
Ia menghapus kasar air mata yang sudah membasahi pipi nya "Maa.. Maafkan Rain. Rain tidak bisaa melanjutkannya " ucap Rain langsung bersimpuh dihadapan Ibu nya.
Dengan berat hati dan tangis yang tak bisa dihentikan nya, Rain terus bersimpuh dan mencium kaki sang Ibu "Maafkan Rain membuat Mama Malu. Namun Rain sungguh tidak bisa Ma melanjutkannya hikks" Sambungnya
Ibu Rain membawa Anaknya kepelukannya "Nak.. Maafkan Mama yang sudah memaksa mu tanpa mengetahui Perasaan mu yang sebenarnya hikss hikss Mama sangat bersalah kepadamu" Ujar Ibu Rain menangis
Rain menghapus Air mata sang Ibu " Tidak apa apa Ma. Namun Pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan" jawab Rain
Ibu Rain pun mengangguk setuju, Ia sadar betapa Rain tersiksa atas ke egoisan nya ini. Ia tak memikirkan perasaan anaknya yang sangat mencintai wanita Lain bukan wanita pilihannya. Semua nya sudah menjadi Bubur, Malu dan rasa kecewa harus ia tanggung atas kesalahannya.
"Baiklah Mama akan berbicara kepada Keluarga pak Sukatman atas pembatalan pernikahan ini" ujar Ibu Rain meninggalkan Rain sendiri.
Rania pun mengetuk pintu Kamar Rain "Kak.." sapa Rain langsung berdiri
Rania dengan mata yang sudah bengkak memasuki kamar yang sudah dihias sebagai kamar pengantin itu "Rain hikss hikss kenapa kamu lakukan ini?" Tanya Rania to the point
Rain menunduk "Rain mencintai Alya kak, Rain tidak bisa melanjutkan ini kecuali Rain sudah melihat Alya menikah dengan pria pilihannya" jawabnya tanpa melihat Rania.
Rania menggeleng tak percaya atas ucapan yang baru saja ia dengar "Rain.. hikss hikss.. tapi.."
"Tidak apa kak, Rain baik baik saja. Rain tak ingin penyesalan Itu datang kak. Tak apa jika Alya tak menerima Rain. Yang terpenting Rain akan menyaksikan Alya menikah dengan pria yang ia cintai" potongnya dengan senyum yang sangat palsu atau terkesan dipaksakan.
Rania mengeleng tak percaya, Sangat besar cinta Rain kepada Adik nya. Namun ia tak punya pilihan selain mendukung keputusan kedua nya.
Rania pun keluar Kamar Rain, Untuk membantu Ibu Rain menyelesaikan semua nya. Ia ingin membantu Rain dan ibu nya.
Setelah acara yang dibatalkan itu telah Usai, Rania pun menelfon Alya dan memberitahu semua yang terjadi.
"Hikss hikss Rain itu sangat bodoh.. kenapa ia melakukan itu hikss hikss" Tangis Alya disambungan telfon bersama Rania dan Lisa.
"Dia sangat mencintai mu dek. Bahkan ia benar benar akan menikah setelah melihatmu menikah dengan pilihan mu" sambung Rania
Alya hanya menangis tak percaya mendengar kondisi Rain seperti itu. Lagi lagi perasaan bersalah pun muncul dikepalanya. Namun ia tak bisa melakukan apa apa untuk mencari jalan nya.
"Rain... kenapa kau seperti itu" gumam Alya di sela tidurnya.
Berbeda dengan Rain yang tak bisa menutup matanya. Mata nya enggan untuk tertidur, Ia menatap Ponsel nya yang sedang membuka galeri foto dirinya bersama Alya. Tampak sangat bahagia disana walaupun sebatas sahabat.
"Rain.. berhentiii. Kenapa kau sangat
Sangat jahil sekali" Protes Alya ketika Rain selalu mengganggu Anak anak panti Asuhan yang sering ia kunjungi.
Rain pun tertawa jika mengingat Kala itu, Alya memukul Lengannya menggunakan Boneka digenggamnya dan mencubit cubitnya. Masa itu sangat bahagia, Namun saat ini mereka bagaikan orang asing yang tak saling kenal.
Berbagai cara telah Rain lakukan untuk menghapus rasa cinta nya kepada Alya, Namun selalu gagal dan gagal lagi. Mulai dari menyibuk kan dirinya dengan pekerjaan, Menerima Perjodohan yang akhirnya ia batal kan dan tak ingin menghubungi Alya, Namun tetap saja cinta itu semakin besar.
