
"Ini dok laporan pasien hari ini" ujar Alya memberikan laporan kepada dokter Lee.
"Terimakasih, kau boleh pulang dan besok hari libur mu. Pergunakan lah sebaiknya karna kau pasti sangat lelah selama menjalani koas disini" tutur Dokter Lee sambil melirik sekilas jam tangannya.
Alya pun mengangguk dan bersiap berkemas merapikan Meja nya.
"berhati hatilah, sepertinya salju akan turun" ujar Dokter lee kepada Alya.
"Terimakasih dokter" jawabnya dan segera pamit.
sudah hampir 1 bulan Alya melakukan Koas dirumah sakit ini. Ini adalah hari libur pertamanya yang ia dapatkan.Alya sangat kompeten dan sangat cepat beradaptasi. Bahkan ia bisa sangat cepat menangani pasien darurat. Selain Menjadi dokter bedah, dokter lee juga ikut serta berjaga di UGD begitu juga dengan Alya yang selalu berada didekat Dokter Lee.
"Salju pertama" gumam Alya tersenyum
Ia terus memandangi salju yang jatuh kejalan.
Flashback
"Sayang..masuk lah jika tidak kau akan sakit" teriak Suga kepada Alya
"Sayang..Ayolah masuk" teriaknya lagi, namun Alya tetap ingin berada dibawah salju, karna Ia sangat menyukai Salju. Walaupun dingin tetapi ia sangat menikmatinya.
Suga memeluk Alya dari belakang "kau sangat keras kepala, ayo masuk" ujarnya sambil menggendong Alya.
"Turun kan Oppa turunkan Aku, nanti bahumu sakit lagi" bantah Alya
"Jika sakit maka obati lah aku" jawab Suga terus menggendong Alya.
Flashback off
Mengingat itu Alya kembali tersenyum, kenangan yang indah bersama Pacar sekaligus Idol nya.
"Aku harus segera pulang" gumamnya dan menaiki Bus yang akan berhenti dipersimpangan Dekat Apartement nya.
Setelah sampai Alya segera mungkin memasuki Apartement untuk menghangatkan diri dan meminum secangkir ,coklat panas.
"Oppa" gumam Alya yang melihat Suga tengah berdiri didepan Apartement nya
"Kau sudah pulang" jawab Suga setelah melihat Alya.
"Kenapa Oppa bisa disini?"
"Hmm aku melewati jalan ini dan berniat untuk mampir" jawabnya dengan tersenyum
"Ayo masuk" ajak Alya melihat Suga sedikit kedinginan
"Duduk lah Alya akan membuatkan coklat panas untuk mu" ujar Alya langsung melangkah kedapur. Setelah pertemuannya dengan Suga waktu itu, suga menjadi sangat sering berkunjung. Bahkan ini kali ke tiga nya keapartement Alya dalam satu bulan belakangan ini.
"Apa Oppa tidak takut ketahuan lagi seperti dulu?" Tanya Alya sambil memberikan Coklat panas untuknya
"Terimakasih" jawabnya tanpa menjawab pertanyaan Dari Alya
Alya memperhatikan Suga, ia terlihat sedikit pucat. Tanpa berpikir panjang ia mendekati Suga "apa Oppa sakit? Kenapa badanmu sangat panas?" Ujar Alya terkejut.
Suga hanya tersenyum tak berniat menjawab pertanyaan gadis dihadapannya ini "ayolah jangan tersenyum, dari kapan Oppa merasakan sakit?" Tanya Alya lagi
"Entahlah, aku hanya ingin kesini" Jawabnya
Tanpa pikir panjang, Alya membantu Suga untuk berdiri dan mau tidak mau ia akan membaringkan Suga diranjangnya untuk diperiksa.
Alya sangat fokus memeriksa Suga, dari bagian mata, mulut dan juga dada nya.
"Kau dulu sangat sering merawatku jika aku kelelahan" ujar Suga sambil tersenyum. Terlihat jelas diwajahnya ia merindukan sosok Alya yang seperti ini kepadanya.
"apa Oppa belum makan?" Tanya Alya enggan menanggapi ucapan Suga
Suga mengangguk "baiklah aku akan membuat bubur terlebih dahulu" jawab Alya segera meninggalkan Suga
"Dia tidak pernah berubah" gumam Suga melihat Alya menjauh darinya.
Sekitar 15 menit Alya berkutit di dapur dan akhirnya Bubur yang ia masak sudah jadi.
