
Disaat Keenan sibuk mencari Kalila, disisi lain, disebuah kamar dengan cahaya penerangan yang minim, seorang wanita tengah duduk bersimpuh dihadapan seorang pria yang baru saja menamparnya.
Air mata membasahi seluruh wajahnya yang memar karena ditampar berkali-kali. Bahkan, sudut bibirnya mengeluarkan darah yang hampir mengering.
Sedangkan pria dengan berjaket jeans didepannya itu tengah duduk disebuah sofa yang berada disana dengan amarah yang belum padam.
" Aku memintamu mendekatinya dan membuatnya menikahimu, tapi kenapa kau malah pergi dari sana!. Kau membiarkan dia dekat dengan wanita lain. Dimana otakmu!!!." Bentak pria itu mencengkram dagu wanita itu dan melepaskannya dengan kasar.
Dia adalah Devandra Arsalan, ya... pria yang sama yang berusaha memperkosa Kalila.
Dia memang sempat ditangkap oleh pengawal Keenan, tapi dengan segala akal liciknya, ia berhasil kabur. Tepatnya saat para pengawal yang tertidur didepan kamar dimana mereka menyekapnya.
Sebuah obat bius yang selalu ada di saku celananya ia berikan pada kedua penjaga yang bodoh itu, karena mereka bahkan tak mengunci pintu tempat ruangannya disekap.
Bahkan sekretaris Jordipun belum mengetahui bahwa dia berhasil kabur.
Saat ini dia tengah berada disebuah rumah yang selama ini menjadi tempat persembunyiannya.
Dengan seorang wanita yang dia minta untuk menjebak Keenan. Wanita yang ditangkap oleh orang-orang suruhannya.
Wanita itu, tak lain adalah Alina Sasmita, wanita yang sama yang menjadi kekasih Keenan.
" Cepat jawab aku!. Kenapa diam saja?!." Bentak Devan menatap tajam Alin.
" I-itu karena aku sudah tak tahan dengan semua ini." Lirih Alin dengan terisak.
Sebenarnya Alin sama sekali tak ingin menjebak Keenan. Bukan karena apa-apa, dia hanya tidak mau berbuat jahat pada anak dari sahabat ayahnya itu.
Jika bukan karena permintaan dari Devan, sungguh Alin tak ingin melakukannya. Dia terpaksa melakukannya karena rasa cintanya pada Devan.
Ya, dia mencintai pria yang sudah seringkali menyiksanya. Bahkan, kini dia sedang mengandung anak pria itu, dari hasil hubungan terlarang mereka. Rasa cintanyalah yang membuatnya merelakan keperawanannya pada Devandra.
Karena tak ingin anak dalam kandungannya hidup tanpa seorang ayah seperti dirinya, akhirnya ia terpaksa menerima perintah Devan untuk menghancurkan keluarga Pradipta.
Karena jika tidak, Devan mengancam akan meninggalkannya, bahkan juga pernah mengancam akan membunuh anaknya jika dia tak menuruti perintah pria itu.
***
Alin benar-benar tak berniat menjalin hubungan dengan Keenan, jika bukan karena wasiat dari ayahnya pada tuan Haris. Karena sebelum ayahnya meninggal, ia sudah berhubungan dengan Devandra.
Namun, saat Devan tau dia dijodohkan dengan Keenan, bukan memberitahu ayahnya tentang hubungan mereka yang sembunyi-sembunyi, Devan justru memintanya untuk menerima perjodohan itu.
Ia tak tahu apa maksud dari pria yang dicintainya itu, sampai Devan mengutarakan rencana balas dendam pada keluarga Pradipta.
Dan akhirnya ia tahu, pria miskin yang ia cintai dengan tulus dan sepenuh hati, ternyata adalah salah satu keluarga Pradipta.
Awalnya ia menentang keras permintaan Devan, namun karena ia mencintai pria itu, akhirnya ia terpaksa menerima permintaan Devan. Karena jika tidak, Devan akan meninggalkannya.
Dan sebenarnya ia sama sekali tak pergi keluar negeri. Ia memang seorang model, hanya saja, ia sudah lama mengundurkan diri.
