My Ex

My Ex
Bab 50



"Sayang..." Anna menggenggam tangan Lio karena melihat suaminya itu diam saja tak menjawab pertanyaan Ivy. "Putrimu memanggil Daddy!" serunya dengan tersenyum bahagia.


Lio pun berdeham untuk mengurangi rasa bahagianya agar tidak berteriak seperti orang gila. "Tentu saja boleh," ucapnya dengan dingin.


Sampai membuat Anna menghela napasnya. Bahkan Arneta yang sejak tadi diam pun ikut menghela napas, karena sikap Lio yang seperti itu bisa saja disalahartikan oleh Ivy.


Ya, meskipun Arneta masih tidak rela Ivy sudah menerima Lio sebagai Daddy kandungnya. Tapi tetap saja Arneta merasa tidak tega jika putri kecilnya itu mengira Lio tidak senang dengan permintaan Ivy.


"Kau juga boleh memanggilku Mommy," sahut Anna dengan tersenyum pada putri kecil suaminya.


Baik Lio maupun Arneta langsung menatap pada Anna dengan raut wajah terkejut.


"Tidak mau. Aku kan sudah punya Mommy," jawab Ivy dengan lugas hingga membuat Anna kecewa.


Melihat kekecewaan di wajah istrinya tentu saja Lio merasa sedih. Ya, meskipun hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja sejak semalam, tapi Lio tetap peduli pada apa yang dirasakan istrinya.


"Anna aku berangkat sekarang," ucap Lio dengan beranjak dari duduknya.


Anna pun ikut beranjak dari tempat duduknya untuk mengantar Lio yang hendak berangkat kerja.


"Oh ya," Lio menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu. Ia pun berbalik menatap pada Arneta dan putrinya. "Mulai hari ini yang mengantar Ivy ke sekolah hanya Sasha!" Karena ia tidak ingin mengambil resiko jika Arneta melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya seperti kemarin.


"Apa?" pekik Arneta dengan terkejut. Karena secara tidak langsung pria itu melarangnya untuk mengantar Ivy ke sekolah.


"Tapi—"


Arneta yang hendak protes tak dapat melakukannya karena Lio sudah lebih dulu pergi bersama Anna, tanpa memberikan kesempatan padanya untuk berbicara.


Dan kini di sinilah Arneta berada. Bersama Anna yang mengajaknya berbincang di dalam kamar pribadi wanita tersebut, sambil memperlihatkan beberapa foto pernikahan wanita itu dengan Lio.


Ya, Anna begitu bersemangat menceritakan pernikahannya bersama Lio. Menceritakan bagaimana mereka saling mencintai, dan menceritakan bagaimana indahnya bulan madu pasangan suami-istri itu tanpa memperdulikan Arneta yang tampak enggan mendengar cerita tersebut.


"Kau tahu Arneta, aku begitu beruntung menikah dengan pria yang begitu mencintaiku," ucap Anna dengan tersenyum.


"Iya, kau begitu beruntung," sahut Arneta dengan singkat karena begitu enggan membahas apa pun yang berkaitan dengan Lio.


Karena membahas Lio sama saja dengan mengingatkannya akan malam panas yang mereka lakukan dibelakang Anna.


Anna yang masih tersenyum kini menatap pada Arneta dengan intens. Menatap wanita yang kini menjadi rivalnya. Ya, Anna sudah menganggap Arneta sebagai saingan terbesarnya karena ia sudah mengambil keputusan untuk mempertahankan Lio tanpa peduli pria itu mencintainya atau tidak. Dan selama mereka ada di Jakarta, Anna bertedak akan membuat Arneta mengalah dengan melepaskan Ivy agar ia dan Lio bisa segera kembali ke Paris.


Dan tekad Anna itu benar-benar terlaksana, karena Arneta kini merasa semakin tersisihkan. Ia kini hanya bisa diam melihat bagaimana setiap harinya Ivy semakin dekat dengan Lio dan Anna. Bahkan sudah satu bulan lebih ini ketiganya terlihat kompak seperti keluarga bahagia tanpa ada Arneta di dalamnya.


"Kak Neta kenapa hanya diam saja? Kau harus melakukan sesuatu untuk menjauhkan Ivy dari mereka," ucap Sasha yang sejak tadi menemani Arneta yang tengah menatap Lio, Anna, dan Ivy yang kini tengah bermain di ruang keluarga.