
"Rain tolong ambilkan baju yang udah aku siapkan disitu" teriak Alya kepada Rain yang sedang berkutik dimeja kerjanya
Lagi lagi Rain menggeleng pasrah, ini adalah kesekian kalinya Rain menjadi babu nya Alya "sabar" jawabnya pasrah
"Nih" ujar Rain memberikan baju yang sudah rapi terlibat oleh Alya tadi
"Kan udah aku bilang Al,, kamu ga perlu repot kayak gini"
"Diam Rain.. aku sedang fokus. Sudah sana selesaikan saja kerja mu. Jangan ganggu aku" jawab Alya tengah merapikan baju yang sudah diangkat Rain kedalam koper
"Cihh dia yang sedari tadi menggangguku"gumam Rain sangat pelan tak ingin kedengaran oleh Alya.
Alya sangat sibuk menyiapkan semua barang barang Pindahan Rain.
"Rain.. kamu ga ada kotak lagi ya untuk Sepatu?" Tanya Alya dari arah depan
Lagi lagi Rain dibuat kesal dengan perasaan yang jengkel ia menghampiri Alya. Ia menarik nafasnya dengan panjang dan seketika menghembuskannya dengan cepat "Al... biarin ya biar Nanti orang suruhan papa aja yang nyelesaikan. Sekarang kita makan aja yuk" tawar Rain. Ia tidak bisa fokus menyelesaikan kerjaannya karna Alya selalu mengganggunya tanpa Alya sendiri sadari.
"Tapi kan ini sedikit lagi"
"Iya gapapa nanti mintak tolong aja sama orang suruhan papa ya" mengambil tangan Alya dan segera meninggalkan rumah.
Mereka makan siang untuk terakhir kalinya di korea sebagai salam perpisahan. Rasanya hambar terasa dilidah Alya maupun Rain.
Setelah beberapa tahun di korea, Alya tidak mempunyai teman dekat kecuali Rain dan juga Lisa.
Embun embun pun tak bisa dibendung lagi, ya kini tangis Alya sudah keluar dari empu nya. Tak bisa menahan sesak dihatinya. Ia akan kembali sendiri di seoul. Lisa sudah menetap dibusan karna pekerjaannya yang padat disana. Begitu juga Rain yang akan menetap diindonesia.
"Al..." panggil Rain sendu. Ia merasakan apa yang dirasakan sahabat sekaligus wanita yang paling ia cintai ini.
Alya masih menunduk tak berani mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan Rain.
"Al.. mari ikut dengan ku" bujuk Rain kembali.
Alya menggeleng "apa kita akan benar benar berpisah?" Tanya Alya tak percaya.
2 jam lagi Rain akan menaiki pesawat kelas Atas dan kembali kenegara nya. Mendengar kalimat Alya Rain hanya mengangguk sebagai jawaban iya.
"Apa aku boleh menangis?" Tanya Alya lagi. Lagi dan lagi Rain mengangguk.
Rain beralih disamping Alya dan mengusap punggung gadis ini "maaf kan aku yang tak bisa menjaga mu seperti dulu. Maafkan aku yang meninggalkan mu" gumam pelan Rain
"Hikss hikss hikkss... aku sudah terbiasa dengan kehilangan, namun kenapa masih menyakitkan"
"Al.. kita hanya berpisah negara. Aku akan selalu menjaga mu dari kejauhan"
Alya mengangguk mengerti. Setelah melepas kan perasaan masing masing, kini mereka sudah berada di Bandara. Sebentar lagi Rain akan berangkat.
"Aku pamit ya Al,, kalau udah sampai ntar aku kabari kamu. Assalamualaikum cantik. Jangan nangis gitu dong. Udahh yaaa" pamit Rain sambil menghapus air mata Alya. Ingin Rasanya Rain memeluk dan mencium Alya namun ia tidak bisa melakukan itu tanpa izin dari sang pemiliknya dan ia tidak berani meminta itu.
"Kamu hati hati. Safelight hikss hikss hikss" ujar Alya dengan tangis yang sangat sesak di dada nya.
Rain mengangguk sambil mengelus rambut Alya dengan lembut.
Setelah berpamitan, kini Alya benar benar sendiri lagi diseoul. Lisa akan datang ke seoul berkunjung dua hari lagi. Dan juga Alya akan fokus menyelesaikan masa koas nya yang kurang lebih 4 minggu lagi akan berakhir.
