My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Berita bahagia



"Oppa.. aku sangat merindukan muuu" Rengek Alya kepada Suga.


Ini pertama kalinya ia bersikap sangat manja kepada suaminya. Tak tau kenapa seminggu ini ia hanya ingin bersama Suga.


"Sabar ya sayang.. lusa aku akan pulang" Tenang suga. Suga juga sangat merindukan istrinya,, Pekerjaannya sudah selesai hari ini. Lusa ia akan pulang dan akan bertemu dengan istri yang sangat ia cintai.


"Baiklah.. Aku menunggu mu" jawab Alya memelas.


Setelah berbincang cukup lama telfon pun akhirnya terputus.


"Sayang.. eomma membuatkan mu teh hangat untuk menyegarkan badan mu" Ucap Ibu min memasuki kamar Alya. Ya tadi pagi Alya merasakan badannya meriang dan mual mual, Namun ia tak ingin menceritakan nya kepada Suga. Karna ia takut Suaminya akan khawatir terhadap dirinya.


"Makasih Eomma" ucap Alya mengambil Gelas ditangan mertuanya.


"Apa perut mu masih terasa tidak enak Sayang?"Tanya ibu min cemas.


"Sudah lumayan Eomma. Tidak seperti tadi" jawab Alya


"Bagaimana kita memeriksa kondisi kesehatan mu nak? eomma sangat khawatir"


"Eomma,, Alya baik baik saja. Mungkin hanya ke cape an karna Kemarin Alya ikut Membantu karyawan di Cafe Milik Eomma" ucap Alya jujur.


"Apa?? Kamu ikut melakukan pekerjaan disana? Aigoooo Kamu itu Putri Eomma, kenapa harus ikut serta melakukan pekerjaan itu"


Alya tersenyum mendengar Omelan Ibu mertuanya. Walau ia hanya menantu namun Ibu min tak pernah sekalipun menganggap Alya sebagai menantu nya. Ia menganggap Alya adalah putrinya.


"Tapi Eomma karyawan itu sakit, jadi Alya yang menggantikan nya. Alya sangat kasihan melihatnya" jawab Alya


Selama kurang lebih sebulan ini Alya selalu ikut saat Ibu min mengunjungi Cafe . Alya juga sedikit paham dengan pengelolaan Cafe dan restaurant yang sangat besar milik mertua nya. Karna Ibu min juga mengajarkan Alya tentang sistem Pengelolaan Nya. Alya juga ikut serta mengecek pengeluaran dan juga Pemasukan perhari nya.


Mendengar itu Ibu min mengelus wajah mulus menantunya ini "kamu ini tak pernah berubah. Selalu saja mengorbankan diri mu hanya untuk menolong Orang lain" Ucapnya. Ia sudah beberapa kali melihat Alya seperti itu apalagi saat Alya masih menjadi dokter, saat melihat vidio Alya yang menolong anak kecil dan mengakibatkan ia cedera beredar luas di sosial media, Ibu min sangat khawatir.


"Eomma.. Alya baik baik saja.. Tapi.. oekk oekkk oeekk" ucapan Alya terhenti saat rasa mual kembali datang. Alya langsung berlari kekamar mandi meninggalkan Mertua nya.


"Sayang.. Muntah kan saja.." ujarnya panik sambil mengelus pundak Alya


Alya pun memuntahkan isi perut nya, Setelah dirasanya Lega, Ia pun dibantu Ibu min kembali ke kasur nya. Badannya sungguh terasa sangat lemas dan energinya sudah terkuras.


"Eomma akan menelfon Dokter Do dulu.." ucapnya sambil menggenggam tangan Alya.


Alya hanya mengangguk dengan Pasrah.


Beberapa saat kemudian Alya pun diperiksa oleh dokter Do, setelah melakukan pemeriksaan dokter Do tersenyum kepada Alya.


