My Ex

My Ex
Membawa Asha Pulang



Ingin berlari sejauh mungkin. Rasanya ingin tenggelam. Rasa kecewanya terlalu besar, hingga Asha tidak bisa mengendalikan diri. Ditengah guyuran hujan, Asha tetap berjalan. Tak peduli bagaimana air hujan mengguyur tubuhnya. Bahkan rasa dingin sudah tak bisa dirasakan. Hatinya sudah kebal akan rasa sakit, tetapi untuk kali ini Asha tadi bisa menyembunyikannya lagi.


"Kara, kami jahat! Kenapa kamu lakukan itu, kara? Kenapa?" Asha masih terisak sepanjang perjalanannya.


Kara tak putus asa ketika sosok Asha belum bisa ditemukan. Hujan yang semakin deras membuat Kara semakin khawatir dengan keadaan Asha.


Sebuah kesalahan yang mungkin tak akan bisa dimaafkan, karena telah menjamah wanita lain, dan itu adalah adik angkatnya sendiri. Andaikan saja waktu bisa terulang kembali, Askara tidak akan pernah mabuk dan naik ke ranjang Karina. Namun, semua telah menjadi bubur. Kesalahan satu malam bersama Karina membuatnya harus kehilangan Asha. Sungguh Askara tidak akan pernah merelakan jika Asha sampai meninggalkan dirinya lagi.


Dari jarak jauh samar-samar dia melihat seseorang berjalan ditengah derasnya hujan. Dia yakin jika itu adalah Asha. Dengan cepat mobil Askara menepi. Dia tak peduli dengan derasnya hujan yang turun karena ingin memastikan jika itu adalah Asha.


"Asha," panggil Askara dengan kuat.


Ya, sosok yang dipanggil Asha memanglah Asha. Namun, dia tak peduli dengan panggilan Askara.


"Asha!" Kini Askara telah menarik tubuh Asha untuk masuk kedalam pelukannya.


Sadar jika itu adalah Arshaka, Asha pun langsung menumpahkan isak tangisnya sambil memukul pelan dada Askara.


"Kamu jahat Kara! Jahat!"


"Iya aku memang jahat. Kamu boleh benci aku, tapi tolong jangan tinggalkan aku lagi z Sha. Kita pulang ya!"


Tak ada perlawanan dari Asha, karena tubuhnya sudah terasa lemas. Dia pasrah saat Kara membawanya untuk menuju ke mobil. Namun, baru beberapa langkah tubuh Asha langsung ambruk. Beruntung saja Askara sigap untuk memegangi tubuh Asha.


"Asha ... kamu kenapa?" Askara panik dan langsung membopongnya untuk masuk kedalam mobil. Badannya sudah menggigil kedinginan, terlebih saat ini dia dalam keadaan basah kuyup.


"Neng Asha kenapa Tuan?" tanya Bi Sumi yang melihat Askara membopong tubuh Asha masuk kedalam rumah.


"Asha pingsan, Bi. Tolong bantu untuk menggantikan pakaian ya!"


"Siap Tuan." Bi Sumi pun langsung mengikuti langkah Askara menuju ke kamarnya. Tak peduli bagaimana bentuk kamar yang berantakan akibat ulah Karina, Askara langsung meletakkan tubuh Asha diatas tempat tidur.


Bi Sumi yang tidak tahu apa-apa merasa sangat terkejut dengan keadaan kamar majikannya yang berantakan. Bi Sumi tidak tahu jika Karina juga menyerakkan kamar sang majikan.


"Bi, tolong gantikan pakaian Asha, karena aku juga ingin ganti baju. Udah dingin," ujar Askara.


Dengan patuh, Bi Sumi langsung mengambil baju di lemari dan langsung mengganti baju Asha yang sudah sangat basah. Bahkan tempat tidurnya pun berani karena pakaian Asha yang sangat basah.


"Ya Allah, Neng. Kenapa harus seperti ini, sih?" Bi Sumi ikut prihatin atas yang telah terjadi pada keluarga majikannya. Bukan tidak tahu apa yang telah terjadi, Bi Sumi hanya bungkam dan menutup matanya atas apa yang pernah dilihatnya tiga tahun yang lalu, dimana majikannya dengan keadaan tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol. Dan malam itu Karina yang mengantarkan majikannya pulang. Entah apa yabg terjadi selanjutnya di kamar majikannya. Bi Sumi hanya mendengar suara rintihan saling bersahutan.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Askara langsung menghampiri Asha yang sudah selesai di ganti pakaian, tetapi belum juga sadar.


"Tuan, coba olesin minyak kayu putih ini biar Neng Asha sadar," ujar Bi Sumi dengan menyodorkan minyak kayu putih.


Dengan tangan bergemetar, Askara mengambil benda itu dari tangan Bi Sumi. "Saya permisi dulu, Tuan. Saya akan mengambilkan minuman hangat untuk Anda, agar And tidak masuk angin."


Askara mengangguk pelan. "Iya, Bi. Jangan lama-lama."