My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Perpisahan dan Impian



"Maaf kan aku karna tidak bisa mengajak mu untuk keluar jalan jalan" ujar Suga disela perbincangannya


Alya menggeleng "tidak apa apa Oppa, Alya lebih suka dirumah"


"Apa semua anak jenius seperti mu?"


Alya menyerngitkan dahi nya tanda tidak mengerti "maksud ku kau orang yang menyenangkan" sambung Suga


Suga tersenyum sangat manis kepada Alya begitu juga dengan Alya yang membalas senyuman itu.


"Hmm kapan member yang lain akan pulang kesini Oppa?" Tanya Alya


Suga berfikir sejenak, semua member mendapatkan liburan tiga hari dan masing masing akan pulang ke droom selisih sehari "sepertinya jhope akan kesini Besok" jawabnya


"Benar kah? Wah oppa akan mempunyai teman lagi disini" jawab Alya polos


"Sepertinya begitu" ujar Suga


"Hmm ini sudah waktunya sholat zuhur, apa boleh Alya meminjam kamar lagi?"ujar Alya sambil melirik jam nya.


"Tentu saja boleh" jawab suga


Kemudian Alya beranjak dari sofa itu dan segera naik keatas menuju kamar yang ia tempati dari semalam.


**


"apa sudah selesai?" Tanya Suga yang melihat Alya turun dari tangga


"Sudah Oppa, aku akan memasak dulu untuk makan siang kita" jawabnya santai sambil menuju Dapur. Suga mengikutinya dari belakang.


"Biasanya aku yang memasak untuk para member dan hari ini kamu yang memasak untuk ku" ujar Suga sambil memperhatikan Alya memotong bawang, ia akan membuat menu makanan indonesia. Yaitu Ayam saos.


Alya tersenyum "oh ya? Wah oppa sangat keren"


"Hmm apa kita akan seperti ini untuk hari hari berikutnya?" Ucap Suga dan mampu membuat Alya menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa?" Tanya Alya bingung


"Yaa aku hanya memastikan jika kau tidak akan pernah meninggalkanku, entahlah aku hanya takut saja" jawabnya


"Aku sangat sulit dalam pertemanan, aku sangat jarang bisa berkomunikasi dengan orang lain jika bukan tentang pekerjaan" jelasnya


Alya tersenyum dan mengerti apa yang ditakutkan Idol nya ini "tentu saja kita akan terus bersama selamanya" jawab Alya sambil mengangkat kelingking yang sangat mungil itu


Suga tersenyum dan menautkan kelingking mereka "terimakasih sudah menemaniku" jawabnya.


"Teruslah berusaha menjadi yang terbaik dan tunjukkan kepada kedua orang tua Oppa"


Lagi lagi suga mengangguk "terimakasih Alya" jawabnya sambil tersenyum.


Setelah makan siang bersama, kini suga akan membuat lagu dan ia sudah duduk kursi kerajaannya. Biasanya Suga selalu berada berada disini jika tidak ada kegiatan diluar. Ia sangat fokus dalam pekerjaannya. Tanpa ia sadari Alya sudah tertidur di sofa itu.


"Kau sangat cantik" gumam Suga yang berada tepat dihadapan Alya.


Suga menepikan rambut Alya yang menutupi bagian wajahnya.


"Apa aku sudah jatuh hati kepadanya?" Gumam suga lagi pada dirinya.


namun ia tidak bisa berbuat apa apa karna Ia adalah Idol.


"Bisakah kau tetap selamanya disamping ku" ungkapnya lagi sambil tersenyum menatap Alya yang begitu cantik dimatanya.


Tak banyak yang ia bisa lakukan jika menyukai seseorang, Tak salah mencintai seorang wanita namun peraturan Agensi lah yang sulit untuk diterima karna salah satu peraturannya tidak diperbolehkan berpacaran.


***


Waktu semakin terus berjalan, kini Alya dan Lisa baru saja sampai dikorea, karna mereka baru saja pulang dari indonesia. Tak disangka waktu sangat cepat berlalu, Alya sudah mendapatkan gelar sarjana kedokteran. Minggu depan ia akan Koas disalah satu rumah sakit Seoul untuk mendapatkan sertifikat kedokteran. Untuk seorang Alya tidak sulit mencari rumah sakit yang akan menerima Koas nya karna ia cukup terkenal diseoul.