Ia melangkah kembali kekamarnya dan menyuapkan Suga "apa Yang lainnya sudah tau jika Oppa sakit?" Tanya Alya
Suga mengangguk "aku sudah izin 2 hari" jawab nya
Alya mengangguk paham dan ia memilih fokus menyuapi Suga sesekali mengelap sisa makanan yang ada disudut bibir Suga.
"oppa tidak boleh seperti ini" tutur Alya sambil memberikan Obat kepada Suga
"Lalu aku harus seperti apa?"
"Tetaplah jaga kesehatan"
Suga hanya diam memilih tak menjawab ucapan Alya yang terkesan meminta di dalam kalimat itu. Tak ada percakapan diantara mereka lagi, karna Suga sudah memasuki Alam mimpinya. Sedangkan Alya terus menatap Suga yang tengah tertidur, senyum yang terukir indah di wajah cantiknya dan ditambah air mata yang mengalir terus di pipi nya.
"Jangan seperti ini, aku sangat sakit melihatmu sakit" gumam Alya sambil mengusap pelan rambut Suga
"Tetaplah sehat, jangan banyak pikiran dan jangan membuat dirimu kelelahan" sambungnya lagi. Senyum yang diiringi dengan tangisan membuat Arti yang sangat dalam. Perasaan yang tak bisa diungkapkan dan harus direla kan. seperti kau sangat menginginkan sesuatu yang kau sayangi dan cintai namun kau harus melepaskannya karna sesuatu yang tak bisa diungkapkan. Begitulah perasaan Alya saat ini ketika melihat Suga.
"Semoga dikehidupan selanjutnya kita bisa bertemu sebagai orang biasa yang saling mencintai, bukan sebagai fans dan Idol" gumam Alya sambil merebahkan kepalanya ditepi kasur dengan tangan sebagai bantal nya.
Setelah mendengar itu, mata Suga pun terbuka, ia tak benar benar memasuki Alam mimpi nya namun ia mendengar semua ungkapan perasaan Alya yang sama sekali tak ia ketahui. Terukir senyum diwajahnya ketika melihat Alya Namun juga terdapat kesedihan disana.
Perlahan ia membuka selimut tebal yang membungkus badannya dan beranjak turun dari ranjang dengan sangat hati hati. Ia langsung mengangkat Alya dan memindahkannya dengan sangat pelan dan hati hati. Lalu ia menyelimuti Alya sampai dada.
"apakah yang baru saja aku dengar itu ungkapan perasaanmu? Dan Bisakah kau selalu berada disampingku? Aku sangat membutuhkan mu, aku sangat mencintaimu. Bahkan aku tidak bisa berfikiran jernih jika tidak bersama mu. Kenapa keadaan seperti ini? Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan lebih dari kata mencintaimu. Kau tau selama 3 tahun ini aku selalu memikirkanmu. Selalu dan setiap saat. Tunggulah aku, dan aku akan meminta kepada tuhan mu agar menjodohkan kita" ucap Suga sambil menahan air matanya. Ketika melihat Alya tertidur seperti ini ingin sekali rasanya memeluk dan tak melepaskannya. Ungkapan perasaan Alya tadi sangat menyiksa dan menyakitkan terdengar ditelinga suga. Seakan semesta tidak berpihak kepada mereka berdua. Ada cita cita dan impian Yang membuat mereka berpisah.
"Cup" ciuman yang ia berikan dikening nan mulus Alya setelah puas memandang wanita yang sangat ia cintai.
Lalu ia melangkah ke sofa dan tidur disana sambil menunggu datangnya esok pagi.
**
"kenapa Aku yang berada disini?" Gumam Alya bingung
Terdengar dari arah dapur suara orang yang sedang memasak seketika Alya langsung bangun dan berlari kearah dapur. Benar saja dugaan Alya.
"Kenapa Oppa memasak? Apa badan mu sudah membaik" tanya Alya menghampiri Suga
"Maaf aku membuat keributan dan mengganggu tidur mu" jawab nya
"Sudah duduk Saja, biar Alya yang akan memasak" ujar Alya langsung mengepal asal rambutnya untuk bersiap mengambil Alih dari tangan Suga
suga yang melihat itu pun cukup terkejut, karna Alya sangat cantik pagi ini. Mungkin ia sudah tumbuh lebih dewasa dari pada 3 tahun yang lalu.
Sebuah senyuman terukir diwajahnya ketika ia melihat Alya sedang mencicipi rasa makanan yang Alya buat sendiri. Seolah Ia dan Alya adalah keluarga kecil yang akan menghadapi hari hari bersama hingga tua.
Jika suatu saat ini memang terjadi maka orang yang paling beruntung adalah Suga.
Note : terimakasih sudah membaca💜