"Bagaimana dokter putri saya?" Tanya Ibu min dengan sangat cemas


"Selamat Nyonya akan segera mempunyai cucu" jawab Dokter Do to the point


"Apa dok? Saya akan mempunyai cucu?" Ulang Ibu min


Dokter Do pun mengangguk dengan semangat, begitu juga dengan Alya yang sangat terkejut dan bahagia mendengar kabar itu.


"Sayang.. Eomma akan mempunyai cucu" ucap Ibu min menggenggam tangan Alya. Alya pun mengangguk bahagia.


"Jadi berapa usia kandungan saya dok?" Tanya Alya memastikannya


"Kurang lebih 4 minggu Nona" jawab nya


Alya pun mengangguk Mengerti, disaat pernikahanya yang seminggu lagi berusia dua bulan, Ia mendapatkan hadiah yang sangat besar dari Allah.


Tak lupa Alya bersyukur atas rezeki yang sangat besar dari Allah. Alya mengelus perutnya yang masih rata dengan senyuman terus terukir diwajah cantiknya. Begitu juga ibu min yang meneteskan air mata mendengar kabar bahagia ini. Karna pewaris keluarga min akan segera lahir dikeluarga ini.


"Saya akan memberikan resep Obatnya dan juga beberapa vitamin Untuk penguat kandungan Nona, karna Fisik Nona cukup lemah" jelas dokter Do


"Nona tidak boleh kecapean, dan kurangi lah pekerjaan yang menguras tenaga" sambungnya lagi.


Alya pun mengangguk, Ibu min pun sedikit bingung mendengar Ucapan Dokter Do tadi. Ia selalu bersama Alya Dan tak membiarkan Alya mengerjakan apapun kecuali memasak yang ringan ringan.


Setelah mengantar dokter Do keluar, Ibu min kembali lagi menanyakan maksud dokter do tadi kepada Alya.


"Sayang.. Apa yang kamu kerjakan dikantor saat Eomma pergi keluar kemarin?" Tanya ibu min to the point


"Hmm Alya mengepel ruangan Eomma dan juga Mengelap kaca kaca menggantikan Karyawan yang sakit itu Eomma" jujur Alya tanpa merasa bersalah dan tentunya memasang wajah yang sangat imut


"Ahhh Jangan seperti itu, Eomma tidak bisa memarahi mu jika wajahmu begitu.. Lain kali jangan di ulangi lagi" ujar Ibu min kepada menantu nya ini.


"Iya Eomma, Alya janji tidak akan mengulanginya lagi"


"Baiklah sayang, beristirahat lah. Eomma akan menelfon suami mu dan memberi tahu keadaan mu" pamit Ibu min meninggalkan Alya.


Alya pun mengangguk, Karna mata nya sangat mengantuk setelah meminum vitamin yang diberikan dokter do.


"Ada apa Eomma?" Tanya suga disebrang telfon


"Ada apa eomma,, lusa Aku akan pulang" jawabnya sedikit panik


"Kamu harus pulang sekarang, Eomma tak mau tau.. ini perintah"


"Eomma, baiklah baiklah Aku akan pulang besok" tawar Suga


"Hari ini sayang.. apa kau tak kasihan melihat istrimu sedang sakit" Ucap Ibu min tak ingin memberitahu keadaan sebenarnya


Suga langsung menghentikan pekerjaannya "apa Eomma? Benarkah? Tapi tadi Aku baru saja menelfon Alya. Ia tampak baik baik saja"


"Tak ada alasan. Segera lah pulang eomma menunggumu" jawab Ibu Min langsung mematikan ponselnya.


Suga pun sangat panik, Ia langsung menghubungi Alya namun tak mendapat jawaban karna Alya sudah masuk keAlam mimpinya.


Pekerjaan Suga sudah selesai, Hanya tinggal menghadiri Launching perdana dan ia akan segera pulang. Namun Ia tak bisa menunggu hari esok. Ia menghubungi Staff nya dan segera memesan tiket untuk pulang ke korea.


