
"Eomma,, aku baik baik saja. Eomma pulang lah beristirahat. Aku yakin eomma pasti merindukan doggy (anjing kecil suga)" ujar Suga
"Bagaimana Eomma bisa tenang dengan kondisi mu saat ini" ibu min masih kekeh tak ingin pulang
Suga menghela nafasnya panjang dan melepaskan nya pelan. Jujur ia masih ingin bersama ibu nya namun beberapa hari lagi ia akan mulai bekerja lagi walaupun tidak tampil didepan umum bersama Yang lainnya.
"Aku baik baik saja, dokter Alya bersama ku selama 15 hari lagi Eomma. Apa Eomma tidak merindukan appah? Appah hanya sendiri disana. Pasti Appah kesepian" Bujuk Suga
Ibu min berfikir sejenak apa yang dikatakan anak nya ini benar, ia sudah kurang lebih 10 hari disini dan telah berpisah dengan Suaminya selama seminggu.
Dengan Ragu Ia menatap Alya yang baru saja masuk kekamar dengan membawakan buah buahan "Alya..." panggil Ibu min
"Ya Ahjumma,," jawab Alya mendekat
"Ahhh sepertinya aku akan merindukan mu" ungkap Ibu min sambil memeluk Alya
Alya yang tak mengerti maksudnya pun hanya menatap bingung Suga " sepertinya aku akan pulang, tolong jaga anakku dan juga jaga dirimu" ujar Ibu min dengan wajah yang sedih.
"Ahjumma pulang sendiri?" Tanya Alya
Ia menggeleng " pengawal akan menjaga ku" jawabnya
Alya mengangguk paham " Aegooo aku pasti sangat sangat merindukan mu" peluk nya lagi
Alya hanya tersenyum "Eomma,, apa kau tak merindukan aku?" Sangkas Suga disela sela perpisahan kedua perempuan yang sangat ia cintai ini
"Kau yang menyuruhku untuk pulang, aku tak merindukan mu" jawab Nya sambil membuangkan muka nya.
Suga hanya tertawa melihat tingkah ibu nya yang sangat lucu menurutnya.
"Hmm bagaimana jika Kau ikut dengan ku pulang" tawar Ibu min kepada Alya
"Tidak bisa eomma, Alya akan merawatku" bantah Suga ketika mendengar ide yang sangat buruk dari Ibu nya itu
"Lalu kapan kita akan berjumpa lagi,, ayolah Alyaa.. ikut dengan Denganku" bujuk nya lagi
"Ahjumma,, untuk saat ini Alya tidak bisa, bagaimana jika tahun baru. Alya akan kesana untuk berkunjung" tolak Alya dengan halus dan memberi solusinya
Ibu min lantas tersenyum "baiklah itu ide yang bagus. Jika Anak nakal ini tidak bisa ikut dengan mu,, maka kau harus berkunjung kerumah dengan pengawal. Nanti aku akan perintahkan mereka untuk menjemputmu" ungkapnya merasa senang
Alya tertawa "Ahjumma, Alya tidak membutuhkan mereka, Alya hanya orang biasa dan tidak semua orang mengenal Alya jika diluar"
"Tidak boleh,, itu sangat jauh dan aku ingin ada yang menjagamu"
"Hmm baiklah Ahjumma.. Alya akan memberi kabar jika akan berkunjung kesana" ujar Alya mengalah
"Apa sudah selesai?" Tanya Suga yang bosan mendengar percakapan mereka
"Dasar Anak nakal" ujar Ibu min ingin membanting buku yang ia baca kepada suga
***
"Hati hati dijalan Ahjumma" ujar Alya
"Apa kau tak berubah fikiran untuk ikut denganku?" Tawar Ibu min lagi untuk keberapa kalinya
Alya menggeleng "baik lah baiklah. Jangan Lupa tahun baru" ungkapnya lagi
"Apa aku boleh mencium mu?" Izin Ibu min lagi kepada Alya, belum sempat Alya menjawab Ibu min langsung memeluk dan mencium Alya " aku menyayangimu" bisik nya ditelinga Alya.
Mendengar itu Alya langsung meneteskan Air mata " terimakasih Ahjumma hikss hikkss dan hati hatilah dijalan" ujarnya
"Hati hati dijalan Eomma, sampai disana langsung telfon Aku" ujar Suga.
