My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Cemburu



RM berpamitan kepada mereka berdua.


Suga hanya diam dan membantu Memotong bahan yang akan dimasak Alya untuk mereka.


Melihat Suga menjadi pendiam alya pun tak enak hati. Ia pun mengerti karna Suga pasti mendengar pembicaraan nya dengan RM tadi.


"Oppa.." panggil Alya lembut


Suga membalikkan badannya agar melihat kekasihnya " Ya ada apa sayang?" Tanya Suga menyembunyikan perasaannya. Tentu saja Alya mengetahui apa yang disembunyikan kekasih nya ini.


Alya menggenggam tangan Suga "Oppa,, Kau pasti mendengar ucapan Dari Oppa RM" ujar Alya to the point


Suga hanya diam tak menjawab nya "Oppa.. apa kau cemburu?" Lagi lagi Alya menebak perasaan Suga


"Apa terlihat sangat jelas?" Kini Suga bertanya


Alya tersenyum "aku sangat mengerti diri Mu oppa. Namun Jika tebakan ku benar, Maafkan aku membuat mu cemburu. Namun kau pasti sangat tau jika aku sangat mencintaimu" jawab Alya


Suga pun langsung memeluk Alya "Apa kau tau aku menahan amarah ku karna aku cemburu mendengar semua nya. Apa kau bisa bayangkan mendengar Kekasih mu di cintai oleh adik mu sendiri?" Ungkapnya


Alya membalas pelukannya " Oppa apa kau meragukan cinta ku?"


"Tidak aku tidak meragukan cinta mu. Namun aku sangat takut akan kehilanganmu" ungkapnya


"Oppa apa kau lupa jika aku yang lebih takut kehilangan mu? Ribuan wanita diluar sana yang sangat ingin menjadi kekasih bahkan ingin menjadi istri mu" kini Alya mengungkapkan hati nya


"Apa kau cemburu sayang?" Tanya suga menggoda Alya


" tentu saja aku sangat cemburu, bahkan wanita yang menyakiti ku dan membuat ku trauma mengungkapkan cinta nya kepada mu tepat dihadapanku" ujar Alya ketika mengingat Wanita bernama Lee yo ra.


Suga mencium pucuk kepala Alya " baiklah maafkan Calon suami mu yang sangat tampan ini sayang. Maafkan aku yang merasa sedikit berlebihan kepadamu dan juga RM" ungkap Suga


Alya mengangguk " maafkan aku juga Oppa,, namun aku berharap Oppa tidak marah ataupun bersikap berbeda kepada Oppa RM"


Suga menggeleng "tidak sayang. Aku tidak akan melakukan apapun yang membuat kita tak nyaman. Aku sangat bahagia mendengar ungkapan Mu dan juga Ungkapan adik ku tadi" ujarnya


Alya mengangguk sebagai jawaban setuju. Mereka pun kembali melanjutkan masakannya.


" ini sangat enak Al" puji jungkook dengan lahap memakan nya


"Benar ini sangat enak" kini RM bersuara


Alya hanya tersenyum mendengarnya.


"jika enak habiskan lah"ujar Suga memberikan makanan lagi ke piring Jungkook dan RM.


"Kau sangat beruntung hyung mendapatkan Dokter Alya" ungkap Jungkook. Suga hanya mengangguk sebagai jawaban iya.


Ia melihat RM yang sedang tersenyum namun terlihat dipaksakan mendengar ungkapan jungkook.


***


"Apa kita harus mengambil liburan lagi?" Tanya Suga yang sedang berbaring disofa dengan berbantalan paha Alya


Suga terdiam "kapan kita akan ke indonesia bertemu dengan kakak dan abang iparmu sayang?"


"Hmm bagaimana dengan pekerjaan Oppa?"


"Akan aku selesaikan secepatnya agar kita bisa membahas hubungan kita untuk kedepannya" ungkap Suga


Alya pun mengangguk paham. Ia akan mengajukan cuti lagi sepertinya. Mudah mudahan disetujui oleh Profesor Lee dan juga direktur Utama.


