My Husband, I Love You

My Husband, I Love You
Dia Putriku



Kini waktu sudah menunjukkan saatnya makan malam. Berbagai hidangan yang dibuat oleh Kalila tersedia dengan cantik diatas meja.


Saat ini, Kalila dan Indah sedang berdiri tak jauh dari meja makan. Rita yang memintanya untuk berjaga jika membutuhkan sesuatu.


Pintu terbuka, menampilkan sosok tinggi tegap dengan setelan jas yang memukau. Rambut yang mulai memutih menandakan pria itu sudah memasuki tahap paruh baya.


Meski begitu, kegagahan dan kewibawaan masih melekat pada pria itu.


Kalila memandang dengan penuh rasa terkejut. Apa yang dipikirkannya, ternyata tidak salah sama sekali.


Disana, pria paruh baya yang berdiri dengan gagah itu, adalah ayahnya...


" Ayah." Gumamnya yang hanya terdengar oleh dirinya sendiri.


Air mata meluncur begitu saja dari pandangan yang terus mengikuti langkah pria itu.


" Mas, kau sudah pulang? Dimana rekan bisnis yang kau katakan?." Tanya Rita yang menyambut suaminya dengan melirik pintu masuk.


" Hai!." Tiba-tiba seorang perempuan berbaju minim dan seksi masuk, menyapa Rita dan kemudian bergelayut manja dilengan kekar Aldi.


" Siapa kau?!." Tanya Rita dan langsung berusaha melepas tangan wanita itu, tapi Aldi langsung menepisnya.


" Jangan sentuh dia!." Perintah dengan nada tegas tak terbantahkan membuat Rita terkejut, reflek ia melepas tangannya yang tadi berusaha melerai pelukan Aldi dan wanita itu.


" Apa maksud semua ini mas? Siapa wanita itu. Dan dimana rekan bisnis yang kau katakan?. Jika dia rekan bisnis yang kau maksud, batalkan saja kerja sama kalian. Aku tak ingin kau bekerja sama dengan wanita seperti dia." Ujar Rita dengan emosi.


" Aku sengaja mengatakan kedatangan rekan bisnis, agar kau menyiapkan hidangan istimewa. Karena malam ini, aku membawa calon istriku." Tegas Aldi.


Kalila dan Indah hanya diam melihat pertengkaran mereka. Kalila merasa sedih melihat ayahnya lagi-lagi melakukan hal yang sama. Menjalin hubungan dengan wanita lain disaat beristri.


' Aku kira aku akan bahagia saat melihat ayah kembali setelah sekian lama. Nyatanya aku justru merasa kecewa, ayah melakukan ini sekali lagi.' Batinnya menatap nanar ayahnya. Ternyata waktu tak membuat ayahnya berubah, dan tak bisa setia hanya pada satu wanita.


" Apa yang kau bicarakan mas? Aku tidak akan mengijinkanmu menikah lagi!." Teriak Rita histeris.


" Dengan atau tanpa ijin darimu, aku akan tetap menikah dengan Lisa, dia pasti bisa memberikan aku keturunan!." Kecam Aldi membuat wanita bernama Lisa itu tersenyum karena menang.


" Apa salahnya jika aku tidak bisa memberimu keturunan mas. Kita bisa mencari anak bayi dipanti asuhan jika kau sungguh hanya menginginkan anak." Ujar Rita berusaha membujuk suaminya.


" Jika aku juga bilang aku bosan padamu, apa yang akan kau lakukan?."


" Mas... Aku mohon mas, setidaknya kita bisa mencari anak kita yang hilang." Rita terduduk bersimpuh didepan Aldi. Berharap jika suaminya itu merubah keputusannya.


" Aku akan tetap pada pendirianku. Jika kau keberatan, maka aku akan dengan senang hati pergi dari sini."


Mendengar penuturan Aldi, Rita semakin menangis histeris. Ia tak rela membagi suaminya dengan wanita lain.


" Hukum karma pasti berlaku, nyonya..." Lirih Kalila sembari mendekat kearah ketiga orang itu yang langsung menoleh padanya.


Tatapannya menatap Rita yang sedang berada dalam posisi ibunya dahulu. Menangis dan memohon pada pria yang sama untuk tidak menikah lagi. Namun pria itu tak berubah pikiran sama sekali.


Sedangkan Indah yang sedari tadi terlalu fokus sampai tak menyadari Kalila sudah tak berada disampingnya.


" Kenapa dia kesana?." Gumamnya heran.


" K-kau." Tenggorokan Aldi serasa tercekat, ia mengenali sosok gadis yang beranjak dewasa yang mendekat itu. Wajah yang begitu mirip dengan istri pertamanya.


