat istrinya ini. Ia hanya diam sambil sesekali memegang tangan Rania yang tak ingin melepaskan Alya.
Perlahan demi perlahan Rania pun melepaskan genggamannya, kini pipi Alya sudah penuh dengan lipstik milik Rania. Rania terus saja mencium pipi adiknya.
Alya tersenyum dan segera melambaikan tangannya kepada Rania dan juga Bima. Punggung Alya sudah menghilang bersama dengan bu siska dan beberapa staff nya. Ada 3 peserta yang mendapat beasiswa itu dan terbagi 2 kelompok juga dengan beasiswa penuh yang didapatkan oleh Alya dan duanya lagi beasiswa setengah.
Rania langsung memeluk suaminya dengan erat "mass.. ini kali pertamanya aku jauh dari Alya" rengeknya
Bima dengan sabar dan kelembutan mengelus kepala istrinya "sudah ya jangan nangis. Biarkan Alya memilih jalan hidupnya. Insyaallah Alya akan jadi orang sukses disana" tenang Bima.
Rania mengangguk membenarkan ucapan suaminya. Mereka pun melangkah meninggalkan Bandara dengan perasaan yang sedih.
Begitu pula dengan Alya. Ia sesekali mengelap air yang membasai pipinya. Sedari tadi ia menahan tangisnya karna tak ingin memperparah keadaan kakaknya yang terus merengek dihadapannya. Alya selalu bersikap dewasa dihadapan kakaknya. Bahkan Rania lah yang bersikap kekanak kanakan dihadapan Alya.
Ia mengambil foto didompetnya dan terus memandanginya "Al kamu harus bisa jadi orang sukses dan harus berhasil disana. Semangat" batin Alya menyemangati dirinya sendiri.
Setelah beberapa jam, mereka pun sampai dibandara internasional korea. Sebelum itu mereka sudah mengambil barang barang tanpa terkecuali. Alya menyeret koper dan barang barang yang sudah disiapkan Rania untuknya kedalam mobil untuk menuju ke Asrama.
"Bisallahirrohmanirrohim" Gumam Alya sambil melipat tangan kedadanya. Jujur Alya sangat takut karna ini pertama kalinya ia bepergian sangat jauh seperti ini. Melihat Alya gugup, Siska pun mengenggem tangan Alya sambil tersenyum.
"kamu tidak perlu cemas. Jika ada apa apa ceritalah sama ibu. Insyaallah ibu bisa bantu" tenang Siska. Alya pun tersenyum sangat manis kepada siska dan mengangguk sebagai jawaban iya.
***
Kini Alya sudah berada dikamar yang sudah disediakan oleh ibu siska. Alya pun menyusun barang barangnya yang sudah disiapkan oleh kakaknya dengan rapi. Mulai dari baju dan juga beberapa perlengkapan lainnya.
Setelah menyelesaikan semuanya, Alya pun menghubungi kakaknya. Senyum terukir indah diwajah kakaknya ketika Berbunyi panggilan dari Alya.
"Alyaaa...kamu sudah makan dek?" Tanya Rania dengan semangat
Alya mengangguk sebagai jawaban iya. Mereka pun berbincang bincang cukup lama, ya walaupun yang cerewet Rania dan Alya sudah pasti menjawab iya ataupun enggak. Alya sangat kaku walaupun itu kepada kakaknya sendiri.
Alya melirik jam dinding, sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saat nya Alya tidur karna esok dia akan mengikuti Mos atau perkenalan diri di universitas nya yang baru.
Tak butuh waktu lama Alya pun masuk kedalam dunia mimpinya.
***
alarm ponsel Alya berbunyi, kini sudah menunjukkan waktu sholat Malam yaitu tahajud. Alya sudah terbiasa melakukan sholat tahajud sebagai sholat sunnah yang wajib ia kerjakan bersama dengan sholat fardhu.
Ia bangun dan mengikat rambutnya acak menuju kamar mandinya. Mengambil wudhu dan segera melaksanakan sholat malamnya.
