My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Pelaku



"Aakkhhh T..oo.lo..ng" gumam nyasangat pelan. Tenaga nya sudah melemah.


Tiba tiba Alya mengingat pesan dari salah satu Staff yang berpamitan dengannya tadi "Nona silahkan menunggu disini, sekitar 2 jam lagi acara akan selesai dan Tuan akan menghampiri mu. Maafkan aku yang tidak bisa lama lama disini menemanimu. Namun jika butuh apa pun Nona bisa menekan tombol ini" ujar staff itu sambil berpamitan.


Dengan cepat Alya menekan tombol itu.


Alarm pun berbunyi, pintu yang awalnya ditutup kini telah terbuka. Dalam hitungan detik pelaku itu sudah ditangkap.


"Huhkk huuhkk" Alya memegangi Lehernya yang sangat sakit .


"Apa Nona baik baik saja?" Tanya Staff menghampiri Alya.


Alya mengangguk "Te..ri..ma.. ka..sih" ujarnya terbata bata.


Tak berapa lama Suga pun datang dengan tergesa gesa. Alya masih Shock duduk Disofa bersama staff Suga.


"Sayang.." panggil Suga dengan lembut


"Oppa hikss hikss" Alya langsung berdiri dan memeluk Suga dengan erat.


"Maaf kan aku.. maafkan Aku yang datang terlambat" Gumam Suga tanpa sadar meneteskan Air mata nya.


Alya hanya diam dan terus memeluk Suga. Semua orang yang ada diruangan pun hanya menunduk, begitu juga dengan RM yang menatap Alya penuh khawatir.


Setelah beberapa saat kondisi Alya mulai tenang, Alya dan Suga duduk Di sofa.


"Lanjutkan saja Acaranya nanti saya menyusul" ucap Suga. Mereka pun mengangguk dan meninggalkan ruangan. Begitu juga dengan RM dan Jimin.


Suga melihat bekas cekikan di leher kekasihnya, lagi lagi tanpa sadar mengeluarkan Air matanya. Ia sangat takut kehilangan Alya. Ia memeluk Alya sangat kuat, Tak ada kalimat apapun keluar dari mulut mereka. Hanya diam dengan suara Tangis Alya lagi lagi terdengar.


"Maafkan aku maafkan aku" gumam Suga


alya mengangguk "Maafkan aku membuat kekacau an ini Oppa" ungkap Alya merasa bersalah


Suga menggeleng "Maafkan aku yang datang terlambat.. apa ini masih sakit sayang? Ayo kita ke dokter" ajak Suga


Alya mencegah tangan Suga "selesaikan saja acara ini Oppa. Alya akan menunggu disini"


"Tidak boleh kita harus kerumah sakit" kekeh Suga


"Sayang.. aku baik baik saja tadi hanya shock saja. Ayo lah sayang mereka sudah menunggu mu" bujuk Alya.


"Baiklah, tunggu aku disini dan aku akan menyuruh beberapa bodyguard menjagamu" ujarnya memanggil beberapa orang.


Suga mencium pucuk kepala Alya dengan sangat lembut "Tunggu lah akuuu" ucapnya dan di jawab dengan anggukan oleh Alya.


"Jaga lah kekasih ku dengan baik" ujar Suga kepada pengawalnya.


"Siap Tuan" jawab beberapa pengawal itu.


"Tunggu saja nasib mu" batin suga. Ia tidak sabar ingin menghajar pelaku yang berani melukai kekasihnya.


Acara pun akhirnya berakhir, tanpa tunggu lama lagi mereka berlari menuju Ruangan, ingin memastikan kondisi Alya baik baik saja.


Terlihat jelas bekas jari jari yang mencekik leher mulus Alya. Saat ini Alya sedang diperiksa oleh dokter.


Setelah diperiksa, Alya pun beristirahat menenangkan dirinya.


Setelah keadaan Alya membaik, Kini Giliran Suga mendatangi pelaku yang sudah diaman kan diruangan. Ia Sangat sibuk hingga baru sekarang ia bisa melihat pelaku. RM dan juga Jungkook ikut menemani Suga. Sementara yang lainnya menjaga Alya.


"Brengsek!!" Bentak Suga ketika mengetahui siapa pelakunya. Ya pelakunya adalah Lee Yo Ra. Beberapa bulan ini ia dipenjara dan baru saja bebas.


"Apa kau tidak jera hah!!" Bentaknya lagi.


"Hahahaha sayang sekali wanita ****** itu tidak mati ditanganku!" Ungkapnya.


"Brukkh" suara kaca yang dipukul oleh Suga dengan emosi yang tak tertahan kan "Berhenti memangil kekasih ku dengan sebutan ******. Andai kan saja kau seorang pria sudah ku pastikan kau akan mati ditanganku!!Maki nya.


