
Keenan yang mendengar penjelasan bi Susi hanya diam menahan amarah.
" Pergi!!!." Titanya dengan tangan mengepal emosi.
Tanpa berkata apapun lagi, bi Susi segera meninggalkan Keenan. Sangat tau jika tuan mudanya sedang dikuasai amarah.
Bahkan ia tak berpikir, tuan mudanya akan semarah itu.
Keenan bangkit dari duduknya tanpa menyentuh makanan sedikitpun. Ia menuju kamarnya dan segera meraih telponnya untuk menelpon sang sekretaris.
" Jordi! Kenapa gadis itu bisa sampai hilang? Apa yang dilakukan orang suruhanmu yang mengawasinya!!!."
" Maaf tuan, saya tidak mengerti apa maksud tuan?."
" Gadis ceroboh itu hilang, dia hilang!!!." Teriak Keenan kesal. Padahal ia sudah meminta Jordi mengutus orang untuk mengawasi Kalila. Bagaimana bisa Kalila hilang dan tidak ada yang melaporkannya.
" Nona muda hilang?!!." Pekik Sekretaris Jordi juga kaget.
" Baiklah, saya akan segera mencarinya." Tutur sekretaris Jordi kemudian.
Keenan langsung memutus panggilan.
" Dasar gadis ceroboh, bisa-bisanya kau hilang!." Gumam Keenan memegang ponselnya erat.
Ia kemudian segera menuju lemari, memakai pakaian kasual yang rapi untuk keluar.
Keenan melajukan mobilnya tak tentu arah, melihat sekeliling jalanan, berharap melihat wanita yang dicarinya.
Ia terus mencari dan mencari, tanpa ia sadari, waktu sudah menjelang malam. Keenan memutuskan untuk kembali kerumah.
Ia akan melapor jika Kalila tak juga ditemukan setelah 24 jam.
Keenan memakan malamnya dengan pelan. Ia benar-benar tak selera sama sekali. Baru saja pagi ini ia mengajak Kalila makan bersama, sekarang justru gadis berstatus istrinya itu hilang entah kemana.
Keenan bangkit duduknya menuju ruang kerja. Sesampainya disana, Keenan meraih ponselnya untuk menghubungi sekretaris Jordi.
Namun, saat ia baru akan menekan tombol hijau untuk menghubungi sekretarisnya, sebuah bunyi notifikasi masuk keponselnya.
Keenan segera membuka pesan yang ia kira dari Jordi. Sebuah pesan foto dari nomor asing.
DEG!!!
" Apa ini...?" Gumamnya lirih dengan mata terbuka lebar, melihat sebuah foto yang baru saja dikirimkan oleh nomor tak dikenal itu.
Disana, terlihat Kalila tengah memejamkan mata dengan tubuh tertutup selimut, hanya kepalanya saja yang terlihat. Wanita itu tengah berbaring diranjang, disampingnya, ada seorang pria yang entah kenapa Keenan merasa tak asing dengan perawakan pria itu.
Dan ada beberapa lagi foto-foto dengan maksud yang sama, Kalila tengah seranjang dengan seorang pria yang telanjang atasan.
" Dasar wanita mura*an, kau sengaja menghilang dari pengawasan orang-orangku karena sedang menjual tubuhmu." Cibirnya, giginya mengetat menahan amarah.
Ia berniat melempar ponselnya, tapi ia menangguhkannya. Bukan karena takut ponselnya rusak, ia hanya ingin foto-foto yang didapatnya hilang.
Sekarang ia makin yakin jika wanita yang dinikahinya tak lebih dari seorang wanita j****g, ia yakin Kalila melakukannya karena tidak mendapat kepuasan darinya, itu sebabnya wanita itu menjajakan tubuhnya pada pria lain.
Keenan segera menelpon Jordi.
" Tak perlu cari dia, jika dia membutuhkanku, dia pasti akan kembali." Ucapnya dengan datar dan langsung menutup telepon.
Sedangkan sekretaris Jordi yang mendapat perintah seperti itu hanya bisa mengernyit heran. Baru saja tuannya itu meminta mencari nona muda, dan sekarang malah memintanya tak perlu mencari.
Jordi merasa ada yang aneh, tapi meskipun begitu, ia juga meminta orang-orangnya untuk menghentikan mencari nona muda.
Sementara itu, Keenan tengah diam berdiri didepan meja rias. Dia memandang wajahnya dengan amarah.
" Kau tak puas denganku, itu sebabnya kau mencari kepuasan pada pria lain." Gumamnya dengan tangan yang mengepal.
" Aaaakhhh!!!." Teriaknya menjambak rambutnya, mengeluarkan semua amarahnya, kemudian menjatuhkan semua barang-barang diatas meja rias.
