My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Dalang dibalik perpisahan



"IKUTI AKU" ujar suga menahan Amarahnya.


Dengan berat hati Wanita itu pun mengikuti Suga begitu juga dengan Alya.


Mata suga memerah menahan emosinya, mereka bertiga dan juga staff yang bersama Suga pun sudah berkumpul diruangan "brukkk" suara kursi yang ditendang suga kedinding


Wanita itu pun berteriak takut sedangkan Alya hanya menunduk "Heei Lee yo ra,, apa kau yang menyebarkan foto itu" tanya Suga to the point


Ia menggeleng dan menunduk "JAWAB!! Apa kau ingin aku lebih kasar dari pada ini?" Bentak nya lagi


"Maafkan Aku Oppa maafkan aku,, Aku melakukan ini karna aku mencintaimu,, Aku sangat mencintaimu maafkan akuu hikss hikss" ujar nya sambil memegangi tangan Suga, dengan cepat Suga menepis tangannya "sekarang jawab dengan jujur,, Apa kau yang mengunci Alya didalam ruangan kosong dan mematikan lampu?" Satu pertanyaan mampu membuat Alya membelalakkan mata mengingat kejadian itu


Ia hanya diam "JAWAB!!!" Bentak suga lagi dan lagi. Yo ra mengangguk pelan "aishhhh dan apa kau yang tega melepaskan Ular yang akan menggigit Alya waktu ditaman itu?" Tanya Suga lagi.


Ia lagi lagi mengangguk "maafkan aku.. hikss hikss maafkan aku Oppa, aku sangat mencintaimu namun kau tak pernah sekalipun melirik ku" alasannya.


Alya yang mendengar itu pun terdiam lemas ternyata orang yang membuat nya hampir Mati digigit ular berbisa ada dihadapannya dan Ternyata orang yang membuatnya trauma dengan ruangan gelap ternyata orang yang sama.


Seketika semua bayangan dulu pun menghampirinya "tolong.. tolong akuuu.. kak rania tolonggg Alya hikss hikss hikss" kalimat itu terus terngiang dikepala Alya.


Suga menatap Alya dan mendekat "jangan hikss hikss,, tolong aku" gumam nya saat suga mendekati nya


"Alya,, ini Aku.. aku ada disini" ujar Suga langsung memeluk Alya.. ia mengerti jika trauma Alya kembali teringat dikepalanya.


"Oppa.. hikkss Aku takut" racauan Alya


"Tenang lah aku disini tenang" suga menenangkan Alya.


Akhirnya dalang dibalik semua kekacauan dan juga perpisahan antara Suga dan Alya pun telah terungkap. Pelaku akan menerima sanksi sebagaimana mestinya.


"Apa kau merasakan sesuatu?" Tanya Suga lagi, ia sangat cemas melihat Alya seperti ini, tangan yang basah akibat keringat dinginnya


Alya menggeleng "tidak Oppa, aku baik baik saja" jawab Alya berbohong


"Jangan khawatir, aku selalu ada disini untuk mu" ujarnya lagi sambil membawa Alya kepelukannya


"Hikss hikss hikss,, aku sangat takut waktu itu" gumam an Alya parau


Suga hanya mengelus pucuk kepala gadis yang sangat ia cintai ini " itu sangat menyeram kan,, gudang yang sangat dingin tanpa cahaya,, semuanya gelap hikss hikss" lanjutnya. Alya tidak pernah bercerita apa yang ia Alami kepada Keluarganya termasuk Rain sekalipun.


"Aku ada disini" ujar Suga


Alya memeluk Suga dengan erat rasa tak ingin dilepasnya. Ya kenangan buruk kurang lebih 10 tahun yang lalu terekam jelas dikepalanya. Ketakutan dan juga suara tangisannya menggema diseluruh ruangan.


sejak saat itu Alya trauma dengan ruangan yang sangat gelap. Bahkan jika terjadi pemadamam listrik Alya sudah mempersiapkan listrik otomatis nya.


"Al.. Apa kamu lapar?" Tanya Suga


Alya mengangguk "baiklah aku akan memesan makanan" jawab suga mengeluarkan ponselnya


"Tidak usah Oppa, Alya akan memasak untuk mu" tawar Alya


"Tapi bagaimana dengan mu, apa kau sudah membaik?" Tanya Suga masih dengan khawatirnya


Alya mengangguk " terimakasih sudah memberikan sandaran untuk ku. Itu membuatku lebih baik" jelasnya


Suga hanya tersenyum dan mengelus rambut bewarna coklat dengan panjang sepinggang itu.


"Kau gadis yang sangat kuat" batin Suga


***


"apa kau mau makan ini Oppa?" Tanya Alya memegang dua macam sayuran untuk ia olah


Suga menyerngitkan dahi nya dan menggeleng "ayolah pilih salah satu, ini sangat bagus untuk kesehatan mu" bujuk Alya


Dengan berat hati Suga memilih sayuran yang ada ditangan kanan Alya.