"Rain..." Panggil Ibu Rain yang bernama Rinjani
"Ma.. ada apa?" Tanya Rain bangun dari tidurnya
Rinjani melangkah ke ranjang anaknya yang sudah dihiasi untuk Pengantin. Lagi lagi Air matanya Menetes "Maafkan mama Nak telah memaksa mu" ucapnya gemeteran
Rain hanya menunduk "Awalnya Rain menerima perjodohan ini agar Rain Lupa dengan Alya namun Rain salah. Rasa cinta itu semakin besar Ma" ungkap Rain mengutarakan perasaannya.
Rinjani hanya mengangguk menatap Anak nya yang sangat ia sayangi "Mama kini mengerti betapa kau sangat mencintai Alya,, Namun Mama tidak bisa berbuat apa apa untuk kalian" ujarnya mengelus pucuk kepala Anaknya.
"Tidak perlu berbuat apapun Ma, Rain hanya ingin melihat Alya bahagia dan menikah dengan pria pilihannya. Setelah itu Rain akan memulai kehidupan baru lagi" ucap Rain
Rinjani pun mengangguk setuju dengan Anaknya. Ya Rinjani sudah berbicara dengan Rania, tentang perjalanan Dan besarnya cinta Rain untuk Alya.
"Tante sangat merasa bersalah karna telah memaksa Rain untuk menerima perjodohan ini hikss hikss" ucap Rinjani mengutarakan perasaannya kepada Rania.
"Tante.. sudahlah tak usah menyalahkan diri mu terus menerus ini sudah terjadi. Rain sangat mencintai Alya namun Alya sudah bertunangan dengan laki laki yang ia pilih dan tunggu tunggu selama ini. Andaikan saja Alya belum memiliki kekasih, Rania akan membantu membujuk Alya untuk menikah dengan Rain. Namun Sayangnya Rania tidak bisa berbuat apa apa Tan"
Rinjani mengangguk mengerti "Lalu tante harus berbuat apa Ran?" Tanya nya bingung
Rania pun tersenyum " untuk saat ini Rain dalam keadaan yang sangat kacau, Tante hanya perlu mendukung keputusannya. Itu sudah jauh lebih cukup untuk Rain" saran Rania disetujui oleh Rinjani.
Rania dan Rinjani cukup dekat karna Rain dan Alya beberapa kali mengajak mereka bertemu. Dan juga Rinjani tak memiliki Anak perempuan atau pun teman dekat. Setelah Mereka bertemu, Rinjani akhirnya mempunyai teman bicara dan sangat ia percaya yaitu Rania.
Flashback Off.
"Oppaaa..." Teriak Alya ketika melihat Suga sudah berada diruangannya.
Alya berlari kecil dan segera memeluk tubuh kokoh yang sangat ia rindukan itu
" sejak kapan kau datang?" tanya Alya
"Mungkin sekitar setengah jam yang lalu"
"Kenapa tidak mengabariku? Bukan kah kau akan sampai 2 jam Lagi?" Lagi lagi Alya bertanya
Suga tersenyum Lucu melihat Kekasihnya yang sangat cerewet " aku percepat sayang. Aku sangat merindukan mu dan aku langsung menuju kesini tanpa memberitahu mu" jelas Suga dan kembali memeluk Alya.
"Kenapa mata mu sedikit bengkak sayang?"
"Oppa.. Kau ingat Rain? Sahabatku itu"
"Ya sahabat mu yang sangat genit itu" jelas ketus Suga
"Jangan begituuu. Oppa.. hmm Dia membatalkan pernikahannya dua hari yang lalu" Ujar Alya memulai pembicaraan yang cukup serius
"Kenapa?"
"Hmm Karna dia mencintai seseorang dan tidak bisa melanjutkan pernikahan paksa itu" jelas Alya
Mendengar Itu Suga langsung memeluk Alya sedikit kencang " Oppa ada apa??? Ini sangat sesak" Gumam Alya
Suga tak menjawabnya, Ia masih tetap memeluk Alya dengan erat.
"Oppa... ada apaaa? Kau membuatku takut?" Tanya Alya
Suga membenam kan kepalanya kepundak Alya "Jangan tinggalkan aku.. Aku sangat mencintaimu" Gumam nya
Alya yang mendengar itu langsung mengerti maksud ketakutan Kekasihnya ini.
"Oppa.. kenapa berfikir seperti itu? Aku tak akan meninggalkan mu dan aku sangat mencintaimu" Jelas Alya dan membuat Suga melepaskan pelukannya.
"Benarkah? Janji?" Ujarnya untuk meyakinkan
Alya mengangguk "Kita sudah Bertunangan dan sebentar lagi akan menikah" jawab Alya meyakinkan Suga
Suga pun kembali memeluk Alya.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya. Ini hanyalah hayalan Author maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 💜💜