Prankkk!!! Suara benda-benda pecah itu begitu nyaring. Namun rasanya, amarah dalam hati Keenan tak berkurang sama sekali.
" Dasar wanita murahan." Lirihnya dengan penuh amarah. Dan entah kenapa, ada rasa kecewa disana.
Bahkan alasan mereka menikah, juga karena Kalila berada diranjangnya. Pasti wanita mura*an itu berniat menjebaknya.
Bagaimana bisa ia berpikir jika ada sebuah hal yang ia lewatkan saat penyelidikan?. Bagaimana ia bisa terpengaruh oleh papanya? Padahal semuanya sudah jelas.
Dia menikahi seorang wanita mura*an yang berwajah sok polos dan lugu. Dan itu berhasil menipu kedua orang tuanya, sehingga ia dipaksa menikah.
***
Disisi lain, seorang pria tengah tersenyum puas. Sang mangsa sudah masuk kedalam jebakannya.
Dia adalah pria yang membawa Kalila. Pria itu baru saja memfoto dirinya dan Kalila. Wanita pingsan yng berada disampingnya.
Siapapun yang melihat hasil fotonya, akan mengira jika mereka berdua baru saja melakukan hubungan.
Nyatanya, tak terjadi apapun antara mereka. Karena tujuannya bukanlah melecehkan wanita yang menjadi istri sepupunya itu, tujuannya adalah menghancurkan sepupunya.
Dendam yang sudah lama membara dihatinya benar-benar tak padam. Semakin lama justru semakin berkobar.
Dia adalah Devandra Arsalan, sepupu dari Keenan Alvaro Pradipta. Hanya saja, ia sudah membuang jauh-jauh marga Pradipta.
Hubungannya dengan keluarga itu sudah hilang saat tuan Haris Pradipta membuat keluarganya jatuh miskin dalam sekejap.
Karena pria paruh baya itu, kini ia harus hidup dalam kemiskinan. Dia membenci kakak dari ayah kandungnya itu dengan sepenuh jiwa raga.
Flash Back On
Ardian Pradipta, adalah adik kandung dari Haris Pradipta, ayah Keenan.
Suatu hari, Ardian mengalami kebangkrutan diperusahaan yang ia kelola karena hutang yang menumpuk disana sini.
Bukan hutang untuk kepentingan perusahaan atau hal bermanfaat lainnya. Namun karena sang istri dan putranya yaitu Devan sangat boros dalam pengeluaran.
Awalnya semua tak terlalu berpengaruh, tak juga membuat perubahan. Namun, lama-lama kebiasaan boros itu membuat harta Ardian semakin lama semakin berkurang.
Karena perusahaan yang ia kelola tidak mengalami keuntungan, bahkan kerugian. Semakin lama, dan semakin lama, akhirnya perusahaan mengalami kebangkrutan.
Dari situlah Haris sebagai kakak mulai berperan, dia bersedia membeli perusahaan yang sudah diujung tanduk itu.
Dengan sukarela Ardian menerimanya, karena sang kakak membeli perusahaan yang diwariskan untuknya itu dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga seharusnya.
Dari uang yang diberikan sang kakak, Ardian memulai usaha barunya. Namun karena usaha yang digelutinya bukanlah bakatnya, akhirnya usaha itupun bangkrut seperti perusahaannya.
Pada akhirnya, Ardian membuka sebuah toko kelontong untuk menyambung hidup.
Tak ada bisnis, tak ada investasi, yang ada hanya jual dan beli dagangan biasa. Hidup merekapun berubah 180⁰.
Beberapa tahun kemudian, istri Ardian meninggal karena sakit akibat stres hidup miskin. Dan Ardian menyusul beberapa bulan setelahnya.
Flash Back Off
Sejak itulah Devan sangat membenci pamannya dan keluarga bahagianya.
Baginya, apa yang dilakukan tuan Haris bukanlah sebuah pertolongan. Ia merasa jika pamannya itu memang sengaja membeli perusahaan agar ayahnya tak menjadi pebisnis lagi.
Jika tuan Haris memang ingin menolongnya, harusnya dia memberikan suntikan dana untuk perusahaan yang bangkrut, bukannya malah membelinya
Apalagi karena kemiskinan itu, ibunya stress dan meninggal. Ia benar-benar membenci Haris Pradipta.
Ia akan membalas tuan Haris melalui anaknya, dia akan membuat Keenan menderita. Dan jika Keenan menderita, pria itu tak akan fokus dengan perusahaan.
Pada saat itulah dia akan masuk mencari celah merebut Angkasa Grup dan menjadikan perusahaan raksasa itu miliknya.
Ia akan tertawa dengan puas, melihat tuan Haris beserta keluarganya hidup dalam kemiskinan, seperti yang dialaminya saat ini.
' Tunggu saja pembalasanku, Haris Pradipta...'
***