My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Rendang Cinta



"Profesor Lee" sapa Alya


"Hai Al, apa semuanya telah selesai?" Tanya Profesor Lee to the point


Alya mengangguk "Sudah prof" jawabnya


"Hmm baiklah, Lusa kita akan mengadakan kunjungan kebeberapa rumah sakit di beberapa desa cabang rumah sakit ini. Bersiaplah karna kita akan kurang lebih dua minggu disana" Jelas profesor Lee memberitahu program yang sudah beberapa bulan ini dirancang


"Wahh itu sangat menyenangkan. Siap Prof" jawab Alya dengan semangat empat lima nya.


karna ia ikut adil dalam program itu.


"Baiklah, kembalilah bekerja" Ujar Profesor Lee meninggalkan Alya.


***


hari Ini Alya sangat sibuk, Mungkin ia akan lembur karna beberapa pekerjaannya yang sedikit menumpuk.


"Perawat Bo, Bagaimana dengan kondisi Ahjussi Jang?" Tanya Alya melihat riwayat penyakitnya


"Kondisinya setelah seminggu lebih ini Dok cukup membaik, Namun ada sedikit bermasalah dengan bekas jahitan Operasinya karna beliau menderita penyakit diabetes" jelasnya


Alya pun mengangguk "Ayo kita akan mengecek kondisi pasien" Ajak Alya diikuti anggukan Dokter Park dan juga Perawat Bo.


"Kondisi Ahjumma sudah membaik, Anda bisa pulang hari ini" ucap Alya setelah memeriksa Pasien nya


"Terimakasih Dokter,, Ini untuk mu" Ujar Pasien itu


"Apa ini Ahjumma?" Tanya Alya penasaran


"Ini adalah hadiah untuk dokter cantik. Ambil lah dan pakai" ungkapnya


Alya membuka kotak itu yang berisi sebuah kalung yang sangat indah "Ahjumma.. ini ..ini maafkan saya Namun saya tidak berhak menerima ini" tolak halus Alya


"Ambil lah, ini khusus untuk mu. Saya sangat berterimakasih kepadamu karna kau telah menyelamatkan nyawa ku"


Alya tersenyum "Ahjumma,, Itu sudah kewajibanku untuk menyelamatkan pasien. Namun Untuk kali ini Saya tidak boleh menerima ini karna ini dilarang dirumah sakit kami" Ujar Alya memberitahu Pasiennya


Hadiah ini sangat mahal dan itu salah satu Peraturan dari rumah sakit bahwa seorang dokter tidak boleh menerima hadiah yang bernilai mewah/besar dari pasiennya. Karna itu akan menurunkan citra rumah sakit dan dokter tersebut.


"Hmm jika begitu aku akan berbicara dengan pimpinan rumah sakit ini. Karna ini aku pesan khusus untuk mu dokter" gigih pasien itu. Alya pun hanya tersenyum mendengar itu. Ia tak bisa berkata apa apa lagi.


Ya pasien ini sudah dirawat kurang lebih 1 bulan disini dan Alya lah yang merawat nya karna Ia hanya ingin dirawat oleh Alya. Untuk seminggu ini Ia terpaksa di rawat oleh Dokter Park karna Alya sedang cuti.


Setelah berbicara dengan pasien dan juga memeriksa semua pasien baik yang akan segera pulang ataupun mendapatkan perawatan yang intensif.


"Bagaimana dengan Kondisi Ahjussi?" Tanya Alya


"Dibagian Ini masih terasa nyeri dokter" jawab Ahjussi jang


Alya pun segera memeriksa kondisinya dan memberikan beberapa resep tambahan untuk Ahjussi jang.


Setelah berbicara dengan Ahjumma Jang, Kini Alya pun segera menuju Ruangannya karna hari ini ia sangat lelah.


Tring..tring..


Suara ponsel Alya berbunyi. Alya pun segera melihat Siapa yang menelfon dirinya "Eomma" gumam nya semangat ketika Calon mertua nya menelfon


"Hallo Eomma" sapa Alya


"Sayang.. Eomma sangat merindukan mu. Kapan kau akan mengunjungi Eomma" ujarnya disebrang telfon sana


"Alya juga merindukan mu.. Bagaimana kabar Eomma?" Tanya Alya telah sampai diruangannya


"Eomma baik baik saya, Segeralah pulang dan kunjungi Eomma"


"Ya Eomma, Alya akan mengatur waktu untuk mengunjungi Eomma" tenang Alya


"Baiklah, Eomma akan menunggu mu. Dan juga Eomma sudah mengirimu dan juga Suga makanan yang eomma buat sendiri" ujarnya


"Terimakasih Eomma.. Alya sangat menyayangimu" jawab Alya.


"Eomma lebih menyayangimu..sudah ya eomma tutup telfonnya dulu sayang"


Ujarnya menutup sambungan telfon.


