
"Hati hati kak" ujar Alya melepaskan pelukannya kepada sang kakak. Sudah seminggu kakaknya berlibur disini. Perpisahan itu sangat menyedihkan bagi Rania maupun Alya.
Setelah mengantar Rania dan Bima, Alya pun berangkat untuk bekerja, karna ini adalah libur semester Alya mengambil kerja lembur nya. Ia juga bingung akan kemana karna ia tak punya saudara ataupun teman dekat disini.
Alya menaiki bus menuju keToko makanan Cepat saji tempatnya bekerja, namun sebelum ia menaiki bus ia melihat ibu ibu sedang kesusahan membawa barang belanjanya yang cukup banyak, Alya pun segera menghampiri ibu itu dan mengabaikan bus yang akan membawanya ke toko.
"Ahjumma.. Ada yang bisa Alya bantu?" Ujar nya
Wanita paruh baya itu tersenyum "apa kau tidak keberatan?"Tanyanya memastikan. Alya mengangguk dan membawa kantong plastik yang ada ditangan Wanita itu.
"Terimakasih" ujar Wanita itu sambil tersenyum.
Mereka pun menunggu bus yang akan mengantarnya kerumahnya.
**
"terimakasih sudah membantu ku. Ayo masuk, aku akan membuatkan mu makanan" ajak wanita itu. Alya ingin menolak namun ia tak tega, ia akhirnya mengangguk sebagai jawaban iya.
"Ini makanlah" ujar nya kepada Alya.
Alya ragu untuk memakan itu karna disini sangat hati hati dalam makanan terlebih lagi Alya seorang muslim.
"Apa makanan nya tidak enak?" Tanyanya lagi saat melihat Alya hanya diam tanpa memakan makanan yang ia berikan
Alya masih ragu dan tidak tau cara nya agar orang itu mengerti jika ia tidak bisa sembarangan memakannya "hmm Ahjumma.. maaf kan saya jika ini akan membuat mu tersinggung. Tapi Alya ingin memastikan jika makanan ini halal untuk Alya" ujar Alya
Mendengar itu, Wanita itu pun tersenyum "makanlah.. aku juga seorang muslim" jawabnya
Alya pun tersenyum dan langsung memakan makanan itu. Ia tidak percaya jika ibu yang dihadapannya itu sama seperti dia.
"Eomma.." panggil anak laki laki kepada Wanita dihadapan Alya ini
"Nee sayang" jawabnya sangat lembut
"Aku akan berangkat Les" ujar nya sambil ikut duduk disampingku. Sebelum itu ia tersenyum lembut kepadaku. Usia nya kira kira 10 tahun, ia sangat lucu dan tampan.
"Ya sudah makanlah ini. Jangan lupa berdoa" ujar Ibu Rim. Ya nama beliau lee Ye Rim.
"Nee eomma" jawabnya sopan.
Alya yang sedari tadi pun hanya memperhatikan mereka berdua. Tak terasa air mata nya membasahi pipi mulus Alya.
"Alyaa.. kamu kenapa?" Tanya Bu Rim memastikan keadaan Alya
Alya langsung menghapus air matanya dengan cepat dan menggeleng.
"Eonni baik baik saja?" Tanya anak laki laki itu. Alya hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah menyelesaikan makanannya, Alya pun berpamitan kepada ahjumma Rim.
Diperjalanan Alya selalu meneteskan air matanya, entah sejak kapan ia bisa seperti ini namun yang Alya ketahui ia sangat sangat sedih jika melihat Ibu dan anak tadi. Ia Membutuhkan itu dan ia sangat rindu walaupun ia tidak tau Rindu seperti apa yang ia inginkan.
Setelah bus berhenti, Alya menghapus air mata nya dan segera menuju tokonya.
Ia harus menjalankan kehidupannya seperti biasa, ia harus mewujudkan cita citanya menjadi seorang dokter.
**
"Terimakasih dan sampai jumpa kembali" ujar Alya kepada pelanggan.
"Sama sama" jawabnya menggunakan bahasa indonesia. Mendengar itu Alya sangat terkejut. Karna ia sangat jarang bertemu dengan orang indonesia disini.
"Kamu dari indonesia?" Tanya Alya cukup antusias
Ia mengangguk "mari mengobrol" ajaknya. Alya melirik jam yang melingkar ditangannya. Ini sudah waktu nya ia pulang.
