My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Kembali bekerja



"Ayolah Oppa jangan seperti ini,, kau sudah sembuh dan tangan mu sudah bisa digerakkan" protes Alya,,


Sedari tadi Pagi, Suga selalu memeluknya dari belakang, hari ini Hari terakhir Alya merawat Suga. Ia akan kembali bekerja besok. Jadi hari ini ia sangat sibuk membereskan barang barang nya dirumah ini.


"Oppaa.. apa kau tidak lelah sedari tadi mengikutiku berkemas" ulang nya lagi.


Suga menggeleng "Aku masih sakit, jangan pergi" rengeknya


Suga seperti anak kecil yang merengek minta sesuatu kepada ibu nya.


Alya membulatkan matanya merasa geram dengan tingkah pria dewasa didepannya ini. Melihat itu Suga pun menunduk dan segera duduk disofa " ayo lah Al, seminggu lagi"rengeknya kembali lagi


"Oppa,, aku harus bekerja kembali"


"Ya sudah bekerja lah denganku" jawab Suga dengan enteng nya


Dengan senyum yang dipaksakan Alya mendekati Suga, suga sedikit terkejut ketika tangan Alya menyentuh dahi nya ia pikir Alya akan menamparnya akibat ulahnya sendiri " kau sudah sembuh dan ini juga sudah kering" ujar nya sekalian mengecek bekas operasi.


"Tapi disini akan sakit dan kosong dokter"


"Hahahah Oppa kau seperti anak kecil saja" ujar Alya.


"Kita masih bisa bertemu,, Ayoklah dimana Suga yang aku kenal dulu? Suga yang sangat semangat untuk kembali bekerja. Apa Oppa tidak bahagia akan segera bertemu fans mu dengan para member?" Bujuk Alya


Suga pun mengangguk dengan pelan "baiklah,, Hari ini kita akan menonton film bersama" ajak Nya


"Oppa,, Apa kau lupa seminggu ini kita menghabiskan waktu menonton film sampai larut malam" ujar Alya


"Wah benarkah? Hmm ayo kita ehh kita dilarang keluar rumah bersama.. jadi kita harus apa?" Ujarnya bingung


"Hmm Aku akan berkemas, memasakan mu makan siang, dan sebentar lagi profesor Lee akan datang untuk mengecek kondisi mu dan menjemputku" jelas Alya


Suga hanya mengangguk pasrah, ia tidak bisa menahan Alya lagi. Yap besok ia akan kembali bekerja dan tentu nya langsung keluar negri untuk menghadiri beberapa acara disana dengan para member.


**


"Al,, satu bulan lagi kita akan bertemu" ujar Suga sedikit berteriak ketika Alya akan segera masuk Mobil milik Profesor Lee


Alya hanya tersenyum menanggapinya,, ia tau maksud Suga karna mereka akan berkunjung kerumah Ibu min tahun baru.


"Dia sangat mencintaimu " Ujar Profesor Lee kepada Alya. Alya hanya mengangguk menanggapi Profesor Lee.


"Dokter, Apa dokter Tau kalau kami semua merindukan mu" kini Dokter Residen yang bernama Park chin hae


"Benarkah? Terimakasih sudah merindukan ku" jawab Alya. Ia cukup rindu dengan dokter residen nya yang sangat lucu ini.


"Pipi mu terlihat chubby dokter" Ujarnya sedikit bercanda


"Benarkah?" Tanya Alya langsung menatap cermin kecil ditas nya


Profesor Lee melototi Park chin hae "ups maaf kan aku dokter maaf" ujar nya langsung takut karna Profesor lee menatapnya seperti itu.


Alya tak menghiraukannya "Berani nya kau, kenapa kau bicara seperti itu? Itu membuat dokter Alya tidak ingin makan" kini Perawat Bo Ra menimpalinya.


"Maafkan akuuuu" jawabnya bersalah.


"Sudah aku tidak apa apa" Ucap Alya setelah beberapa saat terdiam "awas saja kau Oppa" batinnya mengingat Suga yang terus menyuruhnya makan malam selama beberapa minggu ini.


**


hari ini Alya kembali melakukan aktivitas nya menjadi dokter seperti biasanya dirumah sakit ini. Seperti biasanya ia terlebih dahulu mengecek kondisi pasien bersama dokter residen dan perawat yang selalu mendampinginya.


