
"Profesor .. Dokter... pasien ruang 142 mengalami serangan jantung mendadak" teriak Perawat Bora menghampiri Alya yang sedang bersama dengan Profesor Lee
Tanpa tunggu lama mereka pun berlari keruangan pasien, dengan cepat profesor Lee dan juga Alya langsung mengambil tindakannya.
Setelah semuanya dilakukan namun pasien tak bisa tertolong "Waktu meninggal nya 16.25 menit" ujar Alya melirik jam ditangannya.
Dengan cepat perawat Bo Ra mencatat tanggal waktu dan hari kematian pasien.
Tangis tak bisa dihindari Alya lagi, ia terisak merasakan sakit didadanya.
"Prof.." gumam Alya menatap Profesor lee tak percaya. Alya sudah sering melepas kan pasien nya untuk selama lamanya namun pasien yang satu ini sangat berarti untuk seseorang. Ya pasien ini memiliki anak perempuan yang sangat menyayanginya.
Alya tak bisa membayangkan jika gadis kecil itu akan ditinggal ibu nya selama lamanya.
"Eomma!!" Teriak Lea menghampiri jasad ibu nya yang terbaring di kasur.
"Eomma buka mata mu, Lea disini hikss hikss" tangisnya yang terdengar sangat pedih.
Ia mengoncangkan badan ibu nya terus menerus berharap ada harapan untuk nya. Bocah 8 tahun ini sudah kehilangan ayah dan sekarang kehilangan ibu nya untuk selama lamanya. Gadis kecil yang sangat malang selalu tersenyum ceria jika berkunjung.
"Sayang.. sini sama dokter" peluk Alya yang tak mampu Lagi melihat Kondisi Lea sangat menyedihkan.
"Dokter cantik, Eomma akan bangun tolong periksa dia hikss hikss" adu nya kepada Alya, mereka cukup Dekat kurang lebih satu tahun ini. Karna Ibu nya selalu rutin memeriksa kondisi nya bersama Lea. Namun sudah 2 bulan ini Ibu lea dirawat karna kondisi nya terus memburuk. Apalagi ia menderita magh akut.
"Mari ikut Dokter hikss" Alya berusaha menggendong Lea.
"Tapi dok hikkss bagaimana dengan Eomma hikkss"
Alya hanya mengelus pipi Lea dalam gendongannya dan melirik Profesor dan juga perawat Bo ra untuk meminta izin keluar agar mereka melanjutkannya.
Alya membawa Lea keluar Ruangan dan duduk dikursi "Hikss hikss apa Eomma benar benar meninggalkan ku dokter" gumam Lea
Mendengar itu Tangis Alya kembali pecah dan memeluk Lea.
"Eomma jangan tinggalkan Leaa. Lea sudah menjadi anak baik hikss hikss" lirihnya dipelukan Alya.
**
Proses kremasi pun dilakukan, Lea yang hanya tinggal sendiri pun akan dibawa ke yayasan untuk dirawat. Alya yang mengurus nya, ia sangat kasihan dengan nasib malang Lea, tak jauh beda darinya namun mungkin Alya lebih beruntung karna masih memiliki Rania berbeda dengan Lea yang hanya tinggal sebatang kara.
Gadis kecil berusia 8 tahun itu sudah mengalami masa dan pengalaman yang sangat pahit.
"Dokter cantik, Lea pergi dulu. Terimakasih sudah mengurus pemakaman eomma, terimakasih" ucap nya berpamitan kepada Alya
Alya pun tersenyum "kamu yang rajin disana ya sayang, jaga kesehatan dan juga Dokter akan sering mengunjungimu disana" jawab Alya melepaskan pelukannya.
Kini Lea sudah dijemput oleh pengurus Yayasan yang di urus Alya untuk nya. Ia berharap Lea akan baik baik saja disana dan ia juga berharap kesuksesan akan menghampiri Gadis yang sangat kuat ini.
"Mari kita kembali kerumah sakit" ajak Profesor Lee dan Alya pun mengangguk setuju.
Flashback on
" dokter,, perkenalkan ini Eomma ku" ujar Lea memperkenalkan nya kepada Alya
"Sayang, Dokter sudah mengenal eomma" ibu Lea sedikit bingung
"Eomma, Lea memperkenalkan Eomma kepada dokter cantik karna dokter cantik sudah menjadi teman Lea saat ini" jelas nya
Alya hanya tersenyum dan mengikuti kemauan Lea, begitu pun dengan Ibu lea. Lea gadis yang sangat bijak dan cerdas. Walaupun usia nya masih sangat kecil namun sikap nya bukan seperti anak anak pada usia nya, ia sangat dewasa dan juga ia merawat ibu nya sepulang sekolah.