Alya melambaikan tangan sampai mobil itu benar benar menghilang dipandangan mereka " Sepertinya ibu ku sangat menyayangimu" ungkap Suga
"Hmm Alhamdulillah" jawab Alya sambil berjalan masuk
"Aku sangat bingung dan heran kenapa Ibu ku sangat menyukaimu,, ibu ku itu orang yang sangat jarang bisa dekat dengan orang yang baru ia temui" tanya Suga
Alya tersenyum "Apa oppa lupa kalau Oppa juga seperti itu? Namun ketika bersamaku Oppa tidak ingin jauh jauh. Sifatmu ternyata sangat mirip dengan Ahjumma" jawab Alya sambil tersenyum membayangkan tingkah tingkah ibu min selama 10 hari bersama.
"Ya ya ya kau benar" Suga mengakui nya.
"Hmm besok tolong temani aku untuk mendatangi rapat ini" ujar Suga kepada Alya
Alya menghentikan aktifitasnya merapikan baju "kenapa harus Alya?" Tanyanya tak mengerti
"Karna kamu dokterku "
Mendengar itu Alya mengangguk paham. Meski mereka tak mengungkap kan lagi perasaan masing masing untuk bersama sebagai sepasang kekasih namun jauh di lubuk hati mereka masih mempunyai rasa cinta yang begitu besar.
"Tunggu" adalah kata yang pas untuk menenangkan perasaan suga, dan kata "sabar, jika berjodoh pasti Allah akan satukan" ungkapan kalimat hati Alya yang tersirat dalam doa nya kepada Allah.
***
kesehatan suga Hari demi hari membaik, hari ini ia akan mengikuti rapat dalam proyek baru nya,, tak lupa pula Alya sudah mempersiapkan semua nya.
Alya yang meminta Suga tidak mencari orang yang akan membantu Alya dan juga suga soal rumah ataupun keperluan karna Selama Alya di tugaskan untuk merawat Suga ia menjadi bosan hanya merawat Suga saja, jika dirumah sakit ia memiliki kesibukan yang sangat padat namun disini hanya duduk bersantai dan sesekali mengecek kondisi suga. Sebab itu Alya tak memperbolehkan Suga dan pihak management mencari orang tambahan lagi.
"Apa kau tidak ingin masuk?" Tanya Suga sekali lagi kepada Alya
"Aku disini saja, itu pekerjaan mu Oppa, tidak enak jika aku yang tidak berkepentingan berada disana" tolak Alya
"Tunggu lah disini" ujar Suga berlalu pergi memasuki ruangan.
Alya duduk dikursi, banyak karyawan berlalu lalang. Cukup ramah dan ada juga yang terlihat sinis kepada Alya.
"Hmm Bisakah kau mencari kursi lain. Aku ingin duduk disini" Ujar wanita dengan pakaian sangat ketat dan seksi.
Alya menatap wanita itu dan tersenyum ramah "maaf kan aku, silahkan" Alya memberikan kursi nya kepada wanita itu, dan beralih duduk dikursi yang lain.
Wanita itu tidak puas melihat Alya semudah itu memberikan kursi milik nya,, "apa hubungan mu dengan Suga Oppa" ujar Wanita itu berdiri mendekati Alya
"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti"
"Cihh dasar wanita ****** masih saja mendekati suga Oppa. Kau hampir menghancurkan Karir Suga Oppa dahulu. Apa kau ingin menghancurkannya lagi" makinya
Alya mendengar itu pun langsung berdiri "apa kata mu? Wanita ******? Apa mulut mu itu tempat sampah yang se enak nya memaki orang?" Jawab Alya masih dengan nada rendah namun menusuk
"Dasar wanita murahan,, beraninya kau berkata seperti itu. Sebaiknya kau jauhi Suga Oppa atau kau ingin aku menyebarkan foto ini lagi seperti dulu?" Ujarnya tak sadar atas apa yang ia katakan, sontak semua orang mendengar ucapannya
"Apa!!? Jadi kau orangnya??" Ucap Alya tak percaya
Ia melirik sekeliling semua orang tengah memandangnya tak percaya "bukan aku bukan aku" ungkapnya kepada semua orang yang mendengarnya termasuk Suga.
Entah sejak kapan ia berdiri disana " IKUTI AKU!!" ujar nya menahan Amarah.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan like dan votenya 💜