My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Dua garis merah



"Aku pulang.." Ujar Suga


Ia baru saja sampai dirumah, Ia melirik jam yang bertengger Di dinding ruang tamu menunjukkan pukul 11 malam.


"Dimana istriku?" Tanya suga kepada Maid yang bertugas malam


"Ada dikamarnya Tuan" jawabnya menunduk hormat


"Eomma dan Appah?"


"Dikamarnya Tuan" jawabnya lagi masih menunduk.


"Baiklah, Kau boleh beristirahat" ujar Suga dan segera menaiki tangga menuju kamarnya.


Alya tak tau jika Suga akan tiba di rumah malam ini. Ia berfikir jika Suga akan sampai besok..


"Sayang.." Panggil Suga mendekati ranjang dimana Alya yang pulas tertidur.


Ia tersenyum senang melihat istrinya yang tengah tertidur dihadapannya ini. Sebelum menyentuh istrinya, Ia akan membersihkan diri terlebih dahulu..


Tidur Alya sangat nyenyak hingga ia tak Menyadari Suga telah berada disampingnya. Suga terus memperhatikan istrinya, Ia sangat ingin memeluk dan mencium istrinya namun ia tak ingin membangunkan Alya.


"Badannya tidak panas" gumam Suga mengecek kondisi badan Alya yang merasa baik baik saja.


Ia terus memperhatikan Wajah cantik istrinya yang tampak lebih berisi sekarang "apa kau sangat bahagia tinggal bersama Eomma Hingga pipi mu bertambah cubby?" Gumam nya mengelus pipi Alya


"hmmmh" Erang Alya yang merasa terganggu. Suga tertawa dibuatnya.


Tak beberapa Lama Alya pun terbangun dari tidurnya merasakan mual. Ia langsung bangun dari tidurnya tanpa sadar Suga disamping nya "ooeekkk.. oeekkk..oeekk"


"Sayang..." Teriak Suga mengikuti Alya. Alya memuntahkan lagi isi perutnya keringat sudah membasahi Badannya. Ia mengelus punggung Alya dengan sangat khawatir


"Oppa hikss hikss hikss" rengek Alya setelah mengeluarkan Makanan yang ada diperutnya.


Badannya sangat Lemas tak bertenaga. Suga segera menggendong istrinya menuju Ranjang.


"Kenapa bisa seperti ini? Apa yang sakit sayang tolong katakan" ucapnya sangat cemas


Alya menggeleng, Wajahnya sangat pucat keringat tak henti hentinya bercucuran. Alya pun membuka Cardigen Baju nya.


"Tunggu disini Aku akan mengambilkan Minuman hangat untuk mu" ujar Suga beranjak dari Duduknya


"Kenapa sayang?" Tanya nya saat Alya menahan tangannya


Alya pun menangis "Jangan pergi hikkss hikss" Jawab nya


Suga langsung memeluk istrinya "Aku akan memanggil dokter. Tunggulah sebentar sayang" ucap Suga menenangkan Alya


Alya menggeleng, " tetaplah seperti ini" ujarnya. Suga mengangguk dan terus memeluk Alya.


Setelah beberapa Saat, Alya mengambil Kotak kecil di Laci meja dan memberikan nya kepada Suaminya.


"Apa ini?" tanya Suga penasaran


"Buka saja" jawab Alya penuh senyum walaupun badannya sangat Lemah.


Suga langsung membuka Kotak kecil itu, setelah ia buka matanya langsung berkaca kaca. Ia tak bisa menahan haru nya saat melihat Tespek dengan dua garis merah disana. Setelah Alya diperiksa dokter, Alya segaja Menggunakan Tespek untuk membuat kejutan kepada suaminya.


Suga menatap istrinya dengan matanya yang sudah berkaca kaca. Alya mengangguk sebagai jawaban Iya dengan tatapan Suaminya tadi.


"Terimakasih sayang terimakasih " Ucap Suga memeluk Alya. Tak lupa ia sujud syukur atas berkah rezeki yang sangat berharga untuk mereka.


Suga Langsung mencium perut Alya "hallo sayang. Inii Appah" Sapa nya kepada Bayi yang ada diperut Alya


Alya mengelus rambut Suaminya dan tentu saja Ia menangis karna terharu. Malaikat kecil akan hadir dikeluarga kecilnya.