"Yaallah ampunkan lah dosa kedua orang tua hamba, dosa kakak hamba dan dosa hamba. Hanya kepada-Mu hamba memohon pertolongan-Mu, hamba percaya kepada-Mu Ya allah dan hamba ikhlas menjalankan semua rencana yang terbaik yang Engkau berikan di Skenario kehidupan hamba. Jadikanlah hamba orang orang yang didalam perlindunganmu. Aamiin ya rabbal Alamin" untaian kalimat Doa Alya kepada Tuhannya.
Setelah melakukan ibadah, kini Alya bersantai membaca buku sambil menunggu waktu nya subuh.
***
Alya menjalankan hari harinya yang mulai sibuk. Karna ia mendapatkan beasiswa ia harus belajar dengan sangat giat agar beasiswa nya tidak dicopot oleh universitasnya.
Kegiatannya setiap harinya selalu sama pagi pergi kekampus belajar dan sorenya pulang. Jika ada tugas tugas ia akan mengerjakannya. Tak terasa sudah 3 bulan ia disini. Kini ia akan mencari kontrakan barunya. Karna Asrama hanya menyediakan waktu 3 bulan untuk pengenal kota ini.
Hari ini ia sudah bersiap pindah kekontrakannya yang baru. Dan langkah berikutnya ia akan mencari pekerjaan part time untuk sekedar memenuhi kebutuhannya. Ia kasihan kepada kakak dan abang iparnya yang menanggung semua keperluannya disini walaupun setiap bulannya ia juga diberi uang saku oleh kampusnya. Tetap saja Alya tidak enak hati dan merasa menyusahkan kakaknya.
"Tingg" ponselnya berbunyi menandakan ada notice masuk ke rekeningnya. Tak berapa lama Rania pun menelfonnya "dek.. uang nya sudah kakak kirim. Kamu sehat sehat disana ya. Maaf ya nanti kakak telfon lagi. Kakak sedang bekerja" ujar Rania disebrang sana
"Makasih ya kak. Kakak juga jaga kesehatan. Jangan terlalu sibuk dan juga pikirkan kesehatan kakak" jawab Alya
"Iya dek. Assalamualaikum sayang" Rania pun menutup telfonnya.
Sampai saat ini Rania belum juga hamil, Alya paham betul jika kakaknya sangat menginginkan anak. Namun Alya tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa mendoakan Rania hidup bahagia bersama Bima dan segera mendapatkan momongan.
Setelah membeli buku yang ia butuhkan, Alya pun segera menuju halte bis. Diperjalanan ia melihat tulisan yang dipajang disebuah toko makanan cepat saji. Disana tertulis lowongan kerja part time. Alya berhenti dan berfikir sejenak. Tak butuh waktu lama ia pun tersenyum dan segera memasuki toko itu.
"Annyoeng.. saya kesini ingin melamar pekerjaan part time. Apa masih berlaku Ahjussi?" Ujar Alya kepada Paman yang sedang berdiri dihadapannya.
"Oh benar, apa kamu siap bekerja mengantar pesanan orang orang?" Tanyanya memastikan
Dengan semangat Alya mengangguk mengiyakannya. Pemilik toko pun tersenyum dan meminta identitas Alya.
"Apa kamu mahasiswa kedokteran?" Tanyanya cukup terkejut melihat id card milik Alya
Alya mengangguk "wahhh kamu sangat hebat" pujinya.
"Baiklah kamu bisa bekerja disini. Kamu juga bisa menyesuaikan nya dengan jadwal kuliah mu" ujar Ahjussi itu. Ia sangat baik dan juga ramah kepada Alya.
"Kamshamnida (terimakasih)" ujar Alya. Dan ia segera pamit dari toko itu.
Mencari pekerjaan part time disini sangatlah mudah karna lowongan kerja cukup banyak disini.
Alya pun dengan gembira melangkah untuk pulang. Uang yang ia dapatkan dari hasil kerja nya ini akan ia gunakan untuk keperluan biaya tambahan kuliahnya dan juga kebutuhan pribadinya. Karna disini biaya hidup sangatlah mahal.
Note :terimakasih sudah mampir dan jangan lupa like coment dan votenya ya teman teman 💜