
Hai,
Sedari awal pun aku sudah tau kalau kamu bukanlah orang dengan hati yang kosong.
Walaupun kamu sendiri yang bilang, tapi jauh didalam matamu, dari hatimu, masih ada pemilik hatimu yg kamu sembunyikan.
Aku tidak bisa memaksamu untuk sayang padaku seperti kamu sayang dia, itu urusan mu dengan hatimu sendiri.
Tapi setelah dengar kamu bilang terus terang, kalau kamu masih sayang dengan dia, diam-diam masih memikirkan dia,
Sedikit sakit hatiku, tapi apa mau dikata, kalau memang itu yg kamu rasa, aku bisa apa?
Lagi pula, kamu dengan dia sudah banyak cerita, pantas kalau kamu begitu sayang dia, walaupun kalian sudah lama berpisah….
Aku sama sekali ga akan paksa perasaanku padamu, kalau kamu memang masih mau dengan dia, perjuangkan dia, tinggalkan aku.
Agar aku bisa tenang
Sejujurnya, setelah kamu bilang masih sayang dia, ada perasaan lega, akhirnya apa yang aku pertanyakan selama ini terjawab sudah….
Apapun yang bakal kamu katakan kudengar sajalah….
________________________________________________
...Sedikit nya perasaan Nadine yang tercurah diatas kertas putih. Menjadi saksi bisu atas perasaannya atas Arka....
________________________________________________
Senin, 23 july 2018
….
Aku mengenalmu disini.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Hai Arka…
Tadinya aku bingung mau tulis apa… mau bilang apa, apa aku harus tulis surat? Atau ga usah?
Karena banyak banget yang mau aku sampaikan…jadi, aku buat surat ini, mungkin ini surat akan sangat panjang dan akan ada beberapa lembar, kalau kamu bosan kamu bisa membacanya separuh separuh, tapi pastikan kamu baca semua isi suratnya ok ok?!
Aku menulis apa yang ingin ku tulis semua secara spontan dan jujur, aku bahkan tidak bisa lebih jujur lagi dari ini haha…
Mungkin akan ada banyak kalimat yang konyol dan berlebihan, kalau kamu mau tertawa, tertawalah…terserah mu karena aku tidak sedang mengarang cerita,
Sejujurnya, Nadine sedih sekali harus pisah…aku benar-benar sedih sekali. tapi mau bagaimana lagi… aku juga ga bisa paksakan keadaan,
Aku ga bisa pura-pura di depanmu, mau se ‘jaga image’ apapun, kamu tetap tau juga apa isi hatiku, mau aku bagaimanapun kamu tetap tau, dasar curang…
Padahal aku mau simpan semua diam diam… tapi tetap tau juga…yaaa salahku juga sih… terlalu cari perhatian…
Banyak sekali yang mau aku sampaikan, tapi setiap kali aku melihatmu, semuanya hilang…. Menguap Di udara begitu saja… blank. Kamu membuatku kehilangan kata-kata.
Aku ga bisa memandang kamu terlalu lama walaupun aku mau… karena terlalu menyakitkan??? Aku ga punya kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaan, karena kata terlalu miskin untuk menyatakan rasa…
Seandainya hari itu kamu gak bilang “sejujurnya aku masih tunggu dia” mungkin aku ga akan lepaskan kamu, tapi ya udahlah, aku sama sekali tidak punya alasan untuk menyesali apa yang sudah terjadi…
Kamu juga jangan khawatir, mungkin sekarang perasaan masih berat, karena kamu masih ada dijangkauan mataku, tapi nanti… entah aku atau kamu… semuanya akan berubah… kamu akan lupa dengan ku, dan mungkin aku juga lupa dengan kamu… bisa jadi…mana taukan.
Aku ga pernah se-berlebihan ini pada lelaki… ya kamu boleh berbangga untuk itu, karena kamu memang satu-satunya, walaupun kamu bukan kekasih pertamaku… tapi bisa dibilang, kamu cinta pertama Nadine… karena setiap punya pacar, aku ga pernah sesuka ini pada lelaki… dan kamu membuatku jatuh hati.
kamu mencuri hatiku, jadi bisakah kamu kembalikan hatiku?
