My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
RAIN ADI WIJAYA



Suga terus memperhatikan Alya dan juga V, sesekali ia ikut tersenyum karna melihat Alya dan V tertawa bersama.


Setelah Selesai mencuci piring dan membersihkan dapur, kini Alya melirik jam yang Bertengger didinding.


"Sudah masuk waktunya zuhur"gumamnya dan segera mengambil tas yang ada disofa.


Sebelum itu ia terlebih dahulu meminta izin untuk menggunakan toilet dan juga ruangan untuk sholat kepada V.


Ia mengambil wudhu dan segera melaksanakan sholat dengan khusyuk tanpa ia sadari Suga terus memeperhatikannya disofa ruangan itu.


Sangat adem rasanya melihat Alya melakukan gerakan yang menurutnya sangat asing dihadapannya.


Alya telah selesai sholat, ia tak lupa berdoa meminta sesuatu kepada tuhannya.


Setelah semuanya benar benar selesai, Alya pun segera mengemas perlengkapan sholatnya "apa yang sedang kamu lakukan? Apa itu cara mu berkomunikasi dengan tuhan mu?" Kini suga bersuara, ia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan gadis dihadapannya. Pengetahuan nya tentang umat muslim sangat awam bahkan ia tak tau nama gerakan yang dilakukan Alya tadi.


Alya pun tersenyum "itu adalah gerakan sholat Tuan. Sholat itu hukum nya wajib untuk umat islam" jawab nya sambil melipat mukena dan sajadah.


Suga mengangguk "maaf kan aku, pengetahuan ku sangat awam tentang ini" ujar suga sedikit tak enak hati.


"Alya paham Tuan" jawab Alya sambil tersenyum.


Suga pun tersenyum "itu Apa?" Tanya nya lagi ketika melihat sebuah benda kecil


"Oh ini Alqur'an yang ada tafsirannya Tuan" jawab Alya menganggat Alquran yang dimaksud


Suga mendekati Alya "apa boleh aku melihatnya?" Tanya Suga


Lagi lagi Alya mengangguk dan dengan segera memberikan Alquran kecil itu.


Mereka banyak bercerita dan sampai akhirnya suga harus bersiap untuk menghadiri acara yang akan diadakan nanti malam.


Alya pun segera Berkemas dan segera pulang. Terlebih dahulu ia berpamitan kepada para member termasuk RM.


RM ingin sekali mengantarkan Alya namun Ia tidak bisa melakukan itu karna banyak dispacth yang akan memantau mereka.


Kini Alya sudah berada dikamar kost nya. Ia sangat bosan namun ia tidak punya pilihan lain selain berbaring diranjangnya.


Ia mengambil ponselnya dan membaca berita tentang dirinya. Sangat banyak berita yang muncul dihalaman web yang ia lihat tentang dirinya.


Ia tampak sedikit tidak nyaman membaca artikel itu namun harus bagaimana lagi.


Ia menatap jam yang ada didinding, menunjukkan pukul 9 malam. Cuaca cukup dingin karna sebentar lagi memasuki musim salju.


Alya membuka siaran tv dan mencari acara yang akan didatangi oleh BTS.


Sampai saat ini Alya tidak menyangka jika ia bisa bertemu dengan mereka semua bahkan namanya di ingat oleh setiap member. Namun Alya tidak lah suka memamerkan apa yang ada didirinya ataupun apapun hal baru. Apa lagi Alya tidak terlalu tertarik dengan media sosial.


sebelum itu Lisa telah mengabarinya karna ia akan pulang ke kost nya dan ada pekerjaan yang cukup banyak.


**


"Tidak apa apa, apa kau baik baik saja?" Tanya pria itu memastikan


"Ya aku baik baik saja" jawab Alya


Setelah mengumpulkan semua buku nya Alya pun segera meninggalkan pria itu tiba tiba pria itu menahan lengan Alya "sepertinya kita pernah bertemu" ujar pria itu


"Maaf kan saya mungkin Anda salah orang" jawab Alya dengan cepat dan segera pergi dari tempat itu meninggalkan Pria asing.