Alya pun melanjutkan pekerjaannya, Ia membuka laporan yang sudah ia terima dari perawat Bo, Dan juga Besok adalah Perjalanan yang panjang seperti program yang beberapa bulan ini dirancang untuk mengunjungi beberapa rumah sakit cabang di desa.


"Sayang.. Ada apa? Apa sesuatu terjadi?" Tanya Suga disebrang telfon


"Tidak Oppa.. Aku hanya meminta izin kepadamu karna Besok rumah sakit akan mengadakan Kunjungan Kebeberapa Desa" ujar Alya


"Kurang lebih Dua minggu oppa" jawab Alya


"Hmm apa kamu tidak bisa menolaknya???" Tanya Suga sedikit khawatir


"Tidak bisa sayang, Program ini sudah direncanakan dari beberapa bulan Lalu dan aku sebagai sekretaris Nya sayang." jawab Alya


Suga hanya Diam, Ia tak bisa sepenuhnya melepas Alya pergi ke desa desa yang jauh dari kota. Ia takut sesuatu terjadi kepada Alya.


"Apa Oppa mengizinkan ku?" Sambung Alya lagi ketika tak mendengar respon dari kekasihnya


"Kita akan bertemu nanti, Aku akan menjemputmu" jawab Suga.


Alya pun mengangguk dan telfon pun segera terputus.


**


"Oppa.." Ujar Alya ketika tiba tiba Suga memeluknya


"Ada apa? Apa kau sakit?" Sambung Alya lagi mengecek Suhu badan Suga


"Sayang.. Aku tidak bisa bernafas" rengek Alya ketika pelukan suga semakin erat


"Aku sangat mencintaimu.. Apa tidak bisa diwakilkan dengan yang lain untuk menggantikanmu?" Kini Suga memulai Percakapannya


Alya menyerngitkan Dahinya "Aku takut sesuatu terjadi denganmu. Itu sangat jauh sayang" ungkapnya Lagi


"Oppa.. Aku akan jaga diri sebaik mungkin. Aku tidak sendiri sayang. Ada beberapa rekan kerjaku termasuk Profesor Lee dan juga Perawat Bora. Ini tak akan lama sayang" Tenang Alya


Suga menghela nafasnya dan menghembuskannya Kasar "Apa setelah kita menikah kau akan sering meninggalkan ku seperti ini sayang?"


Alya mengerti apa yang ditakutkan oleh kekasihnya ini " Aku akan mengurangi waktu ku di Rumah sakit dan mengurus mu dirumah" Jawab Alya membuat senyuman terukir diwajah Suga


"Oppa.. Kau tak perlu khawatir soal itu" sambung Alya.


"Baiklah sayang. Hati hati dan jaga dirimu" ucap Suga.


"Terimakasi Oppa" jawab Alya.


"Apa kau sudah makan sayang?" Tanya Alya


Suga menggeleng "Baiklah aku akan memasak untuk mu" ujar Alya beranjak bangun dari duduknya


"Sayang.." cegat Suga


"Ya Oppa.."


"Hmm aku ingin makan Rendang, Apa kamu bisa membuatnya?" Tanya Suga


Alya pun tersenyum dan mengangguk. Tentu saja ia pandai membuat Rendang karna Itu adalah makanan kesukaan nya dan Lisa.


Alya pun fokus memasak Didapur, Syukurlah Rania memberinya bekal Rempah rempah untuk ia masak di korea, Karna Rania sangat tau jika Alya ataupun Lisa akan merengek kepadanya minta dikirimkam rendang ataupun bumbu rempahnya.


"Sangat wangi" Ujar Suga pencium Pundak Alya.


"Oppa..kau membuatku Geli. Duduklah disana. Setengah jam lagi makanan ini akan matang" jawab Alya merasa terganggu


"Aku tidak sabar akan segera menikah dan tinggal bersama "


Alya hanya tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan Suga karna ia juga tak sabar hari itu tiba.


Ia juga akan mengirimkan Rendang ini ke Busan untuk Lisa. Pasti Lisa sangat senang.


Setelah setengah jam menunggu, Akhirnya yang dinanti pun segera tiba.


"Ayo makan sayang" Ajak Alya memberikan nasi dicampur dengan Rendang permintaan Suga


"Apa kau tak mau menyuapiku sayang?" Tanya Suga memasang wajah memelas


Alya menghela nafasnya dan menghembuskannya pasrah menghadapi sifat manja kekasihnya.


Ia mulai mencuci tangannya dan menyuapkan Bayi besarnya "kau seperti Anak anak saja Oppa" ujar Alya


"Kau yang mulai menyuapi ku saat diindonesia, dan sekarang aku sudah terbiasa seperti ini" alasan nya


Alya pun menggelengkan kepalanya tak tau harus berkata apa lagi kepada Kekasihnya ini.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Maaf jika ada kesalahan karna Cerita ini hanyalah hayalan Author 💜💜