My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Wakil direktur Muda



"Lea..." panggil Alya menghampiri Gadis itu


"Dokter cantik.." balasnya


"Aku sangat merindukan mu" ungkap gadis itu memeluk Alya


"Dokter juga sangat merindukan mu. Bagaimana kabar mu sayang?" Tanya Alya


"Aku baik baik saja. Disini sangat menyenangkan. Semua orang baik kepada ku. Terimkasih dokter kau sudah mengurus semua nya untuk ku" jawabnya. alya memeluk kembali gadis kecil itu.


"Dokter, Minggu depan disekolah ku mengadakan pentas seni. Mau kah kau menghadirinya sebagai wali ku? Karna Ibu Rim (pengurus yayasan) tidak bisa hadir" tawarnya dengan penuh harapan


Alya pun mengangguk "Baiklah aku akan menghadirinya" jawab Alya


"Terimakasih dokter cantik. Ini undangannya" memberikan sebuah kartu undangan


Alya mengambil kartu itu "hmm aku membawakan mu sesuatu" ujar Alya memberikan beberapa paperbacks untuk keperluan Lea disini.


"Terimakasih dokter cantik hikss hikss" ungkapnya memeluk Alya sambil menangis


"Ketika ibu ku meninggal, Aku kira akan sendirian dan tinggal disini tanpa kunjungan. Namun aku salah karna kau mengunjungiku. Aku sangat bahagia hikss hikss" ucapnya dipekukan Alya


Alya pun meneteskan air matanya "Kau tidak perlu merasa sendiri. Aku sudah berjanji kepadamu akan mengunjungimu. Aku sangat menyayangimu" ujar Alya


"Aku lebih menyayangimu dokter" ungkapnya.


Setelah beberapa lama, kini waktunya Alya pamit. Alya akan kembali kerumah sakit. Ia kemari mengunjungi Lea dan makan siang bersama.


Ia mengendarai mobilnya menjauhi yayasan. Sudah sebulan Alya tidak bertemu dengan kekasihnya. Nampaknya kekasihnya itu sangat sibuk akhir akhir ini.


Besok adalah hari ulang tahun nya yang ke 29 tahun. Sama seperti tahun tahun sebelum nya tak ada yang istimewa.


**


"dokter Alya" sapa Dokter park bersama perawat Bo memasuki Ruangan Alya.


Alya terkejut melihat dokter Park (dokter residen) nya Dulu ada dihadapan nya " Wah dokter Park.. lama tidak bertemu" ujar Alya


"Dokter Alya" kini Profesor Lee datang keruangan Alya


"Ya Profesor, silahkan duduk prof" jawab Alya


Mempersilahkan mereka duduk.


"Perkenalkan Dokter Park Akan bergabung bersama kita sebagai staff anda" ujar Profesor Lee


"Benar kah Profesor? Kenapa tidak menjadi staff anda saja?" Tanya Alya bingung.


Profesor Lee tersenyum " dia akan menjadi staff mu, dan kau sudah tau jika kau sudah menerima jabatan menjadi wakil ku bukan sebagai staff ku. Aku dan direktur kim sudah membicarakan ini. Mengingat Pekerjaan mu sangat sibuk, direktur Kim merekrut dokter Park sebagai staff mu. Dokter park akan membantu mu" jelas Profesor Lee. Karna pertemuan mereka bertiga kemarin juga membicarakan pengangkatan jabatan Alya sebagai wakil Direktur muda (wakil Profesor Lee)


Alya pun mengangguk paham "Terimakasih atas pengertian Anda Profesor " ujar Alya berterimaksih


"Baiklah kita sekarang ini adalah Tim" ungkap Alya kepada dokter park dan juga perawat Bo Ra


"Terimakasih Dokter sudah menerimaku, mohon bimbing aku Dok" ungkap Dokter park.


Alya mengangguk sebagai Jawaban Iya.


"Semangat" ungkap Alya kepada kedua teman Tim nya itu.


**


Waktu kerja Alya sudah berakhir, Ia akan segera bersiap pulang.


"Dokter.." Ujar perawat Bo mengetuk Ruangan


"Masuk lah" jawab Alya berhenti melakukan aktifitasnya sejenak


"Ada apa perawat Bo?" Tanya Alya melihat Perawat Bo yang tergesa gesa


"Hmm gawat Dok, Dokter Do dari pusat emergency meminta saya untuk memanggil Anda" jelasnya panik


"Telah terjadi kecelakaan Bus Dok, Di emergency kekurangan dokter" jelasnya. Seketika Alya pun langsung berlari ke gedung emergency.


