
Lantunan suara adzan diponsel milik Alya terdengar sangat merdu dan mampu membuat si empunya terjaga dari tidurnya yang sangat indah.
"Alhamdulillah masih diberi kehidupan" ucapnya Syukur. Badannya sudah terlihat membaik. Lalu ia melirik ke sofa yang sedang ditiduri oleh pemiliknya. Seutas senyum terukir diwajah cantik nan mulus itu.
"Terimakasih" gumamnya yang sedang menatap wajah pria yang sudah merawatnya dari semalam. Ia melangkah mendekati sofa bewarna hitam itu, tak berniat untuk menganggu hanya saja ingin melihat lebih dekat.
"Tuan sangat tampan" puji Alya. setelah puas memandangi pria yang menjadi idola nya kini Alya menyelimuti suga dengan hati hati karna ia tak ingin Suga terganggu.
Mengambil ponselnya dan menelfon seseorang yaitu Rania. Sudah kebiasaan Alya ketika bangun subuh segera menghubungi Rania. Sedikit berbincang bincang sambil melepas rasa rindu mereka.
Setelah panggilan berakhir kini Alya beranjak untuk membersihkan diri dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan kewajibannya sebagai muslimah.
Tanpa disadari Alya, suga sudah bangun terlebih dahulu dan ia mendengar apa yang Alya ucapkan, seutas senyuman terlukis indah diwajahnya. Mungkinkah dia telah menaruh hati kepada gadis kecil ini? Entahlah hanya suga yang mengetahuinya.
Melihat Alya keluar dari kamar mandi, suga kembali berpura pura tertidur pulas. Alya melaksanakan sholat subuh dan setelah itu membaca AlQur'an kecil yang biasa ia bawa.
Walaupun Alya belum berhijab seperti muslimah lainnya, namun ia selalu menunaikan ibadah dan perintah yang wajib dengan tepat waktu. Sangat merdu didengar oleh Suga, tak hentinya suga tersenyum dibuat nya.
"Walaupun aku tak mempunyai agama namun aku percaya Bahwa Tuhan itu ada" batin Suga.
Alya melirik Suga Yang tak bergeming sedari tadi "mungkin Tuan sangat lelah" gumam Alya. Setelah ia melipat mukena dan sajadahnya, ia segera turun ke dapur. Untuk membuat sarapan, karna Alya harus berterimakasih kepada Suga dan jungkook yang telah menolong dan merawatnya.
badannya sudah terasa jauh lebih mendingan, dan ia akan bergerak agar keringatnya keluar dengan Alami.
Sebelum memasak, ia akan membersihkan dan mengepel terlebih dahulu. Alya cukup hafal letak barang yang ia butuhkan karna ini kali keberapa nya ia menginap dan main kesini.
"Apa kau sudah sembuh? Jika belum jangan terlalu dipaksakan" ujar Suga mengejutkan Alya yang tengah fokus memasak.
"Hah??" Respon Alya yang tak bisa berkata apa apa.
"Suhu badan mu sudah normal" ujarnya lagi sambil memegang dahi Alya. mendapat perlakuan itu Alya hanya diam tak dapat berbicara lagi
"Kau masak apa?" Suga mengalihkan pembicaraan karna menetralisir kecanggungan diantara kedua nya.
"Hmm aku hmm Alya membuat sarapan untuk Tuan" jawab nya gugup
"Panggil Aku Oppa seperti kau memanggil Rm" tegasnya
Alya mengangguk paham dan kembali fokus kepada masakannya.
Setelah menyelesaikan semua menu sarapannya, mereka pun melahab makanan itu.
"Oppa ingin pergi kemana?" Tanya Alya melihat kopernya jungkook
"Hmm hari ini aku mendapatkan libur selama 3 hari, jadi Aku akan menggunakan nya untuk bertemu keluargaku" jawab jungkook
Alya menatap Suga yang masih setia dengan makanannya "hmm apa hyung tidak apa apa jika sendiri disini?" Tanya Jungkook sedikit tak enak hati
Suga mengangguk sambil tersenyum "tidak apa apa, besok jhope akan pulang kesini, sungguh" tenang Suga yang mengerti perasaan tak enak hati dari si maknae grup ini.
Alya hanya menyimak percakapan diantara mereka berdua.
Setelah semua nya selesai, jungkook pun berpamitan kepada Suga dan juga Alya. Dan tinggal lah suga dan Alya di droom ini.
