My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Perpisahan lagi



Mereka tengah makan dimeja makan mini yang biasa Alya gunakan sehari hari "ning nong ning nong" bunyi bel apartement Alya


"Aku akan membuka nya Oppa" ujar Alya kepada suga. Suga mengangguk dan berhenti makan sampai Alya kembali


"Rainn" ujar Alya terkejut menatap laki laki yang sangat ia kenal dihadapannya ini dengan membawa beberapa bingkisan


"Haii Al, aku sangat merindukanmu" ungkap Rain ingin memeluk Alya.


"Rainn apaan sih" tolak Alya


"Ahahhaha bercanda doang, aku ga disuruh masuk?"


"Oh iya silahkan masuk" jawab Alya


"Siapa Al?" Tanya Suga ketika melihat Alya dan seorang pria dibelakangnya


"Hmm ini Rain Oppa" kenal Alya kepada Suga


"Kenapa dia disini Al?" Kini giliran Rain terkejut melihat Suga


"Kemarin Oppa sakit, jadi aku merawatnya. Apa kau sudah makan?" Tanya Alya mengalihkan pembicaraan


Rain menggeleng "ayo bergabunglah bersama kami" tawar Alya memberikan kursi untuk Rain.


Sementara Suga hanya diam menatap Rain sangat tajam. Bisa bisa nya Rain hadir disaat Suga ingin bermanjaan dengan Alya.


Sebelum Rain duduk, suga lebih dahulu mengangkat Kursinya agar berada dekat dengan Alya "cihhh" gumam Rain tak suka melihat memandangan dihadapannya ini


"Makanlah" ucap Alya setelah mengambilkan nasi untuk Rain


"Aku ingin itu" ujar Suga menyodorkan mangkuk yang berisi nasi agar Alya memberinya Kimchi


"Jangan lupa aku juga Al, aku sangat lapar" Rain memotong Alya ingin memberikan Kimchi kepada Suga


Dan terus seperti itu, alya cukup bingung melayani dua orang pria yang saling berebut makanan dari Alya. Seketika selera makan Alya pun hilang akibat perdebatan diantar mereka


"Sudah selesai berdebat?" Tanya Alya memotong pembicaan mereka


Sontak Suga dan Rain langsung melihat Alya, mereka melihat Alya menahan marahnya hanya bisa tersenyum cengir.


"Makanlah dengan tenang. Setelah itu kalian boleh pergi" ujar Alya sambil menyendok nasinya


"Tapi aku mau memberi mu oleh oleh" sanggah Rain yang tak ingin pulang


"Aku juga belum sembuh" sambung Suga yang tak mau kalah


"Hufffh" nafas Alya semakin sesak dibuatnya.


"Kenapa kau harus muncul?" Kini Rain memulai percakapan kepada Suga. Mereka tengah duduk disofa sementara Alya sedang mencuci piring didapur.


"Apa masalah mu? Apa kau kekasihnya?"


Rain terdiam "sebentar lagi" gumam nya tak yakin


"Benarkah? Ayo kita buktikan" suga tak terima jika Alya akan menjadi kekasih pria menyebalkan yang ada dihadapannya ini


"Ini untuk mu Al, kamu pasti sangat menyukainya" ujar Rain memberikan kotak berisi perhiasan seperti kalung


kalung yang sangat indah dan elegan dan tentu saja harga nya selangit. Alya memudarkan senyum nya "tidak usah Rain, ini tidak pantas dengan ku" tolak Alya. Ia merasa tak pantas mendapatkan oleh oleh seperti itu yang harganya sangat mahal.


"Kenapa Al? Jangan seperti itu. Ini oleh oleh untuk mu. Jangan merendahkan dirimu seperti ini" ucap Rain yang tak terima atas kalimat Alya. Ini adalah kado mahal yang sudah beberapa kali Alya tolak dari Rain.


Alya menggeleng "tidak perlu, jika ingin memberiku kado atau semacamnya, kau bisa mengajak ku ketempat Amal atau semacamnya" ucap Alya sebagai penolakan halus dan tak ingin Rain terlalu kecewa atas penolakannya yang keberapa kalinya.


"Tapi ini oleh oleh dari jepang Al"gumam Rain kecewa mendengar bujukan Alya


Suga yang melihat itu tersenyum samar "kenapa kau masih sama seperti dulu Al? Selalu menolak jika di beri kado berupa barang mahal" batin Suga.


"Baiklah kita akan ke panti Asuhan" ajak Rain mengalah


"Benarkah? Kapan ???" Tanya Alya antusias


"Saat kamu libur Koas"


"Wahhh baiklah, terimakasih Rain" ucap Alya sangat bahagia mendengar itu


"Aduhhh kepalaku sakit" keluh Suga tiba tiba. Sebenarnya ia hanya pura pura karna ingin menarik perhatian Alya padanya


"Oppa.. apa yg sakit? Apa disini?" Ucap Alya cemas


Suga mengangguk "tapi udah ga sakit lagi" ujarnya tiba tiba ketika Alya akan mengambil alat periksanya.


