My Ex

My Ex
Bab 55



Diperlakukan dengan kasar oleh Lio untuk kesekian kalinya, Arneta pun berontak dengan mendorong pria itu agar menjauh darinya. Sungguh ia merasa sangat kesal dengan Lio yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya, lalu memberikan pertanyaan konyol seperti itu.


"Kau ingin tahu bagaimana perasaanku?" Arneta menatap pria di hadapannya itu dengan menantang. "Tentu saja sangat bahagia kembali dipeluk oleh pria yang sangat aku cintai dan—" Belum sempat Arneta menyelesaikan ucapannya. Bibirnya sudah lebih dulu di bungkam dengan sebuah ciuman kasar yang begitu menuntut.


"Sekali lagi kau berbicara seperti itu, akan kutarik kau ke atas ranjang," sentak Lio, setelah puas melampiaskan amarahnya dengan mencium bibir Arneta yang berani mengatakan cinta pada pria lain. Apalagi pria itu adalah Bara yang nota bene adik iparnya sendiri.


Arneta yang tak gentar sedikitpun pada ancaman tersebut justru tertawa dengan mengejek.


"Dasar pria pengecut!"


"Apa kau bilang?" Dengan penuh amarah Lio mencengkram wajah Arneta agar mendekat pada wajahnya.


"Kau pria pengecut!" umpat Arneta untuk kedua kalinya. Sungguh ia tidak lagi takut pada seorang Lio Richard, karena kini sudah tidak ada lagi yang ingin dipertahankannya. "Selama ini kau hanya bisa mengancam seorang wanita sepertiku, apa namanya jika bukan pengecut?"


Lio hanya diam mendengar hinaan tersebut, karena ia ingin tahu seberapa berani wanita itu melawannya.


"Apa kau belum puas sudah menghancurkan hidup seorang Amalia dengan semua ancamanmu itu?" ungkap Arneta dengan penuh emosi.


Deg.


Lio yang merasa terkejut dengan apa yang didengarnya, sampai melepas cengkraman di wajah Arneta begitu saja tanpa bisa menjawab pertanyaan wanita tersebut.


"Hingga kau kembali menghancurkan hidup Amalia yang baru sebagai Arneta?"


"Kenapa Lio? Kenapa kau tega padaku?" Arneta memukul dada bidang pria itu dengan penuh amarah. "Seharusnya kau merasa bersalah telah menghancurkan hidupku, hingga membuat aku menjadi seorang wanita murahan yang haus akan belaian pria. Tapi yang kau lakukan justru kembali menghancurkan hidupku dengan merebut satu-satunya harta yang paling berharga yang kumiliki dengan memisahkan aku dengan Ivy."


Teriak Arneta dengan tangisan yang sudah tak terbendung lagi. Tangisan yang menggambarkan bagaimana hancurnya ia sebagai seorang Ibu dan seorang wanita.


"Arneta..."


Tanpa banyak kata Lio pun memeluk wanita yang tengah menangis pilu itu, meskipun Arneta menolak dan terus memukulnya dengan kasar.


"Kenapa Lio? Tidakkah kau ingin meminta maaf padaku sekali saja?" tanya Arneta yang kini menangis di dalam pelukan pria itu setelah lelah memukulinya berulangkali.


Lio yang sebenarnya merasa bersalah sejak pertama kali mengetahui kalau Arneta adalah Amalia nya yang dulu. Tentu saja ingin meminta maaf pada wanitanya itu, namun kata-kata tersebut hanya bisa ia ucapkan dalam hati sembari memeluk Arneta lebih erat.


"Kenapa kau begitu sangat membenciku?" tanya Arneta kembali setelah puas menangis. "Hingga berulang kali —"


Untuk kedua kalinya Arneta tak dapat menyelesaikan ucapannya saat bibir Lio kembali menciumnya. Namun untuk kali ini ciuman itu tidak lagi kasar, bahkan begitu lembut sampai ia pun ikut terbawa dengan membalas ciuman tersebut. Lama keduanya saling bertukar saliva sampai akhirnya Lio menyudahi ciuman panas mereka.


"Percayalah apa yang kulakukan selama ini demi kebaikanmu, Arneta. Agar kau bisa memulai hidup barumu tanpa harus terbebani oleh putri kita. Tapi kini aku sadar, jika aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa melihatmu bersama pria lain," jelas Lio, namun kalimat terakhir itu hanya diucapkannya dalam hati.


Ya, kini Lio menyadari jika dirinya benar-benar sangat mencintai Arneta. Karena Arneta adalah wanita pertama yang masuk dalam hidupnya, dan hingga kini hanya wanita itu satu-satunya yang menempati ruang di dalam hatinya.