
"Sayang.. Apa kau sudah tidur?" Tanya Suga
Alya yang mendengar itu pun menegakkan kepalanya " Belum Oppa" Jawab Alya.
"Ada apa? Apa kau kurang nyaman sayang?" Tanya Suga beralih Duduk
Alya mengangguk "Hmm bolehkan aku membuka Cardigen piyama ini Oppa? Ini sangat panas" izin Alya. Ya Alya sangat tidak nyaman Memakai Piyama seperti ini
"Hahahahah kau sangat Lucu. Jika ingin membuka nya buka saja. Jika tidak ingin menggunakan baju juga tidak apa apa"
"Oppa!!!" Teriak Alya mendengar penuturan Suaminya, suga hanya tertawa melihat Tingkah Alya yang sangat malu olehnya.
Suga beranjak turun dari ranjang dan mengambil laptopnya. Karna mata nya tak kunjung mengantuk.
Sementara itu Alya segera melepas cardigen Piyama nya dan hanya menyisakan Dalaman baju piyama dan bergegas tidur menutupi seluruh tubuhnya.
Bukan tak ingin melakukan kewajibannya sebagai seorang istri namun suga lebih dahulu Mengatakan bahwa ia tak akan memaksa Alya dan menunggu Alya benar benar siap.
"Oppa.. kau sedang apa?" Tanya Alya dibalik selimutnya
"Aku ada pekerjaan sedikit" jawab Suga Asal. Ia sebenarnya ingin mencari kesibukannya agar tak terpengaruh Oleh Alya. Ia yakin jika ia tak segera mengerjakan hal Lain sudah ia pastikan bahwa ia tak akan bisa mengendalikan dirinya lagi. Apalagi dengan keadaan Alya saat ini berpakaian sangat seksi menurutnya.
"Oppa.. Maafkan Aku, Namun jika kau meminta nya sekarang. Aku bersedia" ungkap Alya bangun dari tidurnya. Ya setelah beberapa saat mereka sibuk dengan pemikirannya masing masing.
"Benarkah?" Ujar Suga dengan semangat nya.
Alya hanya mengangguk Malu. Ia harus siap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
Suga mendekati nya dan ikut duduk ditepi ranjang "Apa kau gugup?" Tanya Suga membelai wajah mulus Alya
Alya hanya Mengangguk "Baiklah, Aku akan melakukannya dengan pelan" ucap Suga dan mulai mencium Alya.
Malam itu adalah malam yang paling indah untuk mereka. Suga tidak menyangka bahwa Ia adalah orang pertama yang menyentuh Alya. Bahkan Ia sangat terkejut karna Alya tak pandai berciuman dan Ia adalah First kiss nya. Sangat Langka batin Suga.
"Maafkan aku sayang.. aku terlalu bersemangat" Ujar Suga meminta Maaf. Ia tak bisa mengendalikan dirinya
Alya hanya diam dengan nafas memburu nya. Sakit dan perih yang sangat ia rasakan membuatnya tak bisa berkata apa apa.
Suga dengan sigap mengelap keringat yang bercucuran di wajah Alya "Apa sangat sakit sayang? Maafkan aku" ungkap bersalah Suga
Alya menggeleng "Tak apa Sayang. Ini adalah kewajiban ku. Biarkan seperti ini dulu" jawab Alya yang tak tega melihat kecemasan diwajah suaminya.
Suga menutupi tubuh Alya dengan selimut dan segera bangkit dari ranjang. Ia akan menyiapkan baju untuk Alya.
namun Sebelum ia beranjak, Ia tersenyum Melihat bercak bercak Darah memenuhi selimut dan kasur bewarna putih itu.
"muach" Suga mencium bibir ranum Alya sekilas. Ia sangat bahagia malam ini.
"Oppa.. Apa yang kau lakukan" ucap Alya sangat terkejut melihat Suga membopong nya dengan gaya Bridal Style.
Suga hanya tersenyum melihat Reaksi Alya yang sangat terkejut dan sibuk menutupi Dada nya "Tak perlu ditutupi aku sudah melihatnya" Ujar Suga
"Oppa!!!!" Teriak Alya menahan malu nya
"Hahahhahah baiklah, mau mandi sendiri atau.."
"Aku bisa sendiri Oppa. Keluarlah" Potong Alya sebelum ia tambah malu mendengar ucapan Frontal Suaminya
"Baik lah baiklah.. aku akan keluar. Jika sudah selesai Segera panggil aku" ucap Suga dan dijawab dengan anggukan Oleh Alya.
