My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Salahpaham bumbu cinta



"Sayang..." Panggil Suga ketika melihat kekasihnya yang sudah menunggu nya di mobil


"Oppa" ujar Alya memeluk Suga. Ia hanya bisa menunggu Suga didalam mobil karna sangat banyak wartawan menunggu kedatangan kekasihnya. Ia tidak ingin berita antara diri nya dan suga di publish. Mereka sudah membicarakan masalah ini disaat lamaran waktu itu. Bahwa Suga dan Alya sepakat menutupi hubungannya dari media hingga alya benar benar siap untuk mempublish nya.


"Aku sangat merindukan mu" gumam Suga di jawab dengan anggukan Alya.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu sayang?" Tanya Alya memulai obrolan


"Alhamdulillah Projek kali ini berjalan lancar" jawab Suga dengan tersenyum


"Oppa.. kau.." Alya tak percaya atas penuturan kalimat islami dari sang kekasih.


Suga hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban iya dari kalimat Alya yang menggantung.


"Oppa Kau sudah makan?" Tanya Alya menyadarkan dirinya


"Belum, Apa kau lapar?" Tanya nya kembali


"Baiklah aku akan memasak untuk mu" ungkap Alya.


Mereka pun menuju Apartment Alya dengan diselengi obrolan obrolan hangat.


"Oppa.. ini makanannya sudah siap" Panggil Alya


"Wahh aku sangat merindukan masakan mu sayang" ujar Suga bersiap duduk di mini bar dapur Alya.


Alya hanya tersenyum menatap sang kekasih sedang menyantap makanan buatannya.


"Pelan pelan Oppa" ujar Alya mengelap bekas sisa makanan disudut bibir Suga.


"Sayang.. apa kau tidak makan?" Tanya Nya


Alya menggeleng "aku sudah makan Oppa" jawab Alya. Suga pun mengangguk paham dan kembali melanjutkan makanannya yang sempat terhenti.


Setelah makan,Alya memberikan Kemeja yang ia beli beberapa waktu lalu.


"Ini sangat bagus dengan mu Oppa" puji Alya ketika Suga mencoba nya.


Suga mendekat kearah Alya dan langsung mencium kening Alya dengan menyibak kan sedikit rambut Alya.


"Ini kenapa sayang?" Tanya Suga saat melihat ada bekas memar disana


Alya bergegas menutupi kening dengan rambutnya kembali "aku hanya terjatuh Oppa. Bukan apa apa" jawabnya Asal.


Suga menatap Lama alya karna Ia yakin Alya pasti berbohong kepadanya.


" Dua hari yang lalu Aku diserang oleh dua orang yang tidak ku kenal" Jujur Alya


Benar dugaan Suga pasti terjadi apa apa pada kekasihnya ini.


"Dimana?"


"Waktu itu diparkiran, Aku tak mengenalnya dan dia langsung mendorongku hingga kepala ku terkena benturan sanding kaca " sambung Alya


"Kenapa mereka seperti itu? Apa yang sudah kamu lakukan sayang?" Tanya Suga kembali


Alya menggeleng " Aku tidak mengenal nya Oppa, mereka tiba tiba menyerangku dan syukurlah Perawat Bo datang mereka pun pergi meninggalkan Aku" jawab Alya


Suga membawa Alya kepelukannya "sudahlah Jangan takut, Aku disini sekarang. Aku akan mencari tau siapa orang itu" ujar Suga sedikit emosi karna ia takut terjadi apa apa kepada Alya lagi.


Alya hanya mengangguk didalam pelukan Suga.


"Mari kita jalan jalan" ajak Suga menarik tangan Alya namun langsung menahan tangan Suga.


"Kenapa sayang?" Tanya nya


"Apa kau tidak lelah Oppa? Sini aku akan merawat mu" jawabnya langsung menyuruh suga berbaring di sofa dengan berbantalan bantal kecil Sofa.


Suga hanya mengikuti keinginan sang kekasihnya.


Alya mulai mengeluarkan alat alat yang akan diperlukan.


Mula mula ia akan memakaikan Suga masker, kemudian memijit mijit kepala dengan pelan. Alya sangat menyukai bagian ini, karna ia bisa merawat Suga seperti dulu.


"Sayang... kau ingat dulu kau sering merawatku seperti ini" ujar Suga mengingat Kenangannya sebelum mereka berpisah.


Alya tersenyum "apa kau suka sayang?" Tanya Alya


"Aku sangat menyukainyaaa. Sangattt" jawab Suga dengan semangat


"Kita harus mempersiapkan semua yang akan kita butuhkan untuk pernikahan kita" ujar Suga


"Ya aku sungguh tak sabar untuk hari itu" ungkap Alya


"Benarkah? Jika begitu mari menikah sekarang"


Mendengar itu Alya memukul pelan dada Suga "Oppa.. kau membuatku malu"


"Hahahhahaah Apa semudah itu membuat mu tersipu sekarang sayang?" Godanya kembali


"TingTing" bunyi Bel Apartement Alya


"Aku akan membuka nya" izin Alya dan diikuti anggukan Suga.