"Sayang.. maaf kan aku yang tidak bisa mengunjungi tempat tempat yang indah seperti pasangan kekasih pada umumnya" Ujar Suga


"Oppa.. apa kau tidak bosan meminta maaf terus? Aku sudah memilihmu dan kita bukan hanya beberapa bulan ini bahkan sudah hampir 1 tahun. Apa kau tidak lelah meminta maaf disetiap kencan kita?"


"Hmm entahlah aku hanya merasa sangat bersalah dengan mu. Bahkan ini tidak layak disebut kencan. Kita hanya menghabiskan waktu diruangan saja. Apa kau tidak ingin berjalan jalan ditaman?" Tanya Suga


Alya merapikan posisi duduk nya saat suga bangkit dari tidur nya "tidak, aku tidak bosan asal bersama mu. Sudah lah Oppa jangan merasa bersalah terus" mohon Alya


Suga pun tersenyum dan membentangkan tangannya agar Alya memeluk nya.


"Ini kenapa??" Tanya Suga kepada Alya ketika melihat kaki Alya terlihat membiru


Alya menyerngitkan dahi nya "Hmm kemarin Aku jatuh di kamar mandi" jujur Alya


Mendengar itu Suga langsung turun dari sofa lalu ia membuka Balutan kaos kaki milik Alya. agar terlihat jelas oleh Suga memar yang cukup Lebar "Apa ini sakit? Kenapa kau tidak memberitahu ku?" Protes Suga sambil memegang kaki Alya


"Aku hmm akuu takut membuat mu khawatir"


" sudah berapa kali ini kita bahas Al, Kau selalu saja menahannya sendiri. Apa aku bukan orang yang penting bagi mu?" Ucap Suga sedikit Emosi. Ini sudah beberapa kali terjadi pada Alya dan ia tak pernah tau


Mendengar itu Alya sedikit takut, Suga benar benar marah kepadanya " Oppa.. kau sangat penting bagiku namun Ini sudah tidak sakit lagi Oppa. Ayo lah duduk lah disofa kembali" ujar Alya ingin meredakan Emosi Suga


"Sampai kapan harus seperti ini? Aku hanya ingin kabar dari mu. Kenapa kau sangat keras kepala. Jika sesuatu terjadi padamu tolong kabari aku. Kau selalu saja mengabaikan ku" Suga sangat emosi


"Maaf kan aku.. hikss hiksss aku .. aku tidak ingin membebani mu. Aku tau ji..ka aku mengabari mu kau pasti akan meninggalkan pekerjaan mu saat itu juga.Aku tidak ingin kau khawatir tentang ku. Aku hanya ingin kau fokus dengan pekerjaan mu dan kita akan segera bertemu hikkss" Alya menjelaskan dengan suara yang bergetar karna takut.


Mendengar Suara Alya yang gemeteran suga langsung tersadar karna ia telah menakuti Kekasih nya. Dengan cepat ia memeluk Alya "Maaf kan aku sayang.. maaf aku telah menakutimu" ujarnya meminta maaf.


"Aku hanya ing..in kau fokus dan segera kembali hikss.. aku tidak ingin karna kecerobohan ku pekerjaan mu akan terbengkalai dan aku tidak ingin jadi penghalang pekerjaanmu. Maafkan aku Oppa. Aku bukan tak mendengarkan perkataan mu maaf kan aku hikss hikss" alya kembali melanjutkan nya


"Sayang.. sayang.. sudah sudah aku tida marah. Maaf kan aku yaa.. jangan menangis" ucap Suga sambil menghapus air mata Alya.


Baru kali ini Alya sangat takut kepada Suga. Suga benar benar sangat marah karna Alya tak memberitahu apa yang terjadi.


"Aku sangat mencintai mu Al,, aku hanya takut kau terluka dan aku tidak ada disana. Hanya itu yang aku takutkan"


"Ya Oppa aku mengerti,, Alya berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi. Aku akan memberitahu apapun yang terjadi" janji Alya


Suga tersenyum lalu mencium dahi Alya dengan Lembut. Kencan kali ini menyadarkan Suga bahwa pekerjaannya harus benar benar diselesaikan. Ia akan mengambil cuti yang cukup Lama untuk mengurus surat surat dan sebagainya agar mereka segera menikah.


Ia hanya ingin selalu disamping Alya dan menjaga Alya.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