My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Sakit



Hari Ini Alya bangun lebih pagi. Ia akan menyiapkan sarapan dan bekal untuk suaminya. Ia melirik Suga yang masih tertidur lelap tanpa menggunakan baju.


"Cup" ia mencium Bibir Suaminya sekilas dan mengelus wajah Suga yang sangat tampan itu.


Ia terkejut saat merasakan Badan Suga panas "Oppa.. Kau sakit" ujar Alya


Suga tidak terganggu sama sekali, Ia masih setia dengan Tidur nya.


Alya dengan cepat mengambil Alat kedokterannya untuk memeriksa Suga.


"Sayang..." panggil Lembut Alya membangunkan Suaminya.


Mendengar Itu suga pun membuka perlahan Mata nya "ada Apa sayang? Apa Baby Min ingin sesuatu" tanya Nya


Alya menggeleng, Di saat sakit seperti ini Suaminya masih memikirkan keinginan nya dan anak nya.


"Kau sakit hikss hikss" Ucap Alya dengan mata yang sudah mengeluarkan Buliran kristal nya.


Suga pun tersenyum dan menghapus Air mata istrinya. Ia sudah paham semenjak Alya mengandung Anaknya Alya menjadi sangat sensitif. Bahkan Alya sangat mudah menangis untuk Hal kecil.


Suga membawa Alya kepelukannya " Aku hanya ingin disamping mu.. aku baik baik saja" tenang Suga


Alya menggeleng " Kau sangat kelelahan Sayang, Aku akan menelfon Oppa RM atau Jhope untuk memberitahu kondisi mu" ucap Alya


Dengan cepat Suga menarik tangan Alya " Ada apa?" Tanya Alya


"Telfon saja jimin atau V" jawab Suga


Alya pun tersenyum "apa kau masih cemburu Sayang?" Goda Alya


Suga hanya Mengangguk. Mendapat jawaban seperti Itu Alya kembali duduk ditepi ranjang "sayang.. aku sudah menjadi istri mu dan Sebentar Lagi kau akan menjadi seorang Appa.. berhentilah Bersikap seperti itu. Aku dan RM tidak ada hubungan apapun" jelas Alya mengutarakan perasaannya


"Tetap Saja aku cemburu.. aduhh disini sangat sakit" Ucap Suga Memegang dada tanpa baju itu untuk mengalihkan pembicaraan nya


"Kamu hanya demam bukan Sakit jantung Oppa" jawab Alya


"Yah benar aku Lupa jika istriku seorang dokter yang sangat hebat" ujar Suga memeluk Alya. ia melupakan Alya adalah dokter tentu saja sangat tidak Mungkin jika Suga menipu nya.


"Sayang.. lepaskan dulu,, aku akan membuatkan mu bubur" ucap Alya saat Suga tak kunjung melepaskan pelukannya


Suga pun melepaskan pelukannya. Alya tersenyum lalu ia mencium pipi Suaminya dan langsung melangkah dengan cepat keluar kamar "sayang.. disini belum" teriak Suga. Ia sudah menduga kalimat itu pasti diutarakan suaminya.


"Hallo oppa" ucap Alya disebrang telfon


"Ya hallo Alya" jawab Sang penerima telfon


"Oppa.. Aku ingin memberitahu mu jika Suga Oppa sedang tidak enak badan" ujar Alya kepada Jimin


"Benarkah? lalu bagaimana keadaannya. Aku akan mengirim dokter kesana" Mendengar itu jimin pun Panik


"Apa kau lupa Aku seorang dokter Oppa" protes Alya


"Aigoo.. Aku melupakan itu.. baiklah Setelah pekerjaan selesai kami akan mampir" Ujar Jimin


"Baiklah.. terimakasih Oppa" jawab Alya dan langsung menutup telfonnya.


Ia pun segera membuatkan bubur untuk Suga. Sambil mengelus perut nya yang sudah mulai membuncit. Usia kandungannya sudah memasuki Bulan Ke empat.


Suga dan Alya tak ingin mengetahui Jenis kelamin anak nya sebelum Lahir karna mereka ingin hal itu menjadi kejutan untuk mereka nanti.


"Makan lah" ucap Alya menyuapkan suaminya.


Suga menerima suapan istrinya dengan semangat "terimakasih Sayang" ucap Suga mencium tangan Alya.


Alya mengangguk dan tentu saja ia tersipu Malu.


Setelah menyuapkan Suga, Alya pun memberikan obat penurun panas nya "cepat sembuh Appah" Bisik Alya ditelinga Suga yang telah tertidur kembali.


Alya mengusap perut nya yang sudah membuncit "Doa in Appah cepat sembuh ya Nak" gumam Alya kepada Bayi yang ada di kandungannya.


Alya mengambil tangan Suga dan memijat nya perlahan. Ia sangat khawatir dengan kondisi suaminya.


