My Ex

My Ex
Bab 58



Ivy pun tersenyum karena Dad Lio mau mengabulkan keinginannya. "Aku ingin tidur bersama kalian. Bersama Daddy dan Mommy di kamarku."


"Ivy...!" Arneta yang hendak menolak langsung terdiam saat Lio menyela pembicaraannya.


"Baiklah, Mom dan Dad akan menemani Ivy tidur di kamar ini."


"Lio?" Arneta menggelengkan kepalanya. "Anna —"


Lio menaruh jari telunjuknya di bibir Arneta agar wanita itu diam, lalu mengusap wajah cantik itu dan wajah putrinya bergantian.


Melihat momen langka di mana Arneta, Lio, dan Ivy bersama seperti sebuah keluarga harmonis yang bahagia. Sasha pun tidak tinggal diam dengan mengabadikan momen tersebut ke dalam HP nya, karena ia merasa kelak foto yang diambilnya ini akan berguna untuk Arneta.


Setelah selesai mengambil foto keluarga kecil tersebut, Sasha pun memilih keluar dari dalam kamar karena tidak ingin menganggu ketiganya yang akan tidur bersama. Ya, setelah sekian lama akhirnya Ivy bisa merasakan bagaimana tidur bersama Mommy dan Daddynya meskipun besok malam mereka akan berpisah.


Sasha yang baru saja melangkah keluar dan hendak menutup pintu kamar yang tak tertutup rapat itu, begitu terkejut saat melihat keberadaan Anna yang berdiri di samping pintu kamar.


"Anda..."


Anna yang juga terkejut langsung menarik pengasuh Ivy itu untuk menjauh dari ruangan tersebut.


"Apa yang Anda lakukan di depan kamar Ivy?" tanya Sasha dengan curiga setelah Anna melepaskannya. Ia yakin Anna sejak tadi menguping dan melihat kejadian di dalam kamar Ivy.


"Tidak ada," jawab Anna dengan ketus sembari beranjak dari tempat tersebut. Karena urusannya tadi sudah selesai, dan tidak ada yang harus ia bicarakan dengan pengasuh Ivy.


Anna yang menghentikan langkahnya langsung membalik badan.


"Tidak bisakah Anda melihat jika mereka saling mencintai?" ungkap Sasha dengan memberanikan diri, meskipun tahu apa yang diucapkannya itu akan menyakiti hati istri dari tuan Richard.


Anna hanya diam dengan mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi yang sejak tadi ia pendam saat melihat dan mendengar kebersamaan Lio, Arneta, dan Ivy dari balik pintu kamar.


"Aku tidak tahu hubungan pernikahan seperti apa yang sedang Anda jalani. Tapi yang aku tahu Tuan Lio dan Kak Arneta saling mencintai."


"Tutup mulut!" sentak Anna dengan penuh amarah. "Tahu apa kau tentang mereka! Dan beraninya kau yang seorang pengasuh —"


"Aku melihatnya Nyonya," sela Sasha yang tak takut sedikitpun dengan kemarahan Anna. "Aku melihat Tuan Lio setiap malam diam-diam masuk ke kamar Kak Arneta, sejak kami tinggal di sini hanya untuk memastikan keadaan Kak Arneta. Dan meskipun aku hanya seorang pengasuh, tapi setidaknya aku tidak buta untuk bisa melihat bagaimana kedua orang itu saling mencintai."


Anna yang sangat marah hanya mampu terdiam dengan semua perkataan Sasha. Karena apa yang dikatakan wanita itu memang benar, Lio dan Arneta saling mencintai. Bahkan ia tahu jelas bagaimana suaminya itu sangat mencintai Arneta hanya dari tatapan pria tersebut.


"Aku tahu perkataanku tadi pasti menyakiti Anda, dan pastinya menganggu hubungan pernikahan Anda dengan Tuan Lio. Tapi niatku hanya ingin mengungkapkan kebenaran saja, tidak lebih."


Setelah mengucapkan hal itu Sasha pun beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan Anna yang kini berdiri di ruangan tersebut seorang diri dengan air mata yang akhirnya menetes dikedua pipinya.


"Tidak Anna, kau tidak boleh lemah!" ucapnya pada dirinya sendiri sembari mengusap air matanya. "Walaupun Lio sangat mencintai Arneta, tapi dia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu selama kau tidak melepasnya!"


Ya, Anna sangat yakin Lio akan menepati janjinya. Lagi pula besok malam mereka akan kembali ke Paris dan pastinya bersama Ivy. Dengan kehadiran Ivy juga, Anna yakin bisa mengambil hati suaminya itu untuk jatuh cinta padanya dan melupakan Arneta.