My Ex

My Ex
Bab 46



Arneta hanya diam karena tidak tahu harus memberikan respon seperti apa. Apakah ia harus bersedih karena Anna belum berhasil mengandung, ataukah bersedih karena membayangkan bagaimana setiap malamnya Lio dan Anna bercinta di ruangan tersebut.


"Sungguh aneh bukan, kau yang hanya sekali melakukannya dengan suamiku tapi langsung mendapatkan Ivy. Sedangkan kami yang setiap malam melakukannya belum juga menghasilkan," ucap Anna masih dengan tertawa. "Sebuah kesalahan memang ada untuk —"


"Cukup!" sela Arneta dengan penuh emosi. "Cukup mengatakan Ivy sebuah kesalahan, karena bagiku Ivy adalah anugrah. Dan aku rasa pembicaraan kita sudah selesai!" Arneta beranjak dari tempat duduknya.


"Bagimu mungkin Ivy memang anugrah," ucap Anna yang mampu menghentikan langkah Arneta. "Tapi bagiku dan Lio, dia adalah sebuah kesalahan."


Arneta yang semakin tersulut emosi, membalik badannya tanpa menghampiri wanita yang kini menatapnya dengan datar tanpa ekspresi.


"Jika bagi kalian Ivy adalah sebuah kesalahan, maka biarkan kesalahan itu pergi dari hidup kalian. Mintalah pada suamimu untuk melepaskan putriku, jika kau mau membantu kami aku akan sangat berterima kasih," balas Arneta lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa mengucapkan permisi.


Sementara Anna yang kini seorang diri di dalam kamarnya, hanya menatap kepergian Arneta dengan tersenyum sendu.


"Seandainya aku bisa..." lirihnya sembari berjalan menuju nakas lalu mengambil foto pernikahannya dengan Lio. "Seandainya aku bisa membuat kalian pergi, maka aku akan melakukannya. Tapi sayang aku tidak bisa Arneta, karena kehadiran kalian memang diinginkan Lio," ucapnya dengan menghela napas panjang saat teringat kembali percakapannya kemarin bersama sang suami.


Flash back on.


"Baiklah, tapi bagaimana dengan wanita itu? Bukankah kau membawanya ke sini juga?'


"Kau tidak perlu memikirkan hal tersebut! Yang perlu kau ketahui aku membawa Arneta hanya untuk mengasuh Ivy, agar putriku terbiasa dengan lingkungan barunya. Nanti setelah Ivy bisa menerima kita, aku akan membawanya ke Paris setelah mengurus semua dokumen untuk menjadikan Ivy sebagai putri kita."


"Baiklah," ucap Anna dengan menganggukkan kepalanya, yang langsung mendapatkan pelukan dari sang suami. "Apa kau mencintai Arneta?"


Deg.


Lio langsung melepaskan pelukannya lalu berjalan menjauh. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Jawab saja pertanyaanku, apa kau mencintainya?"


Mendengar jawaban Lio, Anna pun hanya tersenyum sendu. Karena ia tahu kapan saat pria itu berbohong dan kapan saat pria itu berkata jujur.


"Kalau kau memang tidak mencintai wanita itu maka lepaskan Ivy! Biarkan mereka hidup bahagia."


Lio menggelengkan kepalanya.


"Lupakan Ivy! Aku akan memberikanmu banyak anak jika kau mau memberikan aku kesempatan untuk melayanimu." Karena selama pernikahan mereka, Lio tidak pernah memberikannya kesempatan untuk melayani pria itu layaknya seorang istri.


"Tidak bisa Anna," Lio melepas pelukan istrinya lalu mengusap wajah wanita cantik tersebut. "Aku tidak ingin merusak persahabatan kita dengan hubungan seperti itu."


"Tapi Lio aku mencintaimu, aku—"


"Sudah berapa kali aku mengatakan lupakan perasaan itu, karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa membalasnya. Aku hanya bisa menyayangimu sebagai seorang sahabat tidak lebih."


Flash back off.


Ya, itulah kehidupan rumah tangga Anna dan Lio yang sesungguhnya, jauh dari kata romantis yang selama ini diperlihatkan mereka di depan umum.


Karena sejatinya mereka menikah hanya demi sebuah status. Anna yang kala itu frustasi karena ditinggal oleh kekasihnya, sedangkan Lio butuh sebuah status agar pria itu tidak lagi dijodohkan oleh kedua orang tuanya.


"Apa aku harus menyerah sekarang?" lirih Anna menatap pada foto suaminya. "Tapi bagaimana dengan rasa cinta ini?"


Ya, Anna kini merasa goyah terlebih setelah melihat bekas merah di leher Arneta. Dapat ia pastikan semalam terjadi sesuatu antara wanita itu dengan suaminya. Karena memang kemarin malam Lio meminta ijin keluar untuk menemui Arneta.


...Pengumuman...


...Untuk semua Novel mom yang masih on going akan slow update, karena mom masih sakit jadi mohon doanya supaya lekas sembuh. Aamiin....