Flashback off
"Ini kenapa ke Apartment Alya prof?" Tanya Alya bingung karna Profesor Lee membawanya pulang
"Istirahatlah kau membutuhkan itu" jawab nya.
Ia segera masuk ke Apartement dan segera beristirahat. Ia melirik jam didindingnya dan langsung beralih ke kalender di meja. Beberapa hari lagi Suga akan pulang dari luar negri dan ia sudah menyelesaikan kontrak nya. Mungkin setelah ini mereka akan membicarakan keseriusan hubungannya.
Tak butuh Lama alya pun tertidur dan masuk ke alam mimpinya.
**
setelah memeriksa kondisi semua pasien, kini Alya akan segera beristirahat diruangannya. Ia cukup sibuk hari ini karna Profesor lee sedang menghadiri acara kelulusan dokter magang dan juga ia diundang untuk mengisi Acara.
Alya membuka pintu agar segera beristirahat, ia sangat terkejut melihat apa yang ada dihadapannya ini "Oppaa" teriaknya berhamburan kepelukan Suga
"Aku sangat merindukanmu" ujar Suga memeluk Alya
alya mengangguk setuju karna ia sangat merindukan kekasih nya ini " Kau terlihat sangat lelah" gumam Suga
"Aku baru saja kehilangan ibu teman ku" ucap Alya bercerita tentang kesedihannya. Suga dengan semangat mendengarkan cerita Kekasihnya tanpa sedikitpun ia potong atau sekedar bertanya. Dua hari yang lalu Alya sudah membicarakannya ditelfon namun Suga harus memastikan lagi ceritanya secara langsung.
"Oppa.. kasihan Lea" gumam Alya dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipi mulusnya
Suga tersenyum sembari mengelap pipi yang basah itu "Itu memang sudah takdir sayang, kita harus menerima dan juga harus merelakannya. Mungkin tuhan sangat menyayangi Lea dan ingin Lea menjadi gadis yang kuat seperti mu" tenang Suga. Alya mengangguk dengan cepat menandakan ia sangat setuju atas jawaban yang sangat bijak dari kekasih nya ini.
"Permisi dok..ter" ucap perawat Bo Ra terkejut melihat Bintang Idol sedang bersama Dokter nya
"Ma..af kan aku.. bu..kan bermaksud Meng..ganggu Dokter Tuan" ujarnya kembali dengan gugup.
Alya tersenyum "tidak apa apa, ada apa Perawat Bo?" Tanya Alya
"Hmm Ini laporan kesehatan dari pasien VVIP dokter" ungkapnya
Alya menerima berkas itu "terimakasih perawat Bo" jawab Alya
Perawat Bo Ra mengangguk dan ingin segera berpamitan " Perawat Bo, hmm ini sangat sulit dijelaskan. Hmm apakah bisa hanya kita saja yang mengetahui nya" ungkap Alya
Perawat bo ra mengerti maksud dari dokter nya ini, Ia mengangguk "Tenang saja Dokter, Rahasia ini sangat aman. Namun dokter harus berhutang menceritakan ini semua kepadaku" jawab nya
Alya hanya tertawa begitu juga dengan Suga "namun Apa aku bisa meminta Tanda tangan Tuan? Aku sangat mengidolakan mu" sambung nya lagi.
"Benarkah? Dengan senang Hati" jawab Suga
Alya hanya tersenyum tak bisa ia pungkiri jika kekasih nya ini sangat banyak dicintai oleh orang orang.
Setelah semua nya selesai, Alya menatap Kekasih nya dengan tersenyum sambil mengelus kepala Suga.
"Apa kau sangat merindukan ku?" Tanya nya lagi
Alya mengangguk dengan cepat. Ia sudah hampir sebulan ini tak bertemu. Karna pekerjaan Suga yang sangat sibuk.
"Apa kita akan segera mengumumkannya?" Tanya Suga
"Apa itu tidak akan merusak karir mu Oppa?" Kekhawatiran Alya yang sangat terlihat diwajahnya
Suga lagi lagi tersenyum dan mengelus pipi Alya " Aku sudah menyelesaikan kontrak ku, Pihak perusahaan pun sudah menyetujui nya. Apa kau Lupa sayang, kekasih mu ini sudah menjadi produser resmi" jelas Suga
Alya menggenggam tangan Suga dengan sangat kuat " Jika kamu belum siap kita bisa menunda nya" ungkapnya lagi.
Alya sangat takut kejadian Dulu akan kembali terulang walaupun Suga sudah memberi penjelasan. Apa lagi mereka akan segera melangkah kehubungan yang sangat serius.
"Minggu depan Kami akan mengadakan konser untuk terakhir kali nya" ungkap nya lagi
Alya mengangguk, ia akan berencana menghadiri konser itu dan juga fans sign untuk terakhir kali nya. Namu ia harus merahasia kan nya dari Suga.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita 💜💜