
Setelah semua nya selesai, Alya menuju kamar Suga untuk membangun kannya.
"Oppa.. Bangun ya mari sarapan" Ujar Alya dengan pelan.
Sontak Alya terkejut karna Suga dengan cepat menariknya ke pelukannya.
"Oppa.." Teriak Alya berusaha melepaskan dirinya
"Hahahaha Maaf kan aku sayang" tawa Suga ketika melihat wajah Alya seketika Cemberut kesal
"Kenapa ini?" Memegang tangan Suga
"Hmm hmm ini.. aku memukul kaca"
"Kenapaa? Ada apa?" Tanya Alya meminta penjelasan
"Hmm Sayang, Apa kau tau pelaku yang mencelakai mu? Itu Lee Yo Ra, aku sangat marah kepadanya dan tanpa aku sadari aku memukul kaca yang ada disampingnya" jelas Suga
Alya mengangguk, ia sudah menduga jika Lee yo ra lah pelakunya.
kemudian ia mengambil kotak P3k untuk mengganti perban ditangan Suga.
"Kenapa kau meninggalkan aku, ini masih sangat pagi. Kau harus istirahat sayang" celoteh Suga
"Oppa.. aku sudah membaik. Tidak baik jika berdiam diri dikamar terus. Cuci muka dan gosok lah gigi mu Setelah itu mari kita sarapan" perintah Alya
Suga mendekap Alya kepelukannya "Apa kita menikah saja ya, aku tidak ingin kau jauh jauh lagi dariku sayang" ungkap Suga
Mendengar itu Alya terkejut dan juga sangat malu " Oppa.. apa ini terlalu cepat?"
"Apa kau tidak ingin menikah denganku? Aku sudah hampir gila melihat mu terluka. Aku ingin kau selalu disampingku"
"Oppa.. Menikah itu butuh persiapan yang sangat banyak dan matang. Aku juga mempunyai pekerjaan, sebaiknya kita mencari jadwal yang tepat untuk mengurus pernikahan kita" ujar Alya memberikan solusi. Suga pun mengangguk sebagai tanda setuju. Memang benar apa yang diucapkan Alya, Ia sangat sibuk di pekerjaannya dan begitu juga dengan Alya.
Mereka akan mencari waktu untuk Mengurus semua nya.
***
"Jaga lah dirimu baik baik sayang, aku pergi dulu" ujar Suga berpamitan dengan Alya.
"baiklah Oppa jangan lupa untuk makan dan beristirahat " ucap Alya mengambil tangan Suga untuk di salim.
"Aku akan merindukan mu" ungkap suga.
Mobil Suga pun berjalan menjauhi Alya, setelah mobil itu telah hilang dipandangannya, Alya pun memasuki tempat bekerja nya dan akan menjalankan tugasnya yang sangat sibuk.
"Dokter.." panggil Perawat Bo Ra menghampiri Alya
"Ada apa perawat Bo?"
"Ini laporan pasien dan juga jadwal dokter untuk melakukan operasi hari ini" Ujar nya memberikan berkas itu.
"Terimakasih perawat Bo" ungkap Alya.
Setelah perawat Bo berpamitan, Alya meneruskan langkahnya menuju ruangannya. Ia mulai memeriksa pasien didampingi oleh perawat Bo.
**
"Profesor Lee" ujar Alya hormat
" Apa libur mu menyenangkan?" Tanya Nya
Alya mengangguk "Terimakasih prof" ungkap Alya
Profesor Lee tersenyum " Apa kau sudah makan?" Tanya nya lagi
Mereka pun memesan makanan " Terimakasih sudah menjadi bagian rumah sakit ini. Ini adalah tahun ke 8 mu bekerja bersama ku dan rumah sakit ini" ungkapnya. Alya tersenyum ya hari ini tepat 8 tahun Alya bekerja mengabdi disini. Profesor Lee memberikan 3 buah amplop bewarna putih kepada Alya.
"Apa ini Profesor?" Tanya Alya penasaran
"Kau boleh membuka nya" jawabnya
Dengan cepat Alya membuka amplop itu. Ada tiga Amplop yang dibaca nya dan semua amplop itu berisi tawaran untuk nya.
Wajah Profesor Lee cukup khawatir memikirkan keputusan Yang akan Alya ambil setelah mengetahui surat penawaran yang sangat bagus untuk karir Alya.