Malam itu kamu bilang dengan tegas “bagaimanapun aku takkan tinggalkan dia, karena aku sayang dia, pahamilah tolong jangan terlalu terbawa perasaan”
Kamu benar…
Dan aku cuma bisa diam… kamu membuatku kehilangan kata kata…hatiku ngilu mendengar jawabanmu. Sungguh.
Temanku bilang, “udahlah jangan diladenin dia lagi, dia cuma mau main-main sama kamu, dia cuma suka melihat reaksi kamu yang terbawa perasaan, dia bukan ada rasa juga kekamu, udah block aja semua.”
Dan jawabanmu “betul apa yang di katakan teman lelakimu, kalau mau gampang block semua, dia kan lelaki dia lebih tau.”
Aku kaget, dan sedih… entah harus bagaimana… aku ga bisa block kamu gitu aja, terlalu berat buatku. Aku sama sekali ga kepikiran kalau kamu membenarkan perkataan temanku itu, aku sama sekali ga punya fikiran kalau kamu hanya main-main dengan perasaanku, dengan naifnya, aku berpikir kalau kamu juga masih ada rasa sama aku, tapi ternyata aku terlalu naif, dan banyak berharap…
padahal kamu sendiri bilang
“sudah Nadine, stop! Dan jangan kamu berdoa yang aneh-aneh lagi!”
Tanpa kamu sadari, kamu tarik ulur perasaan ku, luka yang lama belum sembuh kamu tambah-tambah lagi. Aku tau niatmu cuma untuk buat senang hatiku, tapi kenyataannya aku semakin terluka dari hari ke hari, karena aku tau, aku tidak akan bisa memilikimu.
Aku benar-benar terlalu banyak berharap, seketika aku merasa jadi orang paling bodoh. Aku masih ditempat yang sama, padahal hati dan fikiranmu sudah pergi sejak lama,
Mengharapkan kembali seseorang yang jelas-jelas sudah pergi entah kemana. Dia ada di depanku hanya karena sebuah ‘janji’ tidak lebih dari itu.
Kamu benar-benar temanku yang berharga….
Aku sama sekali tidak punya bayangan masa depan untuk jadi pasanganmu, aku terlalu takut untuk membayangkan sejauh itu, tapi aku juga tidak rela kamu dengan yang lain… aneh ya?
Mungkin lebih mirip brother complex… kamu bisa cari artinya di Google , ok!
Jadi…
Pertama-tama … Nadine mau bilang banyak banyak terimakasih sangat sangat, karena sudah perlakukan ku dengan sangat baik, sudah tepati janji…banyak kasih aku ilmu dan pengalaman baru, Arka memang terbaik…
Sampai aku ga punya alasan untuk berbuat jelek padamu, kamu memang pribadi yang baik, hanya saja keadaan yang kurang berpihak untuk perasaan seperti ini,
Ternyata begini ya sakitnya mencintai seseorang yang hatinya bukan untuk kita… pahiiiitttt, lebih pahit dari rasa americano,
(kamu bisa coba kopi ini, dan asli memang super pahit, aku serius)
Aku pasti akan rindu sekali dengan kamu setelah ini…. Rinduuuuuu sekali…. Tanpa tau harus bagaimana, karena yang bisa kulakukan untukmu cuma diam dan menjauh…
membiarkanmu tenang dengan kehidupan baru. Membiarkan perasaanku memudar dengan sendirinya.
Aku pasti rindu dengan caramu menyapa… “hai bosku, ok kah?”
Yaa tau, kamu menyapa begitu bukan sama aku aja, dengan yang lainpun sama juga, tapi… hanya kamu yang menyapa begitu, dan setelah ini tidak akan ada yang menyapaku seperti itu lagi….