"Selamat Sore Dokter Alya" sapa seorang Pria dengan membawa buket bunga


"Dokter Do" gumam Alya kaget


"Siapa yang datang sayang?" Teriak Suga menghampiri mereka. Namun ia sangat terkejut melihat siapa yang datang.


"Bagaimana kau tau apartment ku?" tanya Alya


"Bolehkan Aku masuk?" Tanya nya


Alya dan Suga mempersilahkan Dokter Do untuk masuk.


" Siapa kau? Apa urusanmu mengunjungi Alya" Tanya Suga mengintrogasi Dokter Do. Dokter Do melirik Alya yang sedang membuatkan mereka coklat panas karna udara diluar cukup dingin.


" Seharusnya saya yang bertanya kepada anda, Kenapa Anda berada disini?" Tanya Dokter Do sangat heran melihat Suga berada di Apartment Alya.


"Saya... saya kekasihnya Alya" jawab nya


Mendengar itu Dokter Do sangat terkejut atas pengakuan dari Pria yang sangat terkenal yang saat ini dihadapannya.


Dokter Do tak menyangka bahwa Alya sudah mempunyai kekasih "Apa itu benar dokter Alya?" Tanya Nya memastikan


Alya mengangguk "Maafkan saya Dokter Do, jika kedatangan Anda diluar pekerjaan Saya keberatan, karna saya sudah mempunyai kekasih, dan maafkan saya karna tidak memberitahu mu. Saya harap ini tidak akan terjadi lagi. Maafkan saya jika membuatmu tak nyaman" ungkap Alya. Alya tak ingin kesalahpahaman Antara Ia dan Suga terjadi.


Dokter Do mengangguk mengerti "Maafkan saya Dokter Alya, saya fikir hubungan kita bisa seperti dahulu, namun saya salah. Maafkan saya membuat anda tidak nyaman. Baiklah saya pamit" jawabnya.


"Saya harap Anda mengerti dan tidak mengunjungi kekasih saya Lagi" ujar Suga.


Setelah Dokter Do pergi, Suga menatap Alya dengan tajam.


"Siapa dia? Kenapa dia membawa ini untuk mu?" Tanya Suga


Alya hanya meneguk Saliva nya " Dia hanya rekan kerja Oppa. Alya juga heran kenapa ia bisa kemari" jawab Alya jujur


"Apa masih banyak lagi laki laki lain yang mendekati mu?"


Alya membelalakkan matanya mendengar Penuturan Dari Suga terkesan sinis " apa maksudmu? Apa kau kira aku wanita murahan ha?" ujar Alya tak mampu menahan Air matanya. Sangat menyakitkan jika mendengar kata kata itu dari orang yang ia sayang.


"Lalu kenapa dia bisa memberimu ini? Apa maksudnya ingin memperbaiki hubungan kalian?" Tanya nya cemburu


Alya hanya diam menunduk "Jawab Al jawab"


"Hubungan ku dengannya hanya sebatas rekan kerja, jika kau tak percaya Tanya saya kepada Profesor Lee. Dan ingat aku tak pernah menerima ataupun mendekati Laki laki lain hikss hikss" ungkap Alya dengan suara parau.


Melihat itu Suga sadar dari emosi nya "Sayang.. maafkan aku maafkan aku" mohonnya


"Aku bukan wanita murahan aku bukan begituuu. Aku tak pernah mempermainkan hubungan kita hikss hikks aku sangat mencintai mu namun kau sepertinya tak percaya" jelas Alya


"Maafkan aku karna telah membentak mu, Maafkan aku membuat mu takut dan menangis. Aku sangat cemburu melihat pria memberi mu bunga dihadapanku. Aku Aku maafkan aku " ujar Suga menjelaskan maksudnya


Alya hanya menangis tak menjawab ucapan Suga. Ia hanya menunduk dengan tangis membasahi pipi nya.


"Aku sudah memberitahunya bahwa aku dan dia tidak ada hubungan apa pun"


"Sayang.. aku percaya kepadamu. Maafkan aku maaf" ungkap Suga lagi dan diikuti anggukan oleh Alya.


"Boleh kah aku jujur bahwa aku sangat keberatan melihat mu bekerja namun aku juga sadar bahwa aku tidak boleh egosi dan meminta mu berhenti bekerja. Namun pinta ku hanya satu jagalah hati mu dan tolong beritahu aku apapun yang terjadi dan tak membuat kita tidak salahpaham lagi"


Alya mengangguk "Maafkan aku Oppa membuat mu cemburu" jawab Alya.


"Baiklah, Ayo kita ke Studio" ajaknya dan Alya pun mengangguk.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanyalah hayalan Author maaf jika ada kesalahan💜💜