
Suga tengah tertidur diruangan Alya, hari ini Jadwal Alya piket. Alya sudah meminta Suga untuk pulang dan beristirahat namun ia terus menolak.
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, ia segera ke ruangannya. Ruangan Alya cukup besar dan suga sudah beberapa kali keruangan Alya. Karna Alya cukup sering menginap di Rumah sakit, Profesor Lee pun menyediakan kasur untuk beristirahat.
"Apa kau sangat Lelah sayang?" Gumam Alya mendekat kearah Suga.
Alya memperhatikan seluruh wajah Suga. Namun pandangannya berhenti tepat di kuku nya yang memerah.
Ia sudah paham dengan kebiasaan buruk kekasih nya ini. Menggigit kuku adalah hobi nya. Ia mengambil obat dilemari nya dan mulai memegang tangan Suga.
" kau selalu menggigit kuku" gumam nya sambil mengobati kuku kuku yang lecet dan juga memotong kuku yang sudah tampak sedikit panjang itu.
Setelah mengobati, Alya langsung duduk ke kursinya dan mengecek semua laporan kesehatan pasien. Besok ia mendapatkan libur yang akan ia habis kan bersama Suga.
Tak lupa ia harus membeli tiket agar tak kehabisan untuk minggu depan. Alya sangat jarang mengikuti fans sign ataupun konser yang diadakan Kekasihnya karna pekerjaannya sangat sibuk. Namun untuk kali ini ia harus mengosongkan jadwalnya agar benar benar bisa bebas menonton konser dan yang pasti nya ia akan membuat kejutan untuk kekasihnya.
Setelah memeriksa semuanya, Alya kembali memeriksa kondisi pasien satu persatu. Alya sangat memperhatikan kondisi pasien bahkan jika ia piket ia akan berulang kali keluar masuk ruangan pasien yang sama.
Alya melirik jam yang ada di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 3 dini hari. Ia akan melaksanakan sholat sunah yang rutin ia kerjakan.
**
"Maafkan aku hanya bisa membawa mu kesini" ujar Suga merasa bersalah. Setelah berpisah dan tertemu lagi, setiap mereka berkencan Suga atau pun Alya hanya mengunjungi tiga tempat seperti Tempat makan favorite mereka yang selalu dikunjunginya dan bisa menjaga rahasia mereka,studio Pribadi suga dan Perusahaan suga bekerja. Dan kali ini Suga membawa Alya ke studio nya.
Alya tersenyum "Jangan selalu merasa bersalah Oppa.. kau selalu meminta maaf jika kita berkencan hanya seperti ini. Ini lebih dari cukup untuk ku Oppa" jawab Alya
Suga mendekati Alya " Kau selalu sepert ini,, kenapa kau tidak pernah meminta sesuatu dari ku"
"Aku hanya meminta Hati mu selalu untuk ku Oppa..selain itu aku tidak membutuhkan yang lain" jawab Alya sedikit menggombal.
Tak beberapa Lama datang lah RM bersama Jungkook ke ruangan Suga. Ia cukup terkejut melihat Alya dan sudah mengerti jika Alya kesini tanda nya mereka sedang berkencan.
"Haii Oppa" sapa Alya melihat RM dan jungkook.
"Hai.. Maaf kan aku mengganggu waktu kalian" Ujar RM tak enak hati
"Ada Apa?" Tanya Suga To The point. Ia sangat mengerti jika RM atau pun member yang lain berkunjung ke studio nya pasti membahas sesuatu.
"Hmm Nanti saja. Bukan apa apa" jawab RM.
Berbeda dengan jungkook, Ia langsung duduk disamping Alya. Suga sedikit keberatan melihat itu, Ia ingin protes kepada sang maknae namun berhasil ditahan oleh Alya. Alya langsung menggenggam tangan Suga. Ia mengerti maksud Suga namun ia tak ingin Suga menyakiti Perasaan Jungkook dengan ucapan nya yang to the point.
Sedikit demi sedikit Alya memberikan jarak menjauhi Jungkook "Apa kalian sudah lama berada disini?" Ujar RM yang mengerti maksud Alya agar Jungkook tak tersinggung. Jungkook yang sedang memeriksa Ponselnya pun tak sadar dengan pergerakan Alya yang sedikit menjauhinya.
Alya mengangguk "sekitar Setengah jam yang Lalu. Hmm apa kalian lapar?" Tanya Alya
Mereka bertiga pun melirik satu sama Lain, Lalu jungkook mengangguk dengan cepat.
"Hahahah baik lah, Aku akan memasak" jawab Alya seraya berdiri
"Tidak perlu sayang. Kita bisa memesannya" Potong Suga yang tak ingin ditinggal oleh Alya.