"Aku sangat ingin, namun aku harus membersihkan toko ini dulu karna toko ini akan tutup" jawab Alya
"Baiklah aku akan menunggu mu" ujar wanita itu. Alya pun mengangguk dan tersenyum.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Alya pun telah selesai bekerja, ia segera menghampiri Wanita itu.
"Maaf membuatmu menunggu" ujar Alya
Ia mengangguk "panggil aku Lisa" ujar nya sambil mengulurkan tangan sebagai simbol perkenalan.
Alya menyambut jabatan tangan Lisa "Alya" jawabnya sambil tersenyum.
"Apa Kau sudah lama disini?" Tanya Lisa
"Sudah hampir satu tahun" jawab Alya
Lisa mengangguk "bahasa korea mu sangatlah bagus" puji Lisa
Alya tersenyum "tidak juga, aku masih belajar" jawabnya
"Hmm baiklah..Apa kau disini hanya sendiri?" Tanya Lisa penasaran
Alya mengangguk "Ya. aku disini juga sedang berkuliah disalah satu universitas kedokteran"Jawab Alya
"Wahhh sungguh?? Kau sangat keren"
"Kau terlau sering memuji ku"
"Ah tidak juga. Kau sangat hebat. Lalu bagaimana kau bisa bekerja ditoko itu? Ayo lah aku sangat penasaran tentang mu. Aku sudah beberapa kali ketoko mu" ujar nya memintak Alya bercerita tentang kisahnya.
"Aku tidak mempunyai teman ataupun saudara disini, jadi aku sangat bosan dan mencari pekerjaan disini sebagai waktu luang dan juga menghasilkan uang" jawab Alya
Lisa pun mengangguk "bagaimana denganmu?" Tanya Alya
"Aku sudah tinggal disini selama lima tahun, keluarga ku diindonesia dan aku juga sama seperti mu hanya tinggal sendiri" jawabnya
Alya mengangguk "berapa usia mu" tanya Lisa
"16 tahun" jawab Alya dan langsung membuat Lisa sangat terkejut "whatt?? Haah? Aku tidak percaya usia seperti mu sudah kuliah dengan jurusan kedokteran" ujarnya shock
Alya mengangguk "apa itu terlihat aneh?" Tanya Alya bingung
Mendengar itu Lisa pun menyadarkan dirinya dari keterkejutannya "tidak, bukan seperti ini. Aku hanya terkejut mendengarnya" jawabnya
"Maafkan aku" sambungnya
"Tidak apa apa, orang memang sering seperti itu karna tidak percaya. Namun aku sudah biasa"
"Kau sangat beruntung, kau mempunyai otak yang jenius. Maka kau harus bangga"
"Terimakasih" jawab Alya.
"Bagaimana denganmu? Berapa usia mu?" Tanya Alya
"Aku berusiaa 23 tahun. Dan aku bekerja di salah satu studio photography disini" jawabnya
"Wahh kalau begitu aku akan memanggil mu Eonni ya" ujar Alya
"Terserah kau saja, aku harap kita bisa menjadi teman akrab karna aku tidak mempunyai teman akrab disini" tawarnya
Alya mengangguk setuju, ia melihat Lisa orangnya baik dan juga ceria. Akhirnya Alya mempunyai teman disini karna sudah satu tahun Alya tidak terlalu dekat dengan teman kampusnya.
"Baiklah sekarang berikan aku nomor ponselmu" ujar Lisa. Alya pun memberikan nomornya dan mereka pun saling menyimpan nomor masing masing.
Alya cukup terlihat nyaman dengan Lisa.
setelah itu mereka pun berpisah menuju rumah masing masing. Alya harap Lisa bisa membuatnya tidak kesepian disini. Begitu juga dengan Lisa. Walaupun Lisa sudah lama tinggal disini namun ia tidak menemukan orang yang ia cari untuk menjadi teman dekat karna ia selalu menemukan teman yang selalu memanfaatkannya.
Ia sangat berharap Alya bisa menjadi temannya dan membuatnya tidak kesepian lagi.
Note : terimakasih telah mampir di cerita Author ini. Jangan lupa meninggalkan like coment dan juga vote nya💜💜