My IDOL Is Mine

My IDOL Is Mine
Perasaan Lisa dan Alya



"Eonny, aku ingin keluar merasakan udara segar" pinta Alya kepala Lisa. Mereka sudah hampir dua minggu ini hanya diApartement.


Lisa berfikir sejenak, kebetulan bahan bahan makanan sudah habis " Ayo kita kesupermareket" ajaknya


Alya mengangguk dengan senang. Keadaan kaki Alya sudah mulai membaik, namun Lisa masih belum mengizinkan Alya untuk berjalan terlalu lama hasilnya ia membawa kursi roda untuk di supermarket nanti.


"Eonny, tidak perlu memakai ini" tolak Alya


"Duduk atau kita akan pulang" ancam Lisa. Alya pun hanya pasrah dengan ke posesifan Lisa.


Mereka mulai memasuki toko yang menyediakan bahan makanan. Memilih apa saja yang dibutuhkan. Dari bahan makanan hingga cemilan untuk Alya.


Sementara Suga harus keluar kota untuk beberapa hari. Awalnya ia menolak namun Alya terus memaksanya.


"Apa kau baik baik saja? Kau sedang apa sayang?" Pesan teks Yang dikirim Suga


Mendengar notice masuk diponsel nya, ia pun segera membuka. Ia tersenyum setelah membaca pesan "Aku baik baik saja. Aku sedang menunggu Eonny membayar belanjaan nya. Apa Oppa sudah makan?" Tanya Alya


Setelah mengirim pesan, Alya melirik Lisa yang sedang membayar tagihannya.


"Ini makan lah" ujar Lisa memberikan Coklat untuk Alya.


"Makasih Eonny"


Tak lama ponsel Alya pun berbunyi "syukurlah, Aku sudah makan. Aku sangat merindukan mu" balas suga.


"Aku juga merindukan mu Oppa.." balas Alya.


**


"Eonny.. aku sudah mulai bekerja besok" ucap Alya


Lisa yang sedang memotong bawang pun mengalihkan pandangannya menghadap adik nya " Apa kaki mu tidak sakit lagi?" Tanya nya


Alya menggeleng "lihat ini Eonny,, kaki ku sudah sembuh total" ujar nya sambil melompat kecil


"Sudah sudah jangan diteruskan, nanti jadi sakit lagi" khawatir Lisa menghampiri Alya


Alya memeluk Lisa dengan sangat erat "kenapa??" Tanya Lisa


Alya menggeleng "terimakasih sudah merawatku eonny" ungkapnya


"Tentu saja aku yang merawatmu, kau kan adik ku" tegas Lisa


"Kau tau aku sangat menyayangi mu, aku siap kehilangan apa pun asal tidak kehilangan mu dan kak Rania" ungkap Lisa


"Kau harus tau juga jika aku dan kak rania sangat menyayangi dan mencintaimu" balas Alya tak mau kalah


Alya memandang Lisa, tanpa ia sadar ia mengeluarkan Butiran kristal dan membasahi pipinya "kenapa menangis? Apa kaki mu sakit lagi?" Cemas Lisa melihat Alya menangis


"Tidak Eonny,, aku hanya bersyukur mendapatkan kakak sebaik mu" ungkap jujur Alya.


Lisa tersenyum " Aku menemukan mu diwaktu umur mu 16 tahun. Itu artinya kita sudah bersama selama kurang lebih 12 tahun. Kau tau Al, aku sangat bersyukur bisa bertemu dan berbicara dengan mu malam itu. Tak banyak kata yang aku bisa ungkap kan karna aku sangat mencintai dan menyayangi kalian. Hikss hikss. Dan ketika ibu meninggal dan pergi untuk selama lamanya dari hidupku, kamu dan kak rania sudah hadir dihidupku dan membuatku tidak menjadi sebatang kara didunia ini hikss hikss, terimakasih atas segalanya" ungkap Lisa. Alya langsung memeluk kembali Lisa, selama ini mereka tak pernah berbicara se serius ini dan mengungkapkan perasaan masing masing.


