My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Happy wedding



Hari ini adalah hari terakhir program kunjungan keberbagai rumah sakit yang ada didesa desa. Selama kurang lebih dua minggu ini, Alya dan rekan rekannya menjalani nya dengan sepenuh hati.


Selain mengunjungi rumah sakit, Mereka juga ikut serta keliling desa menggunakan mobil rumah sakit bertujuan untuk membantu Masyarakat yang tak memiliki uang untuk berobat dirumah sakit.


"Apa Kau baik baik saja Al?" Tanya Profesor Lee sambil duduk disamping Alya


Profesor Lee melihat Alya melamun sedari Tadi. Ya kini mereka sudah berada di Rumah sakit terakhir yang mereka kunjungi.


"Tidak Prof Aku baik baik saja" Jawab Alya


"Kau tak pandai berbohong kepadaku Al" Ucap Profesor Lee lagi


Alya hanya tersenyum kecut. Memang benar Ia tak bisa berbohong kepada Profesor Lee. Jika kepada Rania dan Lisa, Alya sangat Ahli dalam menyimpan Perasaannya.


"Hmm Sebentar Lagi aku akan menikah Prof" Ungkap Alya mengutarakan perasaannya


"Lalu?"


Alya menghembuskan nafasnya panjang " Aku sangat Bingung memikirkan harus mengurus Suami ataupun sebagai dokter. Aku tak ingin mengecewakan Suamiku karna Kau pasti tau prof bahwa pekerjaan kita sebagai dokter sangatlah banyak. Bahkan kita sering Lembur untuk menangani pasien" jelas Alya


Profesor Lee mengangguk Paham, Ia mengerti apa yang sedang Dikhawatirkan oleh Anak muridnya dan juga rekan kerjanya yang sudah 9 tahun ini bersama nya.


"Lalu Apa yang ingin Kau lakukan?" Tanya Profesor Lee


Alya hanya menggeleng " Apa menurutmu sebaiknya Aku mengundurkan diri Saja Prof?" Tanya Alya meminta saran


Profesor Lee terdiam beberapa saat " Jika itu keputusan yang lebih baik, Maka aku akan mendukungmu. Aku memang tidak tau apa yang kau rasakan namun Sebagai pria aku lebih suka Kekasih atau Istriku hanya mengurus ku. Bukan tidak menyukai jika wanita bekerja, Namun Untuk soal membagi waktu pasti sangat sulit dan juga Menurutku Pribadi itu sudah pasti kurang" Ungkap Profesor Lee memberi saran kepada Alya


Alya pun mengangguk Mengerti. Sepertinya keputusannya kali ini akan ia Lakukan. Yaitu mengundurkan diri menjadi dokter yang sangat Ia impikan dan akan fokus mengurus Suaminya.


"Terimakasih Prof atas nasehat dan juga Saran yang kau katakan" Ungkap Alya


Profesor Lee pun hanya membalas dengan senyuman, Di sisi lain ia pasti sangat kehilangan Alya karna Alya adalah anak Muridnya yang sudah ia anggap sebagai Adiknya sendiri. Namun Disisi lain Ia sangat bahagia melihat Adik kecil nya yang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat jenius dan cantik ini akan segera menikah.


**


"sayang.. Apa ini tidak terlalu terbuka?" Protes Suga saat melihat Baju pengantin Yang sedang dikenakan Alya.


Ini adalah baju ke 4 yang Alya coba karna selalu mendapat Protes Dari sang kekasih "Oppa.. terbuka dari mana? Bahkan baju ini menutupi leher ku" Jawab Alya dengan nada kesal nya


"Ya aku tak ingin mereka melihat Tubuhmu"


Alya menghembuskan nafas nya kasar " Sayang.. Aku masih menggunakan baju yang sangat tertutup bukan telanjang" ucap Alya sudah pasrah melihat Sikap Posesif nya Suga.


"Baik lah baiklah.. ini saja dan ini sangat cantik" Ujar Suga sambil mencium pucuk kepala Alya.


Ini adalah fitting Dress pengantin yang terakhir karna Minggu depan Akan dilangsungkan akad dan resepsi nya. Semua keluarga Mereka sudah berkumpul Di Seoul.


"Apa kau lapar sayang?" Tanya Suga ingin mengembalikan Mood Alya yang sudah ia Rusak karna perdebatan Baju pengantin yang akan dikenakannya.


Alya pun mengangguk. Kini mereka pun segera menuju Restaurant untuk mengisi Perut yang sudah mulai kosong.