Ia terus memperhatikan Alya yang tengah fokus memasak "aku seperti suami yang Sedang menunggu masakan istrinya" batin suga tersenyum geli


"Makanlah ini terlebih dahulu" ujar Alya menyuapkan satu sendok masakannya


"Sangat enak" jawab Suga dengan mantap


"Ahahahhaha apa kau sua Oppa? " tanya Alya dan langsung dijawab dengan anggukan kepala ole suga


"Apa kah kita akan selalu seperti ini?" Ungkap Suga ditengah makannya


Alya yang mendengar itu pun menghentikan aktivitasnya terlebih dahulu "maksud Oppa?" Tanya Alya tak mengerti


"Aku ingin tinggal bersamamu" jawab tegas Suga yang tak bisa membantah hati nya lagi


Alya terdiam "Setiap saat aku ingin selalu berada disisi mu, disamping mu dan selalu seperti itu. Ketika aku membuka mata, hal yang pertama ingin ku lihat adalah Kamu Al" jelasnya lagi


Alya diam sesaat "Mari makan, nanti kita bicarakan" ujar nya memberikan Suga semangkuk nasi


Sebelum makan Alya terlebih dahulu menyuapkan Suga karna lengan suga yang masih sulit untuk digerakan.


Mereka makan dalam keadaan diam tak berani memulai percakapan terlebih dahulu..


Alya menatap Suga dengan lekat lekat " jujur aku juga mencintaimu Oppa, namun ada penghalang yang sangat besar antara kita" jawab Alya


Suga mengerti maksud Kata penghalang yang dilontarkan Alya,, ia hanya terdiam menunduk.


"Walaupun itu aku tetap akan mencintaimu" ujar nya setelah beberapa lama diam


"Aku pun begitu" jawab Alya tanpa ragu.


Mereka menatap satu sama lain dan tersenyum walaupun tetes air mata yang terus mengalir dipipi Alya.


"Kita tidak tau kedepannya seperti apa, namun Aku sangat berharap kita akan selalu bersama" ungkap Suga


Alya mengangguk "untuk tinggal bersama maafkan aku Oppa, aku tidak bisa" jawab alya sambil menunduk


Suga tersenyum paksa, ia mengerti yang dimaksud Alya, perempuan muslim dilarang untuk tinggal bersama laki laki yang bukan muhrim nya. Walaupun ia sangat ingin namun ia harus menghargai Alya dan menghormati keyakinan Alya.


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan" ujar Suga disaat situasi mulai canggung


Alya mengangguk "Untuk Tahun baru kita akan pergi bersama kerumahku" ungkap suga lagi


"Benarkah? Tapi Bagaimana dengan pekerjaan Oppa?" Tanya Alya semangat


"Hmm akan ku usahakan semua nya selesai dan mendapat liburan tahun baru" jawab nya


Mereka pun lagi lagi tersenyum "Terimakasih telah merawatku" ungkap Suga


"Ini adalah tugasku Oppa" jawab Alya. Tak lama berbincang ponsel Alya berbunyi.


"Siapa yang menelfon mu?" Tanya Suga sedikit posesif


"Rain" jawab Nya pelan.


Seketika itu mood suga menjadi berantakan namun ia memilih untuk diam saja.


"Haii Rain..." sapa Alya


"Al,, Aku merindukan mu" jawab Rain disebrang sana. Suga yang tak mengerti percakapan mereka pun hanya diam sambil terus memperhatikan Alya dengan ponselnya


"Rainn.. apaan Sih kamu"


"Hahahhaha Al, Sepertinya 2 minggu lagi aku akan kesana"


"Wah benarkah?? Tapi dalam rangka apa Rain?" Tanya Alya penasaran


"Pasti nya bertemu kamu lah hahahha" goda Rain


"Rain.. aku serius"


"Hahahah iya iya perusahaan ku akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan disana" jelasnya


Alya pun mengangguk paham,, setelah cukup lama telfon pun telah terputus "Apa rasanya sangat bahagia berbicara dengannya?" Ujar Suga dingin


"Ada apa dengan mu Oppa, apa kau sakit?" Tanya Alya


"Tidak, aku tidak apa apa"


Alya mendekat kearah Suga "Oppa,, Apa kau cemburu?" Goda Alya


"Ya aku cemburu,, jangan seperti itu dengan nya. Kau hanya boleh tertawa lepas saat bersamaku saja" ungkap Suga


"Aigoo.. rasanya malu sekali" sambungnya lagi


"Hahahahah Oppa kau sangat Lucu" jawab Alya sambil tertawa


Melihat Alya tertawa suga pun ikut tertawa walau ia tau yang Alya tertawakan itu adalah dirinya.


"Apa kau bahagia?" Tanya Suga setelah beberapa lama


"Yaa aku bahagia Oppa namun aku lebih bahagia jika melihat ibu mu" ungkap Alya


"Kenapa??"


"Apa kau tau Oppa? Ibu mu adalah Ibu pertama yang memeluk ku" ucap Alya sambil mengingat Ibu min


"Walaupun terkesan mendadak namun aku sangat bahagia, bisa merasakan pelukan nya. Yah aku jadi merindukannya"


Suga tersenyum "terimakasih sudah menyayangi Ibuku" ujar Suga


Alya mengangguk "Ahjumma itu sangat baik, sama seperti mu" ungkap Alya lagi.


"Baiklah kita sekarang tidur, hari sudah larut" ungkap Alya lagi. Suga pun mengangguk.


Setelah meminum Obat, Suga tertidur, Begitu juga Alya segera kembali kekamar nya. Tak lupa ia mengelus pucuk kepala Suga.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like dan votenya 💜💜