
Kini mereka sudah sampai di Daegu, dengan perjalanan menuju rumah Suga kurang lebih 1 jam setengah.
"Apa kau lelah?" Tanya Suga kepada Alya
"Tidak" jawab nya dengan cepat.
Sedari tadi Ibu nya Suga terus menghubungi mereka "sayang.. kalian sudah dimana? Apa sebentar lagi akan sampai?" Pesan yang selalu muncul di notice ponsel Suga.
"Jaga Alya dengan baik" pesannya lagi.
Suga cukup pusing mendengar ocehan pesan yang dikirim ibu nya tentang Alya. Kadang Suga berfikir kenapa ibu nya sangat menyayangi Alya. Namun juga ia sangat senang karna tak harus menentang ibu nya.
Tak beberapa lama vidio call dari ibu min pun berbunyi " Yonggi-ah apa kalian sudah dekat? Dimana Alya?" Tanya Ibu min
" Nee Ahjumma,, Apa kabar ahjumma?" Kini Ponsel suga sudah berada ditangan Alya
"Ohhh sayang,, apa kau lelah? Lekas lah sampai. Aku sangat merindukan mu. Sehabis ini tolong berikan nomor ponsel mu" Ujar ibu min tak berhentinya bicara. Suga juga heran kenapa ibu nya sangat hangat kepada Alya tanpa tau sebab nya.
"Iya Ahjumma, Alya juga sangat merindukan mu" jawab Alya dihiasi senyuman
"Baiklah hati hatilah, eomma menunggu kalian dirumah" ucapnya sambil mematikan telfonnya.
"Tidurlah, satu jam lagi kita akan sampai" ujar Suga. Alya pun mengangguk, alya sudah menunaikan Sholat magrib nya dipesawat tadi. Ia sedikit lega dan ia berencana menunaikan sholat isya dirumah Suga.
Mereka sudah tiba dirumah yang sangat mewah dan megah ini. Alya cukup terpana melihat kemegahan rumah kedua orang Tua suga.
"Sayang..." teriak Ibu min langsung memeluk Alya. Sedangkan Suga sudah mengembangkan tangannya agar dipeluk oleh ibu nya.
"Eomma,, anak mu disini" protes suga
"Oh sayang, matahariku sudah pulang" ungkap Ibu min meralih ke suga.
"Appah" ujar Suga memeluk Ayahnya. Begitu juga dengan Alya yang menyalim Ayah Suga.
Mereka masuk dan Ibu min sangat semangat menyambut Alya. Ia langsung menuntun Alya menuju kamar yang telah disiapkan untuknya.
"Ini kamar untuk mu, kamu boleh beristirahat. Dan mandi lah agar badan mu lebih terasa segar" ungkap Ibu min
Alya mengangguk "terimakasih Ahjumma" ujar Alya
"Mulai saat ini kau memanggilku Eomma, bukan Ahjumma" protes Ibu min
"Apakah boleh?" Tanya Alya lagi
Ibu min mengangguk "baiklah, sebentar lagi kita akan makan malam" ucap Ibu min meninggalkan Alya.
Ia sangat bahagia ketika melihat alya kembali.
Flashback on
"Kaki ku sangat sakit dan pegal" gumam Ibu min Meregangkan kaki nya.
Sangat sakit dan ngilu jika dipijakkan, namun ia berusaha menahannya.
"Permisi Ahjumma, Apa Alya boleh masuk?" Izin Alya didepan pintu
"Masuklah " jawab nya
Alya melangkah menuju tempat tidur Ibu min, sambil membawa kan minyak urut yang biasa ia bawa. Sedari tadi ia melihat jalan Ibu min sedikit berbeda.
"Apa kaki mu sakit Ahjumma?" Tanya Alya sembari duduk
Ibu min mengangguk "bagaimana kau tau?" Tanga nya heran
Alya tersenyum "Alya melihat Ahjumma berjalan sedikit berbeda"
"Kau benar, Kaki ku sangat ngilu dan pegal karna diperjalanan kesini, aku tidak hati hati. Dan membuatku jatuh. Namun baru sekarang terasa sakit" ungkapnya
"Boleh Alya memijit nya? Mungkin akan sedikit meredakan" tawar Alya
"Apa tidak keberatan? Aku tidak ingin menyusahkanmu" ibu min tidak enak hati
"Tidak Ahjumma, Alya tak keberatan"
Alya dengan fokus memijat kaki Ibu min, ia sudah terbiasa memijat Rania dulu dan kadang kadang Lisa.