"Hyung... tenangkan dirimu" kini Jungkook menenangkan Suga.


Tak beberapa lama Polisi pun datang "pulanglah hyung, aku akan mengurusnya" ujar RM


"Terimakasih Namjoon-ah" ujar Suga kepada RM. Jungkook membawa Suga kedalam mobil untuk kembali ke droom.


Tangan Suga sudah diobati, namun tatapannya tak beralih dari Alya yang sudah tertidur pulas efek obat yang diberikan dokter.


"Aku tidak bisa membayangkan jika ia benar benar meninggalkan ku" ujar Suga kepada Jimin.


"Aku sangat mencintai nya bahkan aku bersedia mengorbankan hidupku untuk nya" ungkap Suga. Jimin menepuk pundak suga untuk menenangkannya.


**


" Apa ini?" Tanya Suga ketika RM memberikan amplop kepadanya


"Buka dan Baca lah hyung" ucap RM


Suga membaca surat itu, Namun ia sangat terkejut dengan isi dari surat yang mengatakan bahwa Lee Yo Ra mengidam penyakit jiwa. Yang di sebut "MAJOR DEPRESSION (depresi berat).


Suga menatap RM tak percaya, RM mengangguk sebagai jawaban dari tatapan Suga.


RM menatap Alya yang terbaring di kasur "Ia sangat membenci Alya karna kau lebih memilih Alya dari pada Yo Ra" ungkap RM


"Lalu bagaimana dengannya?" Tanya Suga penasaran


"Ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa khusus tahanan Hyung" jawab RM


Suga pun mengangguk mengerti.


"Sebaiknya kau istirahatlah, pasti badan mu sangat lelah" ucap Suga


RM pun mengangguk "Baiklah aku kekamar dulu hyung" pamit RM


"Namjoon-ah terimakasih" ungkap Suga memeluk RM. RM pun tersenyum dan mengangguk.


**


"Apa kau terluka? Kenapa tangan mu diperban?" Gumam Alya khawatir melihat tangan Suga yang diperban. Alya yang baru saja bangun sangat terkejut melihat keadaan Suga.


Suga yang masih terlelap di sofa pun tak merasa terganggu.


"ahh ini pasti efek obat penenang dari dokter, sampai aku jadi kebablasan tidurnya" Batin Alya.


Ia menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


"Apa kau sangat lelah sayang?" Gumam nya lagi saat melihat Suga yang tak bergeming.


Alya kembali membenarkan posisi bantal nya Suga yang hampir jatuh ke lantai dan juga selimutnya.


ia akan melaksanakan sholat subuh dan berencana memasak makanan untuk sarapan. Kondisi Alya sudah benar benar pulih, walaupun bekas jari jari pelaku masih terlihat jelas disana.


"Oppa.." sapa Alya melihat jin yang menuruni tangga


"Kenapa kau berada didapur, Bagaimana kondisimu?" Tanya Jin mendekai Alya


Alya menggeleng "Aku baik baik saja Oppa. Tidak apa apa, aku akan memasak untuk sarapan kita"


"Apa kau memang terbiasa bangun sepagi ini? Bahkan ini baru jam lima lewat tiga puluh menit" ujar Jin yang masih kebingungan dengan Alya.


"Ini sudah kebiasaan ku Oppa" jawab Alya


"Oppa kenapa bangun sepagi ini?" Kini giliran Alya bertanya


"Kami akan menghadiri acara pagi ini. Jadi aku bangun lebih dahulu agar bisa membuat sarapan. Biasanya Suga sudah bangun" jawab Jin


"Ia masih tertidur Sepertinya ia sangat kelelahan. Oppa kenapa tangan Nya diperban seperti itu? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Alya penasaran


"Hmm tangannya terluka jadi diperban"


"Gara gara apa?"


"Hmm maaf kan aku tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu" ungkap Jin, ia sebenarnya ingin memberitahu Alya namun Sebaiknya Alya langsung bertanya kepada Suga.


alya mengangguk mengerti maksud Jin.


Alya melihat jin mengambil bahan masakan dikulkas "Oppa,, biar Aku saja yang memasak nya. Oppa istirahatlah" ujar Alya


"Aku bisa membantumu"


Alya menggeleng "Istirahatlah, pasti kau juga sangat lelah"


"Baiklah, aku akan menonton tv saja karna mata ku tak bisa tidur lagi. Jika butuh apa apa segera panggil aku" ungkapnya. Alya pun mengangguk dan segera membuatkan minum untuk Jin sambil membawakan kue yang ada dikulkas sebagai cemilan.


Note : Terimakasih Sudah mampir dan membaca cerita. Cerita ini hanya fantasi Author maaf jika ada kesalahan 💜💜