Ia beralasan ada pemotretan diluar negeri hanya untuk pergi dari Keenan. Menghindari tugas yang menekannya.
Tapi ternyata, Devan lebih cepat menemukannya yang memang hanya berada diluar kota. Dan disinilah ia sekarang, berada didepan pria yang ia cintai dengan wajah babak belur.
Sedangkan Devan sendiri sebenarnya tidak mencintai Alin. Karena dia hanya memanfaatkan Alin yang ia tahu adalah wanita yang dijodohkan dengan Keenan.
Ya, kejadian dihotel tempo lalu memang bukanlah hanya sebuah kesalah pahaman. Karena Alin memiliki andil besar atas itu.
Flash Back On
Alin meminta seorang pelayan untuk menaruh minuman dikamar Keenan. Dimana minuman itu sudah diberi obat perangsang.
Devan menyuruhnya untuk menjebak Keenan agar menidurinya, meski berat, akhirnya Alinpun menurut, lagi-lagi karena tak mau kehilangan Devan.
Pelayan yang tak lain adalah Siska yang merupakan teman Kalila tersebut memasuki kamar VIP Keenan saat orang suruhan Alin mengecoh penjaga didepan kamar Keenan.
Dengan segera ia menaruh air putih diatas nakas dan keluar dari sana.
Saat melihat Siska yang keluar dari kamar Keenan. Alin terus mengawasi Keenan secara langsung.
Hingga saat Keenan turun dari panggung, ia mengikuti pria itu sampai kekamar. Ia tahu bahwa Keenan mabuk, dan itu akan makin melancarkan rencananya.
Alin memutuskan untuk menyuruh orangnya untuk kembali mengecoh penjaga dengan membuat kerusuhan dihotel. Sehingga sekretaris Jordi harus turun tangan langsung.
Saat merasa tak ada siapapun didepan kamar Keenan, Alin segera menuju kesana. Namun belum juga ia sampai, ia melihat seorang OB yang tak lain adalah Kalila memasuki kamar Keenan.
Ia sudah menebak apa yang bisa terjadi. Apalagi jika Keenan yang mabuk meminum minuman berisi obat itu.
Melihat itu, Alin merasa bahagia, karena ada celah untuk tak melakukan rencana Devan.
Karena dia bukanlah wanita j***** yang memberikan tubuhnya kesembarang pria.
Dia segera meminta tuan Haris dan juga Nyony Sarah untuk mendatangi kamar Keenan.
Sehingga mereka memergoki Keenan dan Kalila bersama sampai mereka dipaksa menikah.
Setelah itu, ia kembali memerintah anak buahnya untuk menghapus semua rekaman CCTV yang akan menjadi bukti. Sehingga bukti-bukti yang ditemukan seakan tak ada campur tangan siapapun dalam kejadian itu.
Flash Back Off.
Namun setelah itu, bukannya menghentikan rencana, Devan justru marah besar padanya. Dan memintanya terus mencari celah membuat hubungan Kalila dan Keenan hancur.
" I-itu karena aku mencintaimu, dan aku tak ingin ada pria lain yang menyentuhku." Jawab Alin masih dengan isak tangisnya.
" Cinta kau bilang?!!!." Bentak David langsung menjambak rambut Alin dengan kasar.
Wanita itu kembali menjerit menahan sakit dihati dan juga fisiknya yang terus disakiti
" Cintamu tak akan membuatku menjadi kaya seperti dulu. Yang aku butuhkan hanya kehancuran keluarga Pradipta." Ujar Devan dengan wajah memerah penuh amarah dan langsung melepas tangannya dari rambut Alin. Sungguh, dia terlihat begitu menakutkan.
Alin sungguh ketakutan melihatnya, ia tak mengerti, kenapa dirinya harus mencintai pria tempramental seperti Devandra.
" Aku tidak mau tau, kau harus kembali kesana, dan katakan jika anak dalam kandunganmu adalah anaknya. Pastikan dia mempercayai perkataanmu." Ujar Devan lagi.
Tanpa Devan sadar perkataannya membuat Alin semakin merasa sedih. Bagaimana bisa Devan menggunakan anak mereka sebagai alat balas dendamnya.
***