"Tapi Hyung aku sangat merindukan masakan Dokter cantik kita" Ujar jungkook
"Dokter Cantik ku bukan Kita!" Potong Suga yang tak terima atas ucapan Jungkook.
"Hahahaha iya Hyung dokter cantik Mu" ulang Jungkook lagi
Alya hanya tersenyum "hmm tidak apa apa Oppa, sudah lama aku tidak memasak makanan untuk kalian" ucap Alya menengahi Perdebatan kecil diantara Jungkook dan Suga.
Alya melangkah ke dapur Untuk memasak, Namun ia cukup terkejut Karna RM mengikuti nya.
"Oppa.. Ada apaa?" Tanya Alya
RM menggeleng "Apa kabar? Hmm maaf Aku tidak menyapa mu saat pertama kali kita bertemu lagi" ujar RM
Alya hanya diam mendengar kan Ucapan RM. ya saat Ia dan Suga berpacaran, RM langsung bersikap berbeda padanya bahkan RM sangat jarang menyapa Alya jika Alya berkunjung dulu. Dan ketika bertemu lagi ia juga tak menegur Alya. Hanya seutas senyum yang sangat dipaksakan.
"Maaf kan aku karna selama ini bersikap seperti Anak kecil. Namun Tanpa aku mengungkapkannya pasti kau sudah tau isi hatiku. Maaf kan aku jika pernah memendam perasaan padamu. Dan maafkan aku juga yang berubah terhadapmu saat kau menerima Suga Hyung sebagai kekasih mu. Maaf kan aku" lanjutnya dengan permohonan maaf
"Oppa.. Terimakasih sudah ingin jujur kepadaku tentang perasaan mu. Aku sedikit Lega mendengar nya. Saat kau menjadi Orang yang dingin kepada ku, aku sangat sedih namun aku tak berani bertanya tentang itu kepadamu" ucap Alya
RM tersenyum " Maafkan Aku soal itu, Namun aku bahagia melihat mu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan dewasa. Kau sudah mewujudkan cita cita mu. Dan sepertinya hubungan mu dengan Suga hyung akan menuju ke jenjang yang lebih serius" ungkapnya lagi
"Oppa,, Terimakasih atas pujian mu. Aku merasakan kau telah kembali seperti dulu. Aku sangat bahagia melihat mu mencapai impian mu dan juga member yang lainnya." jawab Alya menunduk
Lagi lagi RM tersenyum namun senyum nya kali ini terkesan dipaksakan "Terimakasih Al.. melihat hubungan kalian yang semakin serius,, Aku bahagia melihatnya. Suga Hyung adalah Hyung ku yang sangat aku sayang. Dan kau adalah gadis yang aku cintai. Maafkan aku baru bisa mengungkapkan nya sekarang"
Alya tersenyum "Terimakasih sudah mencintai ku Oppa, Namun aku tidak bisa membalas perasaan mu. Aku berharap nanti Kau mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku. Maafkan aku Oppa" jawab Alya merasa bersalah
"Tidak perlu meminta maaf. Aku tidak berniat merebut mu dari Hyungku. Aku hanya mengungkap kannya agar hati ku terasa lega. Terimakasih Atas Doa mu Al. Aku juga berdoa agar kalian selalu bahagia" ungkap RM menatap Alya dengan sangat dalam.
Alya mengangguk "terimakasih Oppa" jawab Alya.
Tak beberapa lama Suga datang " Hmm apa yang bisa aku bantu sayang?" Tanya Suga
"Ohh Oppa, ya aku sedikit ke susahan mengambil Panci di rak itu" Jawab Alya
"Apa RM tak membantu mu?" Tanya Suga mengambil kan panci yang terletak di rak.
"Maaf kan aku hyung, Aku tidak bermaksud.." ujar RM
Suga mengangguk "tak masalah aku mengerti" jawab Suga dengan senyum sedikit dipaksakannya.
Jujur saja Ia cemburu dan juga tak enak hati kepada Adik nya ini. Tentu saja ia mendengar pembicaraan Alya dan juga RM dari awal karna Suga mengikuti RM.
Ia merasa ada yang berbeda dengan RM jika menyangkut Alya. Sikap RM akan berubah seratus delapan puluh derajat jika Suga bersama dengan Alya. RM akan menjadi canggung bahkan tak enak hati jika melihat Mereka berdua.
Sangat sakit memang jika mendengar adik yang sangat ia sayang mengungkap kan perasaan nya kepada gadis yang sangat ia cintai. Namun ia tak ingin menyalahkan ataupun melarang perasaan itu. Ia paham jika perasan itu tidak bisa di salahkan. Apalagi dulu Alya selalu bersama dengan RM. namun ia juga tak bisa membohongi hati nya jika ia cemburu. Walaupun Alya telah memilihnya.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya nya💜💜