"Aku sudah sering dengan kehilangan, tetapi masih saja sangat sakit" gumam nya.
Kini Alya tak ada tempat tujuan lagi selain pulang ke apartement nya.
"Al.. besok kita akan mengisi seminar, pastikan kau mengerjakan dan mempelajari makalah yang sudah saya kirim. Semangat" Isi pesan dari Dokter Lee
Alya menghembuskan nafas nya dengan lelah "hari ini aku sangat sedih malah diberi tugas ini" rutu Alya.
Sudah beberapa bulan belakangan ini Alya selalu menghadiri Seminar bersama Dokter lee. Tentu saja Alya bukan hanya datang dan mendengarkan tetapi juga ikut mengisi Acara yang berlangsung itu. Bahkan ia sudah beberapa kali diundang untuk diwawancarai karna umurnya yang masih sangat muda dan juga kemampuannya diatas rata rata dan terlebih lagi dengan wajah Asia yang sangat cantik dan menarik.
Sepertinya dokter Lee tidak akan melepaskan Alya dengan sangat mudah kepada siapa pun untuk bekerja.
***
"terimakasih kepada Dokter Lee dan juga Dokter Alya sudah bersedia menghadiri Seminar kami kali ini" sapaan Pembawa acara kepada mereka.
Bukan hanya soal ilmu yang akan dibahas tetapi juga sedikit pribadi dokter Lee dan juga Alya yang mereka ingin ketahui.
"Ilmu yang sangat bermanfaat untuk kita semua, namun apa boleh saya menanyakan sedikit pribadi Dokter?" Ujar Sopan dari MC. Situasi dan pertanyaan seperti ini sudah sering terjadi disetiap seminar yang mereka hadiri.
"Boleh,, silahkan saja" jawab Dokter Lee
"Hmm apa dokter tidak punya kekasih? Dokter sangat tampan dan juga cerdas, sepertinya sangat banyak wanita yang akan mengantri menjadi pacar mu dokter. Maaf dengan kelancangan ku" soal pertama yang ditanyakan kepada dokter Lee.
Seperti sudah terbiasa dengan pertanyaan itu jadi dokter lee sudah santai mendengarnya " mengingat kerjaan ku sangat padat dan sibuk aku belum berfikiran untuk mencari kekasih" jawab nya dengan tersenyum
"Wahhh Anda sangat pekerja keras dokter .. hmm diusia Dokter Alya yang sangat muda ini, apakah dokter memiliki kekasih?" Tanya Mc beralih kepada Alya.
Alya tersenyum "aku belum memiliki kekasih namun Secara pribadi aku sedang menunggu seseorang. Yaitu cinta pertama ku" jawab Alya seperti biasa. Ketika ditanya soal Asmara Alya seperti sedih dan juga bahagia secara bersamaan.
Tentu saja Dokter Lee tau pria yang sedang Alya tunggu itu. Mereka cukup dekat layaknya kakak dan adik.
"Wahh Anda sangat keren Dokter. Semoga pria yang anda tunggu itu akan menghampirimu" ujar Sang MC dengan senyum yang indah.
Setelah menjawab beberapa pertanyaan tentang Ilmu dan juga sedikit pribadi, akhirnya seminar itu pun berakhir.
"Alyaaa..." panggil Lisa. Lisa baru saja datang dari Busan
"Eonny" Ujar Alya sedikit terkejut. Ia pikir Lisa akan datang Besok.
Lisa langsung memeluk Alya dengan sangat erat " aku sangat merindukan mu Al" ujar Lisa
Begitu pun dengan Alya tanpa ia sadar Bahwa Disini masih ada dokter Lee. Dan seketika mereka berdua tersadar "maafkan saya dokter maaf" ujar Alya tak enak hati.
Lisa hanya tersenyum malu "kenalkan ini kakak saya dokter" ujar Alya memperkenalkan Lisa.
"Lisa" ujar Lisa mengulurkan kan tangannya
Dokter Lee tersenyum "saya Lee in ho" jawab dokter Lee.
Setelah berkenalan dokter lee pun berpamitan dan tak lupa pula ia berterimakasih kepada Alya seperti biasanya setelah menghadiri Seminar diluar pekerjaan rumah sakit.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa meninggalkan like dan votenya 💜