
Alya menunduk diam, ia tak enak hati dengan profesor Lee yang selalu ia repotkan.
Profesor Lee duduk dikursi dengan memandang Alya kasihan. Ia menghembuskan nafasnya sedikit kasar " Aku sudah menganggapmu sebagai Adik ku sendiri, dan kau pasti tau aku sangat khawatir melihat mu seperti ini. Yang kau lakukan itu hal yang sangat mulia, Namun kau selalu mengorbankan dirimu sendiri. Apa aku perlu mengingatkan mu kejadian satu tahun lalu bahkan beberapa bulan lalu? Tolong pikirkan juga kesehatan dan diri mu sendiri Al" ucap nya menasehati Alya.
"Maafkan Aku proff" gumam Alya
"Kau tidak salah, Namun aku hanya kasihan dengan mu. Menolong bukan berarti kau mengorban kan dirimu Al. Lihat ini kaki dan tangan mu" sambungnya lagi.
Alya paham betul apa yang ada dipikiran profesor nya ini, Terlihat jelas kekhawatiran disana.
"Aku sudah menghubungi Kakak mu, mungkin beberapa jam lagi akan sampai" ungkap Profesor Lee
Alya mengangguk "maafkan aku yang selalu merepotkan mu" ucap Alya
Profesor Lee tersenyum "terimakasih sudah menyelamatkan nyawa orang lain. Kau adalah dokter yang sangat hebat. Aku bangga kepadamu" ungkap Profesor Lee mengelus kepala Alya
Alya tersenyum "terimakasih profesor" jawab nya.
"Dokter, Profesor lihat ini" ucap Perawat bo ra melihatkan vidio berdurasi pendek yang memperlihatkan rekaman kejadian Alya menyelamatkan anak perempuan itu yang diunggah oleh salah satu orang yang ada disana dan melihat kejadian itu. Vidio itu tersebar sangat cepat dan viral.
Alya hanya menggeleng melihat dirinya, kenapa harus ada yang merekam kejadian ini.
"Dokter vidio mu ini sangat ramai diperbincangkan" ujar Perawat Bo Ra.
Alya hanya menatap profesor Lee dengan gelengan.
**
"Dokter, Ada yang ingin bertemu dengan mu" Ujar perawat Bo Ra. Alya pun mengangguk mempersilahkan masuk.
Lisa yang tadi menyuapkan Alya makan pun ikut berdiri menyambut tamu itu.
Beberapa orang masuk dengan pakaian rapi, dan juga diikuti gadis kecil yang ia selamatkan.
"Saya orang Tua dari anak perempuan yang Anda selamat kan Nona. Terimakasih sudah menyelamatkan putri kami" ujar orang tua anak itu.
"Tidak apa apa Pak dan ibu. Ini sudah seharusnya saya lakukan" jawab Alya
"Saya harus bagaimana agar membalas kebaikan Nona. Sekali lagi terimakasih Nona" ungkapnya lagi.
Setelah mengobrol mereka pun akhirnya pamit.
" Syukurlah gadis itu tidak apa apa eonny" gumam Alya menatap punggung anak yang ia selamatkan itu.
"Syukurlah,, dan sekarang kamu harus beristirahat agar cepat sembuh" ucap Lisa
"Apa eonny tidak bekerja?"
"Bagaimana aku bisa bekerja melihat mu seperti ini. Aku mengajukan cuti 3 minggu. Sudah lama aku tidak cuti bekerja" jelas Lisa
"Terimakasih Eonny" ujar Alya memeluk Lisa
"Heii kau adik ku, untuk apa berterimakasih" ucap Lisa membalas pelukan Adiknya.
**
" hallo sayang,, Tadi aku melihat berita sepertinya itu kamu. Bagaimana keadaan mu? Kenapa tidak memberi tahu ku?" Ucap Suga disebrang telfon.
"Apa vidio nya sangat viral Oppa? Yah aku sedikit cedera. Pergelangan kaki ku tidak bisa di gerakan" jawab Alya
"aku akan kesana" ujar Suga khawatir dan mematikan ponsel nya.
"Oppa..." ucapan Alya terhenti karna sambungan telfonnya sudah terputus.
Setelah menjawab telfon dari Suga, Alya pun melanjutkan memeriksa laporan dari dokter resident tentang kondisi pasien nya.
Ia meminta perawat Bora mengambil laporan dimeja nya dan membawa keruangannya. Ia cukup bosan hampir seharian berdiam diri. Hanya kaki dan tangan kanan nya yang sakit, bukan kepala nya.
Alya melirik Lisa yang selesai mandi, "apa Kamu lapar dek?" Tanya Lisa
Alya menggeleng "Eonny,, makan lah dari tadi kau tidak makan" ujar Alya. Selang beberapa saat Profesor Lee pun datang bersama Suga dan beberapa pengawal nya.
"Chagi.." ujar Suga dengan cepat menghampiri Alya. Suga langsung memeluk Alya, ia sangat khawatir dengan kondisi Alya.
"Oppa Aku baik baik saja" ucap Alya
"Kenapa kau tak menghubungi ku sayang"
"Aku hanya takut mengganggu mu, maaf kan aku" ungkap Alya
"Tolong kabari aku jika apapun terjadi kepadamu. Jantung ku sangat sakit ketika melihat mu seperti itu"
"Maafkan Aku,, maaf karna aku baru mengetahui nya" sambung Suga lagi.