"Ayo kita kesana, segera panggil Dokter Park" perintah Alya dan di ikuti anggukan oleh Perawat Bo.


Sudah dua tahun ini Alya tidak berkunjung ke pusat Emergency karna Pekerjaan Alya sangat banyak di pusat Bedah. Dalam sehari Ada 3 sampai 5 operasi besar yang ia lakukan sendiri maupun bersama Profesor Lee. belum dengan mengecek pasien yang sudah operasi.


Terlebih lagi hubungan Alya dan juga dokter Do dua tahun ini kurang baik karna Mantan dokter Do tidak terima jika Dokter Do menyukai Alya dan menyerang Alya.


Sampainya di pusat emergency Alya cukup gugup dan juga kaget karna pasien sangat banyak bahkan beberapa akan menjalani operasi kecil.


"Dokter Alya" Sapa Dokter Do dengan hormat


"Maaf saya datang terlambat. Mari kita mulai" ujar Alya kepada Dokter Do. Dokter Do mengangguk setuju. Dokter Do adalah pimpinan di pusat emergency.


Mereka pun mulai melakukan pemeriksa an kepada para korban kecelakaan. Sekitar 18 orang menderita luka luka luar dan 2 orang akan dioperasi karna benturan di bagian organ dalam dan beberapa organ tidak merespon dan bekerja sebagaimana mestinya.


Alya dan juga dokter Do akan melakukan operasi, sedangkan staff Dokter Do akan menangani pasien yang lainnya.


Operasi ini memerlukan waktu 8 jam untuk ke dua pasien.


**


Operasi berjalan dengan Lancar, kini Alya dan juga dokter Do beristirahat di kursi yang sudah disediakan.


"Maaf kan saya dokter Alya atas sikap ke kanak kanakan mantan kekasih saya" ujar Dokter Do memulai pembicaraan


Alya hanya tersenyum " itu sudah berlalu dok" jawab Alya se adanya


"Seperti nya Anda masih sangat marah kepada saya "


"Saya sudah memaafkan Anda, dan itu bukan kesalahan Anda" jawab Alya sangat kesal mengingat perlakuan Mantan kekasih dokter Do


"Terimakasih sudah membantu saya. Dan sudah lama kita tidak berjumpa. Mau berbaikan?" Tawar nya


Alya pun mengangguk karna Dokter Do meminta maaf dengan Tulus.


"Dan selamat atas naik nya jabatan anda" ungkap dokter Do


Alya pun tersenyum "Terimakasih dokter" jawabnya menerima jabatan tangan itu.


Ya kemarin di adakan rapat pengangkatan Alya menjadi wakil direktur Muda. Semua dokter pun berkumpul di ruang rapat utama. Alya sebenarnya sedikit keberatan atas penyambutan atau penghargaan untuk nya. Ia merasa tidak enak hati dan segan karna banyak senior yang hadir disini.


"Apa anda ingin makan dokter?" Tanya Dokter Do kepada Alya


Alya melirik jam ditangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Ia akhirnya lembur lagi membantu pasien.


"Sepertinya saya akan istirahat di ruangan saya" tolak Alya dengan halus


Dokter Do pun mengangguk mengerti jika Alya tidak bersedia makan bersamanya.


Alya mengecek ponsel nya berharap ada notice yang masuk dari Rania, Lisa atau bahkan Kekasihnya. Namun tidak ada notice yang masuk.


Ia pun mencari dokter Park dan juga Perawat Bo namun mereka tidak terlihat lagi.


"mungkin mereka sudah kembali ke pusat bedah" gumam Alya.


Gedung Pusat Emergency dan pusat bedah terpisah. Alya dengan langkah gontai menuju Ruangannya.


Setelah beberapa menit kini Alya sudah sampai di pintu masuk ruangannya. ia membuka Pintu nya perlahan "kenapa lampu nya mati" gumam Alya


Namun selang beberapa detik lampu menyala dan Semua nya sudah berkumpul di ruangan Alya. Mulai dari Suga, Lisa, Profesor Lee bahkan Rania, Mas Bima beserta bintang hadir diruangan Alya.


"Selamat ulang tahun" ucap mereka bersama.


Walaupun tidak ada kue.


Alya hanya berdiri seperti patung. Ia tak percaya jika orang yang ia sayangi berkumpul dan ada dihadapannya saat ini.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanyalah hayalan Author. Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan💜💜