My Ex

My Ex
Bab 49



Lama keduanya saling diam. Sampai akhirnya Lio menghela napasnya dengan berat sebelum menjawab pertanyaan Anna.


"Tidak ada! Jika kau tidak melepaskanku maka selamanya aku akan menjadi suamimu."


Ya, Lio tidak akan mengingkari janji yang pernah diucapkannya dulu. Mereka akan berpisah hanya jika Anna yang menginginkan perpisahan tersebut, itu artinya harus Anna lah yang melepasnya.


"Kalau begitu terima aku sebagai istrimu seutuhnya. Belajarlah mencintaiku, jadikan pernikahan ini benar-benar nyata," pinta Anna dengan penuh harap.


Karena yang diinginkan Anna adalah menjalani pernikahan mereka dengan penuh cinta, bukan pernikahan penuh sandiwara yang selama ini dijalani mereka.


"Maaf, aku tidak bisa," jawab Lio dengan tegas.


Karena sampai kapanpun ia hanya bisa mencintai Anna sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Bahkan Lio lebih memilih menyentuh wanita bayaran dari pada menyentuh Anna, karena tidak ingin menyakiti wanita tersebut. Lio tidak ingin jika Anna semakin mengharapkan cintanya, jika ia menyentuh tubuh wanita itu hanya demi kepuasannya.


"Tapi kenapa? Bukankah kau belum mencobanya?"


Anna masih berharap jika Lio mau belajar mencintainya. Sama seperti Anna yang akhirnya jatuh cinta pada pria itu karena kebersamaan mereka selama ini.


"Dengar Anna, bagiku kau adalah seorang sahabat dan selamanya akan seperti itu. Kau menginginkan pernikahan ini berjalan selamanya, maka aku akan mengikuti kemauanmu. Tapi untuk mencintaimu aku tidak bisa," ucap Lio sembari beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan Anna yang kini terdiam di tempatnya.


Wanita yang berstatus sebagai istri Lio Richard itu hanya bisa tersenyum sendu, dengan air mata yang mulai menetes satu persatu dikedua pipinya.


Bahkan kini suaminya itu justru mencintai seorang wanita seperti Arneta. Wanita yang ia ketahui dulu berprofesi sebagai seorang model yang kerap tidur dengan banyak pria. Bahkan Arneta dulu pernah menikah dengan Bara Klopper, pria yang kini berstatus sebagai suami dari Lea Richard.


"Apa aku harus berubah menjadi ja lang seperti Arneta, agar kau bisa mencintaiku?" gumam Anna dalam tangisnya.


*


*


Suasana di ruang makan milik keluarga Richard terasa begitu tegang dan kaku, saat semua orang yang duduk di ruangan tersebut tampak diam menikmati sarapan pagi yang tersaji di atas meja.


Arneta yang merasakan suasana tegang yang berlangsung sejak makan malam kemarin, merasa ada yang tidak beres dengan pasangan suami-istri itu yang terlihat diam dan acuh. Karena biasanya mereka terlihat begitu romantis, dengan skinship yang jujur membuat Arneta merasa sedikit cemburu.


"Daddy..."


Semua orang yang ada di ruangan tersebut, terutama Lio begitu terkejut saat mendengar Ivy berbicara. Bahkan Lio yang saat itu tengah mengunyah makanannya sampai tersedak karena begitu terkejut.


"Apa aku boleh memanggilmu Daddy?" tanya Ivy dengan memberanikan diri, setalah semalam niat untuk memanggil ayah kandungnya itu diurungkannya karena melihat raut wajah Dad Lio yang terlihat tak bersahabat.


Lio yang masih terkejut dan tak percaya putri kecilnya itu memanggilnya Daddy hanya bisa terdiam. Padahal ingin sekali ia berteriak dengan mengatakan yes, lalu memeluk tubuh mungil itu sebagai ungkapan terima kasih karena Ivy sudah mau memanggilnya Daddy. Karena sudah sejak lama Lio menantikan momen tersebut, momen dimana putrinya itu menerima ia sepenuhnya sebagai seorang ayah kandung.