
Berita tentang Alya sudah tersebar luas dan negara asalnya pun sudah mengetahui tentang Alya. Beberapa media mencoba menghubunginya karna di negara asal Alya sangat penasaran dengan sosok gadis yang mampu membuat orang orang penasaran dibuatnya.
"Alya.. ini liat berita diindonesia" ujar Lisa memberikan ponsel miliknya
Alya membaca artikel mengenai dirinya "aduhh ini sangat menyusahkan" ujarnya sambil menutup muka nya dengan bantal
Jujur Alya tidak tertarik dengan ini semua namun ia melakukan itu karna permintaan dari Lisa. ia tak menyangka akan seperti ini, melihat dirinya dibeberapa artikel berita membuat ia sedikit risih dan jati dirinya akan semakin dikenal banyak orang.
Namun apa boleh buat karna nasi sudah menjadi bubur tidak bisa diulang lagi. Ia pun bangkit dari kasur nya dan berjalan ke kamar mandi.
"Gimana Al? Kamu ga keberatan kan?" Tanya Lisa memastikan
"Hmm ya mau gimana lagi eonni, sudah terjadi" jawabnya dari kamar mandi
"Hmm baiklah, aku akan berangkat kerja dan itu sarapan mu" ujar Lisa sambil mengambil tasnya. Ia menginap semalam karna Alya memintanya.
"Aduhh gara gara wawancara itu semua nya jadi tau dan mengenal ku" gumam Alya
Hari ini ia tidak ke kampus karna hari ini hari minggu waktunya ia bersantai.
Ia berencana akan ke toko buku untuk membeli beberapa buku pelajaran dan juga novel.
Selesai mandi, Alya memakai baju kaos bewarna hitam dipadukan dengan celana jins warna senada. Ia menambahkan hoodie dan topi dan tak lupa pula memakai boot favoritnya.
**
"buku ini sepertinya bagus" gumamnya sambil memelih beberapa buku lainnya. Alya membayar buku itu dan segera menuju supermarket untuk membeli minum.
"Cuacanya sangat cerah" gumam seseorang menghampirinya
Alya terkejut dan segera mencari sumber suara "T..uan" ujarnya gugup
Pria itu melirik kesana kemari memastikan tidak ada yang mengenalnya "kenapa kau bisa ada disini" jawab nya. Ya itu Suga, ia sedang membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan dan juga bahan makanan.
"Hmm saya baru saja selesai membeli buku" jawab Alya dengan lancar
Suga pun tersenyum mendengar jawaban Alya yang tak seperti biasanya.
"Oppaa...Oppaa..." teriakan para gadis disebrang sana. Mereka mengetahui jika suga ada disana. Dengan cepat Suga mengambil tangan Alya dan segera masuk kedalam mobil. Syukurlah tidak ada yang sempat memotret mereka.
Suga segera mengemudikan mobilnya, bukan merasa tidak sopan namun Suga takut jika Mereka akan menyakiti Alya apabila ia tak segera pergi dari sana.
"Tuan apa anda baik baik saja" tanya Alya memastikan keadaan suga.
Suga mengangguk dengan pelan, lagi lagi bahu nya terasa nyeri ia pun memegang bahunya menggunakan tangan kirinya.
Alya yang melihat itu pun prihatin "hmm apa bahu mu sakit?" Tanya Alya memastikan
Suga pun mengangguk "apa itu sangat nyeri?" Tanya Alya lagi. Lagi lagi Suga pun mengangguk.
"Bagaimana cara menghentikan rasa nyerinya?"
"Biasanya aku memijitnya sebentar, itu akan mengurangi rasa sakit nya" jawab nya
"Tuan berhenti disana sebentar" Perintah Alya dan diikuti oleh Suga
"Kenapa?" Tanya Suga bingung
"Hmm jika nyeri berhenti saja, jangan dipaksakan" jawab Alya
Suga hanya diam mengikuti ucapan Alya. Alya pun mengambil ponselnya yang berbunyi. Telfon dari Rania.
"Hallo dek assalamualaikum" ujar Rania disebrang sana
"Waalaikumsalam kak. Kak nanti ya Al telfon balik. Soalnya lagi diluar. Byee kak" jawab Alya. Telfon pun terputus karna alya tidak enak hati kepada suga.
"Siapa itu" tanya Suga
"Hmm itu kakak saya"
Mendengar itu, Suga kembali menjalankan mobil nya karna ia rasa bahunya sudah tidak nyeri lagi.
"Kita akan kemana?" Tanya Alya
"Ke droom" jawab suga. Alya pun diam tak ingin banyak bertanya karna suga paling tidak suka menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
*
"Ayo masuk" ajak suga sambil menenteng belanja nya.