"Ini akibat kau terlalu kelelahan" gumam nya lagi. Ia tak bisa menghentikan Air mata nya.


Mendengar suara tangisan, Suga pun terbangun. Ia sangat terkejut melihat Istrinya sedang menangis dan mengurut tangannya pelan.


"Sayang" panggil Suga


Alya yang mendengar itu pun langsung menghapus air matanya " apa aku mengganggu tidur mu oppa?" Tanya nya dengan senyum yang dipaksakan


Suga bangun dari tidur nya, dan membawa Alya bersandar didada bidang nya "kenapa menangis?" Tanya Suga dengan nada yang sangat lembut


Mendengar itu Pun suga langsung tersenyum dibuatnya. Ia mengelus lembut perut Alya " Aku hanya kelelahan sayang. Bukan nya kamu yang memeriksa ku. Apa kamu lupa kalau kamu adalah dokter penyelamat ku"


Alya tersenyum " maafkan Aku, semenjak Baby Min disini, Aku merasa jika aku sangat sensitif. Apalagi yang berhubungan dengan mu"


"Tak ada yang perlu dicemas kan sayang. Apa kau ingat kata kata jika sakit ini adalah penggugur dosa" ucap Suga


"Ya benar Appah,, Appah harus cepat sembuh ya" ujar Alya menirukan Suara anak kecil


"Hahahha Ayo lagi bicara lah" jawab Suga dengan semangat


"Appah jangan buat Eomma khawatir" ulang Alya.


"Ya Appah akan segera sembuh dan akan mengunjungi mu" jawab Suga dengan Nada menggodanya.


Mendengar Itu Alya memukul Pelan dara bidang suaminya "awww Baby min lihat lah Eomma mu tega memukul Appah" adu Suga


"Appah sangat mesum" jawab Alya beranjak bangun dari pangkuan Suga


"Sayang.. beri aku ciuman" ujar Suga memohon


Alya menghembuskan nafasnya pasrah "hhhmmm hmmm" racau mereka.


"Tok..tokk..tokk.. Tuan Nona ada tamu" ujar Maid menghentikan aktivitas mereka.


"Cihhs padahal sedikit Lagi" protes Suga menenggelamkan wajahnya kebantal


Alya yang sedang mengkancingkan baju nya pun hanya bisa menggeleng melihat Suaminya.


"Lagi sakit masih bisa nya mesum" Gumam Alya membuka kan pintu kamar mereka.


Suga yang melihat itu pun hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bisa bisa nya ia sangat menginginkan istrinya disaat kondisinya sedang tidak baik.


"Baiklah aku akan segera ke bawah" ucap Alya kepada maid nya.


"Baik Nona. Saya pamit dulu" pamit Maid yang sudah beberapa bulan ini bekerja dengannya.


"Ganti lah baju mu Sayang" perintah Suga


Alya melirik baju dress nya yang menurutnya sama sekali tidak ada seksi seksi nya.


"Oppa.. ini bahkan Baju yang tertutup"


"Itu terbuka sayang. Carilah baju yang lebih besar. Aku tak ingin mereka melihat apa yang aku lihat" posesif nya


Alya menggeleng kan kepalanya dan beralih mengganti baju seperti yang suga ingin kan.


"Ini lebih baik" puji Suga saat Alya menggunakan celana panjang dan juga baju kaos.


"Wahh Oppa silahkan masuk" ajak Alya saat semua rekan kerja Suaminya Berkumpul


"Haii Al" sapa mereka. Begitu juga dengan RM ia tersenyum sangat manis kepada Alya.


"Aku benar benar merindukan mu" batin RM saat melihat wajah cantik Alya


"Sebentar ya, Aku akan memanggil Suga Oppa" jawab Alya.


Mereka pun mengangguk "Kenapa Alya semakin hari semakin cantik" puji Jin saat melihat Alya menaiki tangga.


"Yah benar Hyung. Aku juga tak sabar jika Alya melahirkan Nanti" sahut Jungkook


"Apa hubungannya" kini Jimin ikut menimpalinya


"Karna anak itu akan mirip seperti ku" jawab Jungkook dengan polosbnya


"Tidak mungkin. Kau bukan bapak nya" protes Jimin


"Apa kau lupa jika Alya selalu mengidam ingin didekat ku"


"Baby min akan mirip dengan ku karna Alya selalu ingin makan bersama ku" ujar Jimin Tak mau kalah


"Tentu saja Dia akan mirip dengan ku karna dia adalah Anak ku" Ucap Suga sedang Menuruni tangga bersama sang istri nya. Ia mendengar pertengkaran kecil Kedua adik nya itu tentang anak nya yang akan lahir nanti.


Mendengar Itu mereka pun menertawakan Jungkook dan jimin.


"Dengar kan Itu" Ucap Jhope meledeki kedua adik nya yang tengah malu.


Note: terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