"Dan lihatlah, kau sudah tumbuh dewasa dan juga semakin tua" lanjut Lisa


"Eonny,, sadarlah kau jauh lebih tua dari ku. Ayo lah segera menikah dengan profesor Lee" rengek Alya


"Sudahlah jangan membahas pernikahan kepadaku. Bagaimana dengan mu?"


Lisa tersenyum "tak perlu khawatir, hubungan itu akan baik baik saja jika kalian selalu bersama dan mengerti keadaan satu sama lainnya. Untuk apa takut orang menentangnya, yang terpenting Kedua orang tua nya sangat menyayangimu dan juga kami juga merestui hubungan kalian. Terlebih dari pada itu jangan dipikirkan karna tidak berpengaruh untuk hubungan kalian" jelas Lisa


Alya mengangguk "terimakasih Eonny" jawab Alya


"Berhentilah berterimakasih. Aku ini kakak mu!" Tegas Lisa sambil kembali menyelesaikan masakannya tadi.


**


"Hallo dokter, apa dokter sudah sembuh?" Tanya perawat Bo ra


Alya tersenyum " Alhamdulillah sudah perawat Bo Ra" jawab Alya


"Baiklah ini daftar pasien yang akan anda tangani dokter" perawat Bo Ra memberikan laporannya


" kemana dokter park (dokter residen)?" Tanya alya


"Ia sedang melakukan ujian dengan Profesor Lee dokter" jawab Perawat Bo Ra


Alya pun melirik tanggal yang ada di jam nya, sebentar lagi Dokter magang nya akan segera lulus dan mendapatkan sertifikat kedokteran.


Alya berjalan ke ruangan pasien nya, untuk mengecek kondisi mereka.


"Dokter.. apa kau sudah punya kekasih?" Tanya salah satu pasien paruh baya


Alya tersenyum dan mengangguk " aku terlambat, jika belum aku ingin mengenalkan mu dengan putra ku" ungkap nya sedikit menyesal


Perawat Bo Ra yang mendengar itu hanya tersenyum atau lebih tepat nya menahan tawa nya.


Alya hanya tersenyum mendengar ungkapan pasien nya yang sudah hampir 3 minggu dirawat.


Tak hanya itu, Rata rata pasien yang ia rawat selalu menanyakan pasangannya. Alya hanya tersenyum mendengar alasan lucu mereka. Mereka sangat ingin Alya menjadi menantu atau bahkan cucu menantunya.


Ia masih ingat saat Pasien yang menderita magh Akut memberinya surat dan juga kado berupa foto anak nya yang seorang pengusaha untuk Alya. Memikirkan itu Alya hanya tersenyum geli.


Alya yakin jika Suga mengetahui nya pasti Suga akan marah dan tidak memperbolehkannya untuk bekerja.


"Sayang.. aku merindukan mu" notice masuk dari ponsel Alya


Belum sempat membalas nya Telfon dari sang pengirim Pesan pun berbunyi " Hallo,, Ya Oppa"


"Apa kau sedang bekerja? Apa kau sudah makan? Bagaimana dengan kaki mu? Apa masih sakit?" Pertanyaan suga yang sangat banyak


Alya tersenyum "Oppa,, Aku baik baik saja, aku sedang bekerja dan juga kaki Alya sudah sangat baik. Apa kau sudah makan sayang?" Jawab Alya dengan sabar atas beberapa pertanyaan mendadak suga


"Aku sedang beristirahat, sebentar lagi akan makan. Aku hanya memastikan keadaan mu. Baik lah kamu jangan lupa makan dan jaga kesehatan. Ingat jangan lakukan yang membahayakan dirimu. Aku sangat merindukan mu" ujar Suga.


Setelah pembicaraan selesai, alya segera menutup telfonnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Mendengar ucapan Dari kekasih nya, ia teringat Lisa "hati hatilah dijalan, dan jangan lakukan apa pun yang membahayakan mu Al, kamu harus memikirkan diri kamu sendiri. Jangan mengorbankan diri seperti yang lalu"


Mengingat perkataan kakak dan kekasihnya yang hampir mirip membuat Alya tersenyum sendiri membayangkannya.


Ia juga berjanji kepada dirinya sendiri , agar ia lebih berhati hati lagi dalam melakukan apapun, agar tak membahayakan dirinya dan juga Bisa menyelamatkan orang banyak.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca💜💜