Alya sudah mengundurkan diri sebagai dokter karna ia akan fokus mengurus Suga Setelah menikah nanti. Dan juga Suga sangat bahagia saat Alya memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit. Karna itulah yang Suga inginkan.


**


Ini adalah hari pernikahan Alya dan juga Suga. Setelah ijab kabul dengan lantang diucapkan, Alya telah Resmi menjadi Istri Sang pujaan hatinya yaitu Suga.


Begitu juga dengan Suga Ia tak bisa menahan Air matanya ketika melihat Alya mendekati nya dan menyalim tangannya, gadis yang selama ini ia cintai dengan perjalanan cinta yang sangat Rumit membuat mereka berpisah bertahun tahun kini sudah Sah menjadi istrinya.


Para tamu pun datang satu persatu memasuki ruangan pengantin dan berfoto.


"Selamat ya Al" Ujar Rain menyalim Alya. Alya sangat paham dengan perasaan sahabatnya ini namun ia tak bisa berbuat apa apa.


"Terimakasih sudah bersedia untuk datang Rain" ucap Alya menyambut salaman Rain


"Kau sangat cantik" Ungkap Rain lagi dan beralih ke Suga untuk memberi selamat.


Lagi lagi Rain berada dititik paling menyakitkannya. Ya ini adalah terakhir kalinya Rain melihat Alya. Karna ia sudah berniat untuk menghapus Alya dari ingatannya. Dan memulai hidup Barunya.


Melihat Itu, Suga pun menggenggam Tangan mulus Alya sebagai rasa penenang untuk Sang istrinya. Walaupun ia juga sedikit cemburu namun Ia lebih memilih menahannya dan berusaha menenangkan istrinya.


Setelah lelah menyambut Tamu, Acara pun telah selesai. Pihak keluarga kedua mempelai pun kembali ke Rumahnya dan begitu juga dengan Alya dan Suga yang sudah berada dikamar nya.


"Oppa.." Tariak Alya didalam kamar mandi


"Ya sayang?" Jawab Suga bergegas kedepan pintu kamar mandi itu


"Hmm Tolong bantu aku.. Resletingnnya Rusak " Ucap Alya sangat malu


"Bagaimana aku bisa masuk jika pintu nya dikunci"


"Klek" bunyi Pintu yang sudah Alya buka


"Yang mana Rusak sayang?" Tanya Suga


Alya membelakang dan menyibak kan rambut nya yang panjang dan lurus. Seketika itu menampakkan punggung Alya yang sangat putih dan Mulus. Suga yang melihat itu hanya bisa menelan Saliva nya dan tanpa Di minta ia sudah menyelesaikan dan membuka Resleting itu.


"Terimakasih Oppa" ucap Alya langsung berlari ke arah Shower dan menutup dengan cepat tirai nya. Ia sangat malu ya walaupun Suga sekarang adalah suaminya namun tetap saja ia sangat canggung.


Sementara Suga masih terpaku didepan pintu, Pikirannya masih Terfokus pada Punggung Alya yang sangat mulus.


"Ahkkkhhh" teriaknya Frustasi. Ia yakin jika Alya belum siap melakukan kewajibannya sebagai istri dan begitu juga dengan Suga yang tak ingin memaksa Alya.


Setelah beberapa Saat menunggu Alya, Yang ditunggu pun telah datang "Mandilah, Aku akan menyiapkan pakaian mu" Ucap Alya masih menunduk.


Suga hanya mengangguk dan melangkah kekamar mandi. Suga ataupun Alya menjadi sangat canggung dan tak tau harus melakukan apa.


Sementara Suga Bersiap untuk Mandi, Alya pun dengan sigap mencari baju tidur untuk Suaminya.


Setelah Baju yang ia maksud dapat, Ia pun meletakkan nya keatas ruangan ganti. Kemudian ia mengambil piyama bewarna hitam senada dengan Piyama Suga dan dengan cepat memakainya.


Menunggu Suga Menukar Baju, Suara ketokan pintu pun berbunyi "Siapa sayang?" tanya Suga Saat Alya hendak melangkah Kearah pintu.


"Aku memesan makanan untuk kita Oppa" jawab Alya


"Biar aku saja. Pasti Yang mengantarnya seorang Pria" ujarnya mengambil Alih membuka pintu


Alya hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap posesif suaminya ini. walaupun dihatinya ia sangat suka di perlakukan seperti itu.


"Terimakasih" Jawab Suga kepada kurir itu. Ia hanya membuka pintu nya sedikit dan segera menutupnya.


"Ayo kita makan dan setelah itu beristirahat" ajaknya dan diikuti Anggukan Alya..


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