" Apa maksudmu? Aku tidak mengenalmu, kenapa kau bicara seakan aku sudah menyakitimu!." Teriak Rita emosi. Bagaimana bisa wanita yang baru beberapa hari menjadi pembantunya bicara seperti itu.


Bukannya menjawab perkataan Rita, Kalila justru menatap ayahnya.


" Apa kau mengenalku... tuan Aldi Hermawan yang terhormat." Tanyanya dengan membungkuk hormat, nada sinis walau kelopak matanya berkaca-kaca terdengar jelas.


" Lila, ini kau nak?." Aldi langsung melepas tangan Lisa dari lengannya. Ia mendekat kearah Kalila dan langsung memeluk putrinya itu.


" Lila, ini sungguh kau nak?." Tanya Aldi dengan terisak masih memeluk erat Kalila.


Sedangkan yang dipeluk hanya diam, tubuhnya seolah menjadi kaku. Kerinduannya selama ini mengatakan untuk langsung membalas pelukan ayahnya dan melepas segala kerinduannya.


Namun, kebencian akan sosok ayah yang tega meninggalkan dirinya dan sang ibu demi wanita lain, kembali memenuhi relung hatinya setelah melihat kejadian yang sama didepannya


Sementara itu, baik Rita maupun Lisa menatap dengan shok Aldi yang memeluk Kalila. Pikiran mereka diliputi perasaan bingung.


" Mas! Kenapa kau memeluknya? Siapa dia mas?. Jangan bilang dia wanitamu yang lain!." Tanya Lisa langsung menarik Aldi sehingga pelukan ayah dan anak itu terlepas.


Sedangkan Rita diam karena ia juga menunggu jawaban pertanyaan Lisa.


" Dia putriku." Ujar Aldi menatap kesal Lisa karena melepas pelukannya. Dan kemudian beralih menatap Kalila dengan penuh kasih sayang.


" Putrimu?." Tanya Rita dan Lisa serempak. Keduanya yang menyadari hal itu saling menatap sinis.


" Ya, dia putriku. Putriku dengan Nilam, istri pertamaku." Ujar Aldi yang merasa bahagia bertemu dengan putrinya.


" Itu dulu, sebelum kau memilih meninggalkan kami demi orang ketiga." Ujar Kalila menatap Rita penuh kebencian.


Meski ia tak pernah melihat siapa selingkuhan ayahnya secara langsung saat itu, karena Rita berada didalam mobil saat ayahnya, mengatakan perselingkuhannya. Tapi ia yakin, jika wanita itu adalah istri ayahnya saat ini.


Mungkin inilah takdir yang Tuhan tuliskan untuknya. Ia mendapat pekerjaan, dirumah ayahnya dan selingkuhannya.


Kini ia tahu, Rita adalah majikan ayahnya yang saat itu menjadi sopir. Wanita yang sudah mengalihkan perasaan cinta ayahnya dari sang ibu.


Rita yang melihat tatapan Kalila seperti itu menjadi salah tingkah, karena ia menyadari bagaimana ia menikah dengan Aldi. Ia langsung bertanya pada Aldi.


" Apa yang kau katakan mas? Jelas-jelas dulu kau tidak punya anak dengan Nilam. Apa kau berbohong waktu itu?." Tanya Rita yang merasa sudah tertipu.


" Iya, itu karena aku dibutakan oleh cinta sekejap padamu. Dan setelah aku tau kau tak bisa memberiku keturunan, rasa cinta itu juga menghilang." Jawab Aldi.


" Cih, kau tak pernah berubah rupanya. Tak pernah bisa setia pada satu wanita." Kalila menyela tanpa panggilan yang benar untuk menghormati sang ayah.


" Maafkan ayah nak, ayah tau ayah salah, tapi ayah sudah menyesali semuanya." Ujar Aldi memohon.


" Dimana ibumu?." Tanyanya lagi, tanpa memikirkan Rita dan Lisa yang berada disana.


" Ibu sudah tiada..." Lirih Kalila memejamkan matanya. Sungguh sakit hatinya mengingat penderitaan sang ibu setelah kepergian ayahnya.


" Apa maksudmu nak?." Tanya Aldi terkejut.


" DIA SUDAH TIADA, DAN ITU SEMUA KARENA DIRIMU!!!." Teriak Kalila merasa ingin mengeluarkan segala emosi dan beban dihatinya. Ia menunjuk Aldi dengan tatapan penuh emosi dan kebencian.


***


Jangan lupa tekan like dan berikan komentarnya, krisan juga sangat author tunggu ya 😊