Staff nya akan mewakilinya untuk menghadiri Acara Launching perdana itu.


Suga segera menuju bandara, Ia sangat cemas mendengar kabar istrinya sakit. Ia terus menelfon alya namun tak kunjung mendapat jawaban.


Sementara Alya masih terlelap Karna pengaruh Vitamin yang diberikan Dokter Do yang efeknya mudah mengantuk untuk ibu hamil dan juga Alya sangat kurang istirahat.


Ibu min juga ikut tidur menemani Menantu nya itu.


***


Disaat Alya bangun dari tidur nya, Ia sangat terkejut dengan Panggilan tak terjawab Dari suaminya.


Alya segera menelfon ulang Suaminya "Hallo Oppa??" Ucap Alya


"Sayang.. eomma bilang Kamu sakit. Kenapa tak memberitahu ku? Aku sangat khawatir"


Mendengar itu Alya tersenyum, Ia sangat tak sabar memberitahu tentang kehamilannya namun Ia harus tunggu Suga benar benar pulang dan memberitahu nya secara langsung.


"Pulang lah segera Oppa. Aku mempunyai Kejutan yang sangat besar untuk mu" jawabnya


"Baiklah aku akan pulang sekarang.. tunggu lah aku" jawabnya. Setelah berbincang panggilan pun terputus.


Alya menelfon Rania dan juga Lisa atas kabar kehamilannya. Ia sengaja tak memberitahu Suga ditelfon karna ia ingin mengatakan nya secera langsung.


"Kak.. eonny.. Alya hamil" Teriak Alya kepada kedua kakaknya.


"Apa? Benarkah?? Wahhh selamat sayang" jawab Rania dengan semangat. Begitu juga dengan Lisa. Mereka sangat bahagia mendengar kabar Dari adik nya itu.


"Baiklah Eonny akan segera ke Daegu mengunjungi mu. Kau ingin Apa dek? Eonny akan membawakannya untuk mu" ucap semangat Lisa


"Hmm Aku belum memikirkannya. Segeralah kesini..." Jawab Alya


Lisa mengangguk mengiyakan Ucapan Adiknya itu "Eomma akan punya cucu" kini giliran Ibu min yang berbicara.


"Benar Eomma,, Kita akan kedatangan anggota Baru" jawab Rania sama antusiasnya dengan Ibu min.


Mereka tertawa Dan juga berbincang bincang cukup lama..


setelah memutuskan sambungan telfon tadi, Ibu min meminta Maid untuk membawakan makanan untuk Alya.


"kamu harus makan yang bergizi nak" Ujar Ibu min menyuapi Alya


"Eomma.. Sudah ya Alya sangat mual" Tolak Alya


"Tapi ini baru beberapa sendok nak"


Alya menggeleng dan menutup mulutnya " Eomma.." rengek Alya.


"Baiklah baiklah Segeralah minum susu dan beristirahat" Ujar ibu min mengalah.


Alya langsung tersenyum dan segera meminum Susu hamil.


"Baiklah Eomma akan keluar. Selamat tidur sayang" Ucap Ibu min berpamitan. Seharian ini ia benar benar mengurus Alya dan Baru kali ini Alya sangat manja kepadanya. Mungkin itu adalah Bawa an ibu hamil.


Tentu saja Sehabis pulang Dari kantor Appah Min pun membantu Istrinya menjaga menantu nya ini. Semua yang Alya ingin kan akan segera ia wujudkan. Ia sangat bahagia mendengar kabar bahwa Alya Tengah mengandung.


"Sayang.. Kau mau kemana?" Tanya Appah Min kepada istrinya


"Aku akan tidur bersama Alya" jawab Ibu min yang sedang menggenggam bantal nya


"Sebentar Lagi kan Yoongi pulang. Biarkan mereka beristirahat"


Mendengar itu Ibu min pun mengangguk dan kembali ke ranjangnya. Lagi lagi keinginannya menemani menantunya terhalang.


Note : terimakasih sudah membaca💜💜