Sementara Alya mandi, Suga pun dengan sigap mengganti Sprey yang kotor bekas bercak darah dengan senyum terus mengembang diwajah nan tampan nya itu.
"Baiklah Eomma.. aku akan membuatkan nya sekarang. Aku tutup telfonnya" ucap Suga dengan sambungan telfon kepada Ibu nya. Ia sudah mendapatkan Ramuan untuk mengurangi Sakit Alya akibat ulahnya.
"Oppa..." Panggil Alya namun tak kunjung Ada sahutan dari Suga.
"Sprey nya sudah diganti" Gumam Alya mendekati Ranjang
"Sayang.. kenapa tak menunggu ku saja" ujar Suga langsung meletakkan minuman yang ia buat khusus untuk Alya dan segera membantu Alya berjalan dengan pelan.
"Aku sudah memanggil mu namun tak ada jawaban" jawab Alya setelah berhasil duduk ditepi ranjang.
Suga mengangkat Kaki Alya untuk selunjuran di kasur.
"Ini minumlah sayang" Ujarnya memberikan minuman kepada Alya
"Minuman apa ini Oppa?" Tanya Alya penasaran
"Itu Obat tradisional mengurangi sakit dan perih bagian itu" Tunjuk Suga dengan mata nya kebagian sensitiv Alya
"Oppa!! Kau sangat mesum" Teriak Alya
"Sayang.. Ahahhah tidak tidak.. minum Lah Eomma yang menyuruhku membuatkan mu minuman itu" ucap Suga mengaku
Alya hanya menepuk jidad nya membayangkan betapa malu nya ia bertemu Mertua nya nanti.
"Pahit" Ucap Alya memberikan gelas kosong ke Suaminya
"Namanya juga Obat sayang" jawab Suga menerima Gelas kosong itu.
Suga pun merapikan bantal dan menyusunnya agar Alya nyaman dengan tidurnya.
"Terimakasih Sudah menjaga nya untuk ku dan berjanjilah akan selalu disampingku Sayang" ucap Suga mengelus dan sesekali mencium pucuk kepala Alya.
Alya pun mengangguk setuju tanpa berniat bersuara karna ia sangat lelah dan tenaganya sudah habis akibat Ulah Suaminya yang tak berhenti melakukannya lagi dan lagi.
Mereka pun tidur dengan berpelukan, berbeda dengan Alya walaupun ia tidur namun ia sangat tak nyaman karna setiap ia bergerak perih dan sakit pun akan terasa dibagain inti nya.
"Sampai berapa lama lagi akan sakit seperti ini?"batin Alya
Ia menatap wajah Suaminya dengan sangat dekat. Lagi lagi Ia tersenyum mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Ia tak bisa menghilangkan rasa bahagia dan dicampur dengan takut saat melakukan hubungan suami istri. Bahkan ini adalah pertama kali nya untuk Alya.
Alya membelai pipi Suga dengan Lembut "Apa kau sangat lelah sayang?" Tanya Alya dengan lembut namun terkesan berbisik.
"Jangan memancingku sayang, Atau aku tak akan berhenti" Jawab Suga langsung membuka matanya. Benar saja Alya langsung terkejut dan segera menutup wajahnya dengan selimut.
Alya mengutuk dirinya sendiri dengan perbuatan tangannya yang sangat memalukan.
"Hahahah kenapa? Apa kau ingin melakukan nya lagi sayang?" Goda Suga berusaha membuka selimut yang menghalangi Wajah Alya
"Tidak Oppa.. jangan sekarang yaa sayang" tolak halus Alya
"Hmm menurut buku yang aku baca jika seorang istri menolak ajakan suami maka Istri itu akan berdosa"
Dengan pasrah alya membuka Selimutnya "baiklah Ayo Kita lakukan" Ujar Alya dengan senyum terpaksanya
"Hahahahahah kau sangat lucu sayang" Ucap Suga puas menggoda Alya
"Aku hanya bercanda.. aku tak mungkin setega itu sayang" Sambungnya lagi memeluk Alya.
Alya pun membalas pelukan itu dengan Erat. Ia sangat bersyukur dan bahagia bisa menikah dengan Idol sekaligus pujaan hatinya sendiri.
"Ayo tidur, Besok kita akan melakukan nya lagi seharian" ucap Suga dengan nada menggoda nya
Alya hanya pasrah karna ia tak ingin menjadi istri yang berdosa kepada Suaminya.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