Pria itupun terus memandangi punggung Alya yang semakin jauh dan semakin hilang. Ia tersenyum "yahh kau itu yahh aku ingat, wanita yang ada disupermarket waktu itu" gumam nya sambil terus memandangi arah Alya menjauh tadi. Ya Dia adalah Rain, pria yang sangat tampan dan kaya raya, ia memilih melanjutkan pendidikannya disini dan meninggalkan negara asalnya. Rain Adi wijaya seorang pewaris tunggal perusahaan yang sangat terkenal dinegara nya. Wajah nan tampan dengan Alis tebal, hidung mancung, kulit yang putih dan juga bibir tipis. Semua wanita mengidolakannya namun berbeda dengan Alya. Bahkan Alya tidak melirik Rain sekali pun.


Setelah mata kuliah berakhir, Alya segera meninggalkan kampus nya dan mencari toko makanan. Perutnya terasa sangat lapar dan waktunya untuk diisi.


Ia melahap makanan yang sudah dipesannya cukup banyak dari biasanya ia pesan, tiba tiba Alya melihat nenek nenek yang sedang mencari botol bekas, pakaian nya sangat lusuh dan kotor, Alya melirik jam yang melingkar ditangan nya "waktunya makan siang, kasihan sekali" gumam nya


tak enak hati, ia pun segera menghampiri nenek nenek itu "maaf nek, apa nenek lapar?" Tanya Alya


Nenek itu pun menghentikan aktivitasnya dan segera mencari sumber suara, wajahnya yang sudah keriput itu pun terus memandangi Alya "nek.. apa nenek lapar?" Ulang Alya


Nenek itu pun menunduk sambil mengangguk. Ia sangat lapar namun ia harus mencari botol bekas untuk membeli makanan.


Alya pun tersenyum "ayo nek, ikut saya" ajak Alya memegang tangan Nenek


"Jangan dipegang, ini kotor" ujar nenek itu saat Alya memegang tangannya.


Lagi lagi Alya tersenyum "tidak apa apa nek, ayo ikut saya"


nenek pun mengikuti Alya dan segera duduk dimeja Alya. Nenek itu terus memandangi Makanan yang Alya pesan tanpa berani menyentuhnya "Silahkan di makan nek" ujar Alya.


Nenek itu pun mengangguk dan tersenyum. Ia membagi mie dan nasi menjadi dua bagian. Alya yang melihat itu pun sangat bingung dibuat nya "ada apa nek? Sepertinya nenek memisahkan bagian nya?"


"Hmm ini untuk cucu nenek dirumah nak, dia sedang sakit" jawab nya dengan mata yang sudah mengeluarkan butiran bening.


"Makanlah nek, saya akan memesankan makanan untuk cucu mu" ujar Alya sambil menghapus air mata yang membasahi pipi nenek tua itu.


"Terimakasih nak terimakasih" ucap Nenek itu dengan sangat bahagia dan langsung melahap makanan yang sangat enak menurutnya.


Setelah makan, Alya kemudian membayar tagihan nya dan juga membelikan obat untuk cucu nenek yang malang itu "terimakasih banyak nak, kau sangat baik dan sangat cantik. Orang tua mu pasti bangga mempunyai anak seperti mu" puji nenek itu


Alya tersenyum dan berpamitan dengan sang nenek.


Ia mencari Bis untuk menuju kekost nya, selama diperjalanan, ia terus memandangi jalanan yang sangat padat dan dipeduhi dengan kebisingan kendaraan yang berlalu lalang.


Ia membaca jadwal ujian yang diadakan minggu depan, ia harus belajar dengan giat dan rajin agar nilainya tak mengecewakan dan masih bertahan di nomor satu.


Ia ingin segera menyelesaikan kuliah nya dan segera menjadi dokter. Ia harus mencapai impiannya dan menjadi seorang dokter yang hebat.


Nb : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