Kini mereka berdua duduk disofa sambil menonton MV dari album BTS. Alya yang tak enak hati meninggalkan suga sendirian hanya bisa diam sesekali melirik Suga.
"Hmm tidak Oppa, kuliah sudah berakhir minggu lalu" jawab Alya
"Apa kau tidak menemui saudara mu?"
Alya tampak berfikir, ia mencerna perkataan suga yang menyebutkan kata saudara, Alya hanya mempunyai Rania dan Lisa sebagai saudaranya "tidak.. kakak ku berada diindonesia, sedangkan Eonni Lisa sedang berkunjung ke busan untuk mengerjakan proyek barunya" jelas Alya
Suga mengangguk "bagaimana dengan Oppa? Apa Oppa tidak mendapatkan libur seperti member lainnya?"
Suga tersenyum "aku mendapatkan nya dari dua hari yang lalu, namun aku menghabiskan nya disini"
"Kenapa seperti itu?" Tanya Alya penasaran
"Aku tidak bisa pulang karna orang tua ku tak menyukai pilihan ku sebagai seorang Idol" jelasnya
Sejenak mereka terdiam dengan lamunannya masing masing "apa kau tak keberatan menemaniku disini?" Tiba tiba suga menghentikan lamunan Alya
"Hmm baiklah, Alya juga bingung liburan kali ini dengan siapa, karna eonni Lisa sedang bekerja dan juga Kak Rania tengah mengandung besar" jawab Alya dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan kedua orang tua mu?" Tanya Suga, seketika Raut wajah Alya berubah menjadi sedih, melihat itu Suga jadi tak enak hati "maafkan aku bukan maksud ku" sambungnya
"Tidak apa apa Oppa" jawab Alya dengan senyum yang dipaksakan.
Canggung pun terasa diantara kedua nya, Suga yang merasa merusak suasan pun melangkah ke dapur untuk membuatkan sesuatu, namun Alya mengikutinya dari belakang.
"Oppa ingin membuat kopi?" Tanya Alya, Suga yang sedikit canggung mengangguk sebagai jawaban iya.
Alya langsung mengambil gelas dan membuat kopi yang diinginkan suga. Suga terus menatap Alya "ini kopinya sudah selesai" ujar Alya memberikan segelas kopi untuk Suga dan gelas yang satu nya untuk ia nikmati.
Suga dengan ragu mengambil nya dan meminum kopi itu, sangat enak terasa dilidahnya.
" orang tua ku sudah meninggal ketika Alya masih bayi" ujar Alya setelah meminum kopi buatannya.
"mereka meninggal karna kecelakan" lanjutnya yang tak sadar meneteskan air mata.
Suga terus mendengarkan ucapan Alya dengan menatap wajah gadis dihadapannya ini.
" Alya dibesarkan oleh kakak yang sangat hebat dan sangat menyayangi Alya. Kami hanya tinggal berdua tak ada saudara ataupun keluarga lainnya" jelasnya lagi. Air mata sudah membasahi pipinya ketika menceritakan betapa perih nya kisah hidup yang mereka lalui.
Setelah puas mengungkap kan isi hatinya, Suga pun mendekati Alya "apa boleh aku memeluk mu sekali saja" pinta Suga. Sedikit ragu namun Alya mengangguk.
Mendapat izin dari sang pemilik badan, Suga memeluk Alya dengan sangat erat, tanpa suga sadari air mata sudah mengalir dipipi nya. Ia mengusap pelan bahu Alya dengan lembut "maafkan aku" gumamnya pelan namun terdengar jelas oleh Alya
Alya yang baru pertama kali dipeluk oleh seseorang laki laki merasakan tenang dan nyaman. Air matanya tak bisa ia bendung lagi, tangis nya pecah dipelukan Suga.
"Menangis lah karna itu bisa membuat beban mu sedikit berkurang" ujarnya lagi. Alya kembali mengeratkan pelukannya pada Suga.
Ia tak tau apa yang ia rasakan saat ini, entah mengapa didekat suga akhir ini sangat membuatnya nyaman dan tenang, begitu pun sebaliknya. Suga juga merasakan hal yang sama.
Mereka mulai menceritakan tentang kehidupannya satu sama lain. Kadang tertawa dan sesekali meneteskan air mata.
Nb : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