"Sejak kapan Oppa pulang? Kenapa tak membangunkan ku?"tanya Alya setelah dirinya sudah membaik


"Sekitar jam 11 malam sayang. Aku takut mengganggu mu" Jawabnya


Kini waktu menunjukkan Jam satu malam "Aku sangat merindukan mu" Ujar Alya memeluk suaminya


Suga pun membalas pelukannya "Aku lebih merindukan mu" jawab Nya.


Suga pun tersenyum "tenanglah sayang jangan bergerak terus, Aku sedang berusaha menahannya" Ujar nya dengan suara sedikit tertahan. Ya sedari tadi ia menahan hasratnya karna ia tak ingin melakukannya saat alya sakit begini. Saat melihat Alya melepas cardigen yang menunjukkan Belahan dada nya yang begitu padat membuatnya sangat tersiksa namun ia tak ingin egois.


"Oppa.. Jika kau ingin lakukan lah" jawab Alya


"Apakah boleh? Apa tidak bahaya?" Tanya nya lagi


"Sebenarnya Tidak boleh, Namun Lakukan lah dengan pelan dan lembut" Ujar Alya


Suga pun tersenyum dan segera mencium Bibir Ranum Alya yang sangat ia rindukan.


Mereka pun melakukan nya dengan penuh kasih sayang dan kerinduan..


**


"bagaimana dengan pekerjaan disana apa telah selesai?" Tanya Alya


"Sudah sayang. Hanya tinggal menghadiri launching perdana nya" jawab Suga yang terus fokus mengelus pipi istrinya


"Lalu kenapa Oppa pulang?"


"Mendengar kabar mu dari Eomma, Aku sangat panik dan memutuskan untuk pulang lebih dahulu" jawab Suga


Alya mengangguk mengerti "Sayang.. Kenapa Aku tidak mual lagi ya?" Tanya Alya bingung


"Karna Appah Ada disamping Eomma nya. Jadi Suga junior tenang" jawab Suga. Ia turun sedikit menuju Perut Alya.


Gaun tidur Alya pun ia Buka "sayang.. jika Appah bekerja tolong jangan membuat Eomma seperti tadi ya. Kasihan Eomma. Jadi anak yang baik" ucap Suga mengelus perut Alya yang masih rata


"Oppa.. itu sangat geli" protes Alya saat suga mencium perutnya tanpa dilampisi baju.


"Aku sangat mencintaimuuuu" ucap Suga


Alya pun mengangguk "sayang,, Aku juga sangat mencintaimu" jawab Alya mengelus pipi Suga dengan sayang.


**


"eomma" sapa Alya saat Ibu min menghampirinya


"Sayang.. kenapa kamu yang memasak? Kamu kan masih sakit. Sudah ayo duduk" ujar ibu min khawatir


"Eomma Alya baik baik saja" jawab Alya


"Dimana Suami mu Sayang? Seharusnya hari ini dia udah pulang" tanya Ibu min mencari keberadaan Anak sematawayangnya


"Oppa sedang mandi Eomma. Ia pulang tadi malam" jawab Alya


"Terimakasih nak" ucap Appah Min saat Alya mengambilkan nasi goreng yang ia bikin


"Sama sama Appah" jawab Alya dengan tersenyum


Pagi Ini alya tampak semangat dan sehat. Bahkan Mual mual yang biasa ia rasakan kini pun hilang entah kemana.


"Bagaimana dengan perut mu nak? Apa mual mual nya datang lagi?" Kini Ibu min mencemaskan Alya


"Pagi ini Alya tak mengalami Morning sick Eomma. Alya pun tak tau penyebabnya"


Ibu min mengelus perut Alya "Anak kamu tau jika Appah nya pulang dan bersama nya. Sayang.. jangan Seperti itu lagi ya Nak, kasihan Eomma mu jadi sakit" ucap Ibu min kepada Anak yang ada diperut Alya


"Baik halmeoni (nenek)" jawab Alya menirukan suara anak kecil. Mereka pun tertawa bersama. Hari yang sangat bahagia.


"Eomma" Ucap Suga sambil mencium ibu min


"Kenapa sangat Lama" protes ibu min


Suga hanya tertawa sebagai jawaban Atas ucapan ibu nya. Ia menyalim Appah min dan mencium pipi Alya. Mereka pun sarapan bersama.


Suga ingin membicarakan kepulangannya ke seoul bersama Alya kepada kedua orang Tua nya. Namun ia akan menunggu moment yang tepat.


karna ia tau akan sangat sulit meminta izin untuk Ke seoul disaat kondisi Alya yang sedang mengandung Anaknya.


Note : terimakasih sudah mampir dan mmbaca💜