"Apa kau membohongiku"


"Tidak sama sekali, tadi itu sangat sakit" jelasnya agar Alya mempercayainya.


Alya pun menghembuskan nafas nya kasar dan bersandar ke sofa.


"Al.. besok aku akan melakukan projek baru lagi ke mungkin ini akan sangat lama"ujar Suga


"Benarkah? Selamat Oppa" ucap Alya sangat bahagia namun juga ada rasa sedih dihatinya.


"Tapi aku akan meninggalkanmu. Kita baru saja bertemu" jawab Suga lesu


Alya tersenyum "tidak apa apa, aku akan disini menunggu mu Oppa"


"Benarkah? Kau tidak akan bercanda kan?" ujar Suga memastikan


"Insyaallah kalau kita berjodoh pasti kita akan bertemu lagi. Dan mulai sekarang Oppa harus lebih berhati hati dan juga jaga kesehatan. Jangan sakit lagi" nasehat Alya


Suga mengangguk dengan semangat " terimakasih Al terimakasih" jawab nya dengan semangat. Rain yang melihat itu semua pun hanya tersenyum kecut. Rasa nya sakit namun ia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Alya hanya mencintai Suga dan tidak mungkin ia merusak itu semua.


Ia sangat menyayangi dan mencintai Alya namun Demi kebahagiaan Alya, ia harus mengikhlas kan Alya dengan orang yang Alya cintai. Ia hanya bisa menjaga Alya selama Alya belum menikah.


Setelah berbincang bincang, kini Alya tengah sibuk didapur, ia akan memasak untuk para member yang akan dibawa suga pulang ke droom nya. Sebagai salam pertemuan lagi dan juga ucapan selamat untuk mereka.


"Kau sangat beruntung" ucap Rain kepada Suga


"Sangat ya aku sangat beruntung menemukan gadis sebaik dan setulus Alya" jawab Suga yang sedari tadi menatap Alya dari Sofa


Senyum kecut Rain pun terukir lagi "ketika suatu saat nanti kalian bertemu lagi maka aku harap kau menjaga nya dan tak meninggalkan nya lagi"


Mendengar itu suga hanya diam "aku bukan kalah dari mu namun aku sadar bahwa cinta nya bukan untuk ku. Seberapa kuat aku mendapatkan hatinya ia tak akan pernah luluh" jelas Rain lagi


"Terimasih sudah menemani nya, namun aku boleh meminta bantuan dari mu?" Ujar Suga menatap Rain


"Apa?"


"Bantu Aku untuk menjaga nya, aku sangat mencintai nya namun cita cita ku belum sepenuhnya terwujud. Tolong aku" mohon Suga


"Untuk itu kau tidak akan perlu khawatir, aku akan setia menjaga Alya sebelum ia menikah" jawab Rain kembali menatap Alya


"Terimakasih" ujar Suga dan di jawab dengan anggukan oleh Rain.


"Oppa.. jangan lupa jaga kesehatan" ujar Alya


"Terimakasih Al, kamu juga jaga kesehatan. Tunggu aku kembali" jawab Suga sambil memeluk Alya.


Suga sangat berat meninggalkan Alya, namun ia harus melakukan itu. Karna Ini adalah projek besar dan mungkin hanya beberapa kali kembali kekorea selama 4 tahun yang akan datang ini.


"Tunggu lah aku Tunggu" ujarnya lagi. Alya pun mengangguk dalam pelukan suga


"Rain.. tolong jaga dia untuk ku" ujar Suga kepada Rain. Rain mengangguk sebagai jawaban Iya.


"Byee oppa byee" lambaian tangan Alya melihat mobil yang meninggalkan parkir apartementnya.


"Rainn..apa dia akan kembali lagi hikss hikss?" Tanya Alya yang tak bisa menahan tangisnya lagi


Dengan berat hati Rain pun mengangguk dan merangkulnya "dia akan kembali, ia sangat mencintaimu" gumam nya menenangkan Alya.


Sebentar saja ia sangat bahagia karna Bisa melihat Orang yang ia cintai dan sekarang mereka harus terpisah lagi.


begitu juga dengan suga, ia tak bisa menahan air matanya ketika melihat lambaian tangan dari gadis yang sangat ia cintai ini. Projek kali ini lebih besar dan lama daripada 3 tahun lalu.


Entahlah ia tak yakin jika Alya menunggu nya lagi untuk kali ini.. namun dilubuk hatinya ia sangat berharap Alya akan menunggu nya lagi.


"Tunggu aku tunggu aku" gumamnya sambil menatap foto Alya diponselnya.


Note : terimakasih telah membaca💜