"Pijatanmu sangat Enak" puji Ibu min. Alya hanya tersenyum.
"Gadis ini sangat baik dan tulus. Bahkan ia tidak keberatan memijat kakiku" batin Ibu min
"terimakasih Alya, ini sudah terasa jauh lebih baik" ungkap Ibu min setelah Alya selesai memijatnya.
"Sama Sama Ahjumma, Alya hanya ingin berterima kasih kepada mu"
"Untuk apa?" Ibu min bingung
"Terimakasih sudah memeluk ku waktu itu, itu adalah pelukan pertama yang aku dapatkan dari seorang ibu" jawab Alya tersenyum
"Apa Ibu mu sudah meninggal?" Tanya Ibu min
Alya mengangguk " Ia meninggalkan ku semasa Aku bayi" jawab Alya sambil menunduk. Tak ingin membuat Alya semakin sedih, Ibu min menarik Alya kepelukannya "Jika seperti itu, Aku akan terus memeluk mu" ungkap nya
Alya menguatkan pelukannya "terimakasih Ahjumma hikss hikss, Aku sangat bahagia" ucap Alya
"Berhentilah menangis, kau tau aku sangat menyukai mu" ungkapnya dengan mata yang sudah merah menahan tangis.
"Apa kau tau bahwa kau lah gadis pertama yang aku peluk" ujar Ibu min mulai bercerita
"Benarkah Ahjumma?"
Ibu min mengangguk "Aku sangat sulit untuk dekat dengan orang lain, dan juga dulu aku menginginkan Anak perempuan"
Alya mendengarnya pun tersenyum
"Terimakasih Sudah merawat Yoongi-ku dengan sangat baik" ucap nya
Alya mengangguk "itu adalah tugas ku Ahjumma" jawab Alya dengan sopan nya
"Kau gadis yang sangat baik hati, semoga Tuhan selalu melindungi mu dimana pun kau berada Nak" doa Ibu min mengelus kepala Alya
***
Mereka makan malam bersama, untuk memulai acara tahun baru. Walaupun Alya tidak merayakannya namun ia cukup menikmati dengan ditambah lagi salju turun membuat malam mereka semakin indah.
"Apa kau bahagia?" Tanya Suga mengagetkan Alya. Setelah mereka makan malam bersama dan juga mengobrol, Orang Tua suga pun beranjak Istirahat.
"Ya Oppa, aku sangat bahagia" jawab Alya dengan senyum selalu menghiasi wajahnya
"Apa kau sudah sholat?" Tanya Suga, Alya mengangguk.
Suga mendekati Alya " Aku sudah membaca ini" Ujar nya memberikan Alqur'an kecil yang sempat ia pinjam dulu dari Alya.
"Ternyata Alqur'an ini bersama mu Oppa, aku sangat kesulitan mencarinya"
"Ya aku menyimpannya dan aku juga membacanya. Aku sangat mencintaimu namun aku harus lebih dalam lagi mengenal Tuhanmu" jawab nya dan Alya sangat sangat terkejut atas apa yang Suga sampaikan kepadanya.
"Oppa.. Apa kau..??"
"Ya aku mempelajarinya, Aku ingin memeluk Agama mu dan memantapkan hati ku. Tolong bimbing aku" ungkapnya
Alya tak bisa menahan tangis nya "Oppa, aku tidak memaksamu untuk ikut dengan Agama ku,, jika kita tidak berjodoh aku akan ikhlas. Keputusan mu ini akan ditentang oleh orang tua mu dan akan membenci ku hikss hikss hikkss" ucap Alya takut.
Suga memeluk Alya dan menenangkannya " Aku ingin memeluk Agama mu bukan karna mencintai mu, namun Aku sadar bahwa tuhan itu hanya satu. Dan izin kan aku memantapkan hatiku" ujarnya menenangkan Alya
"Hikss hikss bagaimana dengan orang Tua mu Oppa? Mereka akan menentangnya"
"Kita coba perlahan ya dan meyakinkan mereka" ujar Suga
Alya menangis dipelukan suga, sangat tenang dan damai rasanya. Mungkin kah mereka akan bersama. Ia berharap semua nya akan baik baik saja dan melewati masa sulit..
Note : terimakasih sudah membaca dan jangan lupa meninggalkan like dan votenya.. maaf part ini mungkin sedikit sensitif, ini hanya sebatas cerita Author agar mereka bisa selalu bersama. Karna mereka sangat mencintai satu sama lain dan jangan diambil hatii ya teman teman💜💜
Jika Author salah mohon dimaafkan yaaa💜