Nadine bakal rindu bagaimana cara Arka senyum kadang dengan ekspresi yang lucu, walau kadang aku buang muka, percaya deh aku selalu tertawa setelahnya, hanya sering ku tahan aja, kamu begitu saja sudah membuat mood ku yg jelek jadi membaik, terimakasih
Kamu satu-satunya orang yang bisa dengan ajaib membuat mood ku membaik, seburuk apapun mood ku, kamu selalu bisa memperbaikinya… handal
Berteman denganmu sangat menyenangkan… Nadine ga pernah bosan barang sedetikpun… kamu orang yang sangat menyenangkan , untuk mengobrol, diskusi, sharing, bahkan hanya untuk hal hal gak penting sekalipun…
terimakasih karena sudah jadi sahabatku
Kamu bilang, aku benci dan suka…
Mungkin…
Tapi suka ku lebih besar dari rasa benci ku,
Dan rasa benciku, tidak ada apa apanya dibandingkan rasa sayangku ke kamu.
Aku benci hanya karena kamu lebih memilih dia daripada aku, hanya sebatas itu… tapi aku juga faham bukan hal mudah melupakan seseorang yang sudah lama berdiam di hati walaupun dia membuat luka yg parah di sana, iya kan…
karena sayangnya lebih besar dari itu
Selebihnya… Nadine tetap sayang Arka.
Dari mu aku belajar apa arti sayang… sayang yang benar-benar sayang, memberi dan memberi tanpa berharap diberi, walau aku juga tidak tau apa yg sudah aku beri untukmu hahaha
Pelan pelan ku hilangkan ego, karena aku ga mau rasa ego ini menghilangkan rasa sayang…
Nadine sayang Arka, makanya aku mengalah,
Nadine sayang Arka, walau berat Kubiarkan kamu dengan yang lain, asal kamu bahagia…
Bukan mudah melihat kamu dengan yang lain… itu berat….bukan waktu sebentar untukku berdamai dengan situasi.
Karena lebih berat lagi kalau Arka dengan Nadine karena aku egois tak mau di tinggalkan, dan hanya pentingkan perasaanku, tanpa peduli bagaimana perasaanmu, padahal hatimu bukan untukku…
Jadi… ku hanya sayang… tanpa berharap disayang, itu saja…
Karena kamu tetap baik denganku aku sudah senang…
Kamu tetap jaga janji mu, aku sudah bangga,
Kamu tetap bilang sayang denganku, aku sudah bahagia…
Itu aja…
Walaupun setelah ini kita tidak bertemu lagi… tidak apa, aku hanya akan menjadi kenangan untuk mu , Begitu pun kamu… hanya akan menjadi kenangan untukku.
Nadine ga tau Arka akan rindu Nadine atau tidak, tapi…
Jika nanti Arka ingat Nadine, kirimkan Nadine sebuah doa… doa apa saja… karena doa tidak pernah salah alamat, insyaallah apa yang Arka doakan untuk Nadine pasti di Kabul kan Allah…
Dan jangan khawatir…. Doaku insyaallah akan tetap bersamamu…
Karna itu Saja yg bisa menjadi pelantara diantara kita… saling berhadiah doa-doa kebaikan.
Terimakasih banyak banyak untuk semua kebaikan yang Arka buat untuk Nadine, Nadine ga bisa berikan apa apa dan ga bisa balas kebaikanmu satu satu… maaf.
Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih baik dari ini… aamiin….
Terimakasih sahabatku
Terimakasih abangku yang sangat penyayang
Terimakasih kawanku tempatku berbagi banyak cerita….
️
Kayanya itu aja yang mau Nadine sampaikan, maaf kalau suratnya kepanjangan, semoga Arka ga menyesal bacanya maaf ya… dan terimakasih sudah baca sampai habis….
Terimakasih karena sudah singgah dalam hidup Nadine, sudah menuliskan cerita yang menakjubkan kisah yang berkesan dihati…
terimakasih…
Baik baik ya… Nadine pamit….
Emmmm sampai jumpa? Atau selamat tinggal? Yang mana aja deh… bye Arka ….
Bahagia selalu…. ️
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dari adikmu…
Nadine.
________________________________________________
Ketika bibir tak dapat berucap banyak kata, maka ku tuliskan namamu di kertas agar teringat abadi di dalamnya.
-fin