"Bagaimana keadaan mu Tuan" sapa Alya kepada Pasiennya sebelum ia bertugas merawat Suga Oppa.


"sudah jauh lebih baik dokter, ini adalah kontrol kesehatanku yang terakhir" jawabnya


"Maaf kan saya karna meminta dokter pengganti untuk mu" ujar Alya merasa sedikit bersalah kepada Pasien nya yang ia serahkan kepada rekan dokter lain.


Setelah berbincang bincang dengan pasien yang sedang ia periksa, kini waktunya makan siang.


"Apa Dokter sudah lapar?" Tanya perawat Bo Ra


Alya melirik jam ditangannya "Hmm sepertinya aku akan keluar sebentar" jawab Alya


Perawat yoon dan dokter Chin juga pun mengangguk mengerti, mereka pun berpamit kepada Alya.


"Apa kau sangat sibuk dokter" kini Profesor Lee mengagetkan Alya


"Oh ternyata kau prof,, hmm ini sebentar lagi akan selesai" jawab nya


"Apa kau ada acara ingin pergi?" Tanya nya lagi memastikan


"Seperti nya aku harus menjemput seseorang kebandara prof" ungkap Alya


"Baiklah,, hati hati dijalan" jawab nya dan melangkah pergi.


Alya tersenyum, ia sangat beruntung bertemu dengan Profesor Lee yang sangat baik kepada nya. Profesor Lee sudah menganggap Alya sebagai saudaranya seperti Lisa menyayangi Alya.


Alya sangat beruntung dikelilingi orang yang sangat menyayanginya.


Alya pun mengendarai mobil bewarna hitam, Ya Alya sudah memiliki mobil sendiri beberapa bulan yang Lalu. ini dikarenakan Lisa yang tiba tiba memberi nya kado semahal ini. Walaupun Alya cukup terpaksa Menerimanya dan tak enak hati namun akhirnya ia memenuhi keinginan Lisa dan menggunakannya. sebenarnya Ia lebih nyaman menaiki Bus namun Lisa terus saja memaksanya. Dan juga ini adalah hadiah Lisa untuk Alya, karna Lisa tidak bisa memberikan Alya hadiah diawal ia menjadi dokter.


Hari ini Rain akan tiba dikorea karna perjalanan bisnis. Karna ia tidak lama disini, jadi Alya yang akan menjemputnya.


Alya menunggu sekitar 15 menit dan akhirnya ia bertemu dengan sahabatnya yang kurang lebih beberapa tahun ini tidak bertemu.


"Rain..." lambaian tangan Alya


Begitu juga dengan sang pemilik nama yang segera menghampiri gadis cantik yang sangat ia rindukan.


Awal mereka bertemu Rain pasti nya mengusap rambut Alya "Sepertinya kau tumbuh tinggi" ujarnya


Alya memukul tangan Rain "Apa kau akan lama disini?" Tanya Alya memastikan. karna Rain tidak memberi tahu nya Di telfon.


"Mungkin seminggu" jawab Rain


Alya mengangguk "apa kau langsung akan pergi?"


"Sepertinya mungkin aku akan beristirahat sebentar" jawabnya


Alya lirik jam ditangannya "Ayo makan dulu" ajak Alya dan tentunya Rain setuju.


"Wah sangat banyak perubahan dari dirimu,, sejak kapan kau bisa mengemudi" ungkap Rain takjub akan banyaknya perubahan Alya


"Baru beberapa bulan ini. Ini adalah hadiah dari Eonny untuk ku" jawabnya


Rain mengangguk paham karna ia juga tau tentang Lisa yang semakin sukses diBusan. Lagi lagi ia mengelus pucuk kepala Alya dengan sayang. Sampai saat ini ia masih menyimpan rasa cinta nya kepada Alya. Entah sampai kapan ia akan berhenti ataupun mendapatkan Alya.


"Ini sangat enak" ungkap Rain memakan makanan yang biasa ia pesan dulu bersama Alya.


"Apa kau sangat merindukan ini?" Tanya Alya


Dengan cepat Rain mengangguk "lebih tepatnya aku sangat merindukanmu" jawab nya


Lagi lagi Alya hanya memukul bahu Rain, tentu ia sangat merindukan sahabat nya ini.


Namun seketika ia merindukan Suga. Seperti biasanya ia akan menyuapkan suga di jam seperti ini.


"Apa kau sudah makan Oppa?" Batin Alya.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like dan votenya 💜