Begitu juga dengan BTS yang sangat terkenal bahkan mereka sudah menjadi artis internasional.


Alya tersenyum melihat ponselnya, ia sedang membaca artikel comebacknya album baru BTS yang sudah ditunggu tunggu oleh Army.


Flashback


"Aku tau jika kalian saling mencintai, namun ini akan sangat berbahaya terhadap karirmu" ujar Bang PD-nim kepada Suga dan juga Alya.


Mereka hanya diam dan menunduk "aku sangat menghargai hubungan kalian, tapi itu akan merusak karirmu" sambungnya lagi.


Ya mereka sedang disidang oleh PD-nim. Karna beberapa waktu lalu Suga tertangkap kamera datting bersama Alya. Ini akan membuat citra Suga menurun.


"Maafkan Aku" ujar Alya yang tak bisa menahan tangisnya. Ia merasa bersalah karna telah menghancurkan impian Suga.


"Aku tidak menyalahkan mu" sanggah Bang PD-nim


"Hikss hikss hikss maafkan aku Oppa, maaf"


"Berhentilah minta maaf Alya" kini Suga menggenggam tangan Alya untuk menenangkannya.


"Ini bukan salah mu tapi ini salahku karna bersikap ceroboh" ujarnya lagi


"Hmm sebaiknya hubungan kita sampai disini saja Oppa" alya memberanikan dirinya menatap Suga


Suga hanya terdiam tak percaya jika Alya benar mengatakan itu " sepertinya kalian memerlukan waktu untuk bicara, baiklah aku akan pamit, selesaikan lah dengan baik dan terbaik untuk kalian berdua" ujar Bang PD-nim keluar dari ruangan itu. Ia sudah mengenal Alya dari setahun lalu, karna ia juga mengetahui hubungan suga Dan Alya. Namun kali ini ia harus berbuat sesuatu karna suga tertangkap kamera saat bersama Alya.


Pihak Agensi akan menindak kasus ini jika sudah ditemukannya jalan keluarnya maka dari itu Bang PD-nim memanggil Suga dan juga Alya.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Suga tak percaya


"Hikss hiikss maafkan Alya, namun jika tidak diakhiri ini akan merusak karir mu oppa" jelas Alya


"Aku tidak ingin berpisah dari mu, kita sudah menjalani ini selama setahun sayang" ujar Suga


"Lalu bagaimana? Jika kita teruskan karir mu akan hancur hikkss hikkss. Aku rela melepas mu dan raih lah impian mu dan juga buatlah orang tua mu bangga atas pilihanmu Oppa hikss hikss"


Mendengar itu Suga paham yang dimaksud oleh Alya. Apa yang menjadi beban pikiran gadis yang sangat ia cintai ini. Lalu ia mendekat kearah Alya dan langsung memeluk Alya "maaf kan aku maafkan aku" ujar Suga


"Oppa, aku sangat mencintaimu bahkan kau adalah cinta pertama bagiku, namun ini adalah jalan terbaik untuk mu agar kau bisa mewujudkan impian mu hikss hikss hikss" ucap Alya sambil mengeratkan pelukan mereka


Suga mengelus pucuk kepala Alya, sangat berat rasanya berpisah dengan Alya namun tidak ada pilihan lain lagi selain mengakhiri hubungan ini.


"Tunggulah aku hingga aku mencapai impianku, maka aku akan mencari mu" ujarnya dan langsung mendapat anggukan dari Alya.


Setelah mengambil keputusan, kini mereka sudah menghadap Bang PD-nim untuk menyelesaikan kasus ini.


Flashback off


Alya terus tersenyum setelah membaca Artikel itu "sudahlah Al, kamu harus fokus untuk Koas minggu depan" ujar Lisa mengelus pucuk kepala Adiknya itu.


Ia tak menyangka Alya sudah menyelesaikan kuliahnya yang penuh dengan perjuangan itu.


Ia sangat mengetahui perjuangan yang sangat sulit dihadapi oleh Alya. Ia juga harus melepas cinta pertamanya demi karir sang pujaan hatinya.


"Semoga kamu menemukan laki laki yang sangat mencintai mu dan menjagamu Al" batin Lisa sambil mengelus kepala Alya.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