Salah satu nya tawaran dari negara Alya "Profesor Lee, Apa tawaran ini tidak berlebihan" ungkap Alya
Profesor Lee menggeleng " Apa kau tidak sepercaya itu Al dengan kemampuan mu?"
Alya menggeleng "bahkan ini terlalu berlebihan Profesor " ujar Alya
" bagaimana menurut mu ? Apa kau akan mengambil tawaran yang sangat bagus itu" tanya Profesor Lee penasaran
Dengan Yakin Alya menggeleng " kau tidak perlu menjawab sekarang. Ini kesempatan bagus untuk mu" ucap Profesor Lee setelah mendapat gelengan dari Alya
Alya tersenyum " Profesor,, bagi ku pekerjaan dan orang orang disekeliling ku sudah lebih dari cukup. Aku sangat bahagia bekerja disini dan menjadi murid juga rekan kerja mu" ungkap Alya
"Apa kau akan menyia nyia kan kesempatan ini dengan mudah nya?"
Alya menggeleng "Alya tak menyia nyia kan nya, Namun Aku sudah memikirkan nya dan disini lah tempat bekerja dan tinggal ku Profesor. Apa kau bosan melihat ku menjadi rekan kerja mu?" Kini giliran Alya menyampaikan isi hati nya
Dengan cepat Profesor Lee menggeleng " Apa kau terlalu lugu, Bahkan aku sangat takut memberikannya kepada mu, aku takut kau menerima salah satu tawaran mereka. Apalagi mereka menempatkan mu dengan jabatan yang sangat bagus di usia mu yang masih muda"
"Apa kau takut kehilangan murid dan rekan kerja secantik Alya Prof" Goda Alya
"Percaya diri mu tak pernah berkurang, Namun jika itu keputusan mu aku sangat berterimkasih kepadamu" ungkap Profesor Lee
"Besok, ikutlah dengan ku ke ruangan pak direktur" Ujar Profesor Lee
Alya mengangguk sebagai jawaban iya. Dan segera menghabiskan makanan yang telah mereka pesan.
-
"Silahkan duduk Profesor Lee dan Dokter Alya" ujar Direktur Utama mempersilahkan mereka duduk.
"Sepertinya Anda sudah tau maksud dan tujuan saya memanggil anda" ungkap Direktur Kim
Alya mengangguk sebagai jawaban iya "terimakasih sudah menjadi bagian rumah sakit ini selama hampir 8 tahun Dokter Alya. Saya sangat berterimakasih atas kinerja yang sangat memuaskan untuk rumah sakit ini. Seperti nya kita sangat jarang bertemu seperti ini karna anda sangat sibuk Dokter" sambung nya lagi dengan nada bercanda
Alya tersenyum " Maaf kan saya Direktur, jika membuat anda berfikir seperti itu" jawab Alya
"Baiklah, Kita langsung kepada inti nya saja. Beberapa hari yang lalu ada tiga pihak Rumah sakit berkunjung menemui saya untuk memberikan penawaran yang sangat bagus untuk Anda. Apakah surat nya sudah anda terima Dokter?" Tanya Pak direktur
Alya mengangguk "Saya sudah menerima nya dan sudah mengambil keputusan Pak, keputusan saya tetap bekerja disini menjadi Staff Profesor Lee" jawab Alya
Direktur Kim pun tersenyum " Apa kah anda sudah yakin dengan keputusan Anda dokter? Ini kesempatan yang sangat bagus untuk karir Anda. Bahkan salah satu pihak rumah sakit itu berasal dari negara anda" ujar nya
Alya mengangguk "Saya sudah tau pak, dan saya juga sudah memikirkannya. Cita cita saya sudah terwujud dari 8 tahun yang lalu pak. Jadi untuk saat ini saya belum tertarik dengan penawaran itu" jawab Alya
"Terimakasih sudah bertahan dan saya sangat senang mendengarnya karna kami tidak kehilangan dokter yang sangat hebat seperti anda dokter"
"Terimakasih atas pujian Anda pak"
Setelah berbincang bincang cukup Lama, mereka pun akhirnya berpamitan keluar ruangan untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Cerita ini hanyalah hayalan Author, Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan cerita ini 💜