Alya pun mengikuti suga "hmm kenapa?" Tanya Suga ketika melihat Alya sedang mencari keberadaan seseorang
"Hmm tidak ada apa apa" jawab Alya langsung menunduk
"Mereka masih tidur" ujar Suga seakan mengerti apa yang dicari Alya. Alya mengangguk paham.
"Hmm membantu Tuan. Saya cukup pandai memasak" jawab nya sambil meletakkan tas dan juga membuka hoodie nya.
Suga yang melihat itu pun memalingkan muka nya "Saya masih menggunakan baju Tuan" ucap Alya melihat suga memunggunginya.
Suga hanya diam tak menanggapi Ucapan Alya. Ia segera membuka kantong belanja nya dan segera menyusun kedalam kulkas dan juga untuk dimasaknya.
"Sini Alya bantu mencuci nya" tawar Alya
Suga pun memberikan ayam itu dan Alya segera mencucinya.
"Apa kau sudah terbiasa memasak?" Tanya Suga disela sela melihat Alya yang sangat mahir dalam urusan dapur. Ia sedari tadi memperhatikan Alya karna Alya sangat sigap dan tidak membiarkannya membantu.
"Hmm tidak juga. Alya sudah terbiasa dengan ini semua. Jadi Alya tidak merasa kesulitan lagi" jawab nya dengan polos. Mendengar jawaban itu mampu membuat Suga tersenyum.
Alya menggoreng Ayam dengan tepung yang sudah ia racik sendiri. Alya sangat pandai dalam meracik masakan.
Bau yang ditimbulkan sangatlah harum membuat Suga menjadi Lapar.
Suga terus memandangi Ayam yang sedang digoreng itu.
"Apa Tuan sudah Lapar?" Tanya Alya.
"Tidak " jawab nya memalingkan muka.
Mendengar itu, Alya pun tersenyum melihat tingkah lucu Suga.
"Hyung masak apa?" Tanya Jungkook tiba tiba
"Ah kau ini mengagetkan ku" jawab Suga
"Noona?" Ujar Jungkook kaget melihat Alya sedang memasak. Alya yang sedang memegang spatula pun tersenyum dan mengangguk.
"Wahh bau nya sangat enak" ucap Jungkook mendekati Alya.
Percayalah Alya saat ini sedang tidak baik baik saja.. Author sangat iri diposisi Alya.
back to the topic
Mendengar itu Alya hanya tersenyum menanggapi pujian dari Jungkook.
Setelah beberapa lama akhirnya makanan pun siap disajikan. Semuanya sudah tersusun rapi dimeja dan siap disantap.
"Alya.." panggil RM berjalan kearah Alya
Alya pun tersenyum "Oppa.." jawab Alya sambil menyalim RM.
"Lama tidak bertemu. Apa kau baik baik saja"
"Ya Oppa, Alya sangat baik. Bagaimana dengan mu? apa projek itu berjalan lancar?" Tanya Alya dengan semangat.
"Kenapa kau tidak bertanya dengan ku tentang itu?" Gumam suga yang mendengar percakapan Mereka.
"Sangat lancar dan Minggu depan kami akan mengadakan konser diseoul" ujar nya
"Wahh Oppa sangat hebat. Baiklah Alya akan datang ke konser itu" jawab nya
"Terimakasih"
Mereka pun makan bersama tak lupa pula Jhope membangunkan jimin V dan juga Jin.
"Wahh ini enak sekali" puji Jimin sambil melirik Alya
"Terimakasih Oppa"
"Ooo iya beberapa hari yang lalu kami menonton mu ditelevisi. Kau sangat hebat" kini jungkook bersuara
Alya pun tersenyum sebagai jawaban iya, karna ia sangat malu jika ditanya soal itu.
Setelah berbincang bincang disela mereka makan, kini waktunya mereka pun beristirahat.
"Tidak perlu Oppa, Biar Alya yang mengerjakannya" ujar Alya kepada V yang ingin mencuci piring kotor
"Tidak apa apa, seperti biasa saya yang mencucinya"
"Ah biar Alya saja, jika di keluarga Alya laki laki tidak boleh mencuci piring. Jadi selagi masih ada perempuan, perempuan itu yang akan membersihkannya" jelas Alya
V pun mengangguk paham dan menemani Alya mencuci piring itu. Sesekali ia tertawa mendengar cerita lucu dari Alya.
Alya sudah banyak kemajuan, dari yang sangat tertutup hingga kini ia bisa berbaur dengan semua orang bahkan ia sekarang menjadi orang yang menyenangkan.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini, jangan lupa like coment dan votenya 💜💜