
Halo ... author mau kasih tau kalau novel anaknya Asha udah rilis ya dengan judul Kisah Yang Tertinggal. Ramaikan Novel Bunga sampai akhir ya, karena akan ada kejutan dari othor diakhir bab 🙏
Hanya cuplikan Bab!
Baru saja kaki Bunga hendak melangkah ke dalam ruangan, tiba-tiba sesosok dari belakang menerobos diantara Bunga dan Candra yang hendak masuk.
"Aduh .... " Bunga mengaduh karena bahunya terasa sedikit sakit akibat ditabrak begitu saja.
Tak ada kata maaf, seorang pria yang menabrak Bunga langsung nyelonong untuk duduk ditempatnya.
"Bunga, kamu gak papa kan?" Candra memastikan.
Bunga menggeleng dengan pela sambil mengelus bahunya. "Aku enggak apa-apa, kok. Siapa sih, dia? Kayak aku gak pernah liat dia di kelas ini deh," gumam Bunga.
"Dia anak baru, tapi songong," celetuk Candra. Karena kesal tak ada permintamaafan dari mahasiswa baru, Candra langsung berteriak, "Hei ... anak baru, jangan sok belagu! Minta maaf enggak sama Bunga!"
"Udahlah, Can! Aku enggak apa-apa." Bunga berjalan pelan untuk menuju ke bangkunya.
Sejenak, mata Bunga langsung terperanjat saat melihat sosok yang dikatakan mahasiswa baru oleh Candra. Sosok yang begitu familiar untuknya. Dari bentuk wajah, bola mata hingga bibir, Bunga masih bisa mengenalinya, meksipun telah lima belas tahun berlalu. Kali ini Bunga tidak salah untuk mengenali, karena tak banyak yang berubah dari pria itu.
Seketika jantungnya berdetak lebih kencang saat menyadari jika mahasiswa baru itu tak lain adalah teman semasa kecilnya dulu. Bibirnya terasa kelu untuk menyebut nama Alvaro.
"Ngapain kamu lihatin aku?" ketusnya pada Bunga.
"Bunga kamu baik-baik aja kan?" tanya Chandra yang merasakan kegelisahan Bunga.
"Aku enggak apa-apa kok, Can," jawab Bunga dengan gugup.
Bersamaan dengan itu mahasiswa yang tak lain adalah Alvaro hanya melirik sekilas kearah Bunga yang kebetulan duduk di sampingnya.
Alvaro yang ternyata juga masih mengingat wajah Bunga, tak sedikitpun ingin menanyakan kabar Bunga. Bahkan Alvaro terlihat seperti orang yang tak mengenali Bunga.
Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi. Jika aku tau dia kuliah disini, aku tidak akan pindah ke universitas ini.
Hampir 45 menit Bunga menahan diri dan ketika materi telah usai, dia pun segera menghadap kearah Alvaro yang sedang mengemasi perlengkapannya.
"Kamu Alvaro kan? Masih ingat sama aku enggak? Aku Bunga, teman sewaktu kita sekolah di TK." Bunga berusaha menyapa Alvaro lebih awal karena kepalanya sudah tak sanggup untuk menampung berbagai pertanyaan yang dipikirkan.
Dengan ketus, Alvaro menjawab, "Maaf, aku enggak ingat." Kemudian dia pun beranjak pergi meninggalkan Bunga.
Dada Bunga kembali berdenyut. Rasanya sangat nyeri hingga ulu hati. "Mengapa Varo tidak mengingatku? Apakah aku telah banyak berubah hingga dia sama sekali tak mengenaliku?" pikir Bunga dengan heran.
Mampir ta, othor tunggu jejak kalian 💜