" Apa sangat sakit? Tolong katakan kepadaku" cemas Suga melihat kondisi gadis nya
Alya menggeleng "ini sudah diobati oleh Dokter Oppa, kau tenanglah aku baik baik saja" tenang Alya.
Suga menarik nafas nya dengan panjang dan menghembuskan nya kasar. Ia memeluk Alya lagi dan mencium kening Alya.
"Kau membuatku hampir serangan jantung" gumam nya.
"Terimakasih sudah mencemaskan ku Oppa"
"Bagaimana aku tidak mencemas kan mu. Kau kekasih ku!" Ujar nya sedikit kesal Atas ucapan Alya
Alya tersenyum " Kau sangat lucu jika marah Tuan Min yoongi" goda Alya
"Kau sangat pandai meredakan emosi ku" ujar Suga memeluk Alya lagi.
" Apa kau sudah makan?" Tanya Alya
Suga menggeleng "kebiasaan" ujar Alya.
Alya mengambil ponselnya dan akan menghubungi seseorang namun ditahan oleh Suga " Kau mau menghubungi siapa?" Tanya nya
"Mau menghubungi Perawat Bo Ra, Alya akan memesan makanan untuk mu Oppa" jawab Alya.
"Tidak perlu, aku membawakan nya untuk kalian" ujar Lisa masuk membawa makanan.
"Terimakasih Eonny" ucap Alya
"Oppa, makanlah jika tidak kau akan sakit, aku sudah sering mengingatkan mu makan lah dengan teratur" omel Alya.
"Aku akan makan, berhentilah mengomeli ku sayang" ujar Suga.
Alya pun tersenyum ketika Suga makan dengan lahap.
Lagi lagi suga dengan sigap menjaga Alya, bahkan ia tidak beranjak dari kursi disamping bankar Alya.
"Nuna,, Kau pulang lah beristirahat" ujar Suga menatap Lisa dan juga Profesor Lee
"Aku disini saja" tolak Lisa
"Pulang lah biar aku yang menjaga nya"
"Sebaiknya kita pulang saja, aku akan mengantarmu. Kau harus beristirahat" kini profesor lee bersuara.
Lisa mendekat ke Alya dan mencium kening adik nya "aku titip adik ku, tolong jaga dia" ucapnya kepada Suga. Suga pun mengangguk dan ikut mengantar Lisa bersama profesor Lee keluar ruangan.
"Apa kau selalu seperti ini sayang?" Gumam Suga menatap Alya. Ia sangat kasihan kepada kekasih nya ini. Alya rela mengorban kan diri nya sendiri demi menyelamatkan orang lain.
"Aku sangat heran dan bingung melihat sifatnya. Ia selalu membantu orang lain dan merugikan dirinya sendiri. Aku sangat ingat kejadian satu tahun lalu karna ia ingin menyelamatkan nenek nenek yang hampir jatuh di tangga, ia menyelamatkan nya dan hasilnya ia yang terpeleset jatuh ditangga" ungkap profesor Lee kepada Suga
"Dan kejadian ini terulang lagi saat dia ingin menyelamatkan anak anjing yang hampir tertabrak karna tali anjing itu tersangkut, syukurnya ia selamat dan tidak terjadi apa apa" sambungnya lagi.
Cerita dari profesor lee itu berputar dikepalanya "apa kau manusia atau malaikat yang dikirim tuhan untuk ku?" Batin Suga terus memandangi wajah kekasih nya.
Ia sangat bingung dengan perasaannya, selama mereka berpisah Ia tak memikirkan wanita lain. Hanya Alya yang selalu ada dihati dan pikirannya.
dan ia sangat bersyukur karna Hingga detik ini ia dan Alya masih bersama sama.
"Oppa..." panggil Alya
"Ya sayang, apa kau sakit? Yang mana katakan kepadaku" tanya nya cemas
Alya tersenyum "kau pasti sangat lelah, berbaring lah" tawar Alya. Ruangan VVIP memiliki kasur yang cukup besar dan bisa diisi dengan dua orang.
Suga tersenyum "Apa aku boleh disini?" Tanya nya
Alya mengangguk " kita hanya tidur bukan melakukan hal yang lainnya" ucap Alya
"jika melakukan lebih bagaimana?" Goda Suga
"Oppa.. kita belum menikah" bantah Alya
"Hahahah aku hanya bercanda sayang, kita tidak akan melakukan apa apa kecuali sudah menikah" ucapnya. ya itu adalah komitmen mereka berdua ketika menjadi sepasang kekasih.
Alya mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Apa benar ia dan suga akan menikah? Ini terasa sangat mimpi" Batin Alya menatap Suga yang akan segara tidur disampingnya.
"Aku akan selalu ada disamping mu, namun jika aku jauh dari mu tolong kabari aku agar aku tau keadaan mu. Cukup sekali kejadian ini jangan terulang lagi. Aku sangat mencintaimu" ungkap Suga. Alya mengangguk paham.
Note : Terimakasih sudah mampir dan membaca. Jangan lupa like dan vote nya💜